DownloadPEMBANGUNAN

Advertisement
Download Presentation
Comments
nakia
From:
|  
(600) |   (0) |   (0)
Views: 172 | Added: 18-05-2012
Rate Presentation: 0 0
Description:
Struktur Organisasi Dinas Pertanian TPH NTT. Terdiri dari 5 Sub Dinas dan 1 TU yaitu :Sub Dinas Produksi Tanaman Pangan Sub Dinas produksi HortikulturaSub Dinas Prasarana dan SaranaSub Dinas Perlindungan TanamanSub Dinas Pengolahan dan Pemasaran HasilBagian Tata Usaha. . Tiga UPTD yaitu :UPTD
PEMBANGUNAN

An Image/Link below is provided (as is) to

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use only and may not be sold or licensed nor shared on other sites. SlideServe reserves the right to change this policy at anytime. While downloading, If for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.











- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -




2. Struktur Organisasi Dinas Pertanian TPH NTT Terdiri dari 5 Sub Dinas dan 1 TU yaitu : Sub Dinas Produksi Tanaman Pangan Sub Dinas produksi Hortikultura Sub Dinas Prasarana dan Sarana Sub Dinas Perlindungan Tanaman Sub Dinas Pengolahan dan Pemasaran Hasil Bagian Tata Usaha

3. Tiga UPTD yaitu : UPTD Perbenihan UPTD Pengawasan dan Sertifikasi Benih UPTD Proteksi Tanaman

4. JUMLAH PEGAWAI PADA DINAS PERTANIAN T PH NTT JUMLAH PNS ; 226 ORANG TERDIRI DARI : TENAGA TEKNIS : 101 ORANG NON TEKNIS : 125 ORANG TENAGA HONORER ; 227 ORANG TENAGA PENDAMPING LAPANGAN TENAGA KEBUN BALAI BENIH TENAGA PENGAWAS BENIH TENAGA PENGAMAT HAMA TENAGA ADMINISTRASI

5. Visi Pembangunan Pertanian Terwujudnya masyarakat Petani NTT yang maju,mandiri dan sejahtera melalui pengelolaan sumber daya yang ada secara bertanggungjawab, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

6. M I S I Meningkatkan mutu Sumberdaya Pertanian. Meningkatkan produksi dan produktivitas TPH secara efisien malalui dukungan kelembagaan sarana produksi, Standardisasi Benih dan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu. Meningkatkan nilai tambah hasil pertanian TPH melalui sistim dan usaha Agribisnis. Meningkatnya dayaguna sumberdaya Alam melalui pengembangan komoditi unggulan daerah dan penerapan teknologi. Mengembangkan manajemen kelembagaan dan permodalan petani.

7. PROGRAM PEMBANGUNAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA Pengembangan Agribisnis Peningkatan Ketahanan Pangan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Petani

8. III. Tujuan dan Sasaran Pembangunan TPH 1. Tujuan : Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani melalui pengembangan sistem dan usaha agribisnis Meningkatkan produksi yang berdaya saing untuk memenuhi kebutuhan pangan dan pakan di dalam negeri, dalam rangka mencapai kemandirian dan ketahanan pangan nasional serta pemanfaatan pasar bahan baku industri pengolahan dalam negeri dan peluang eksport. Mengembangkan berbagai produk komoditi pangan untuk mendukung diversifikasi pangan, pengembangan pangan lokal dan pengembangan komoditi unggulan spesifik.

9. Mengembangakan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha melalui pengembangan sistim dan usaha agribisnis yang efisien, modern dan tangguh. Mendorong pengembangan ekonomi daerah dan nasional melalui pengembangan sistim dan usaha agribisnis tanaman pangan yang berperan sebagai penarik industri hulu dan mendorong industri hilir Meningkatkan devisa melalui ekspor dan penghematan devisa melaui substitusi impor komoditi pangan.

10. PERKEMBANGAN PELAKSANAAN PROGRAM/ KEGIATAN SATUAN KERJA DINAS PERTANIAN TPH PROP NTT TA 2005 PROGRAM PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN (SATKER PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN PANGAN NTT DINAS PERTANIAN TPH (keadaan bulan November PAGU DANA Rp.13.299.120.000,- REALISASI KEUANGAN Rp. 7.144.243.700,- (53.49 %) REALISASI FISIK 87.41 % SATKER BALAI PENGAWASAN DAN SERTEIFIKASI BENIH NTT.*) PAGU DANA Rp.720.000.000,- REALISASI KEUANGAN Rp. 693.815.000,- (96,36 %) REALISASI FISIK 100.00 % SATKER PROTEKSI TPH *) PAGU DANA Rp.1.109.000.000,- REALISASI KEUANGAN Rp. 1.085.970.550,- (97,92 %) REALISASI FISIK (98.00 %

11. PROGRAM PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN (SATKER PENGEMBANGAN AGRIBISNIS NTT) DINAS PERTANIAN TPH PAGU DANA Rp.8.120.000.000,- REALISASI KEUANGAN Rp. 3.843.828.600,- ( 47.33 % ) REALISASI FISIK 87.23 % LANJUTAN ?.

