PERKEMBANGAN PSAK
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 165

PERKEMBANGAN PSAK PowerPoint PPT Presentation


  • 1006 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

PERKEMBANGAN PSAK. Informasi Keuangan dan non Keuangan. A kuntansi menghasilkan informasi keuangan sebuah entitas. Informasi disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP): Laporan Posisi Keuangan / Neraca Laporan Laba Rugi Komprehensif Laporan Arus Kas

Download Presentation

PERKEMBANGAN PSAK

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Perkembangan psak

PERKEMBANGAN PSAK


Informasi keuangan dan non keuangan

Informasi Keuangan dan non Keuangan

  • Akuntansi menghasilkan informasi keuangan sebuah entitas.

  • Informasi disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP):

    • LaporanPosisiKeuangan / Neraca

    • Laporan Laba RugiKomprehensif

    • Laporan Arus Kas

    • Laporan Perubahan Ekuitas

    • Catatan atas laporan keuangan

  • Selain laporan perusahaan juga membuat  Laporan Tahunan, Sustainability Reporting, Prospektus, Laporan Pajak, Integrating Reporting.


Tujuan laporan keuangan

Tujuan Laporan Keuangan

  • Memberikaninfomasi

    • posisikeuangan,

    • kinerja

    • perubahanposisikeuangansuatuperusahaan

      yang bermanfaatbagisejumlahbesarpemakaidalampengambilankeputusanekonomi

  • Laporankeuanganmenunjukkanapa yang telahdilakukanmanajemen (stewardship), danpertanggungjawabansumberdaya yang dipercayakankepadanya

  • Memenuhikebutuhanbersamasebagianbesarpemakai.

  • Menyediakanpengaruhkeuangandarikejadiandimasalaludantidakdiwajibkanmenyediakaninformasi non keuangan.

Ref: PSAK Conceptual Framework


Laporan keuangan relevan dan reliable

Laporan Keuangan Relevan dan Reliable

Standar Akuntansi Berkualitas

  • Pasar Modal yang efisien

  • Keputusan yang tepat

Kerangka Konseptual

Laporan Keuangan yang Relevan dan Reliable

Manajemen

Corporate Governance

Informasi yang berkualitas

Independen

  • Dampak informasi assimetri

  • Adverse selection

  • Moral hazard

Kualitas Audit

Standar Audit

Kompeten


Standar akuntansi

Standar Akuntansi ??

  • Untuk keseragaman laporan keuangan

  • Memudahkan penyusun laporan keuangan karena ada pedoman baku sehingga meminimalkan bias dari penyusun

  • Memudahkan auditor

  • Memudahkan pembaca laporan keuangan untuk menginterpretasikan dan membandingkan laporan keuangan entitas yang berbeda.

  • Pengguna laporan keuangan banyak pihak sehingga penyusun tidak dapat menjelaskan kepada masing-masing pengguna


Empat pilar standar akuntansi indonesia

Empat PilarStandarAkuntansi Indonesia

  • PernyataanStandar Akuntansi Keuangan

  • StandarAkuntansiKeuanganEntitasTanpaAkuntabilitasPubliksignifikan - SAK-ETAP

  • Standar AkuntansiSyari’ah – SAK Syariah

  • Standar Akuntansi Pemerintahan - SAP

  • IFRS hanyadiadopsiPSAK

  • SAK ETAP diluncurkan pada tanggal 17 July 2009

  • InstansiPemerintahmenggunakanStandarAkuntansiPemerintahan PP 71 tahun 2010


Psak syariah

PSAK SYARIAH

  • Basis transaksi

  • Digunakanolehentitas yang melakukantransaksisyariahbaikentitaslembagasyariahmaupun non lembagasyariah

  • Pengembangandengan model PSAK umumnamunberbasissyariahdenganacuan fatwa MUI

  • PSAK 100 – PSAK 106

    • Kerangkakonseptual, PenyajianLaporanKeuanganSyariah, AkuntansiMurabahah, Musyarakah, Mudharabah , Salam, Istishna


Perkembangan psak

SAP

  • InstansiPemerintahmenggunakanStandarAkuntansiPemerintahan, PP 24 tahun 2005  PP 71 tahun 2010

  • StandardisusunolehKomiteAkuntansiPemerintahankemudianditetapkandengan PP

  • Diterapkanuntukentitaspemerintah dalammenyusun LKPP dan LKPD:

    • instansipemerintahpusat

    • Instansipemerintahdaerah

    • BLU (digabung), BUMN (sbg investasi)  PSAK

  • Entitas sektor publik selain pemerintah menggunakan PSAK 45.


Sak etap

SAK ETAP

  • SAK ETAP: Standarakuntansikeuanganuntukentitastanpaakuntabilitaspubliksignifikan

  • ETAP adalahentitas yang:

    • Tidakmemilikiakuntabilitaspubliksignifikan; dan

    • Menerbitkanlaporankeuanganuntuktujuanumum (general purpose financial statement) bagipenggunaeksternal.

  • Menggunakanacuan IFRS untuk Small Medium Enterprises.

  • Lebihsederhanaantara lain:

    • Asettetap, tidakberwujudmenggunakanhargaperolehan

    • Entitasanaktidakdikonsolidasitetapisebagaiinvestasidenganmetodeekuitas.

    • Pajak menggunakan konsep pajak terutang bukan pajak tangguhan

    • Mengacupadapraktikakuntansi yang saatinidigunakan.

  • Tahun 2011 perusahaanharusmemilihmenjadimenggunakan PSAK-IFRS atau PSAK-ETAP


Psak ifrs based

PSAK – IFRS BASED

  • Wajibditerapkanuntukentitasdenganakuntabilitaspublikseperti: Emiten, perusahaanpublik, perbankan, asuransi, dan BUMN.

  • Dapatditerapkanolehentitaslainya.

  • Basis transaksi, bukan basis industri.

  • Tujuan: memberikaninformasi yang relevanbagi user laporankeuangan

  • Indonesia melakukan adopsi penuh 1 Januari 2012


Ifrs psak

IFRS - PSAK

  • Pasca Konvergensi PSAK 2012 = IFRS (kecuali IFRS terbaru)

  • Perbedaan IFRS dengan PSAK dijelaskan dalam Standar bagian depan.

    • Substansi / konseptual

    • Redaksional

    • Tanggal efektif

  • Secara gradual, IFRS sudah diterapkan mengikuti pemberlakuan PSAK yang bersangkutan.

  • Setelah konvergensi IFRS  PSAK akan berkembang dinamis mengikuti IFRS


Mengapa ifrs

Mengapa IFRS

  • Indonesia bagian dari IFAC, yang harus tunduk pada SMO (Statement Membership Obligation), salah satunya menggunakan IFRS sebagai accounting standard.

  • Konvergensi IFRS adalahsalahsatukesepakatanpemerintah Indonesia sebagaianggota G20 forum.

  • Hasildaripertemuanpemimpinnegara G20 forum di Washington DC, 15 November 2008 :

    • “Strengthening Transparency and Accountability”

  • Pertemuan G20 di London, 2 April 2009 menghasilkankesepakatan untuk Strengthening Financial Supervision and Regulation “to call on the accounting standard setters to work urgently with supervisors and regulators to improve standards on valuation and provisioning and achieve a single set of high-quality global accounting standards.”


Manfaat ifrs

Manfaat IFRS

  • Meningkatkan dayabanding laporankeuangan.

  • Memberikaninformasi yang berkualitasdipasar modal internasional

  • Menghilangkanhambatanarus modal internasionaldenganmengurangiperbedaandalamketentuanpelaporankeuangan.

  • Mengurangibiayapelaporankeuanganbagiperusahaanmultinasionaldanbiayauntukanalisiskeuanganbagiparaanalis.

  • Meningkatkankualitaspelaporankeuanganmenuju“best practise”.


Roadmap ifrs di indonesia

Roadmap IFRS di Indonesia

IAS / IFRS yang belumdiadopsi:

IAS 41 Agriculture

IFRS First time adoption  adopsibertahap

IFRS / Revisi IAS setelah 2010


Karakteristik ifrs

Karakteristik IFRS

  • IFRS menggunakan “Principles Base “ :

    • Lebih menekankan pada intepreatasi dan aplikasi atas standar sehingga harus berfokus pada spirit penerapan prinsip tersebut.

    • Standar membutuhkan penilaian atas substansi transaksi dan evaluasi apakah presentasi akuntansi mencerminkan realitas ekonomi.

    • Membutuhkan profesional judgment pada penerapan standar akuntansi.

  • Menggunakan fair value dalam penilaian, jika tidak ada nilai pasar aktif harus melakukan penilaian sendiri (perlu kompetensi) atau menggunakan jasa penilai

  • Mengharuskan pengungkapan (disclosure) yang lebih banyak baik kuantitaif maupun kualitatif


Judgment

“Judgment”

  • IFRS = Principles

  • Penerapan standard mengacu pada substansi ekonomi bukan bentuk hukumnya.

  • Pemahaman underlying transaksi dan detail kontrak menjadi penting

  • Pengajaran dengan menggunakan kasus

  • Ilustrasi

  • PT. A memiliki kontrak dengan PT. B untuk membeli semua produk yang dihasilkan. Produknya khusus dan hanya dapat dijual kepada PT. A. Kontrak meliputi jangka waktu 20 tahun. Kontrak tersebut menjamin bahwa PT. A membeli jumlah minimum produk B setiap tahun dengan harga yang telah ditentukan. Dari kontrak tersebut PT. B dapat memperoleh pengembalian modal dari investasi untuk memproduksi produk tersebut.


Dinamis

Dinamis

  • IFRS membuka wawasan, bahwa mengajarkan akuntansi keuangan harus sesuai dengan standar bukan teks book.

  • Awareness terhadap standar akuntansi meningkat

  • Materi pengajaran harus dinamis mengikuti perkembangan standar.

  • IFRS sering berubah

    • Digunakan perusahaan banyak di negara sehingga kesulitan penerapan akan membuahkan kritik terhadap standar yang ada  perubahan

    • Perubahan lingkungan usaha

  • Contoh  Pendapatan awalnya menggunakan konsep risk and reward, kemudian ditambahkan konsep present obligation.


Fair value

“Fair value”

  • Nilaiwajaradalahsuatujumlah yang digunakanuntukmengukuraktiva yang dapatdipertukarkanmelaluisuatutransaksi yang wajar (arm's length transaction) yang melibatkanpihak-pihak yang berkeinginandanmemilikipengetahuanmemadai.

