1 / 36

ASAM AMINO DAN PROTEIN

ASAM AMINO DAN PROTEIN. MK. BIOKIMIA Minggu ke-3. PROTEIN. Apa struktur kimia terpenting bagi organisme hidup? Perubahan apa yang terjadi pada larutan dalam telur ayam sehingga menjadi ayam? Mengapa protein sangat dibutuhkan bagi sel? Apakah semua asam amino bermanfaat bagi tubuh?.

maura
Download Presentation

ASAM AMINO DAN PROTEIN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. ASAM AMINO DAN PROTEIN MK. BIOKIMIA Minggu ke-3

  2. PROTEIN • Apa struktur kimia terpenting bagi organisme hidup? • Perubahan apa yang terjadi pada larutan dalam telur ayam sehingga menjadi ayam? • Mengapa protein sangat dibutuhkan bagi sel? • Apakah semua asam amino bermanfaat bagi tubuh?

  3. DEFINISI • Proteios: utama atau pertama (Yunani) (Gerardus Mulder, Belanda, 1802-1880) • Polimer dari residu asam amino yang memiliki ikatan peptida • Komponen penyusun sel hidup sampai dengan 50 %

  4. FUNGSI • Enzim • Amilase, pepsin, lipase • Struktur • Keratin, gelatin, fibroin, kolagen • Biosignaling • Insulin, reseptor hormon, ensefalin • Bufer • Albumin

  5. FUNGSI • Transpor • Lipoprotein, hemoglobin, histon • Pertahanansel • Imunoglobin, antibiotik, toksin, bisaular • Nutriendansimpanan • Kasein, ovalbumin, gliadin 8. Pergerakan • Aktin, miosin, dinein, tubulin

  6. KLASIFIKASI BERDASARKAN PANJANG RANTAI • Asam amino • Monomer penyusun protein • Dipeptida/oligopeptida • Tersusun atas 2-10 asam amino • Glutation (3 peptida), vasopresin, oksitosin (9 peptida) • Polipeptida • Tersusun sampai 50 asam amino • Insulin • Protein • Tersusun lebih dari 50 asam amino • Hemoglobin, keratin

  7. ASAM AMINO • Hanya asam -amino yang fungsional • Konfigurasi L yang dibutuhkan oleh tubuh • Berjumlah 20

  8. ASAM AMINO BUKAN PENYUSUN PROTEIN

  9. Struktur L-Asam Amino - COO + a H N 3 H Gugus karboksilat Gugus amino H = Glisin Gugus R CH3 = Alanin

  10. Kiralitas Asam Amino a a Bayangan cermin Sifat kimia sama Stereo isomer

  11. Chung-San line Northwest line Peta Asam Amino -C- -C-C-C-N-C-N N+ = N Trp W Arg R -C- -OH Tir Y Lis K Asn N Gln Q -C- His H Fen F Asp D Glu E -C-C C N N+ Gli G Ala A Val V Ile I Leu L A C C -C C -C-C-C C -C-C-C C C C HN C-COOH a Ser S Sis C -C-C OH Tre T Met M Pro P Non-polar Polar Aromatic Nan-Kan line Basa -C-CONH2 -C-C-CONH2 Amida -C-C-C-C-NH3+ Asam -C-COOH -C-C-COOH Alifatik Central line -H -CH3 -C-OH -C-SH Circular line South line -C-C-S-C Imino, Sirkuler Hidroksil Sulfur

  12. SIFAT ASAM AMINO • Memiliki serapan maksimum yang spesifik • Aktifitas optiknya meluruh 0,1 % per tahun pada suhu tubuh akibat rasemisasi spontan non enzimatik • Berbentuk zwitter ion dalam larutannya • Bersifat amfoter • Memiliki sifat asam dan basa dalam satu molekul

  13. Asam amino memiliki serapan maksimum yang spesifik

  14. Proton Dapat Diserap dan Dilepas H+ N H N Amino H H H Tinggi Rendah H O O C Karboksilat C H+ O O Proton:mempengaruhi muatan molekul Pasangan elektron pKa H+ pKa Rendah Tinggi

  15. ZWITTER ION

  16. pK2 ~ 9 R-C-H R-C-H R-C-H NH2H+ NH2 COO- COO- pK1 ~ 2 Suasana asam Suasana netral Suasana basa NH2H+ COOH 5.5 0 +1 -1 Titik isolistrik

  17. Asam Amino Memiliki Kemampuan Bufer 12 9 NH2H+ H-C-R 6 COO- pK1 + pK2 2 3 0 pH pK2 ★ pI Titik Isoelektrik = ★ pK1 [OH] →

