1 / 19

F A A L H A T I

F A A L H A T I. DR. RINI RAHMAWATI KADIR, M.KES. F A A L HATI. Hati merupakan organ padat yang terbesar yang letaknya di rongga perut bagian kanan atas. Organ ini mempunyai peran yang penting karena merupakan regulator dari semua metabolisme karbohidrat, protein dan lemak.

saskia
Download Presentation

F A A L H A T I

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. F A A L H A T I DR. RINI RAHMAWATI KADIR, M.KES

  2. F A A L HATI • Hati merupakan organ padat yang terbesar yang letaknya di rongga perut bagian kanan atas. • Organ ini mempunyai peran yang penting karena merupakan regulator dari semua metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. • Tempat sintesa dari berbagai komponen protein, pembekuan darah, kolesterol, ureum dan zat-zat lain yang sangat vital. • Selain itu, juga merupakan tempat pembentukan dan penyaluran asam empedu serta pusat pendetoksifikasi racun dan penghancuran (degradasi) hormon-hormon steroid seperti estrogen. 

  3. Jaringan hati tersusun dari : • sel parenkim (60%), • sel sistem fagositik monosit-makrofag (lebih dikenal sebagai reticulo-endothelial system, RES) yaitu sel-sel kupffer (30%), • sisanya adalah jaringan vaskuler, saluran empedu dan jaringan penunjang. Sel-sel hati berderet radialis dipisahkan oleh sinusoid dengan sel-sel kupfer pada dindingnya.

  4. PERAN HATI DALAM METABOLISME Hati berperan sangat penting dalam metabolisme berbagai zat, antara lain : • Karbohidrat : mengatur kadar glukosa darah dengan proses glikogenesis, glikogenolisisdanglukoneogenesisi. • Protein : mensintesis kebanyakan protein plasma (albumin, globulin, faktor-faktor koagulasi) • Lemak : mensintesis lipid (fosfolipid, kolestrol, trigliserida), apoprotein, lipoprotein, enzim LACT (lecithin,cholestrol acyltransferase). • Vitamin : menyimpan vitamin (A, D, dan B12) • Mineral : menyimpan mineral (Fe dan Cu) • Hormon : mengatalisis hormon (tiroid, estrogen, steroid)

  5. FAAL HATI DAPAT DIBEDAKAN SEBAGAI BERIKUT • Faal sintesis : albumin, globulin, faktor-faktor koagulasi, lipoprotein, dan asam empedu primer • Faal menyimpan : vitamin, mineral, glikogen. • Faal eksresi : billirubin, asam empedu, kolestrol, obat-obatan. • Faal detoksifikasi (menawarkan racun) : amoniak, hormon steroid, bilirubin, obat-obatan. • Faal menyaring : sel-sel kupffer menyaring toksin yang diserap dari usus.

  6. PEMERIKSAAN FAAL HATI Pemeriksaan bertujuan untuk : • Sebagai pemeriksaan menyaring (ada atau tidak ada kelainan faal hati atau sel hati) • Membantu menegakkan diagnosis • Membantu membuat diagnosis banding • Membantu membuat prognosis • Mengikuti perjalanan penyakit dan hasil pengobatan • Membedakan jenis-jenis ikterus

  7. Secara umum ada 2 macam gangguan faal hati. • Peradangan umum atau peradangan khusus di hati yang menimbulkan kerusakan jaringan atau sel hati. • Adanya sumbatan saluran empedu. 

  8. Aneka macam hasil tes faal hati yang terganggu. Tes faal hati yang terjadi pada infeksi bakterial maupun virus yang sistemik yang bukan virus hepatitis. • Penderita semacam ini, biasanya ditandai dengan demam tinggi, myalgia, nausea, asthenia dan sebagainya. • Disini faal hati terlihat akan terjadinya peningkatan SGOT, SGPT serta ∂-GT antara 3-5X nilai normal. Albumin dapat sedikit menurun bila infeksi sudah terjadi lama dan bilirubin dapat meningkat sedikit terutama bila infeksi cukup berat.  