    • Kuotasi harga di pasar aktif;

    • Jikapasartidakaktif, makamenggunakanteknikpenilaian yang meliputi:

      • transaksi-transaksipasarwajar yang terkiniantarapihak-pihak yang mengerti, berkeinginan, jikatersedia;

      • referensiatasnilaiwajarterkinidariinstrumen lain yang secarasubstansialsama;

      • analisisaruskas yang didiskonto (discounted cash flow analysis); dan

      • model penetapanhargaopsi (option pricing model)


Fair value1

“Fair value”

  • IAS 41 Agriculture

    • Biological asset dinilai sebesar nilai wajar dikurangi dengan biaya penjualan (point-of-sale costs), baik pada pengakuan pertama maupun pada tanggal laporan

    • Agriculture product dinilai nilai wajar dikurangi dengan biaya penjualan (point-of-sale costs), pada pengakuan pertama.

  • both on initial recognition and at each balance sheet date

  • Fair valuemenggunakanhargakuotasijikatidakadamenggunakanhargawajaralternatif

  • Perlu tidak mengajarkan perhitungan fair value

    • Bagaimana menentuka arus kas

    • Tingkat suku bunga

    • Model opsi

  • Judgment : produk serupa, transaksi terkini, biayapenjualan


Pengungkapan lebih banyak

Pengungkapan Lebih Banyak

PSAK 60 – Instrumen keuangan

Pengungkapan kualitatif : eksposure dan timbulnya risiko; tujuan, kebijakan dan proses pengelolaan risiko; perubahan dua hal tersebut.

Pengungkapan kuantitatif: risiko kredit, aset keuangan yang melewati jatuh tempo/mengalami penurunan, agunan dan peningkatan kualitas kredit; risiko pasar; risiko likuiditas analisis sensitifitas; pengungkapan risiko pasar laiinnya.

Ilustrasi laporan keuangan.

Membaca dan membuat pengungkapan

pengungkapan yang diinginkan oleh standar

Judgment : apa yang perlu diungkapkan


Psak disahkan 2007 2008

PSAK Disahkan2007 - 2008

  • PSAK 16 (revisi 2007): Aset Tetap revisi 2011

  • PSAK 13 (revisi 2007): Properti Investasi revisi 2011

  • PSAK 30 (revisi 2007): Sewa revisi 2011

  • PSAK 14 (revisi 2008): Persediaan


Psak disahkan 23 desember 2009

PSAK Disahkan 23 Desember 2009

  • PSAK 1 (revisi 2009): PenyajianLaporanKeuangan revisi2013

  • PSAK 2 (revisi 2009): LaporanArusKas

  • PSAK 4 (revisi 2009): LaporanKeuanganKonsolidasiandanLaporanKeuanganTersendiri revisi 2013

  • PSAK 5 (revisi 2009): SegmenOperasi

  • PSAK 12 (revisi 2009):BagianPartisipasidalam Ventura Bersama revisi2013

  • PSAK 15 (revisi 2009): InvestasiPadaEntitasAsosiasi revisi 2013

  • PSAK 25 (revisi 2009):Kebijakan Akuntansi, PerubahanEstimasiAkuntansi, danKesalahan

  • PSAK 48 (revisi 2009): PenurunanNilaiAset

  • PSAK 57 (revisi 2009): Provisi, LiabilitasKontinjensi, danAsetKontinjensi

  • PSAK 58 (revisi 2009): AsetTidakLancar yang DimilikiuntukDijualdanOperasi yang Dihentikan


Interpretasi 2009

Interpretasi 2009

  • ISAK 7 (revisi 2009): KonsolidasiEntitasBertujuanKhusus

  • ISAK 9: PerubahanatasLiabilitasPurnaOperasi, LiabilitasRestorasi, danLiabilitasSerupa

  • ISAK 10: Program LoyalitasPelanggan

  • ISAK 11: DistribusiAsetNonkasKepadaPemilik

  • ISAK 12: PengendalianBersamaEntitas: KontribusiNonmoneterolehVenturer


Ppsak disahkan 2009 berlaku efektif 2010

PPSAK Disahkan 2009 (Berlakuefektif 2010)

  • PPSAK 1 : Pencabutan PSAK 32 Akuntansi Kehutanan, PSAK 35 AkuntansiPendapatanJasa Telekomunikasi, dan PSAK 37 Akuntansi PenyelenggaraanJalanTol

  • PPSAK 2: Pencabutan PSAK 41: Akuntansi Warandan PSAK 43: AkuntansiAnjakPiutang

  • PPSAK 3:Pencabutan PSAK 54: Akuntansi RestrukturisasiUtangPiutangbermasalah

  • PPSAK 4: Pencabutan PSAK 31 (revisi 2000): AkuntansiPerbankan, PSAK 42: Akuntansi Perusahaan Efek, danPSAK 49: Akuntansi Reksa Dana

  • PPSAK 5: Pencabutan ISAK 06: InterpretasiatasParagraf 12 dan16 PSAK No. 55 (1999) tentangInstrumenDerivatifMelekatpadaKontrakdalam Mata UangAsing


Psak disahkan 2010

PSAK Disahkan 2010

  • PSAK 19 (2010): Asettidakberwujud

  • ISAK 14 (2010): BiayaSitus Web

  • PSAK 23 (2010): Pendapatan

  • PSAK 7 (2010): PengungkapanPihakBerelasi

  • PSAK 22 (2010): KombinasiBisnis (disahkan 3 Maret 2010)

  • PSAK 10 (2010): Transaksi Mata UangAsing

    (disahkan 23 Maret 2010)

  • ISAK 13 (2010) : LindungNilaiInvestasiNetodalamKegiatanUsaha LuarNegeri


Psak disahkah 2010

PSAK Disahkah 2010

  • PSAK 24 (R 2010):ImbalanKerja revisi 2013

  • ISAK 16 : PerjanjianKonsesiJasa (IFRIC 12)

  • PSAK 60 : InstrumenKeuangan: Pengungkapan

  • PSAK 50 (R 2010): InstrumenKeuangan: Penyajian

  • PSAK 8 (R 2010): PeristiwaSetelahTanggalNeraca

  • PSAK 53 (R 2010): PembayaranBerbasisSaham


Psak disahkan 2011

PSAK Disahkan 2011

  • PSAK 3 : LaporanKeuangan Interim

  • PSAK 18 (2010): Program ManfaatPurnakarya

  • PSAK 61: Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah

  • PSAK 56: Laba Per LembarSaham

  • PSAK 46:PajakPenghasilan

  • PSAK 62: Kontrak Asuransi

  • PSAK 63 : Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi


Psak disahkan 20111

PSAK Disahkan 2011

  • PSAK 28: Revisi 2011 Akuntansi Asuransi Kerugian

  • PSAK 36: Revisi 2011 Akuntansi Asuransi Jiwa

  • PSAK 34: Kontrak konstruksi

  • PSAK 45: Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba

  • PPSAK 8: Pencabutan PSAK 27 Akuntansi Koperasi

  • PPSAK 6: Pencabutan PSAK 21 Akuntansi Ekuitas, ISAK 1 Penentuan Harga Pasar Dividen, ISAK 2 Penyajian Modal dalam Neraca dan Piutang kepada Pemesan Saham, ISAK 3 Akuntansi atas Sumbangan dan Bantuan


Psak disahkan 20112

PSAK DISAHKAN 2011

  • PSAK 64: Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Daya Mineral

  • ISAK 15: Batas AsetImbalanPasti, PersyaratanPendanaan Minimum danInteraksinya.

  • ISAK 17 : LaporanKeuangan Interim danPenurunanNilai

  • ISAK 18 : Bantuan Pemerintah – Tidak ada Relasi

  • Spesifik dengan Aktivitas Operasi

  • ISAK 19: Penerapan Penyajian Kembali dalam PSAK 63 Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiper Inflasi

  • ISAK 20: Pajak Penghasilan: Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham

  • ISAK 21: Perjanjian Konstruksi Real Estate


Psak disahkan 20113

PSAK Disahkan 2011

  • ISAK 22: Perjanjian Konsesi Jasa: Pengungkapan

  • ISAK 23: Sewa Operasi-Insentif

  • ISAK 24: Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa

  • PPSAK 11: Pencabutan PSAK 39: Akuntansi Kerja Sama Operasi.

  • PSAK 38 (revisi 2011): KombinasiBisnisEntitasSepengendali

  •  ISAK 25 : Hakatas Tanah

  •  PPSAK 10 : Pencabutan PSAK 51: Akuntansikuasireorganisasi

  • PSAK 33: Aktivitas Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (2011) menggantikan PSAK 33: Akuntansi Pertambangan Umum (1994)  dicabut diganti ISAK 29


Psak disahkan 2013

PSAK Disahkan 2013

  • PPSAK 13: Pencabutan PSAK 33: Aktivitas Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

  • ISAK 26: Perjanjian Konsesi Jasa: Pengungkapan

  • ISAK 27: Pengalihan Aset dari Pelanggan

  • ISAK 28: Pengakhiran Liabilitas Keuangan

  • ISAK 29: Biaya Pengupasan Lapisan Tanah Tahap Produksi pada Pertambangan Terbuka


Perkembangan psak

IFRS

  • Conceptual Framework – still progress

  • IAS 27 Consolidated and Separate Financial Statements – Superseded by IFRS 10, IFRS 12 and IAS 27 (rev. 2011) effective 2013

  • IAS 28 Investments in Associates – Superseded by IAS 28 (rev. 2011) and IFRS 12 effective 2013

  • IAS 31 Interests In Joint Ventures – Superseded by IFRS 11 and IFRS 12 effective 2013

  • IAS 39 Financial Instruments: Recognition and Measurement – Superseded by IFRS 9 Financial Instrumentseffective 2013

  • IFRS 10 Consolidated Financial Statements

  • IFRS 11 Joint Arrangements

  • IFRS 12 Disclosure of Interests in Other Entities

  • IFRS 13 Fair Value Measurement

  • Revised IAS 32: Financial Instruments: Presentation

  • RevisedIAS 36: Impairment of Assets

  • Revisied IAS 39: Financial Instruments:Recognition and Measurement


P erkembangan tahun 2013

Perkembangan Tahun 2013


P erkembangan tahun 20131

Perkembangan Tahun 2013


P erkembangan tahun 2013 revisi

Perkembangan Tahun 2013 - Revisi


Kerangka dasar penyajian dan penyusunan laporan keuangan

Kerangka Dasar Penyajian danPenyusunan Laporan Keuangan

Kerangka Konseptual Ditujukan untuk:

Kerangkakonseptualmenurut PSAK terdiridari:

  • Penyusunstandarakuntansikeuangandalampelaksanaantugasnya.

  • Penyusunlaporankeuanganuntukmenanggulangimasalahakuntansi yang belumdiaturdalamstandarakuntansikeuangan.

