1 / 33

Menghadapi MEA 2 015

Menghadapi MEA 2 015. Direktorat Kerja Sama ASEAN, Ditjen KPI, Kemendag Tanjung Redeb , 19 Maret 2014. Pesan Kunci. AEC adalah komitmen yang dibangun oleh 10 negara ASEAN untuk meningkatkan perekonomian kawasan

mary
Download Presentation

Menghadapi MEA 2 015

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Menghadapi MEA 2015 Direktorat Kerja Sama ASEAN, Ditjen KPI, Kemendag TanjungRedeb, 19 Maret 2014

  2. Pesan Kunci • AECadalahkomitmen yang dibangunoleh 10 negara ASEAN untukmeningkatkanperekonomian kawasan • Melalui upaya  meningkatkandaya saing perdagangan dan investasi kawasan ASEAN di pasar global • Tujuan  terciptanya pertumbuhan ekonomi yang merata, peningkatan tarafhidupmasyarakat, danpenurunan angkakemiskinan. • AEC menawarkan peluang peningkatan perekonomian Indonesia, namun harus ada perubahan mindset dari semua stakeholder (pemerintah & dunia usaha) dalam menghadapi tantangan AEC. • Semua stakeholder harus bersama-sama berperan aktif dalam peningkatan daya saing Indonesia untuk menjadi “champion” dalam AEC dan pengembangan ASEAN sebagai “a hub of global supply chain”

  3. Perjalanan ASEAN P E R L U A S A N 1984: BRU 1995: VN 1967: INA, MAL PHI, SIN, THA 2004: ASN-China EAFTA Study 1997: LAO, MYM 2006: ASN-KOR CEPEA Study 1977: PTA 1999: CAM 2008: ASN-JAP 1992: CEPT AFTA 2009: ASN-ANZ; ASN-India; ASN-China Investment; ASN Korea Investment 1995: AFAS 1997: ASEAN Vision 2020 1998: AIA 2010: ASEAN Plus Working Groups on ROO, Tariff Nomenclature, Customs, Ec Cooperation P E N D A L A M A N 2003: 3 Pillars of ASEAN Community 2020; 11 Priority Integration Sectors (PIS) 2005: Logistics as PIS 2011: ASEAN Framework for Regional Comprehensive Economic Partnership 2007: AEC 2015; ASEAN Charter; AEC Blueprint 2008: first year of AEC Blueprint; ASEAN Charter entered into force 2012: Launching of Regional Comprehensive Economic Partnership 2009: ATIGA, ACIA, AEC Scorecard ASEAN Economic Community 2015 2009: Roadmap for an ASEAN Community 2009-2015 2010: Connectivity Master Plan 2011: ASEAN Framework for Equitable Economic Development

  4. Agenda Regional Menuju MEA

  5. CETAK BIRU AEC 2015 ASEAN Economic Community Strategic Schedule

  6. Memuatrencanaaksidan target waktuhinggatahun 2015 melalui 4 pilar AEC: 1. PasarTunggal dan Basis ProduksiRegional: arusbarang, jasa, dan investasi yg bebas, tenagakerja yang lbh bebas, arus modal yang lebihbebas, Priority Integration Sectors (PIS), sertapengembangansektor food-agriculture-forestry; 2. KawasanBerdaya-saingTinggi: kebijakanpersaingan, perlindungankonsumen, HKI, pembangunaninfrastruktur, kerjasamaenergi, perpajakan, e-Commerce; 3. KawasandenganPembangunanEkonomi yangMerata: pengembanganUKM, prakarsabagiintegrasi ASEAN (CLMV); 4. IntegrasidenganPerekonomianDunia: pendekatankoherenterhadaphubunganekonomieksternal, partisipasi yang semakinmeningkatdalamjaringansuplai global. AEC Blueprint Implementasi ditingkat ASEAN maupuntingkatnasional sejak 2008dan dimonitor  AEC Scorecard.

  7. KemajuanPencapaianTargetDievaluasimelaluiAEC Scorecard (ASEAN-wide) • AEC Scorecard Periode 2008-2013 • (ASEAN-wide) per Oktober 2013: 79,7%

  8. Arti ASEAN bagi Indonesia: Perdagangan US$ Milyar

  9. Arti ASEAN bagi Indonesia: Investasi Sumber: BKPM, Realisasi PMA, Juni 2013 (Value in US$ Billion)

  10. LangkahPemerintah • Inpres No. 5/2008 tentang Fokus Program Ekonomi • Inpres No. 11/2011 tentang Pelaksanaan Komitmen Cetak Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN • Keppres No. 23/2012 tentang Susunan Keanggotaan Sekretariat Nasional ASEAN • Program pembangunan seperti MP3EI • Program Sistem Logistik Nasional (Sislognas) • Penyusunan Inpres dan Roadmap Daya Saing • Policy Paper kesiapan Indonesia menghadapi AEC • PembentukanKomiteNasional AEC 2015 • UKP4 – Monitoring Langkah Pemerintah • Permasalahan: • Kebijakannasionalkurangvisioner • Koordinasiterhambatolehpendekatansektoral • KoordinasiPusat – Daerah kurangefektif

  11. Salahsatufaktorpenyebabmasihadanyabeberapa program yang masihdalamprosespenyelesaianyaitumasihdalamtahapfinalisasiregulasidanratifikasi.