13. POTENSI & PEMANFAATAN LAHAN KERING DI NTT

15. KEGIATAN PADAT KARYA PENGELOLAAN AIR DI PROPINSI NTT TA 2005

16. JENIS KEGIATAN PADAT KARYA PENGELOLAAN AIR TAHUN 2005 PERBAIKAN EMBUNG KECIL PERBAIKAN CHEKDAM MINI PEMBUATAN SUMUR RESAPAN PEMBUATAN/PERBAIKAN JARINGAN IRIGASI TERSIER DAN JARINGAN IRIGASI DESA.

17. SASARAN LUAS TANAM, PANEN, HASIL/Ha DAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN PROP. NTT TAHUN 2005

18. CAPAIAN KETERSEDIAAN PRODUKSI PANGAN DI NTT TAHUN 2005 *)

19. SASARAN LUAS TANAM, PANEN, HASIL/HA DAN PRODUKSI TANAMAN BUAH-BUAHANN PROP. NTT TAHUN 2005

20. LANJUTAN SASARAN TANAMAN BUAH-BUAHAN TAHUN 2005

21. SASARAN TANAM,PANEN,HASIL/HA DAN PRODUKSI SAYUR-SAYURAN TAHUN 2005

22. Lanjutan sasaran Luas Tanam,Panen,Hasi/Ha dan Produksi Sayur- Sayuran Tahun 2005

23. VI. Rancang Bangun Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Jenis Rancang Bangun Pengembangan pusat pertumbuhan Pengembangan usaha Pengembangan kemitraan Perluasan Areal Tanam (PAT)

25. Mengembangkan usaha tani terpadu Mengembangkan kantong-kantong produksi Memantapkan sistim perbenihan. Memantapkan sistim perlindungan tanaman Meningkatkan penanganan panen dan pasca panen Memantapkan upaya-upaya fasilitas dan regulasi peraturan dalam rangka peningkatan iklim usaha yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya sistim dan usaha agribisnis

26. Rancangan Program dan Kegiatan tahun 2006 Program Pengembangan Agribisnis (PA) Program Peningkatan Ketahanan Pangan (PKP) Pengembangan serelia Pengembangan kacang-kacangan dan ubi-ubian Pengembangan perbenihan Pelepasan varietas Pengembangan produksi benih padi, jagung dan kedelai Perluasan Areal Tanam (PAT)

27. Perlindungan TPH. Penerapan perlindungan tanaman Perlindungan tanaman mencakup seluruh wilayah Kebijakan umum perlindungan tanaman : Perlindungan tanaman dengan sistim PHT ( UU No.12/1992) PHT menjiwai sistim budidaya dan agribisnis Tanggung jawab masyarakat dan pemerintah

28. Penanggulangan eksploitasi dan sumber serangan OPT dan kejadian akibat anomali iklim Kewajiban dalam aspek pelayanan Pengembangan bidang manajemen : Penguatan program pembangunan antara lain penguatan sistem perencanaan program/ kegiatan pembangunan, penataan sistim perencanaan dan penganggaran BLN, pembenahan sistem informasi dan data, pengembangan sistem monitoring evaluasi. Penguatan organisasi / kelembangan pembangunan yaitu pembenahan peraturan/ perundangan, penguatan sistem administrasi keuangan dan perlengkapan. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan sarana kerja

29. Program Peningkatan Produksi Tanaman Pangan Nusa Tenggara Timur Rp.13.618.950.000,- Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi NTT Rp 1.960.650.000,- Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kupang Rp.523.000.000,- Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Timor Tengah Selatan Rp.651.000.000,- Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Timor Tengah Utara Rp796.000.000,- Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Rp 795.000.000,- Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Alor Rp. 580.000.000,- Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Flores Timur Rp.647.500.000,- Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Rp. 452.000.000,-

30. Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende Rp.515.000.000 Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ngada Rp. 955.000.000,- Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Manggarai Rp.858.500.000,- Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Manggarai Barat. Rp.549.754.000,- Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lembata Rp.340.000.000,- Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao Rp. 307.500.000,- Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sumba Timur Rp.712.500.000,- Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sumba Barat Rp.632.500.000,- Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Kupang Rp.47.500.000,- UPTD Proteksi TPH Rp.850.000.000,- UPTD Pengawasan dan Sertifikasi Benih Rp.975.000.000,- Pengelolaan Lahan dan Air Rp. 578.170.000,- Pembinaan Pasca Panen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Rp. 650.000.000,-

31. Program Pengembangan Agribisnis Hortikultura Propinsi NTT Rp. 7.960.000.000,- Dinas Pertanian TPH Propinsi NTT. Rp.1.165.928.000,- Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab. Kupang Rp.120.000.000,- Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. TTSR1.040.000.000,- Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. TTU Rp.1.000.000.000,- Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Belu Rp.740.000.000,- Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Alor Rp.250.000.000,- Dinas Pertanian TPH Kab.Flores Timur Rp.50.000.000,-

32. Dinas Pertanian TPH Kab. Lembata Rp.440.000.000,- Dinas Pertanian Kab.Sikka Rp.735.000.000,- Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.. Ende Rp.625.000.000,- Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab. Ngada Rp.585.000.000,- Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab. Manggarai Rp.50.000.000,- Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab.Manggarai Barat Rp.410.000.000,- Dinas Pertanian TPH Kab. Sumba Timur Rp.815.000.000,- Dinas Pertanian TPH Kab. Sumba Barat Rp. 680.000.000,- Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab. Rote Ndao Rp.420.000.000,- Pasca Panen dan Pengolahan hasil PTP Rp. 355.000.000,-

33. IX Rancangan Alokasi Dana Bantuan Keuangan Se Kabupaten

34. Pengembangan Padi Sawah di 7 Kab. @ 50 Ha Rp.306.250.000,- Kab. TTS Rp. 43.750.000,- Kab. Belu Rp. 43.750.000,- Kab. Sikka Rp. 43.750.000,- Kab. Flores Timur Rp. 43.750.000,- Kab Kupang Rp. 43.750.000,- Kab. Ende Rp. 43.750.000,- Kab. Manggarai Rp. 43.750.000,- Pengembangan Padi Gogorancah di 3 Kab @ 50 ha Rp.168.375.000,- Kab. TTU Rp. 56.125.000,- Kab. Ngada Rp. 56.125.000,- Kab. Rote Ndao Rp. 56.125.000,- Program Pembinaan dan Peningkatan Produksi Pertanian Rp.1.516.500.000,- Kegiatan 1. Peningkatan Produksi dan Produktivitas Petani

35. Pengembangan Kacang Tanah di 2 Kab. @ 25 ha Rp.70.625.000,- Kab. Kupang Rp. 35.312.500,- Kab. Ngada Rp. 35.312.500,- Pengembangan kacang Hijau di 3 Kab @ 25 ha Rp. 225.000.000 Kab. Manggarai. Rp. 56.250.000,- Kab. Manggarai Barat Rp. 56.250.000,- Kab. Sumba Barat Rp. 56.250.000,- Kab. Flores Timur Rp. 56.250.000,- Pengembangan kacang Kedelai di 4 Kab @ 50 ha Rp. 101.437.500 Kab. Sumba Timur Rp. 33.812.500,- Kab. Sumba Barat Rp. 33.812.500,- Manggarai Barat Rp. 33.812.500,-

36. Pengembangan Gandum di 2 kab. @ 50 ha Rp. 127.250.000,- Kab. T T S Rp. 63.625.000,- Kab. Manggarai Rp. 63.625.000,- Pengembangan Buah-Buahan Rp.127.500.000,- ALPUKAT di 2 Kab @ 5 ha (500 Phn) :Rp. 42.500.000,- 1. Kab. Ende Rp. 21.250.000,- 2. kab. Ngada Rp. 21.250.000,- Rambutan di 2 kab @ 5 Ha (500 Phn) :Rp. 42.500.000,- 1. Kab. Sumba timur Rp. 21.250.000,- 2. kab. Sikka Rp. 21.250.000,- Durian di 2 kab @ 5 Ha (500 Phn):Rp. 42.500.000,- 1. Kab. TTU Rp. 21.250.000,- 2. kab. Alor Rp. 21.250.000,-