  • Auditordalammemberikanpendapatmengenaiapakahlaporankeuangandisusunsesuaidenganprinsipakuntansi yang berlaku.

  • Para pemakaidalammenafsirkaninformasi yang disajikandalamLaporanKeuangan.

  • Penggunalaporankeuangan

  • Tujuanlaporankeuangan

  • Asumsidasar

  • Karakteristikkualitatif

  • Konseppengakuandanpengukuranunsurlaporankeuangan

  • Konseppemeliharaan modal


Perkembangan psak

Kerangka

Konseptual

menurut IFRS


Laporan keuangan

Laporan Keuangan

  • PSAK 1  Penyajian Laporan Keuangan

    • Komponen

    • Tanggung jawab laporan keuangan

  • Karakteristik umum

    • Penyajian secara wajar dan kepatuhan terhadap SAK

    • Kelangsungan usaha

    • Dasar akrual

    • Material dan agregasi

    • Saling hapus

    • Frekuensi pelaporan

    • Informasi komparatif

    • Konsistensi penyajian

  • Identifikasi laporan keuangan

    • Laporan Posisi Keuangan

    • Laporan Laba Rugi Komprehensif

    • Laporan Perubahan Ekuitas

    • Laporan Arus Kas

    • Catatan atas Laporan Keuangan


Karakteristik umum

KarakteristikUmum

  • Penyajian secara wajar dan kepatuhan terhadap SAK

    • Menyebutkansecaraexplisitkepatuhanterhadap SAK

    • Kepatuhanterhadap PSAK memberikanpemahaman yang salah (kondisijarangterjadi)  tidaksesuai PSAK

  • Kelangsungan usaha

    • Laporankeuangandisusunberdasarkanasumsikelangsunganusaha, mengungkapkanfaktajikaterjadipelanggaranasumsi

  • Dasar akrual

  • Material dan agregasi

  • Saling hapus Tidakbolehkecualidisyaratkanataudiizinkansuatu PSAK

  • Frekuensi pelaporan Tahunan

  • Informasi komparatif Periodesebelumnya

  • Konsistensi penyajian Penyajiandanklasifikasi


Laporan posisi keuangan neraca

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

  • Nama menjadi Laporan Posisi Keuangan (Neraca), tambahan neraca untuk sinkronisasi dengan regulasi di Indonesia

  • Perubahandefinisi-definisisepertiKewajibanmenjadi Liabilitasdanhakminoritasmenjadikepentingannonpengendali (non-controlling interest)

  • Penyajian kepentingan non pengendali sebagai bagian ekuitas dan bagian laba bukan sebagai pengurang laba LK konsolidasian

  • Laporan keuangan awal periode (dr periode sajian) untuk penyajian retroaktif  perubahan kebijakan dan koreksi kesalahan

  • Minimum line item Penyajian Neraca

    • Properti Investasi

    • Investasi dengan menggunakan metode ekuitas

    • Aset yang dimiliki untuk dijual

    • dll

  • Urutan penyajian laporan keuangan dalam ilustrasi menurut PSAK 1 berbeda dengan IAS 1 (Aset tidak lancar di atas)


Laporan laba rugi komprehensif

Laporan Laba Rugi Komprehensif

  • Laporan Laba rugi  Laporan Laba Rugi Komprehensif.

  • Penyajian laporan laba rugi dengan memasukkan unsur laba komprehensif

  • Laba dialokasikan untuk pemegang saham minoritas dan mayoritas

  • Ketentuan minimum item dalam laporan laba rugi.

  • Klasifikasi beban berdasarkan fungsi dan sifat, jika disajikan berdasarkan fungsi ada pengungkapan berdasarkan sifat

  • Penyajian “pos luar biasa / extraordinary item” tidak diperkenankan lagi

  • Minimum line item :

    • Pendapatan

    • Biaya keuangan

    • Beban pajak

    • Pendapatan komprehensif

    • dll


Laporan laba rugi komprehensif1

Laporan laba rugi komprehensif

  • Pendapatan komprehensif: Perubahan aset atau liabilitas yang tidak mempengaruhi laba pada periode rugi

    • Selisih revaluasi aset tetap

    • Perubahan nilai investasi available for sales

    • Dampak translasi laporan keuangan

  • Dalam dua laporan :

    • Laba sebelum laba komprehensif

    • Laporan laba komprehensif dimulai dari laba/rugi bersih


Ed revisi psak 1 2013

ED Revisi PSAK 1 (2013)

  • INFORMASI KOMPARATIF

    • Persyaratan Minimum Komparatif

      • informasi komparatif untuk mematuhi periode sebelumnya sebagaimana ditentukan dalam paragraf 36 dan 36A; dan

    • Tambahan Informasi Komparatif Sukarela;

  • POS PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

    • LaporanLabaRugiKomprehensif LaporanLabaRugi dan Penghasilan Komprehensif Lain

    • Pos minimal  jumlah tunggal untuk total operasi yang dihentikan (lihat PSAK 58).

    • Informasi yang Disajikan dalam Bagian Penghasilan Komprehesif Lain dikelompokkan, sesuai dengan PSAK/ISAK lainnya: (a) tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi; dan (b) akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi ketika kondisi tertentu terpenuhi.


Laporan arus kas

LAPORAN ARUS KAS

  • Informasiaruskasentitasbergunasebagaidasaruntukmenilaikemampuanentiasdalammenghasilkankasdansetarakassertamenilaikebutuhankasentitasuntukmenggunakanaruskastersebut.

  • Laporanaruskasmenggambarkanperubahanhistorisdalamkasdansetarakas yang diklasifikasikanatasaktivitasoperasi, investasidanpendanaanselamasatuperiode


Pelaporan arus kas dari aktivitas operasi

PelaporanAruskasdariAktivitasOperasi

  • Metode yang dapatdigunakan:

    • Metodelangsung kelompokutamadaripenerimaandanpengeluarankasbrutodiungkapkan;

    • Metodetidaklangsung labadisesuaikandenganmengoreksitransaksi non kas, penangguhanatauakrualdanunsurpenghasilan/beban yang terkaitaktivitasinvestasidanpendanaan.

  • Dianjurkanmelaporkandenganmetodelangsung  informasi yang lebihberguna

  • ETAP  metode tidak langsung


Laporan arus kas1

LaporanArusKas

  • Arus kas bunga dan dividendiungkapkansecaraterpisah dan diklasifikasikansecarakonsisten.

    • Bebanbungadapatdisajikansebagaiarus kas operasiataupendanaan (alternatif)

    • Pendapatanbungadapatdisajikansebagaiarus kas operasiatauinvestasi (alternatif)

    • Dividen yang dibayarkandapatdisajikansebagaiarus kas pendanaanatauoperasi (alternatif)

    • Pendapatandividendapatdisajikansebagaiarus kas operasiatauinvestasi (alternatif)

  • Arus kas yang berkaitandenganpajakpenghasilandiungkapkansecaraterpisah.

  • Perubahannilaitukardilaporkandalam LAK untukmerekonsiliasisaldoawaldanakhirkasdansetarakas


Psak 3 laporan interim

PSAK 3 : Laporan Interim

  • Laporankeuangan interim: laporankeuangan, baiklaporankeuanganlengkapataulaporankeuanganringkasuntuksuatuperiode interim.

  • LK Interim dapatdisajikansecaralengkapatauringkas

  • Komponen Minimal Laporan Interim

    • Laporanposisikeuanganringkas

    • Laporanlabarugikomprehensifringkas.

  • Kebijakan akuntansi yang sama dalam laporankeuangantahunanditerapkandalamlaporankeuangan interim, kecualiuntukperubahankebijakanakuntansi yang dilakukansetelahtanggallaporankeuangantahunanterkini.

  • Untuk laporan posisi keuangan, komparasi dengan laporan keuangan tahun sebelumnya, bukan interim tahun sebelumnya


Psak 7 pengungkapan pihak berelasi

PSAK 7 PengungkapanPihakBerelasi

  • Mengapa perlu ??

Laporan Posisi Keuangan

Dan Laba Rugi

Transaksi dan Saldo

Dipengaruhi

  • Keberadaan pihak yang mempunyai hubungan istimewa

  • Komitment dengan pihak tersebut


Psak 7 pengungkapan pihak berelasi1

PSAK 7 PengungkapanPihakBerelasi

  • Identifikasi hubungan dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi

  • Identifikasi saldo, komitmen antara entitas dengan pihak-pihak berelasi.

  • Menentukan pengungkapan yang diperlukan baik untuk LK konsolidasian, tersendiri, yang disajikan individual.

    • Pengungkapanatashubungan

    • Nilaitransaksi, saldo terkaitpihakberelasi


Psak 8 peristiwa setelah periode pelaporan

PSAK 8 PeristiwasetelahPeriodePelaporan

  • Peristiwa setelah periode pelaporan adalah peristiwa yang terjadiantaraakhirperiodepelaporandantanggallaporankeuangandiototisasiuntukterbit

  • Peristiwasetelahperiodepelaporan yang memerlukanpenyesuaianadalahperistiwaygmemberikanbuktiatasadanyakondisipadaakhirperiodepelaporan

  • Peristiwasetelahperiodepelaporan yang tidakmemerlukanpenyesuaianadalahperistiwa yang mengindikasikankondisisetelahperiodepelaporan

  • Tanggallaporankeuangandiotorisasiuntukterbitadalahtanggallaporankeuangansudah final

    • Laporankeuangandiaudit : tanggallaporan auditor

    • Laporankeuangantidakdiaudit : tanggallaporankeuanganselesaidisusunmanajemen


Psak 8 peristiwa setelah periode pelaporan1

PSAK 8 PeristiwasetelahPeriodePelaporan


Perubahan kebijakan akuntansi dan kesalahan psak 25

Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Kesalahan - PSAK 25

  • Kebijakan akuntansi harus menjelaskan pengakuan, pengukuran dan penyajian.

  • Kebijakan akuntansi harus tunduk pada PSAK dan mempertimbangkan panduan aplikasi, jika tidak ada, menggunakan pertimbanganmanajemen.

  • Perubahan kebijakan akuntansi tidak diperkenankan kecuali dipersyaratkan PSAK atau menghasilkan laporan keuangan yang lebih andal dan relevan  diterapkan secara retrospektif, kecuali tidak praktis

  • Koreksi kesalahan  retroaktif

  • Perubahan Estimasi  prospektif


Segmen operasi psak 5

Segmen Operasi – PSAK 5


Psak 10 pengaruh perubahan kurs valuta asing

PSAK 10 : Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing

  • Akuntansi transaksi dan saldo dalam mata uang asing, kecuali transaksi dan saldo derivatif (PSAK 55)

  • Menjabarkan hasil dan posisi keuangan dari kegiatan usaha luar negeri yang termasuk dalam laporan keuangan entitas secara konsolidasi, proporsional atau metode ekuitas.