  9. Tes faal hati pada hepatitis virus akut maupun drug induce hepatitis. • Faal hati seperti Bilirubindirect/indirect dapat meningkat biasanya kurang dari 10 mg%, kecuali pada hepatitis kolestatik,bilirubin dapat lebih dari 10 mg%. • SGOT, SGPT meningkat lebih dari 5 sampai 20 kali nilai normal.

  10. dan alkalifosfatase meningkat 2 sampai 4 kali nilai normal, kecuali pada hepatitis kolestatik dapat lebih tinggi. Albumin/globulin biasanya masih normal kecuali bila terjadi hepatitis fulminan maka rasio albumin globulin dapat terbalik dan masa protrombin dapat memanjang

  11. Tes faal hati pada sumbatan saluran empedu.  • Bilirubin direct/indirect dapat tinggi sekali (>20 mg%), terutama bila sumbatan sudah cukup lama. • Peningkatan SGOT dan SGPT biasanya tidak terlalu tinggi, sekitar kurang dari 4 kali nilai normal. • ∂-GT dan alkalifosfatase meningkat sekali dapat lebih dari 5 kali nilai normal. Kolesterol juga meningkat  

  12. Tes faal hati pada perlemakan hati(fatty liver). • Albumin/globulin dan Bilirubin biasanya masih normal. • SGOT dan SGPT meningkat sekitar 2 sampai 3 kali nilai normal demikian juga ∂-GT • dan alkalifosfatasemeningkat sekitar ½ sampai 1 kali dari nilai normal . • Kadar triglyserida dan kolesterol juga terlihat meninggi.

  13. Kelainan ini sering pada wanita dengan usia muda/pertengahan, gemuk dan biasanya tidak ada keluhan atau mengeluh adanya perasaan tak nyaman pada perut bagian kanan atas.  • Pada kasus perlemakan hati yang primer maka semua pertanda hepatitis C harus negatif

  14. Adanya pertanda hepatitis virus dalam darah penderita Penderita hepatitis A akut atau baru sembuh dari hepatitis A, ditandai dengan : • IgM anti HAV yang positif. • Sedang IgG anti HAV positif sering ditemukan pada anak atau orang dewasa dari negara berkembang dengan sanitasi lingkungan yang jelek. • Ini menandakan penderita pernah terinfeksi virus hepatitis A dimasa lalu. • Karena itu prevalensi IgG HAV dapat dipakai sebagai indeks sanitasi lingkungan suatu negara.

  15. Sembuh dari infeksi Hepatitis B, ditandai dengan : • menghilangnya HBsAg dan timbulnya anti HBs. • Sedang IgM Anti HBc positif, berarti baru (recent) terinfeksi dengan hepatitis B. 

  16. Kelainan faal hati yang tidak specific  • Hal ini biasanya terjadi pada penderita penyakit hati yang telah mempengaruhi fungsi dari organ lain seperti ginjal, paru jantung dsb. • Dalam hal seperti ini, gambaran klinis serta pemeriksaan penunjang seperti USG, CT scan dan ERCP (Endoscopy Retrograde Cholangio Pancreatography) atau bahkan biopsi hati biasanya diperlukan untuk menegakan diagnosisnya.

  17. Penyakit yang jarang tapi menunjukan gangguan  faal hati • Penyakit thyroid/kelenjar gondok. • Penyakit hati auto immune (AIH) • Wilson disease • Alpha-1-antitrypsisn deficiency • Celiac disease • Muscle disorders

  18. PENGAMBILAN/PENANGANAN/PENGIRIMAN DARAH • seperti pada umumnya pemeriksaan kimia klinik, pengambilan spesimen cara standar selalu diawali dengan persiapan dan seterusnya sampai dengan cara atau teknik pengambilan spesimen baik menyangkut posisi dan alat yang dpakai. • demikian pula halnya dengan tahap penanganan dan pengiriman sampel. • Khusus untuk tes faal hati memerlukan darah vena sebanyak 8-10 mL.

  19. TERIMA KASIH

More Related