1 / 15

CALIFORNIA BEARING RATIO

CALIFORNIA BEARING RATIO. Mekanika Tanah II Yulvi Zaika. Pendahuluan.

morag
Download Presentation

CALIFORNIA BEARING RATIO

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. CALIFORNIA BEARING RATIO Mekanika Tanah II YulviZaika

  2. Pendahuluan • Pengukuran nilai daya dukung yang relatif mudah dimengerti adalah California Bearing Ratio (CBR), dikembangkan oleh Departement Jalan Raya California tahun 1920. CBR merupakan suatu perbandingan antara beban percobaan (test load) dengan beban Standar (Standard Load) dan dinyatakan dalam persentase.

  3. Pemakaiannilai CBR • NilaiCBRdikembangkanuntuk mengukurkapasitasdaya dukung bebantanahyang digunakan sebagai jalan. • CBRjuga dapat digunakanuntuk mengukur kapasitasdaya dukung bebanperkerasan jalan. • Semakin kerassuatu material,semakin tinggi ratingCBR.Tanah pertanian umumnya mempunyai nilai CBR sekitar 3, tanah lempungbasah mempunyai nilai CBR4.75, pasirlembabmemilikiCBR10,aggregatmemilikiCBRlebih dari 80.

  4. CBR beberapa material

  5. Lapisanjalan

  6. CBR padalapisanjalan

  7. Harga CBR • Pengaruhgradasi • Pengaruhkekuatanbatuan

  8. Deflection Dial Piston Sample (b) (a) California Bearing Ratio Test (CBR) Tes CBR(a). Silinder dan Dial Gauge ; (b). Skema Diagram

  9. Prosedur tes mengacu pada standar ASTM D-1883 • Tes dilakukan dengan mengikuti prosedur sebagai berikut : • Penentuan kadar air optimum (woptimum). • Sampel tanah dimasukkan ke dalam mold, dibuat sebanyak 3 mold. Sampel tanah dalam setiap mold dibuat sebanyak 5 lapis. • Sampel di dalam mold kemudian ditambah air sebesar kadar air optimum. • Penumbukan sampel tanah dalam mold dengan menggunakan hammer seberat 5 kg. • - untuk mold pertama dilakukan sebanyak 10 pukulan/lapisan • - untuk mold kedua dilakukan sebanyak 25 pukulan/lapisan • - untuk mold ketiga dilakukan sebanyak 56 pukulan/lapisan • Untuk pengukuran swelling, sampel dalm mold kemudian direndam (soaked) selama ± 3 -4 hari • Penetrasi sampel pada silinder uji • Penentuan besarnya unit load yang diperlukan untuk memperoleh penetrasi 0,1 inci hingga 0,2 inci. • Tentukan nilai CBR.

  10. Sinar Matahari 3 Sampel Tanah 1 2 5 Mold 1 (w1) Mold 2 (w2) Mold 3 (w3) 4 Mold 5 (w5) Mold 4 (w4) 7 Berat Jenis Kering (gd) Zero air voids (saturation = 100%) Berat Jenis Kering Maksimum 6 Proctor Modifikasi Proctor Standar Kurva Pemadatan Kadar Air Optimum Kadar Air (w)

  11. Penumbukan (hammer 5 kg) Pencampuran woptimum Penentuan woptimum Mold 1 Mold 2 Mold 3 Mold 1 Mold 2 Mold 3 5 lapis 25 x /lapisan 56 x /lapisan 10 x /lapisan gd1 gd2 gd3

  12. CBR Disain gd (gd) max 95% (gd) max Load 56 x 25 x Kadar Air Optimum 10 x W(%) Sampel dipadatkan pada kadar air optimum 95% (gd) max Penetrasi 0.1 inci gd 56 x 25 x 10 x CBR disain CBR (%)

  13. Standar Perkerasan

More Related