  • Menjabarkan hasil dan posisi keuangan suatu entitas ke dalam mata uang penyajian.

    • Translasi

    • Remeasurement


Transaksi mata uang asing psak 10

Transaksi Mata Uang Asing PSAK 10


Psak 56 laba per lembar saham

PSAK 56 : Laba Per LembarSaham

  • Menetapkan teknik perhitungan, penyajian, dan pengungkapan LPS.

  • Meningkatkandaya banding kinerjaantarperusahaandanantarperiode.

LPS Dasar= LabaBersih Residual

Jumlah Rata-rata TertimbangSahamBiasa

LabaBersih Residual

Jumlah Rata-rata TertimbangSahamBiasa

PenyesuaianatasEfekberpotensisahambiasa yang dilutif

+/+ atau

-/-

EPS

=

LPS Dasar

LPS Dilusian


Instrumen keuangan 50 55 60

Instrumen Keuangan 50,55,60

Instrumen Keuangan

IAS 39

IFRS 7

IAS 32

PSAK 55

PSAK 60

PSAK 50

  • Definisi dan klasifikasi

  • Pemisahan liabilitas keuangan dan ekuitas

  • Akuntansi untuk instrumen keuangan majemuk.

  • Akuntansi untuk penarikan saham dan saham treasury

  • Saling hapus atas aset dan liablitas

  • Definisi, klasifikasi dan reklasifikasi

  • Pengakuan dan penghapusan

  • Pengukuran setelah pengakuan awal

  • Akuntansi untuk derivarif untuk diperdagangkan dan hedging.

  • Pengungkapan instrumen keuangan dan risiko


Klasifikasi instrumen keuangan

Klasifikasi Instrumen Keuangan

  • Definisi Instrumen Keuangan

    • setiapkontrak yang menambahnilaiasetkeuanganentitasdankewajibankeuanganatauinstrumenekuitasentitas lain

Aset Keuangan

Kas

Instrumen ekuitas entitas lain

Hak kontraktual

Kontrak diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas

Liabilitas keuangan

Kewajibankontraktual

kontrak yang diselesaikandenganinstrumenekuitas entitas

Ekuitas

Kontrak yang memberikanhak residual atasasetsuatuentitassetelahikurangidenganseluruhkewajibannya


Instrumen keuangan

Instrumen Keuangan

  • setiapkontrak yang menambahnilai:

    • asetkeuanganentitas , dan (disisi lain)

    • kewajibankeuanganatauinstrumenekuitasentitas lain.

  • AsetKeuangan

    • Kas

    • Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain

    • Hak kontraktual:

      • untuk menerima kas atau aset keuangan lainnya dari entitas lain; atau

      • untuk mempertukarkan aset keuangan dengan entitas lain dengan kondisi berpotensi untung; atau

    • Kontrak yang akan diselesaikan dengan penerbitan instrumen ekuitas entitas

      • nonderivatif

      • derivatif

  • KewajibanKeuangan

    • Kewajibankontraktual:

      • untukmenyerahkankasatauasetkeuangan lain kepadaentitas lain; atau

      • untukmempertukarkanasetkeuanganataukewajibankeuangandenganentitas lain dengankondisi yang berpotensitidakmenguntungkanentitas;

    • kontrak yang akanataumungkindiselesaikandenganmenggunakaninstrumenekuitas yang diterbitkanentitasdanmerupakansuatu:

      • non derivatif; atau

      • derivatif


Jenis instrumen keuangan

Jenis Instrumen Keuangan

Instrumen Keuangan

Aset

Keuangan

Liabilitas

Keuangan

Instrumen

Ekuitas

Instrumen Derivatif

Instrumen Lindung Nilai

Aset Keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

Liabilitas Keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

Instrumen Ekuitas Biasa

Derivatif Biasa

Atas Nilai Wajar

Atas Arus Kas

Instrumen Ekuitas Majemuk

Derivatif Melekat

Investas dimiliki hingga jatuh tempo

Kewajiban Lainnya

Atas Investasi Neto pada Operasi Luar Negeri

Pinjaman diberikan dan Piutang

Instrumen Ekuitas Sinstesis

Aset keuangan tersedia untuk dijual


Perkembangan psak

PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan Pengukuran

  • Empat kategori aset keuangan:

    • Asetkeuangan yang ditetapkanuntukdiukurpadanilaiwajarmelaluilaporanlabarugi;

    • Investasi dimiliki hingga jatuh tempo;

    • Pinjaman yang diberikanataupiutang; dan

    • Aset keuangan tersedia untuk dijual.

  • Dua kategori liabilitas keuangan

    • Kewajibankeuangan yang diukurpadanilaiwajarmelaluilaporanlabarugi

    • Kewajiban lain

  • Pengukuran aset keuangan dengan menggunakan nilai wajar dalam arti luas

  • Beberapa perbedaan dalam praktik dalam mengidentifikasi derivatif majemuk.


Perkembangan psak

PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan Pengukuran

  • Instrumen keuangan diukur pada pengakuan awal sebesar nilai wajar ditambah dengan biaya transaksikecuali untuk instrumen yang diukur dengan menggunakan nilai wajar.

  • Penghapusan (derecognition) aset keuangan didasarkan atas kombinasi “risk and reward” dan pendekatan pengendalian. Evaluasi atas risk and reward diakukan sebelum evaluasi atas transfer pengendalian

  • Pengakuan gain/loss atas penghapusan (extinguishment) liabilitas keuangan ketika utang baru diterbitkan memiliki persyaratan (term) yang berbeda dengan utang lama.

  • Restrukturisasi utang yang menyebabkan modifikasi substansial term dapat menghasilkan gain/loss pada saat penerbitan liabilitas baru.


Psak 55 r instrumen keungan pengakuan dan pengukuran

PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan Pengukuran

  • Harga pasar atas aset yang dimiliki atau liabilitas yang akan diterbitkan adalah harga penawaran(bid price) dan untuk aset yang akan dibeli atau liabilitas yang dimiliki adalah harga permintaan (asking price).

  • Pengukuran instrumen keuangan sebesar nilai amortisasi, premium dan diskon dimartisasi dengan menggunakan effective interest rate.

  • Aturan tainting atas held to maturity investment, pembatasan selama 2 tahun tidak boleh melakukan transfer antar kategori investasi.


Psak 55 r instrumen keungan pengakuan dan pengukuran1

PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan Pengukuran

  • Bukti obyektif atas penurunan nilai aset keuangan dan penilaiannya dilakukan setiap tanggal laporan keuangan.

  • Penilaian penurunan nilai dilakukan secara individu dan kolektif

  • Pembalikan atas penurunan atas piutang, investasi HTM dan AFS instrumen utang dapat dilakukan jika memenuhi kriteria.

  • Reklasifikasi menjadi atau keluar dari FVPL dilarang f yang didesain untuk tujuan hedging


Psak 6 0 instrumen keuangan pengungkapan

PSAK 60 – Instrumen Keuangan Pengungkapan

  • Secara lebih tegas mensyaratkan Entitas harus untuk mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi signifikansi instrumen keuangan terhadap posisi dan kinerja keuangan.

    • Pengungkapan hirarki nilai wajar

      • Tingkat 1 harga kuotasi pasar

      • Tingkat 2 Input selain harga kuotasian (dapat diobservasi)

      • Tingkat 3 Input yang bukan berdasar harga pasar

    • Jenis dan tingkat risiko yang timbul dari instrumen keuangan

    • Pengungkapak kualitatif (ekposure timbulnya risiko, tujuan, kebijak dan proses penelolaan risiko)

    • Pengungkapan kuantatif (risiko kredit, risiko likuiditas, analisa sensitivitas)


Provisi dan kontijensi psak 57

Provisi dan Kontijensi – PSAK 57

  • Provisiliabilitas yang waktu dan jumlahnya belum pasti, diakui jika

    • Memiliki kewajiban kini

    • Penyelesaian mengakibatkan arus keluar sumber daya

    • Estimasi yang andal

  • Kewajiban kontinjensi adalah:

    • kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu dan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadi atau tidak terjadinya satu peristiwa atau lebih pada masa datang yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali entitas; atau

    • kewajiban kini yang timbul sebagai akibat peristiwa masa lalu, tetapi tidak diakui karena:

    • tidak terdapat kemungkinan besar entitas mengeluarkan sumber daya yang mengan dung manfaat ekonomis (selanjutnya disebut sebagai “sumber daya”) untuk menyelesaikan kewajibannya; atau

    • jumlah kewajiban tersebut tidak dapat diukur secara andal.


  • Persediaan psak 14

    Persediaan – PSAK 14

    • Biayaperolehanterkaitselisihvalutaasing yang terkait pembelian persediaan dapat diakui sebagaibiayaperolehanpersediaan.

    • Nilai persediaan tidak termasuk pembayaran yang ditagihkan kepada pihak ketiga contoh pajak.

    • Biayaperolehanpersediaansecaratangguhdiaturdan dapat menimbulkan beban bunga.

    • Persediaan disajikan di neraca sebesar nilai terendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih  kerugian yang timbul atau recovery kerugian diklastifikasikan dalam pendapatan lain-lain

    • Metode LIFO tidak diperkenankan lagi

    • Perlu dipertimbangkan untuk tidak mengajarkan konsep advance LIFO, cukup sampai LIFO reserve


    Aset tetap psak 16

    Aset Tetap - PSAK 16

    • Komponen biaya perolehan adalah estimasi biaya untuk memindahkan aset (dismantling cost).

    • Suku cadang dengan kriteria tertentu diakui sebagai aset tetap

    • Penilaian aset tetap  dikurangidengandepresiasidanpenurunan nilai

    • Pertukaran aset tetaptidakmembedakan similar atau non similar, menggunakanhargawajar. Kecuali pertukaran yang tidak memiliki nilai komersial atau nilai wajar tidak diperoleh  nilai buku.

    • Review atas masa manfaat, nilai residu setiap pelaporan

    • Penilaian dengan menggunakan model revaluasisebagaipilihanmetode.


    Dismantling cost

    Dismantling Cost

    Example

    PT. ABC membangun instalasi minyak lepas pantai. Biaya yang dikeluarkan sebesar 300 milyar. Peraturan pemerintah mengharuskan entitas memindahkan instalasi tersebut di akhir konsesi (20 tahun yang akan datang). Estimasi biaya untuk melakukan pemindahan dan restorasi sebesar 80 milyar. Tingkat bunga yang berlaku 6%. PV dari biaya restorasi 24,94.

