1 / 15

RESENSI NOVEL ANGKATAN ‘66

RESENSI NOVEL ANGKATAN ‘66. BILA MALAM BERTAMBAH MALAM KARYA PUTU WIJAYA. Disusun Oleh: NOVY ROSEYANTI. TEMA. CINTA DAN KEANGKUHAN MANUSIA. LATAR. DI TABANAN BALI. TOKOH DAN WATAKNYA. GUSTI BIANG. PEMARAH, EGOIS, SOMBONG. WAYAN . BAIK HATI, SETIA, LUCU. NYOMAN.

miyo
Download Presentation

RESENSI NOVEL ANGKATAN ‘66

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. RESENSI NOVELANGKATAN ‘66 BILA MALAM BERTAMBAH MALAM KARYA PUTU WIJAYA

  2. Disusun Oleh:NOVY ROSEYANTI

  3. TEMA CINTA DAN KEANGKUHAN MANUSIA

  4. LATAR DI TABANAN BALI

  5. TOKOH DAN WATAKNYA

  6. GUSTI BIANG PEMARAH, EGOIS, SOMBONG

  7. WAYAN BAIK HATI, SETIA, LUCU

  8. NYOMAN BAIK HATI, SABAR, SETIA

  9. RATU NGURAH BAIK, BIJAKSANA, RENDAH HATI, SETIA

  10. Tokoh (Ringkasan) • Gusti Biang • I Gusti Ngurah Rai (pahlawan) • Wayan • Nyoman Niti • Ratu Ngurah

  11. Di Tabanan Bali • Gusti Biang adalah janda almarhum I Gusti Rai seorang bangsawan yang dulu sangat dihormati karena dianggap pahlawan kemerdekaan.Gusti Biang hanya tinggal bersama dengan Wayan,seorang lelaki tua yang merupakan kawan seperjuangan I Gusti Ngurah Rai dan Nyoman Niti seorang gadis desa yang selama kurang lebih 18 tahun tinggal di puri itu.Sementara putra semata wayangnya Ratu Ngurah telah lima tahun meninggalkannya karena ia sedang menuntut ilmu di jawa. • Sikap Gusti Biang yang masih ingin mempertahankan tatanan lama yang menjerat manusia berdasarkan kasta,membuat ia sombong dan memandang rendah orang lain.

  12. Nyoman Niti yang selalu setia melayani Gusti Biang,haru rela menelan pil pahit akibat sikap Gusti Biang yang menginjak-injak harga dirinya.Telah lama Nyoman Niti ingin meninggalkan puri itukarena ia sudah tdak sanggup menahan radang kemarahan terhadap Gusti Biang.Namun Nyoman selalu urung manakala Wayan yang selalu baik dan menghiburnya membujuknya untuk bersabar dan tetap setia menjaga Gusti Biang demi cintanya pada Ratu Ngurah. • Nyoman Niti tak kuasa lagi menahan emosi yang bertahun-tahun ia pendam manakala Gusti Biang benar-banar menindasnya. Gusti Biang menuduh Nyoman akan meracuninya dengan obat-obatan yang Nyoman berikan. Bahkan Gusti Biang tidak segan-segan memukul Nyoman dengan tongkat gadingnya.

  13. menimpa ia dan Gusti Biang terulang lagi. Wayan juga Akhirnya Nyoman Niti pun bergegas meninggalkan puri itu. Wayan pun tak mampu menahan kepergiannya. Tapi alangkah terkejutnya Nyoman ketika Gusti Biang membacakan biaya yang dikeluarkannya membiayai Nyoman selama kurang lebih 18 tahun. Nyomn tidak menyangka Gusti Biang setega itu akhirnya Nyoman pergi dengan berurai air mata dalam suasana malam yang sunyi. • wayan pun menyuruh Ngurah pergi mengejar cintanya yaitu Nyoman Niti. Wayan tidak ingin kejadian yang menasehati Gusti Biang agar merestui hubungan putranya dengan Nyoman. Ia juga mengingatkan cinta yang tak samapi antara dirinya dan gusti Biang hanya perbedaan kasta yang membuat kduanya begitu menderita akhirnya Gusti Biang yang bernama asli Sagung Mirah merestui hubungan Ratu Ngurah dan Nyoman.

  14. AMANAT SETIAP ORANG HARUS MENGHARGAI SATU SAMA LAIN TANPA MEMBEDAKAN KASTA ATAU DERAJAT

  15. THE END

More Related