37. Pengembangan Sayuran 35 Ha Rp.43.562.500 Pengembangan Cabe (5 Ha) di 5 Kab. @ 1 ha Rp. 3.937.500 Kab. Belu Rp.1.968.750,- Kab. Rote Ndao Rp.1.968.750,- Pengembangan Kacang Merah (20 Ha) di 5 Kab. @ 4 ha Rp. 22.250.000,- Kab. TTS Rp. 11.125.000,- Kab. TTU Rp. 11.125.000,- Pengembangan Wortel (10 Ha) di 2 Kabupaten. @ 4 ha Rp. 17.375.000,- Kab. TTS Rp. 8.687.500,- Kab. TTU Rp. 8.687.500,- Rehabilitasi dan Konservasi Lahan di 4 Kab. @ 50 Ha Rp.235.500.000,- Kab. Kupang Rp.58.875.000,- Kab. Ende Rp.58.875.000,- Kab. Sumba Barat Rp.58.875.000,- Kab. Lembata Rp.58.875.000,-

39. Pengembangan Agribisnis Jahe 30 ha di 3 Kab. @ 10 Ha Rp. 522.750.000,- Kab. Belu Rp. 174.250.000,- Kab. Manggarai Rp. 174.250.000,- Kab. Sumba Barat. Rp. 174.250.000,- Pengembangan Agribis Kentang 6 ha di 3 Kab. @ 2 Ha Rp. 201.450.000,- Kab. TTS Rp. 67.150.000,- Kab. Manggarai Rp. 67.150.000,- Kab. Belu Rp. 67.150.000,- Bantuan Peralatan Pasca panen Pengolahan Hasil TPH di 16 kab. @ 1 unit Rp. 32.000.000,-

40. PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PERTANIAN Keg. Penguatan Lembaga Pertanian di Perdesaan.

41. Keg. Perbaikan TEknologi dan Manajemen Produksi.

42. KEGIATAN PROPINSI DINAS PERTANIAN TPH NTT 1. Program Pembinaan dan Peningkatan Produksi Pertanian. Prioritas Kegiatan : Peningkatan Produksi dan Produktivitas Petani. Peningkatan produksi dan produktivitas komoditi tanaman pangan dan hortikultura Meningkatnya luas tanam melalui rehabilitasi dan konservasi lahan. Perbaikan Teknologi dan Manajemen Produksi. Pemanfaatan pupuk biologi mikoriza dan Penelitian pengembangan mikorisa pelarut fosphat asal NTT. Pengkajian mutu untuk pelepasan varietas jagung lokal NTT. Pengkajian untuk pelepasan varietas padi gogo lokal NTT Pelepasan varietas komoditi Kc. Merh, Advokat, Pisang dan Kc. Tanah. Demonstrasi Usahatani hemat air dan perbaikan irigasi, Demonstrasi plot komoditi tanaman Pangan dan Hortikultura Bimbingan dan Penyuluhan teknis Pengamatan Iklim dan Pengendalian OPT Pembinaan dan Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian. Pembinaan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan.

43. Program Pengembangan Agribisnis. Pemberdayaan Petani Pelaku Agribisnis. Pemberdayaan Penangkar benih tanaman pangan dan hortikultura Pengembangan Agribisnis Jahe. Sosialisasi komoditi tanaman hias dan aneka tanaman untuk pengembangan Agribisnis. Perbaikan Sarana Kultur Jaringan sumber perbanyakan benih andalan. Peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui pengolahan hasil. Promosi dan pameran produksi komoditi andalan NTT. Penetapan standart mutu dan bimbingan mutu hasil. Program Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan dan Pelatihan Petani dan Penyuluh Pelatihan Sistim Jaminan Mutu Hasil TPH. Apresiasi dan Pelatihan Petugas Pengamat Iklim dan Organisme Pengganggu Tanaman Apresiasi pengamat Pupuk dan Pestisida. Pelatihan petugas Pengamat Hama Penyakit. Rapat Koordinasi sasaran luas tanam dan luas panen. (Proksimantap) Pertemuan Penangkar. Pertemuan koordinasi dan Pelatihan bagi petugas pengolah data statistik pertanian Penguatan Kelembagaan Petani di Perdesaan Pembinaan Kelompok Petani Pemakai Air (P3A). Pendampingan Kegiatan LOAN. Inventarisasi potensi kelembagaan petani dan potensi pengembangan wilayah komoditas pertanian.

47. UPAYA YANG DILAKUKAN UNTUK PERBAIKAN KELANGKAPAN BAHAN UNTUK CALON PETANI DAN CALON LAHAN BAIK UNTUK PELAKSANA KEGIATAN BPLM (APBN) MAUPUN KEGIATAN PENERIMAAN BANTUAN KEUANGAN APBD. MELAKUKAN PELATIHAN MANAJEMEN KEUANGAN DAN PELATIHAN SISTEM PELAPORAN INSTASI PEMERINTAH.

48. TERIMA KASIH


Other Related Presentations

Copyright © 2014 SlideServe. All rights reserved | Powered By DigitalOfficePro