1 / 8

STRATEGI PESAN KOMUNIKASI STOP-SIT

STRATEGI PESAN KOMUNIKASI STOP-SIT. STOP-SIT 1. SEGMENTASI= Situasi  Siapa segmentasi dalam strategi atau taktik pesan tersebut? Dalam komunikasi dikenal siapa orang yang tertuju dalam berkomunikasi.

sabin
Download Presentation

STRATEGI PESAN KOMUNIKASI STOP-SIT

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. STRATEGI PESAN KOMUNIKASI STOP-SIT

  2. STOP-SIT 1 SEGMENTASI= Situasi  Siapa segmentasi dalam strategi atau taktik pesan tersebut? Dalam komunikasi dikenal siapa orang yang tertuju dalam berkomunikasi. Misalnya: Polri seharusnya mengetahui siapa pihak yang diajak mereka bicara. Atau distrategikan, seperti dalam daerah konflik, sentimen-sentimen kedaerahan dimengerti sehingga komunikasi lebih ditujukan kepada pemimpin opini dan pemuka adat. (Seperti hasil riset skripsi yang dilakukan oleh mahasiswa PTIK angk.40) S = SEGMENTATION T = TARGETING O = OBJECTIVES P = POSITIONING S = SEQUENCE OF TOOLS I = INTEGRATING T = TIME SCALE

  3. TARGETING= Target Sasaran Pesan. Pemilihan sasaran menjadi sesuatu yang penting dalam hal ini. Dalam pandangan PR dikenal namanya DMU (Decision Making Unit) atau unit/pihak-pihak yang bisa mempengaruhi seseorang untuk memberikan keputusan. Misalnya: ulama, pemimpin adat, lurah, camat dan RT/RW. OBJECTIVES= Tujuan yang hendak dicapai  Tujuan dalam transfer pesan komunikasi ini bervariasi dan tidak semua bisa spontan langsung mengalami perubahan. Apakah cukup mengenal dan tahu, ada empati dan rasa ketertarikan yang lebih, keinginan mendalam untuk melakukan sesuai pesan dimaksud sampai pada mau dengan rela melakukan sesuai yang diinginkan. POSITIONING= Posisi dan kedudukan   Posisi di sini adalah bagaimana posisi komunikator dan komunikan juga hubungan-hubungan yang ada. Bagaimana komunikator dipersepsikan dan apa yang diinginkan. Misal bila sosok komunikator dikatakan akan berubah dari buruk menjadi agak baik atau sebaliknya. Ini memerlukan strategi yang jitu dan tepat. Perubahan positioning ini tidak serta merta, melainkan memerlukan waktu yang panjang dan cukup lama. Menyadari posisi sekarang adalah sangat penting. Apakah positif, negatif dan netral. STOP-SIT 2

  4. SEQUENCE OF TOOLS Hubungan Sarana dalam hal ini adalah taktik apa yang dilakukan? Apakah menggunakan sosialisasi kampanye komunikasi eksternal atau internal. Bila eksternal harus diketahui masyarakatnya. Misal: masyarakat yang senang kesenian tertentu, maka sosialisasi program sangat baik bila lewat sarana tersebut. Bila ingin positioning bagus, maka pilihlah simbol terlebih dahulu dengan mengajukan sosok untuk Polri. Baru kemudian ‘ditembakkan’ pesan dimaksud. Kemudian bagaimana dengan media massa yang digunakan apakah sesuai dengan kondisi. Anda harus mengetahui karakteristik media massa (lihat dalam buku Praktik Ilmu Komunikasi dalam Kehidupan sehari-hari oleh. Prisgunanto, 2004). STOP-SIT 3

  5. INTEGRASI/KESATUAN PROGRAM Untuk bagian ini sangat tergantung kepada bagaimana perencanaan anda dalam melakukan transfer pesan. Sering program sosialisasi strategi tidak sesuai antara yang satu dengan yang lain. Alhasil yang terjadi adalah pesan yang diajukan tidak sampai dan diintepretasikan beda. Misal: Sosialisasi lewat media massa suatu produk dikatakan higienis, tetapi dalam pameran/ekspo tidak ada tema-tema itu bahkan kumuh. Biasanya peran antar individu begitu kental dalam menciptakan masalah integrating ini dalam segi taktik. TIMESCALE= Pemilihan waktu dan Jangka selang Pemilihan waktu dan seberapa tuntas keinginan yang dicapai perlu distrategikan. Karena adanya jangka waktu ini untuk memberikan selang berpikir pada khalayak. Bila tidak akan terjadi kekacauan kognitif berpikir manusia. Selain itu agar tidak terlihat ada pola merasa diprovokasi dan agitasi hingga adanya sikap doktrin. STOP-SIT 4

  6. Ke tujuh point ini harus diperhatikan sekali dalam keperluan untuk mengembangkan strategi pesan dimaksud. Perlu anda ketahui bahwa ke tujuh point inilah yang akan menjadi dimensi penelitian/riset terhadap keberhasilan strategi pesan Public Relation. Pengukuran 7 dimensi ini seharusnya dilakukan oleh badan/divisi independen bukan dari institusi yang diteliti. Agar hasil yang diperoleh lebih bisa obyektif. STOP-SIT 5

  7. BACA DAN CARI BAHAN DARI INTERNET, Media Cetak dan lain-lain keluarkan nilai-nilai analisis strategi pesan tadi (DIJILID dan DIKUMPUL MINGGU DEPAN) TUGAS!!!!

  8. SELESAI Sampai Ketemu Lagiii!!!!!!!

More Related