  12. UpayaLain yang telahdilakukanPemerintahuntukmenghadapi AEC • Peningkatandayasaingakandititikberatkankepadaisustrategis: • PeningkatanIklimInvestasidan Usaha, • Percepatan Pembangunan Infrastruktur, • Peningkatan Pembangunan IndustridiBerbagaiKoridorEkonomi, dan • PenciptaanKesempatanKerjakhususnyaTenagaKerjaMuda

  13. Perbaikan infrastruktur fisik: transportasi, telekomunikasi, jalan tol, pelabuhan, revitalisasi dan restrukturisasi industri, dan lain-lain. • Peningkataniklim usaha yang kondusif dan mengurangi ekonomi biaya tinggi vide reformasi bidang perpajakan, kepabeanan, dan birokrasi; • Reformasi kebijakan: penyesuaian, persiapan dan perbaikan regulasi ; • Peningkatan kualitas sumber daya manusia di birokrasi, dunia usaha ataupun professional vide sistem pendidikan nasional • Pengembangan industri prioritas yang berdampak luas dan komoditi unggulan; • Reformasi kelembagaan dan kepemerintahan

  14. Pengembangan sektor energi yang akan mendukung produksinasional; • Penciptaan national social safety net melalui kerangka kebijakan pengamanan • Mengintergrasikan komitmen AEC dengan MP3EI 6 (enam) koridor keunggulan ekonomi mencakup, sumber daya alam, industri dan jasa, pariwisata dan pangan, proses produksi tambang dan energi nasional, proses dan produksi perikanan, pertanian, perkebunan, minyak, gas dan tambang, pusat pertumbuhan pangan, perikanan, energi dan tambang nasional. • Peningkatan awareness dan readynesspemangkukepentingannasionaltermasukmasyarakat

  15. SinergitasPemerintahPusatdan Daerah dalam pelaksanaan INPRES No.11 Tahun 2011 Kemenkoselakukoordinatorpelaksanaan INPRES sejauhinibarudapatmelakukansosialisasikebeberapaPemdaterkaitpelaksanaan INPRES No. 11/2011 dansambutanPemda-pemdacukupberagam. SebagianbesarPemdatidakmemahami AEC 2015. PadahalPemdamemilikiperan yang sangatstrategisdalammenjawabtantangan AEC 2015 secarakhususdantantanganekonomi global secaraumum, yaitumelaluipeningkatandayasainguntukmendukungpenguatanekonomidomestik.

  16. DampakInpres No.11/2011 BagiPemerintah Daerah Perencanaan Program Kegiatan Kebijakanpendukung

  17. Kesiapan Daerah DalamMenyongsong AEC Kebijakanpublik/sektoral Infrastruktur Pelayanan Kualitasdankompetensi SDM

  18. TantanganPerdagangan Inward-lookingkarenasindrom “kolamsusu”; narasi “export is good, import is bad” Sementarakemajuan ICT dantransportasi/logistikmelahirkan phenomena “global value chain”

  19. PRODUK UNGGULAN EKSPOR INA KE ASEAN • Tekstil dan produk tekstil: Malaysia, Thailand, dan Vietnam • Elektronik: Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. • Karet: Singapura • Produk hutan: Malaysia, Vietnam, Singapura, Thailand. • Alas kaki: Singapura • Otomotif: Thailand, Filiipina, Malaysia, Singapura, dan Myanmar • Udang: Vietnam, Singapura, dan Malaysia • Coklat: Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand • Kopi: Malaysia dan Singapura

  20. PRODUK POTENSIAL EKSPOR INA KE ASEAN • Kulit dan produk kulit: Vietnam, Malaysia, Thailand, dan Filipina. • Peralatan dan instrumen medis: Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. • Rempah-rempah untuk obat: Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Thailand. • Makanan olahan: Malaysia, Filipina, Singapura, Kamboja, Thailand, Myanmar dan Vietnam (ekspor makanan olahan masih minim, bahkan di Myanmar masih susah ditemui produk makanan olahan Indonesia). • Essential oil: Singapura. • Ikan dan produk ikan: Thailand, Vietnam, Singapura, dan Malaysia. • Produk Kerajinan: Singapura dan Malaysia. • Perhiasan: Singapura, Thailand, dan Malaysia. • Bumbu (spices): Vietnam, Singapura, Malaysia, dan Thailand. • Peralatan tulis selain kertas: Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura.