    • Instalasi minyak diakui dalam neraca dengan jurnal berikut:

      DrAsetTetap324,94milyar

      CrKas300milyar

      Kewajibandiestimasi24,94milyar

      Jurnalpenyesuaiankewajibantahun 1

      CrBebanbunga 1,497milyar

      Kewajibandiestimasi 1,497milyar


    Pengukuran setelah pengakuan awal

    PengukuransetelahPengakuanAwal

    Entitas harus memilih antara:

    Cost Model

    Sebagai kebijakan akuntansinya, dan

    Menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama.

    Revaluation Model


    Pengukuran setelah pengakuan awal1

    PengukuransetelahPengakuanAwal

    Setelahdiakuisebagaiaset, asettetapdicatatsebesar :

    • Biayaperolehan

    • dikurangi

      • Akumulasipenyusutandan

      • Akumulasirugipenurunannilaiaset

    Cost Model

    Setelahdiakuisebagaiaset, asettetapdicatatsebesar :

    • Jumlahrevaluasian, yaitunilaiwajarpadatanggalrevaluasi,

    • dikurangi

      • Akumulasipenyusutandan

      • Akumulasirugipenurunannilaiaset

        yang terjadisetelahtanggalrevaluasi.

    Revaluation Model


    Revaluation model

    Revaluation Model

    Example

    Metode Proporsional

    Peralatansenilai4.000.000 diperolehtanggal 1 Januari2012denganmasamanfaatekonomis 5 tahuntanpanilaisisa. tanggal 31 Desember2012nilaiwajarasetadalah4.800.000.

    1/1/2012Asettetap4.000,000

    Kas4.000,000

    31/12/2012BebanPenyusutan800.000

    AkumulasiPenyusutan 800.000

    31/12/2012AsetTetap2.000,000

    AkumulasiPenyusutan 400.000*

    Surplus Revaluasi1.600.000

    *(4.800.000- 3.200.000)/ 3.200.000) x 800.000 = 400.000


    Revaluation model1

    Revaluation Model

    Example

    Metode Eliminasi

    Peralatansenilai4.000.000 diperolehtanggal 1 Januari 2012denganmasamanfaatekonomis 5 tahuntanpanilaisisa. tanggal 31 Desember 2010 nilaiwajarasetadalah4.800.000.

    1/1/2012 Asettetap4.000,000

    Kas4.000,000

    31/12/2012 BebanPenyusutan800.000

    AkumulasiPenyusutan800.000

    31/12/2012 AkumulasiPenyusutan800.000

    AsetTetap800.000

    AsetTetap1.600,000

    Surplus Revaluasi1.600.000


    Revaluation model2

    Revaluation Model

    Contoh

    Revaluation Model

    1.1.2010

    • PT. Kenangamembelimesindenganharga 50.000 pada 1 Jan 2010danmenggunakanmetoderevaluasi

    • Mesintersebutdisusutkandenganmetodegarislurus 5thn.

    • Pada 31 Desember 2010direvaluasisebesar 48.000

    • Buatjurnaluntuktahun 2010dan 2011.

    Dr Aset tetap50,000

    CrKas50,000

    31.12.2010

    Dr BebanPenyusutan10,000

    CrAkumulasiPenyusutan10,000

    Dr AkumulasiPenyusutan10,000

    CrAsettetap2,000

    CrSurplus Revaluasi8,000

    31.12.2011

    Dr BebanPenyusutan($48K/4) 12,000

    Cr AkumulasiPenyusutan 12,000

    Dr Surplus Revaluasi 2,000

    CrSaldoLaba2,000


    Bunga pijaman psak 26

    BungaPijaman PSAK 26

    • Biayapinjaman yang dapatdiatribusikansecaralangsungdenganperolehan, konstruksi, atauproduksiasetkualifikasianadalahbagiandaribiayaperolehanasettersebut.

      • biaya pinjaman aktual yang terjadi atas pinjaman tersebut selama periode berjalan dikurangi

      • penghasilan investasi dari investasi temporer pinjaman tersebut.

    • Menggunakan dana secara umum  tingkat kapitalisasi untuk pengeluaran atas aset tersebut.

    • Jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama suatu periode tidak boleh melebihi jumlah biaya pinjaman yang terjadi.

    • Biaya pinjaman yang dikapitalisasi  menambah aset


    Perkembangan psak

    Ilustrasi KapitalisasiBungaPinjaman

    PT. Melati membangun sendiri gedung dengan melakukan

    pengeluaran selama tahun 2011:

    Jan 31: $480,000 July 31: $360,000.

    Dana yang tidak dipakai diinvestasikan dengan return 6%. Perusahaan sebelumnya memiliki utang outstanding utang dalam bentuk notes. Sumber pendanaan pembangunan tersebut adalah sbb:

    10%, 2-year note specifically for the project: $500,000

    8%, 5-year note (other debt): $400,000

    Berapa bunga yang dikapitalisasi ??


    Ilustrasi kapitalisasi bunga pinjaman

    Ilustrasi KapitalisasiBungaPinjaman

    Up to

    specific loan,

    $500,000 at

    10% x 11/12

    $45,833

    avoidable

    Expenditure

    $840,000

    +

    Excess

    ($840,000 less

    $500,000 = $340.000)

    At8% x 5/12

    $11,333

    avoidable

    $600

    Revenue

    -

    $56,567


    Perkembangan psak

    Ilustrasi KapitalisasiBungaPinjaman

    Bunga yang dapat dihindari :$56,567

    Bunga aktual :

    • $500,000 @ 10% = $50,000

    • $400,000 @ 8% = $32,000$82,000

    • Bunga yang dihindari lebih kecil dari bunga aktual sehingga bunga yang dapat dikapitalisasi $56,567.

    • Beban bunga $25,433 ($82.000-56,567).


    Properti investasi psak 13

    Properti Investasi – PSAK 13

    • Properti (tanahataubangunan—ataubagiandaribangunan—ataukeduanya) yang dikuasai (olehpemilikatau lessee melaluisewapembiayaan) untukmenghasilkan rental atauuntukkenaikannilai, ataukedua-duanya.

    • Pengakuan

      • Entitas dapat memilih model nilai wajar atau model biaya sebagai kebijakan akuntansi dan menerapkan kebijakan tersebut pada seluruh properti investasinya.

      • Laba atau rugi yang timbul dari perubahan nilai wajar atas properti investasi diakui dalam laporan laba rugi

      • Nilai wajar harus mencerminkan kondisi pasar pada tanggal neraca.

      • Jika menggunakan model biaya  PSAK 16


    Pengukuran setelah pengakuan awal2

    PengukuransetelahPengakuanAwal

    Fair Value Model

    Nilai wajar properti investasi harus mencerminkankondisi pasar pada tanggal neraca

    Properti investasi tidak disusutkan.

    Laba atau rugi yang timbul dari perubahan nilai wajar atas properti investasi harus diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya.


    Pengukuran setelah pengakuan awal3

    PengukuransetelahPengakuanAwal

    Example

    Revaluation model (PSAK 16)

    Fair value model (PSAK 13)

    • Menggunakan nilai wajar

    • Menggunakan nilai wajar

    • Perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya.

    • Perubahannilaiwajardiakuidalamekuitasataulaporanlabarugijikarugi (loss)  impairment

    • Tidak ada penyusutan.

    • Penyusutan.

    • Mencerminkan kondisi pasar pada tanggal neraca.

    • Tidakspesifik, hanyamengharuskansecarareguler (terjadiperbedaansignifikan )


    Aset tidak berwujud psak 19

    Aset tidak berwujud – PSAK 19

    • Aset tidak berwujud  memiliki manfaat ekonomi di masa mendatang, dapat diukur dengan andal

    • Masamanfaat –

      • terbatas dan tidak terbatas

      • Direview setiap tanggal laporan keuangan

    • Ketentuantentangmasamanfaattakterbatas

    • Model Biayadan Model Revaluasi

    • Akuisisiasettakberwujuddalamkombinasibisnis

    • Akuisisimelaluihibahpemerintah

    • Biaya situs web bukan aset tidak berwujud kecuali memenuhi konsep pengembangan


    Penurunan nilai ps a k 48

    Penurunan Nilai – PSAK 48

    • Padasetiaptanggalneraca, perusahaanharusmereviewadaatautidaknyaindikasipenurunannilaiaktiva.

    • Pertimbangandalammenentukanpenurunannilai :

      • Informasidariluarperusahaan

      • Informasidaridalamperusahaan

    • Jumlahterpulihkansuatuasetatau unit penghasilkasadalahjumlah yang lebihtinggiantaranilaiwajarnyadikurangibiayapenjualandengannilaipakainya.

    • Jikanilai yang dapatdiperolehkembalidarisuatuaktivalebihkecildarinilaitercatatnyamakanilaitercatatharusditurunkanmenjadisebesarnilai yang dapatdiperolehkembali.

    • Penurunantersebutmerupakanrugipenurunannilaiaktivadanharussegeradiakuisebagaibebanpadalaporanlabarugi.

    • Bebandepresiasiaktivauntukperiode yang akandatangharusdisesuaikan agar mencerminkanalokasinilaitercatat yang direvisisetelahdikuranginilaisisa.


    Pendekatan umum dari pengukuran penurunan nilai

    PendekatanUmumdariPengukuranPenurunanNilai

    Recoverable Amount  Nilaitertinggi

    Recovered through sale

    Recovered through use


    Ilustrasi penurunan nilai 1

    Ilustrasi Penurunan Nilai 1

    Contoh: Misalkan PT Anggrek melakukan uji penurunan nilai terhadap peralatan yang dimilikinya. Nilai tercatat dari peralatan sebesar Rp 200 juta, nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual Rp180 juta dan nilai pakainyaRp 205 juta.

    Rp 200 juta

    Rp 205 juta

    Tidak ada penurunan nilai

    Rp 180 juta

    Rp 205 juta


    Ilustrasi penurunan nilai 2

    Ilustrasi Penurunan Nilai 2

    Contoh: Misalkan infromasi PT Mawar yang tersedia sama kecuali nilai pakai dari peralatan sebesar Rp 175 juta.

    Rp20 juta Rugi Penurunan Nilai

    Dr. KerugianPenurunanNilaiRp20 juta

    Cr. AkulumasiDepresiasiPeralatanRp20 juta

    Illustration 11-15

    Rp 200 juta

    Rp 180 juta

    Rp 180 juta

    Rp 175 juta


    Kasus 3

    Kasus 3

    Suatu unit penghasilkasmemilikiasetbersihberikutini:

    Rp M

    Goodwill 10

    Properti20

    PabrikdanPeralatan30

    60

    Nilai yang dapatdipulihkansebesarRp 45 M.

    Diminta : Alokasikankerugianpenurunannilaipadaasetbersihperusahaan.