  18. pH Lingkungan dan Muatan Protein Buffer pH 10 9 8 7 6 5 4 3 Titik isoelektrik, pI + 0 - - Muatan total protein

  19. pKa Asam Amino pH pK1 + pK2 2 [OH-] Asam amino-COOH -NH2 -R Gli G 2.34 9.60 Ala A 2.34 9.69 Val V 2.32 9.62 Leu L 2.36 9.68 Ile I 2.36 9.68 Ser S 2.21 9.15 Tre T 2.63 10.4 Met M 2.28 9.21 Fen F 1.83 9.13 Trp W 2.38 9.39 Asn N 2.02 8.80 Gln Q 2.17 9.13 Pro P 1.99 10.6 Asp D 2.09 9.82 3.86 Glu E 2.19 9.67 4.25 His H 1.82 9.17 6.0 Sis C 1.71 10.8 8.33 Tir Y 2.20 9.11 10.07 Lis K 2.18 8.95 10.53 Arg R 2.17 9.04 12.48 dua pKa pK2 pI pK1 tiga pKa pK3 ? pK2 ? pI ? pK1

  20. Asam aspartat H HOOC-CH2-C-COOH NH3+ H 2.1 + 3.9 HOOC-CH2-C-COO- 2 NH3+ H H -OOC-CH2-C-COO- -OOC-CH2-C-COO- -2 pK3 NH2 NH3+ -1 pK2 0 pK1 +1 pertama +1 pK1 = 2.1 kedua 0 = 3.0 Titik isoelektrik pK2 = 3.9 -1 ketiga pK3 = 9.8 -2 [OH]

  21. REAKSI ASAM AMINO • Reaksi gugus karboksil • Reaksi gugus amino • Reaksi gugus R

  22. REAKSI GUGUS KARBOKSIL • Esterifikasi • Reaksi dengan alkohol dan dalam suasana asam • Menghasilkan ester dan air • Dekarboksilasi • Dapat terjadi secara kimia atau enzimatis

  23. REAKSI GUGUS KARBOKSIL • Pembentukan amida • Reaksi dengan gugus amino • Menghasilkan air • Disebut juga ikatan peptida • Reaksinya dengan Cu2+ menghasilkan warna biru ungu (reaksi Biuret)

  24. REAKSI GUGUS AMINA • Reaksi dengan oksidator kuat • Menggunakan HNO2 dan menghasilkan N2 • Prolin tidak bereaksi dan lisin bereaksi secara lambat • Dasar penentuan reaksi Kjeldahl • Reaksi ninhidrin • Menghasilkan amonia, CO2, dan aldehida • Menghasilkan warna biru • Reaksi dengan prolin menghasilkan kuning dan asparagin coklat • Reaksi dengan 1-fluoro-2,4-dinitrobenzena (FDNB) • Membentuk 2,4-dinitrofenil yang berwarna

  25. REAKSI GUGUS AMINA • Reaksi dengan danzil klorida • Membentuk turunan asam amino dansil yang berfluoresensi • Reaksi dengan formaldehida • Terbentuk kompleks asam amino formaldehida • Melepaskan gugus karboksil bebas yang dapat dititrasi dengan fenolftalein dan timolftalein • Reaksi Edman • Reaksi fenilisotiosianat menghasilkan fenilhidantoin yang menjadi dasar kromatografi

  26. REAKSI GUGUS R • Tirosin dan histidin dapat mengion untuk bereaksi

  27. IKATAN PEPTIDA • Linus Pauling dan RB Corey • Pembentukan ikatannya melepaskan 1 molekul air • Salah satu bentuk dari ikatan amida • Ikatan C-N lebih pendek dari normal • Ikatan C-N tidak dapat berotasi • Gugus karbonil berkonfigurasi trans dengan atom hidrogen pada gugus amino

  28. Pembentukan Ikatan Peptida Melalui Dehidrasi 1 COOH COOH NH2 NH2 2 O 2 1 NH2 CN COOH H Dehidrasi -H2O Karboimida

  29. Ikatan Peptida Kaku dan Datar C H N C O C

  30. ASAM AMINO YANG BERPERAN DALAM STRUKTUR PROTEIN • Sistein: membentuk ikatan disulfida • Histidin: berfungsi sebagai ligan • Lisin: pengikat koenzim • Prolin: anti -heliks • Asam amino polar: membentuk ikatan ionik

  31. ASAM AMINO BERDASARKAN FUNGSINYA • Asam amino esensial • Met, Trp, Tre, His, Ile, Lis, Leu, Val, Fen • Asam amino non esensial • Pro, Ser, Arg, Tir, Sis, Gli, Glu, Ala, Asp, Gln, Asn

  32. SELESAI

More Related