1 / 30

Pertemuan ke 3: KINERJA LALU LINTAS

Pertemuan ke 3: KINERJA LALU LINTAS. Adh Muhtadi. Tujuan Instruksional. Setelah mempelajari bab ini , Mahasiswa diharapkan mampu : Mengetahui dan menjelaskan jalan perkotaan Mengetahui dan mampu menjelaskan kecepatan dan waktu tempuh Mengetahui dan menjelaskan tentang kerapatan lalu lintas

seoras
Download Presentation

Pertemuan ke 3: KINERJA LALU LINTAS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Pertemuan ke 3:KINERJA LALU LINTAS Adh Muhtadi

  2. Tujuan Instruksional Setelahmempelajaribabini, Mahasiswadiharapkanmampu: • Mengetahuidanmenjelaskanjalanperkotaan • Mengetahuidanmampumenjelaskankecepatandanwaktutempuh • Mengetahuidanmenjelaskantentangkerapatanlalulintas • Mengetahui dan menjelaskan tingkat pelayanan jalan • Mengetahuidanmenjelaskanarusdankomposisilalulintas • Mengetahui dan menjelaskan kapasitas jalan raya • Mengetahui dan menjelaskan metode peramalan lalu lintas • Mendiskusikan penelitian tentang karakteristik lalu lintas

  3. Tipe jalan perkotaan: 1. Jalandualajurduaarah (2/2 UD). 2. Jalanempatlajurduaarah. • Takterbagi (tanpa median) (4/2 UD). • Terbagi (dengan median) (4/2 D). 3. Jalanenamlajurduaarahterbagi (6/2 D). 4. Jalansatuarah (1-3/1).

  4. Pengertian dari ketiga kelompok jalan tersebut adalah: • Jalan arteri adalah jalan yang melayani angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara efisien • Jalan kolektor adalah jalan yang melayani angkutan pengumpulan/pembagian dengan ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan rata-rata sedang dan jumlah jalan masuk dibatasi. • Jalan lokal adalah jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi.

  5. Derajat Kejenuhan

  6. kecepatan dibagi menjadi tiga jenis: • Kecepatansetempat (Spot Speed), • Kecepatanbergerak(Running Speed) • Kecepatanperjalanan (Journey Speed) Hubunganantarakecepatan (V) danwaktutempuh (TT), dinyatakandalampersamaanberikutini V = L/TT Dimana: • V = Kecepatan rata-rata LV (km/jam) • L = Panjangsegmen (km) • TT = Waktutempuh rata-rata LV panjangsegmenjalan (jam)

  7. Kerapatan: • Rasio perbandingan arus terhadap kecepatan rata-rata, dinyatakan dalam kendaraan (smp) per kilometer (km). • Arus, kecepatan, dan kerapatan merupakan unsur dasar pembentuk aliran lalu lintas. • Pola hubungan yang diperoleh dari ketiga unsur tersebut adalah: 1.arus dengan kerapatan, 2.kecepatan dengan kerapatan, 3.arus dengan kecepatan.

  8. Hubungan antara kecepatan, arus, dan kerapatan

  9. Tingkat Pelayanan Jalan • suatu ukuran yang digunakan untuk mengetahui kualitas suatu ruas jalan tertentu dalam melayani arus lalu-lintas yang melewatinya.

  10. Hubungan Volume per Kapasitas (Q/C) dengan Tingkat Pelayanan Untuk Lalu Lintas Dalam Kota

  11. Semuanilaiaruslalulintas (per arahdan total) diubahmenjadisatuanmobilpenumpang (SMP) denganmenggunakanekivalensimobilpenumpang (EMP) 1. Kendaraanringan (LV), termasukmobilpenumpang, minibus, pick up, trukkecil, jeep. 2. Kendaraanberat (HV), termasuktrukdan bus. 3. Sepeda motor (MC). 4. Kendaraantidakbermotor (UM).

  12. Hambatan Samping: Dampakterhadapkinerjalalulintasdariaktivitassampingsegmenjalan, seperti: • pejalan kaki yang berjalanataumenyeberangsepanjangsegmenjalan, • angkutanumumdankendaraaan lain yang berhentidanparkir, • kendaraanbermotor yang keluarmasukdari/kelahansamping/sisijalan, 4. aruskendaraan yang bergeraklambat.