    Goodwill PropertiPabrik Total

    RpMRpMRpMRpM

    Carrying value 10 2030 60

    Impairment loss (10) (2) (3)(15)

    NilaiTercatatsetelah - 18 27 45

    PenurunanNilai


    Psak 58

    PSAK 58

    • Aset tidak lancar dimiliki untuk dijual dan operasi dihentikan

    • Kriteria :

      • aset (ataukelompoklepasan) harusberadadalamkeadaan yang dapatdijualdengansegera

      • penjualantersebutdapatdikatakansangatmungkinterjadi, manajemenpadahirarki yang memadaiharusmempunyaikomitmenterhadaprencanapenjualanaset.

    • Diukurpadanilai yang lebihrendahantarajumlahtercatatdannilaiwajarsetelahdikurangibiayauntukmenjual, danpenyusutanatasasettersebutdihentikan

    • AsetYang DimilikiUntukDijualdisajikansebagaiasetlancardanterpisahdari pos lainnya.


    Psak 30 isak 8 sewa

    PSAK 30 & ISAK 8 SEWA

    • Sewaadalahsuatuperjanjiandimanalessormemberikanhakkepadalesseeuntukmenggunakansuatuasetselamaperiodewaktu yang disepakati.

    • SewaPembiayaan(Finance Lease) adalahsewa yang mengalihkansecarasubstansialseluruhrisikodanmanfaat yang terkaitdengankepemilikansuatuaset. Hakmilikpadaakhirnyadapatdialihkan, dapatjugatidakdialihkan (par. 8)

    • ISAK 9 : Dalammenentukanapakahsuatuperjanjianmerupakanperjanjiansewaataumengandungsewa, perludiperhatikansubstansiperjanjiandandilakukanevaluasiapakah

      • Pemenuhanperjanjiantergantungpadapenggunaansuatuaset

      • Perjanjianmemberikansuatuhakuntukmenggunakanasettertentu

        Jikaperjanjianmengandungsewa, makapihakdalamperjanjianharusmenerapkanketentuan PSAK 30


    Pendapatan psak 23 2010

    Pendapatan - PSAK 23 (2010)

    • Pendapatanadalaharusmasukbrutodari manfaatekonomi yang timbuldariaktivitas normal entitas selama suatuperiodejika arusmasuktersebut mengakibatkankenaikanekuitas yang tidakberasaldarikontribusipemilik.

    • Pendapatan diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima

    • Diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima dan dikurangi diskon atau rabat.

    • Jenis pendapatan:

      • Penjualan barang

      • Penjualan jasa

      • Penggunaan aset entitas oleh pihak yang menghasilkan bunga, royalti dan dividen


    Psak 34 kontrak konstruksi

    PSAK 34 : KontrakKonstruksi

    • Tujuan:

      • perlakuanakuntansiuntukkontrakkonstruksi.

      • Permasalahan alokasipendapatankontrakdanbiayakontrak.

      • Kapanpendapatandanbiayakontrakdiakui.

    • Pendapatan kontrak diukur pada nilai wajar dari imbalan yang diterima atau akan diterima.

    • Jikahasilkontrakkonstruksidapatdiestimasisecaraandal, makapendapatankontrakdanbiayakontrak yang berhubungandengankontrakkonstruksidiakuisebagaipendapatandanbebandenganmemperhatikantahappenyelesaianaktivitaskontrakpadatanggalakhirperiodepelaporan.


    Psak 46 pajak penghasilan

    PSAK 46: PajakPenghasilan

    • Aktiva

    • Kewajiban

    • Beban Pajak

    • Arus kas


    Perbedaan pajak dan akuntansi

    Perbedaan Pajak dan Akuntansi

    PSAK

    Undang-Undang

    AKUNTANSI

    PAJAK

    PERBEDAAN

    Permanen

    Temporer

    • Pajak Tangguhan:

    • Aktiva/utang

    • Beban/Pendapatan


    Akuntansi pajak penghasilan psak 46

    Akuntansi Pajak Penghasilan – PSAK 46

    • Bebanpajakadalahjumlahdari :

      • Pajakkini

      • Pajaktangguhan yang diperhitungkandalampenghitunganpajakpenghasilan

    • Kewajibanpajaktangguhan pajakpenghasilanterutanguntukperiodemendatangsebagaiakibatadanyaperbedaantemporerkenapajak.

    • Aktivapajaktangguhan pajakpenghasilan yang terpulihkanpadaperiodemendatangsebagaiakibat :

      • Perbedaantemporer yang bolehdikurangkan

      • Sisakompensasikerugian

    • Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan disajikan netto

    • Pajak tangguhan disajikan terpisah dari pajak kini


    Psak 24 imbalan kerja

    PSAK 24 - Imbalan kerja

    • Imbalan kerja yang diberikan kepada pekerja:

      • Imbalankerjajangkapendek

      • Imbalanpasca-kerja,

      • Imbalankerjajangkapanjanglainnya

      • PesangonPemutusanKontrakKerja (PKK)

      • Imbalanberbasisekuitas

    • Imbalan jangka pendek < 12 bulan

    • Imbalan jangka panjang seperti pensiun

    • Pesangon PKK diakui sebagai kewajiban dan beban jika,perusahaan berkomitmen untuk:

      • memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal; atau

      • menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela.

    • Imbalan berbasis ekuitas diatur dalam PSAK 53


    Imbalan paska kerja

    Imbalan Paska Kerja

    EMPLOYER

    PENSION FUND

    EMPLOYEE

    CONTRIBUTIONS

    BENEFIT

    Defined Contribution Plans

    DEFINED

    VOLATILE

    RISK LIMIT

    Defined Benefit Plans

    VOLATILE

    DEFINED

    RISK LIMIT

    • KewajibanManfaatPasti (diNeraca)

      • +/+ Nilaikinikewajibanmanfaatpasti

      • +/- Keuntungan (kerugian) aktuarial yang tidakdiakui

      • -/- Biayajasalalu yang belumdiakui

      • -/- Nilaiwajaraktiva program


    Ilustrasi 1

    Ilustrasi 1

    • Imbalan kerja perusahaan:


    Ilustrasi 11

    Ilustrasi 1


    Jurnal

    Jurnal

    Bebanpensiun26.000

    Kas24.000

    Liabilitas 2.000

    Liabilitas

    Nilai kini Kewajiban (250.000)

    Aset Program 220.000

    Kerugian aktuaria yg blm diamortisasi 28.000

    Net Liabilitas manfaat pensiun (2.000)


    Ilustrasi 12

    Ilustrasi 1


    Jurnal1

    Jurnal

    Bebanpensiun26.000

    PendapatanKomprehensif Lain28.000

    Kas24.000

    Liabilitas30.000

    Liabilitas

    Nilai kini Kewajiban (250.000)

    Aset Program 220.000

    Net Liabilitas manfaat pensiun (30.000)

    Ekuitas

    Pendapatan komprehensif lain28.000


    Psak 53 pembayaran berbasis saham

    PSAK 53: PembayaranBerbasisSaham

    PSAK 53 harus diterapkan untuk seluruh transaksi pembayaran berbasis saham, yang didefinisikan sebagai berikut:

    ■ Equity-settled, Diselesaikan dengan instrumen ekuitas, entitas yang menerima barang atau jasa yang dibayar dengan instrumen ekuitas milik entitas (termasuk saham dan opsi saham)

    ■ Cash-settled, Diselesaikan dengan pembayaran kas, entitas yang memperoleh barang atau jasa akan menimbulkan liabilitas kepada pemasok barang atau jasa untuk suatu jumlah tertentu yang dihitung berdasarkan harga (nilai) saham milik entitas atau instrumen ekuitas entitas; dan

    ■ Transaksi dimana entitas menerima barang atau jasa dimana entitas maupun pemasok barang atau jasa memiliki pilihan atas transaksi tersebut untuk diselesaikan secara tunai (atau aset lain) atau instrumen ekuitas.


    Psak 18 program purna karya

    PSAK 18: Program PurnaKarya

    • IAS 26 Accounting and Reporting by Retirement Benefit Plans

    • PSAK 18 (revisi 2010) tidakhanyamengaturentitasdanapensiun, tetapi semua program manfaat purnakarya yang memenuhidefinisi (par 8).

    • Program manfaatkarya:

      • Program ManfaatPasti

      • Program IuranPasti

      • Hybrid Plan

    • Hybrid plan diberlakukansebagaimanfaatpasti


    Psak 18 program purna karya1

    PSAK 18: Program PurnaKarya

    • Program IuranPasti:

      • Jumlahmanfaatmasadepan yang diterimapesertaberdasarkan:

        • jumlahiuran

        • efisiensikegiatanoperasional

        • pendapataninvestasi

      • Tujuan pelaporan  memberikan informasiperiodikpenyelenggaraan program purnakaryadankinerjainvestasi

      • Laporankeuangan program iuranpasti, mencakup:

        • Laporanasetnetotersediauntukmanfaatpurnakarya

        • Penjelasan mengenai kebijakan pendanaan


    Psak 18 program purna karya2

    PSAK 18: Program PurnaKarya

    • Program ManfaatPasti:

      • Laporan keuangan program manfaat pasti mencakup:

        • laporan yang menyajikan:

          • Asetnetotersediauntukmanfaatpurnakarya

          • nilaikiniaktuariaatasmanfaatpurnakaryaterjanjidan

          • surplus/defisitatau

        • Laporanasetnetotersediauntukmanfaatpurnakarya.

      • Nilaikiniaktuariaatasmanfaatpurnakaryaterjanjididasarkanpadamanfaatpurnakaryaterjanjimenggunakantingkatgajikiniatautingkatgajiproyeksi

      • Tujuan pelaporan program manfaat purnakarya  memberikan informasisecaraperiodiksumberdayakeuangandansetiapperubahanmanfaat yang akanditerimapesertadalam program manfaatpasti


    Psak 18 program purna karya3

    PSAK 18: Program PurnaKarya

    • Investasi pada surat berharga yang diperdagangkan  nilai wajar. Nilaiwajar = nilai pasar.

    • Investasipada non‐suratberharga yang diperdagangkan nilaiwajarmengacu SAK terkait.

