1 / 13

PROBLEMATIKA HUKUM

PROBLEMATIKA HUKUM. PRINSIP DASAR MORAL ADA TIGA MACAM:. Prinsip sikap baik yaitu suatu kesadaran bahwa manusia jangan sampai berbuat merugikan orang lain tanpa membedakan tingkat sosialnya ( siapa saja )

palma
Download Presentation

PROBLEMATIKA HUKUM

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PROBLEMATIKA HUKUM

  2. PRINSIP DASAR MORAL ADA TIGA MACAM: • Prinsipsikapbaikyaitusuatukesadaranbahwamanusiajangansampaiberbuatmerugikanorang lain tanpamembedakantingkatsosialnya (siapasaja) • Prinsipkeadilanyaituperlakuan yang samaterhadapsiapasajadalamsituasi yang samadanmenghormatihaksemuaorang. Tidakmembenarkanperlakuan yang samadlmsituasi yang berbeda.

  3. PRINSIP DASAR MORAL ADA TIGA MACAM: • PRINSIP HORMAT TERHADAP DIRI SENDIRI • MANUSIA JANGAN MEMBIARKAN DIRINYA MENJADI OBYEK MANUSIA LAINNYA YANG DIPERLAKUKAN SEENAKNYA MISALNYA DIPERAS, DIPAKSA ATAU DIPERALAT. • MANUSIA TIDAK BOLEH MEMBIARKAN DIRINYA TERLANTAR MAKA HARUS SELALU MENGEMBANGKAN DIRI. • MANUSIA TIDAK BOLEH SEWENANG-WENANG TERHADAP SESAMA MANUSIA

  4. HUBUNGAN MORAL DAN HUKUM • Antarahukumdan moral terdapathubungan yang eratsekali. • Adapepatahroma yang mengatakan “quid leges sine moribus?” (apaartinyaundang-undangjikatidakdisertaimoralitas?). • Dengandemikianhukumtidakakanberartitanpadisertaimoralitas. • Olehkarenaitukualitashukumharusselaludiukurdengannorma moral, perundang-undangan yang immoral harusdiganti. • Disisilain moral jugamembutuhkanhukum, sebab moral tanpahukumhanyaangan-angansajakalautidakdiundangkanataudilembagakandalammasyarakat.

  5. HUBUNGAN MORAL DAN HUKUM • Meskipunhubunganhukumdan moral begituerat, namunhukumdan moral tetapberbeda, • sebabdalamkenyataannyaadahukum yang bertentangandengan moral atauadaundang-undang yang immoral, yang berartiterdapatketidakcocokanantarahukumdan moral. • Untukitudalamkonteksketatanegaraanindonesiadewasaini. Apalagidalamkonteksmembutuhkanhukum. Kualitashukumterletakpadabobot moral yang menjiwainya. Tanpamoralitashukumtampakkosongdanhampa (Dahlan Thaib,h.6).

  6. HUBUNGAN MORAL DAN HUKUM(Perbedaanantarahukumdan moral menurutGunawanSetiardja ) • Dilihatdaridasarnya, hukummemilikidasaryuridis, konsesusdanhukumalamsedangkan moral berdasarkanhukumalam. • Dilihatdariotonominyahukumbersifatheteronom (datangdariluardirimanusia), sedangkan moral bersifatotonom (datangdaridirisendiri). • Dilihatdaripelaksanaanyahukumsecaralahiriahdapatdipaksakan, • Dilihatdarisanksinyahukumbersifatyuridis. moral berbentuksanksikodrati, batiniah, menyesal, maluterhadapdirisendiri. • Dilihatdaritujuannya, hukummengaturkehidupanmanusiadalamkehidupanbernegara, sedangkan moral mengaturkehidupanmanusiasebagaimanusia. • Dilihatdariwaktudantempat, hukumtergantungpadawaktudantempat, sedangkan moral secaraobjektiftidaktergantungpadatempatdanwaktu.

  7. HUBUNGAN MANUSIA DAN HUKUM • Manusiadanhukumadalahduaentitas yang tidakbisadipisahkan. • Bahkandalamilmuhukum, terdapatistilah yang terkenal yang berbunyi: “Ubisocietasibi jus” (dimanaadamasyarakatdi situ adahukumnya). • Artinyabahwadalamsetiappembentukansuatubangunanstruktursosial yang bernamamasyarakat, makaselaluakandibutuhkanbahan yang bersifatsebagai “semen perekat” atasberbagaikomponenpembentukdarimasyarakatitu, dan yang berfungsisebagai “semen perekat” tersebutadalahhukum. • Hukum yang baikadalahhukum yang sesuaidenganhukum yang hidup (the living law) dalammasyarakat, yang tentunyasesuai pula ataumerupakanpencerminandarinilai-nilai yang berlakudalammasyarakattersebut.