  13. Nilai Normal Komposisi Lalu Lintas

  14. EMP Untuk Jalan Perkotaan Tak Terbagi

  15. Perhitungan kondisi lalu lintas: • Perhitunganpemisaharahdapatdihitungmelalui persamaanberikut: SP = QDH.1 / QDH.1+2 (3.2) dimana: SP = Pemisaharah (kend/jam) QDH.1 = Arus total arah 1 QDH.1+2 = Arus total arah 1 + 2

  16. 2. Perhitunganfaktorsatuanmobilpenumpangdapatdihitungberdasarkanpersamaanberikut: FSMP = Qsmp/ Qkend(3.3) Keterangan: FSMP = Faktorsatuanmobilpenumpang Qsmp= Arus total kendaraandalamsmp Qkend= Arus total kendaraan

  17. Hambatan samping : Dampak terhadap kinerja lalu lintas dari aktivitas samping segmen jalan yang ditunjukkan dengan faktor jumlah berbobot kejadian, yaitu frekuensi kejadian sebenarnya dikalikan dengan faktor berbobot kendaraan.

  18. Kelas Hambatan Samping untuk Jalan Perkotaan

  19. Kecepatan Arus Bebas FV = (FV0 + FVW) × FFVSF × FFVCS dimana: • FV = Kecepatanarusbebaskendaraanringan (km/jam) • FV0 = Kecepatanarusbebasdasarkendaraanringan (km/jam) • FVW = Penyesuaianlebarlajurlalulintasefektif (km/jam) • FFVSF = Faktorpenyesuaiankondisihambatansamping • FFVCS = Faktorpenyesuaianukurankota.

  20. Kecepatan Arus Bebas Dasar (FV0)

  21. Kapasitas (C) C = Co × FCw × FCsp × FCsf × FCc (3.5) dimana: • C = Kapasitas (smp/jam) • Co = Kapasitasdasar (smp/jam) • FCw = Faktorpenyesuaianlebarlajur • FCsp = Faktorpenyesuaianpemisaharah • FCsf = Faktorpenyesuaianhambatansamping • FCcs = Faktorpenyesuaianukurankota

  22. Kapasitas Dasar (Co) Kapasitas Dasar Jalan Perkotaan

  23. Penyesuaian Lebar Jalur Lalu lintas Efektif (FCW)

  24. Faktor Penyesuaian Pemisah Arah (FCsp)

  25. Faktor Penyesuaian Kecepatan untuk Hambatan Samping (dengan kereb) (FCSF)

  26. Faktor Bobot Untuk Hambatan Samping

  27. Faktor Penyesuaian Ukuran Kota (FCcs)

  28. Metode Peramalan i = P1 + P2 +….+ PnN Pn = Po (1+i)n (3.7) Dimana: • i = Pertumbuhanvariabel rata-rata • Pn = Jumlahvariabelpadatahunke n • Po = Jumlahvariabelpadatahundasar rata rata • N = Jumlahtahun yang dihitung • n = Tahunke n

  29. Daftar Pustaka • Anonim (1994), Highway Capacity Manual, Washington DC: Transportation Research Board, National Research Council, • Anonim(1997), Manual KapasitasJalan Indonesia, Jakarta: DirektoratJenderalBinaMarga, DepartemenPekerjaanUmum RI • Anonim (2006), PeraturanMenteriPerhubunganNomor KM 14 Tahun 2006 tentangManajemendanRekayasaLalulintas di Jalan, Jakarta: MenteriPerhubunganRI • Munawar, A, (2006), ManajemenLaluLintasPerkotaan, Yogyakarta: Beta Offset • Morlok, E. (1995). Pengantarteknikdanperencanaantransportasi. Jakarta: Erlangga • Oglesby, E.K, dan Hicks, R.G. (1988), TeknikJalan Raya, Jakarta: PenerbitErlangga • Indrajaya, Yupiter; Riyanto, BambangdanWidodo, Das’at (2003), PengaruhPenyempitanJalan (StudiKasuspadaRuasJalan Kota Demak – Kudus Road, Km. 5), Semarang: Jurnal PILAR Volume 12, Nomor 2, September 2003, UniversitasDiponegoro • Tamin, O.Z. (1997). perencanaandanpermodelantransportasi. Bandung: PenerbitTarsito.

  30. Latihan Soal • Jelaskanapa yang dimaksuddengankecepatandanwaktutempuh! • Bagaimanahubunganantarakecepatan, kerapatandanaruslalulintas? Berikancontohpadakondisilalulintas di Surabaya ! • Apa yang dimaksuddenganderajatkejenuhan ? Dan bagaimanamengatasihaltersebut? • Apa yang dimaksud dengan arus dan komposisi lalu lintas? Berikan contoh tentang hal tersebut ! • Bagaimanacaramengaplikasikanmetodeperamalan yang andaketahui? Data-data apasaja yang dibutuhkandandarimana data-data tersebutdapatdiperoleh? • Apa yang dimaksud dengan kapasitas jalan raya? Berikan contohnya ! • Jelaskan konsep tentang hambatan samping dan aplikasinya dalam rekayasa lalu lintas! TERIMA KASIH

More Related