    • Pengungkapan :

      • Laporanasetnetotersediauntukmanfaatpurnakarya

      • Ringkasandarikebijakanakuntansi yang signifikandan

      • Penjelasan mengenai program purnakarya dan pengaruhsetiapperubahan program purnakaryaselamaperiodetersebut


    Psak 22

    PSAK - 22

    ISI

    Akuntansi dan Pengukuran setelah Pengakuan Awal

    Pengungkapan

    Metode Akuisisi

    Pedoman Aplikasi

    • Efektif berlaku 2011

    • Menggantikan PSAK 22 1994


    Teori konsolidasi

    Teori konsolidasi

    • Entity Theory menganggap entitas konsolidasi sebagai satu entitas tersendiri yang dimiliki oleh induk dan non pengendali

    • Parent Theory menganggap konsolidasi sebagai perpanjangan entitas induk


    Psak 22 dan ifrs 3r business combination

    PSAK – 22 dan IFRS 3R Business Combination

    • PSAK 22 1994

    • Kecuali

      • Under common control

      • Ventura bersama

    • Purchase dan Polling of interest

    • Komponen harga perolehan

    • Panduan tersendiri untuk nilai wajar

    • Diukur dengan nilai wajar saat perolehan tidak ada penilaian kembali

    • Berdasarkan nilai tercatat netto

    • Goodwill  parent

      • Diamortisasi

      • Neg goodwiil diakui

    • PSAK 22 2010

    • Kecuali

      • UCC

      • Ventura bersama

      • Akuisisi aset

    • Metode Akuisisi

    • Dibebankan periode berjalan

    • Mengikuti SAK lain

    • Diukur kembali, selisih diakui laba/rugi

    • Berdasarkan nilai wajar / porsi aset identifikasi

    • Goodwill  entity

      • impairment

      • Neg goodwiil – laba/rugi

    Ruang Lingkup

    Metode Pencatatan

    Biaya akuisisi

    Pengukuran aset dan liab

    Akuisisi bertahap

    Non Pengendali

    Goodwill


    Prinsip dalam psak 22 ifrs r3

    Prinsip dalam PSAK 22 / IFRS R3

    Pendekatan dua kolom

    Elemen yang dikeluarkan

    Imbalan diberikan

    Goodwill

    Aset diidentifikasi dan liabilitas yang dialihkan (entitas yang diakuisisi)

    Kepemilikan yang dimiliki sebelumnya

    Kepentingan non pengenlai


    Teori konsolidasi1

    Teori konsolidasi

    • Entity Theory menganggap entitas konsolidasi sebagai satu entitas tersendiri yang dimiliki oleh induk dan non pengendali

    • Parent Theory menganggap konsolidasi sebagai perpanjangan entitas induk


    Psak 4 lk konsolidasian

    PSAK – 4 LK KONSOLIDASIAN

    ISI

    LK Konsolidasian

    LK Tersendiri

    • Lingkup

    • Penyajian

    • Prosedur

    • Kehilangan Pengendalian

    • Pengungkapan

    • Penyajian

    • Prosedur

    • Pengungkapan

    • Efektif berlaku 2011

    • Menggantikan PSAK 4 1994


    Lk tersendiri

    Ketentuan

    Penyajian

    Pengungkapan

    Iinvestasi dicatat dengan menggunakan metode biaya

    Sebagai bagan dari informasitambahan

    Hanya untuk entitas terkonsolidasi

    LK Tersendiri


    Psak no 12 pengendalian bersama

    PSAK No. 12 Pengendalian Bersama

    • Pengendalian bersama adalah ersetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian atas suatu aktivitas ekonomi, dan ada hanya ketika keputusan keuangan dan operasional strategis terkait dengan aktivitas tersebut mensyaratkan konsensus mutlak dari pihak-pihak yang berbagi pengendalian (venturer).

    • Jenis, Pengendalian Bersama Aset (PBA), Operasi (PBO), Entitas (PBE).


    Investasi asosiasi psak 15

    Investasi Asosiasi - PSAK 15


    Lanjutan

    Lanjutan...


    Psak 45 organisasi nirlaba

    PSAK 45 : OrganisasiNirlaba

    • Mengaturpelaporankeuanganentitasnirlaba.

    • Diharapkanlaporankeuanganentitasnirlabadapatlebihmudahdipahami, memilikirelevansi, danmemilikidaya banding yang tinggi.

    • Pemisahanperolehandanauntuktujuanpertanggungjawaban

    • LaporankeuanganOrganisasiNirlaba

    • Laporanposisikeuangan (neraca) padaakhirperiodelaporan

    • Laporanaktivitasuntuksuatuperiodepelaporan

    • Laporanaruskasuntuksuatuperiodepelaporan

    • Catatanataslaporankeuangan.


    Psak 63 akuntansi hiperinflasi

    PSAK 63 : AkuntansiHiperinflasi

    • Laporan keuangan biayahistoris dalam kondisihiperinflasi

      • Tidak mencerminkan nilai bisnis dari aset

      • Tidak dapat dibandingkan dengan periode sebelumnya

      • Laba tidak mencerminkan replacement cost sehingga mengurangi modal riil

      • Laba kepemilikan aset non-moneter tidak mencerminkan laba ekonomi riil

    • Laporan keuangan dalam ekonomi hiperinflasi disajikan dalam unit pengukuran kini pada akhir periode pelaporan

    • Pos-pos terkait di periode sebelumnya disajikan dalam unit pengukuran kini pada akhir periode pelaporan

    • Laba atau rugi posisi moneter neto diakui dalam laba rugi dan diungkapkan terpisah


    Langkah langkah

    Langkah-langkah

    Pemilihan indeks harga umum

    Analisis dan penyajian-kembali aset dan liabilitas

    Penyajian-kembali laba rugi

    Perhitungan laba rugi posisi moneter neto

    Penyajian-kembali arus kas

    Penyajian-kembali periode sebelumnya


    Psak 61 hibah pemerintah

    PSAK 61 HibahPemerintah

    • Akuntansidanpengungkapanatashibahpemerintah

    • Pengungkapanatas bentuk lain bantuanpemerintah

    • Hibah pemerintah diakui jika terdapat keyakinan memadai:

      • entitasakanmematuhikondisi yang melekatpadahibahtersebut, dan

      • hibah akan diterima

    • Hibah pemerintah diakui dalam laba rugi dengan dasar sistematis selama periode entitas mengakui sebagai beban atas biaya terkait yang dimaksudkan akan dikompensasi dengan hibah.

    • Pendekatan penghasilan >>> dalam laba rugi

      • Hibah pemerintah terkait dengan aset Penghasilan ditangguhkan, atauPengurang jumlah tercatat aset

      • Hibah pemerintah terkait dengan penghasilan  Pendapatan (laba rugi), atauPengurang beban


    Psak 64 eksplorasi dan evaluasi sumber daya mineral

    PSAK 64 : EksplorasidanEvaluasiSumberDaya Mineral

    IFRS 6

    Exploration for and Evaluation of Mineral Resources

    PSAK 29

    Akuntansi Minyak dan Gas Bumi

    PSAK 33

    Akuntansi Pertambangan Umum

    Exploration

    Evaluation

    • Eksplorasi (& evaluasi)

    • Pengembangan

    • Produksi

    • Pengolahan

    • Transportasi

    • Pemasaran

    • Lain-Lain

      • Pelabuhan Khusus

      • Telekomunikasi

      • Kontrak Bantuan Teknis

      • Unitisasi

      • Kontrak Pengurasan Tahap Kedua

      • Joint Venture

    Eksplorasi (& evaluasi)

    Pengembangan & Konstruksi

    Produksi

    Pengelolaan Lingkungan Hidup


    Akuntans i eksplorasi evaluasi

    Akuntansi Eksplorasi & Evaluasi

    • Dibebankanpadaperiodeberjalan, kecualijika:

    • Kegiataneksplorasi yang signifikanmasihberjalan, danCadanganTerbuktibelumdapatditentukan.

    • SudahdapatdibuktikanbahwaterdapatCadanganTerbukti.

    • Ditangguhkan & diamortisasi pada saat produksi

    • Penurunan nilai - berlaku

    • Estimasi biaya restorasi - berlaku

    PSAK 64

    PengurusanIjin

    Eksplorasi & Evaluasi

    Pengembangan

    IFRS 6

    Produksi & Pengolahan

    IAS 8, 38, 16, 37 & 36

    All other applicable IFRSs

    Lain–Lain SetelahProduksi

    • Bebandiakuisebagaiaset

    • Pengukuranawal, asetdicatatpadahargaperolehan

    • Pengukuranselanjutnyasesuaidengan IAS 16, 38 dan 36.

    Technical feasibility & commercial viability / cadanganTerbukti


    Psak 64 pengukuran aset explorasi dan evaluasi

    PSAK 64: PengukuranAsetExplorasidanEvaluasi

    • Aseteksplorasi dan evaluasidiukur pada biayaperolehan.

      • Entitas menentukan suatu kebijakan akuntansi yang spesifik yang manapengeluarandiakuisebagaiaseteksplorasidanevaluasidanmenerapkannyasecarakonsisten.

      • Entitasmempertimbangkantingkatpengeluaran yang dapatdikaitkandenganpenemuansumberdaya mineral spesifik.

    • Setelahpengakuanawal, entitasmenerapkansalahsatumodelbiayaataumodelrevaluasi atas aseteksplorasidanevaluasi.

    • Entitasdapatmengubahkebijakanakuntansinyajikaperubahankebijakan tersebut dapat membuat laporan keuangan menjadilebihrelevandanandal.


    Psak 62 kontrak asuransi

    PSAK 62 Kontrak Asuransi

    Karakteristik

    • Dampak:

    • Jika PSAK 62 diterapkan, makakontrak yang mempunyaibentukhukumsebagaikontrakasuransibelumtentumemenuhidefinisisebagaikontrakasuransi, begitujugasebaliknya.


    Implikasi penerapan psak 62

    ImplikasiPenerapan PSAK 62

    PSAK 62


    Psak 62 kontrak asuransi1

    PSAK 62: KontrakAsuransi

    • Mengatur KontrakAsuransi: Lifedannon-life, kontrakasuransilangsung (direct insurance) danreasuransi.

    • Karakteristik:

      • Salahsatupihak (insurer) secarasignifikanmenerimarisikoasuransi (insurance risk);

      • Ketidakpastiankejadianmasadepan;

      • Mengandungrisikoasuransi (insurance risk) danrisiko lain. Namunrisikoasuransidanrisiko lain sepertirisikokeuangan (financial risk) yang timbuldalamkontrakasuransiharusdipisahkan.

    • Teskecukupanliabilitas

  • Insurermenilaikecukupanliabilitasasuransidenganmenggunakanestimasikiniatasaruskasmasadepan

  • Jikanilaitercatatliabilitasasuransitidakmencukupidibandingkanestimasiaruskasmasadepan, makakekuranganharusdiakuidalamlaporanlabarugi.


  • Psak 38 kontrak asuransi jiwa

    PSAK 38 KontrakAsuransiJiwa

    • Kontrak asuransi diatur secara umum dalam PSAK 62, untuk kontrak asuransi jiwa diatur lebih khusus dalam PSAK 38

    • Kontrak asuransi dibedakan menjadi kontrak jangka pendek dan kontrak jangka panjang.