  8. TujuanHukum • Prof. Subekti, SH: Hukumitumengabdipadatujuannegarayaitumencapaikemakmurandankesejahteraanrakyatnyadengancaramenyelenggarakankeadilan. • Prof. Mr. Dr. LJ. van Apeldoorn: mengaturhubunganantarasesamamanusiasecaradamai. Hukummenghendakiperdamaianantarasesama. Denganmenimbangkepentingan yang bertentangansecaratelitidanseimbang • Roscoe Pound : sebagaialatmerekayasamasyarakat (law is tool of social engineering).

  9. TujuanHukum • M. Kusumaatmadjatujuanpokokdanutamadarihukumadalahketertiban. Kebutuhanakanketertibaninimerupakansyaratpokokbagiadanyasuatumasyarakatmanusia yang teratur. • Menurutpembukaan UUD 1945 alineakeempat yang berbunyi “..untukmembentuksuatupemerintahan Negara Indonesia yang melindungisegenapbangsa Indonesia danseluruhtumpahdarah Indonesia danuntukmemajukankesejahteraanumum, mencerdaskanbangsadanikutmelaksanakanketertibandunia yang berdasarkanperdamaianabadidankeadilansosial”. • Padaumumnyahukumbertujuanmenjaminadanyakepastianhukumdalammasyarakat. Selainitu, menjagadanmencegah agar tiaporangtidakmenjadi hakim atasdirinyasendiri, namuntiapperkaraharusdiputuskanoleh hakim berdasarkandenganketentuan yang sedangberlaku.

  10. PenegakanHukum • Ketikamemilihbentuknegarahukum, otomatiskeseluruhanpenyelenggaraannegarainiharussedapatmungkinberadadalamkoridorhukum. • Semuaharusdiselenggarakansecarateratur (in order) dansetiappelanggaranterhadapnyaharuslahdikenakansanksi yang sepadan. • Penegakkanhukum, adalahsuatukemestiandalamsuatunegarahukum. • Penegakanhukumadalahjugaukuranuntukkemajuandankesejahteraansuatunegara. Karena, negara-negaramajudiduniabiasanyaditandai, tidaksekedarperekonomiannyamaju, namunjugapenegakanhukumdanperlindunganhakasasimanusia (HAM) berjalanbaik.

  11. EfektifitasHukumFriedmann • Substansihukum, Yaitumateriataumuatanhukum. Dalamhaliniperaturanharuslahperaturan yang benar-benardibutuhkanolehmasyarakatuntukmewujudkanketertibanbersama. • AparatPenegakHukum, Agar hukumdapatditegakkan, diperlukanpengawalan yang dilaksanakanolehaparatpenegakhukum yang memilikikomitmendanintegritastinggiterhadapterwujudnyatujuanhukum. • BudayaHukum, Budayahukum yang dimaksudadalahbudayamasyarakat yang tidakberpegangpadapemikiranbahwahukumadauntukdilanggar, sebaliknyahukumadauntukdipatuhidemiterwujudnyakehidupanbersama yang tertibdansalingmenghargaisehinggaharmonisasikehidupanbersamadapatterwujud.

  12. ProblematikaHukum • Manipulasiatasfungsihukumolehpengembankekuasaan. • Aparaturpenegakhukumditengaraikurangbanyakdiisiolehsumberdayamanusia yang berkualitas. Padahal SDM yang sangatahlisertamemilikiintegritasdalamjumlah yang banyaksangatdibutuhkan. • Peneggakkanhukumtidakberjalansebagaimanamestinyakarenaseringmengalamiintervensikekuasaandanuang. Uangmenjadipermasalahankarenanegarabelummampumensejahterakanaparaturpenegakhukum.

  13. ProblematikaHukum • Kepercayaanmasyarakatterhadapaparaturpenegakhukumsemakinsurut. Hal iniberakibatpadatindakananarkismasyarakatuntukmenentukansendirisiapa yang dianggapadil. • Para pembentukperaturanperundang-undanganseringtidakmemerhatikanketerbatasanaparatur. Peraturanperundang-undangan yang dibuatsebenarnyasulituntukdijalankan. • Kurangdiperhatikannyakebutuhanwaktuuntukmengubahparadigmadanpemahamanaparaturdanrakyat. Bilaaparaturpenegakhukumdanrakyattidakpahambetulisiperaturanperundang-undangantidakmungkinadaefektivitasperaturan.

More Related