    • Pendapatan  premi kontrak jangka pendek; premi kontrak jangka panjang; pendapatan lain.

    • Beban klaim  klaim yang disetujui; klaim dalam proses penyelesaian; klaim yang terjadi tapi belum dilaporkan; klaim reasuransi (pengurang beban klaim)

    • Liabilitas manfaat polis masa depan disajikan dalam aktuaria berdasarkan perhitungan aktuaria  harus memenuhi tes kecukupan liabilitas sesuai PSAK 62.

    • Estimasi liabilitas klaim kesehatan dan kecelakaan  taksiran perhitungan teknis asuransi


    Psak 28 kontrak asuransi kerugian

    PSAK 28 KontrakAsuransiKerugian

    • Kontrak asuransi diatur secara umum dalam PSAK 62, untuk kontrak asuransi kerugian diatur lebih khusus dalam PSAK 28

    • Pendapatan premi  pengakuan pendapatan berdasarkan kontrak polis atau berdasarkan risiko.

    • Reasuransi : prospektif dan retroaktif dipertanggungjawabkan secara terpisah.

    • Beban klaim : diakui saat timbulnya kewajiban untuk memenuhi klaim  disetuju; poses penyelesaian; sudah terjadi tapi belum dilaporkan.

    • Liabilitas  utang klaim; estimasi klaim retensi

    • Pengungkapan kebijakan akuntansi; piutang premi dari penutupan polis bersama dan jumlah premi jangka panjang


    Perkembangan psak

    SAK ETAP


    Sak etap1

    SAK ETAP

    • SAK ETAP: Standarakuntansikeuanganuntukentitastanpaakuntabilitaspublik

    • Digunakanuntukentitastanpaakuntabilitaspublik.

    • ETAP adalahentitas yang:

      • Tidakmemilikiakuntabilitaspubliksignifikan; dan

      • Menerbitkanlaporankeuanganuntuktujuanumum (general purpose financial statement) bagipenggunaeksternal.

      • Contohpenggunaeksternaladalahpemilik yang tidakterlibatlangsungdalampengelolaanusaha, kreditur, danlembagapemeringkatkredit.


    Akuntabilitas publik signifikan

    AKUNTABILITAS PUBLIK SIGNIFIKAN

    • Harusmenggunakan PSAK – IFRS based

    • Namun, dapatmenggunakan SAK ETAP jikaadaregulasi yang mengijinkanpenggunaan SAK ETAP  BPR


    Sak etap why

    SAK – ETAP: Why?

    • PSAK – IFRS based sulitditerapkanbagiperusahaanmenengahkecilmengingatpenentuan fair value memerlukanbiaya yang tidakmurah.

    • PSAK – IFRS rumitdalamimplementasinyasepertikasus PSAK 50 dan PSAK 55 meskipunsudahdisahkantahun 2006 namunimplementasinyatertundabahkan 2010 sudahkeluar PSAK 50 (revisi).

    • PSAK – IFRS menggunakan principle based sehinggamembutuhkanbanyakprofessional judgement.

    • PSAK – IFRS perludokumentasidan IT yang kuat

    • SAK ETAP sebagaisolusiutk SME (ETAP)


    Manfaat sak etap

    Manfaat SAK ETAP

    • Diharapkan dengan adanya SAK ETAP, perusahaan kecil, menengah, mampu untuk

      • menyusun laporan keuangannya sendiri,

      • dapat diaudit dan mendapatkan opini audit,

        sehingga dapat menggunakan laporan keuangannya untuk mendapatkan dana (misalnya dari Bank) untuk pengembangan usaha.

    • Lebihsederhanadibandingkandengan PSAK – IFRS sehinggalebihmudahdalamimplementasinya

    • Tetapmemberikaninformasi yang handaldalampenyajianlaporankeuangan.


    Sak etap2

    SAK ETAP

    • Disusundenganmengadopsi IFRS for SME denganmodifikasisesuaikondisidi Indonesia dandibuatlebihringkas.

    • SAK ETAP masihmemerlukan professional judgementnamuntidaksebanyakuntuk PSAK – IFRS.

    • Dalambeberapahaltidakadaperubahansignifikandibandingkandengan PSAK lama: contoh PSAK 16 (1994). Namunadabeberapahal yang dimodifikasidari IFRS/IAS misal properti investasi, persediaan.


    Ifrs for smes

    IFRS for SMEs

    • IFRS for SMEs, merupakan “mini” Full IFRS

      • Terdapat pengurangan opsi dan pengungkapan

      • Tidak terdapat pengakuan dan pengukuran yang berbeda dengan Full IFRS, kecuali

      • “borrowing cost” dibebankan langsung dan tidak dikapitalisasi, dan

      • terdapat pengaturan mengenai “ekuitas”

        • Target dari IFRS for SMEs adalah perusahaan menengah ke bawah.


    Sak etap3

    SAK ETAP

    • PSAK yang disederhanakan:

      • Pilihan pada alternatif standar yang lebih sederhana

      • Penyederhaaan pengakuan dan pengukuran

      • Mengurangi pengungkapan

      • Penyederhanaan

        • Merupakan standar yang berdiri sendiri secara keseluruhan (stand alone)


    Isi sak etap

    ISI SAK ETAP


    Ruang lingkup

    Ruang lingkup

    BAB1

    Ruang Lingkup

    SAK ETAP, dimaksudkan untuk digunakan oleh Entitas TanpaAkuntabilitasPublik (ETAP), yaituentitas yang:

    • Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan

    • Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal


    Ruang lingkup1

    Ruang lingkup

    • Entitas dengan akuntabilitas publik signifikan

      • Telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau sedang dalam proses pengajuan pernyataan pendaftaran, pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal; atau

      • Menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi,pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun, reksa dana dan bank investasi.

    • Entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan dapat menggunakan SAK ETAP jika otoritas berwenang membuat regulasi mengizinkan penggunaan SAK ETAP.

      • Contoh: Bank Perkreditan Rakyat (BPR)


    Apakah memiliki akuntabilitas publik

    Apakah memiliki akuntabilitas publik?

    • Perusahaankecil yang memilikisaham di pasar modal.

    • Perusahaan manufaktur besar (bukan emiten).

    • Bank umum besar (bukan emiten).

    • Entitas yang bisnis satu-satunya adalah pendapatan bunga atas uang yang dipinjamkan kepada nasabah. Entitas ini memperoleh semua dana dari seorang pemilik yang milyuner.

    • BUMD  PDAM, RS Daerah

    • Universitas Negeri


    Konsep dan prinsip pervasif

    Konsep dan prinsip pervasif

    BAB 2

    Konsep dan Prinsip Pervasive

    • KDPPLK-nyauntuk SAK ETAP

    • Tujuan Laporan Keuangan

    • Karakteristik kualitatif informasi dalam laporan keuangan

      • Dapat dipahami, relevan, materialitas, keandalan, substansi mengungguli bentuk, pertimbangan sehat, kelengkapan, dapat dibandingkan, tepat waktu, keseimbangan antara biaya dan manfaat

    • Posisi keuangan: aset, kewajiban, ekuitas,

    • Kinerja keuangan: pendapatan dan beban

    • Pengakuan dan pengukuran unsur-unsur laporan keuangan

    • Dasar akrual

    • Saling hapus tidak diperkenankan


    Penyajian laporan keuangan

    Penyajian laporan keuangan

    BAB 3

    Penyajian

    Laporan

    Keuangan

    Penyajian wajar

    Kepatuhan terhadap SAK ETAP

    Kelangsungan usaha

    Frekuensi pelaporan

    Penyajian yang konsisten

    Informasi komparatif

    Materialitas dan agregasi

    Laporan keuangan lengkap

    Identifikasi laporan keuangan


    Penyajian laporan keuangan1

    Penyajian laporan keuangan

    Laporan keuangan lengkap

    − Neraca (Bab 4)

    − Laporanlabarugi (Bab 5)

    − Laporan perubahan ekuitas (Bab 6)

    − Laporan arus kas (Bab 7)

    − Catatan atas laporan keuangan (Bab 8)


    Perbedaan pokok p sak dan sak etap

    PerbedaanPokokPSAK dan SAK ETAP

    SAK ETAP tidakmengaturpajaktangguhan

    SAK ETAP hanyamenggunakanmetodetidaklangsunguntuklaporanaruskas.

    SAK ETAP menggunakan cost model untukinvestasikeasosiasidanmenggunakanmetodeekuitasuntukanakperusahaan.

    SAK ETAP tidaksecarapenuhmenggunakan PSAK 50/55.

    SAK ETAP hanyamenggunakan model cost untukasettetap, asettidakberwujuddanpropertiinvestasi. PSAK-IFRS bolehmemilih cost model atau model reavaluasi.


    Rerangka konseptual

    Rerangka konseptual


    Penyajian laporan keuangan2

    Penyajian Laporan Keuangan


    Penyajian laporan keuangan 2

    Penyajian Laporan Keuangan (2)


    Penyajian laporan keuangan 3

    Penyajian Laporan Keuangan (3)


    Penyajian laporan keuangan 4

    Penyajian Laporan Keuangan (4)


    Laporan keuangan konsolidasian

    Laporan Keuangan Konsolidasian


    Kebijakan akuntansi estimasi akuntansi dan kesalahan

    KebijakanAkuntansi, EstimasiAkuntansidanKesalahan


    Instrumen keuangan1

    Instrumen Keuangan


    Persediaan

    Persediaan


    Investasi pada entitas asosiasi

    Investasi pada Entitas Asosiasi


    Investasi pada joint venture

    Investasi pada Joint Venture


    Investasi pada entitas anak

    Investasi pada Entitas Anak


    Properti investasi dan aset tetap

    Properti Investasi dan Aset Tetap


    Aset tidak berwujud

    Aset Tidak Berwujud


    Perkembangan psak

    Sewa


    Kewajiban diestimasi provisi dan kontinjensi ekuitas dan pendapatan

    KewajibanDiestimasi(Provisi) danKontinjensi, Ekuitas, danPendapatan


    Biaya pinjaman dan penurunan nilai

    BiayaPinjamandanPenurunanNilai


    Imbalan kerja

    Imbalan Kerja


    Pajak penghasilan

    Pajak Penghasilan


    Mata uang pelaporan dan transaksi valas

    Mata UangPelaporandanTransaksiValas


    Terima kasih

    Dwi Martani

    [email protected] atau [email protected]

    081318227080 / 08161932935

    http:/staff.blog.ui.ac.id/martani/

    http://dwimartani.com

    TERIMA KASIH


  • Login