  21. Tantanganlainnya… • Sumber Daya Manusia (spesialisasi, produktivitas) • Infrastruktur; Logistik; Research & Development • BirokrasiPusat & Daerah • Kepastianhukum • Pembiayaan/financing Masalah lain...kenaikan TDL, kenaikan UMR, demo...

  22. MEA 2015: Pengusaha Rotan Cirebon TakutKalahSaing (bisnis-jabar.com) CIREBON- Kalanganpengusaharotan di Kabupaten Cirebon Jawa Barat masihketakutanmenghadapipersainganMasyarakatEkonomiAsean (MEA) pada 2015 mendatang, karenamasihadasejumlahmasalahpadaindustrirotan yang perludiatasi. KetuaAsosiasiIndustriPermebelandanKerajinan Indonesia (Asmindo) Cirebon Sumartjamenuturkanuntukdapatbangkitdanmengembalikankejayaaneksporrotan, butuhwaktubeberapatahunsejakpemerintahmelarangeksporbahanbakuawal 2012 lalu. Kesulitanbahanbakudankurangnyakemampuanmendesainoleh para perajinrotanmembuatpersiapanmenghadapi MEA 2015 lebihsulitkarenapada masa tersebutpersainganakanjauhlebihberat….. Kamis, 22 Januari 2009 EKSPORTIR CIREBON HARAPKAN PELABUHAN SAMUDERA DitulisOleh : Yasad Ali Cirebon, 22/1 (ANTARA) - Eksportirkota Cirebon mengharapkanpelabuhan Cirebon dijadikanpelabuhansamuderasehinggabarang yang akandiekspordanimportidakharusdikirimmelaluipelabuhanTanjungPeriuk Jakarta. "Para eksportirtersebutinginpelabuhan Cirebon ditingkatkanstatusnyamenjadipelabuhansamudera“….. PenerapanMasyarakatekonomi ASEAN (AEC) sudahsemakindekat. Agar Indonesia tidakmenjadipasarbagiproduk-produknegara-negara ASEAN lainnya, tentunyadiperlukankesiapandari para pelakuindustri di dalamnegeri. Selainitu, pemerintahjugaperlumenerapkansejumlahstrategidankebijakan agar AEC yang akanditerapkanmulai 2015 nantibisamemberikandampakpositifbagi Indonesia. Misalnya, menetapkansektorindustriapasaja yang akanmenjadiunggulan Indonesia. ArifBustamanKendal, Jawa Tengah

  23. Posisi UMKM Indonesia • Perananstrategis UMKM: • Di Indonesia (BPS-2011): • Jumlahnya 52,76 jutaunit; • Kontribusidalam PDB 56,92%; • Kontribusidalampenyerapantenagakerja 97,3%. • Di ASEAN: • Lebihdari 96 % perusahaan di ASEAN adalah UMKM; • Kontribusidalam PDB 30-57%; • Kontribusidalampenyerapantenagakerja 50-98% • Permasalahan UMKM: • Iklimberusahabelumkondusif (un fair business practices) • Keterbatasanaksespasar • Rendahnyaproduktivitas (teknologirendah) • keterbatasanakseskreditdaribank • Rendahnyajiwadansemangatkewirausahaan

  24. Target Pengembangan UMKM tahun 2015 • Produktivitas dan daya saing UMKM meningkat; • Perkembangan ekspor UMKM tumbuh 20% per-tahun; • Tumbuhnya wirausaha baru yang inovatif; • Meningkatnya akses kredit perbankan bagi UMKM, khususnya KUR sebesar Rp.100 triliun.

  25. Tantangan Umum UMKM menghadapi MEA • Persaingan yang makin tajam, termasuk dalam memperoleh sumber daya • Menjaga dan meningkatkan daya saing UKM sebagai industri kreatif dan inovatif • Meningkatkan standar, desain dan kualitas produk agar sesuai ketentuan ASEAN (Misal ISO-26000) • Diversifikasi output dan stabilitas pendapatan usaha mikro = agar tidak “jatuh” ke kelompok masyarakat miskin • Meningkatkan kemampuan UMKM agar mampu memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang ada, termasuk dalam kerangka kerjasama ASEAN

  26. Isu –Isu dan Tantangan khusus Akses Finansial • Bank masih ragu memberikan pinjaman kepada UMKM, khususnya untuk pengusaha pemula dan UKM inovatif • Kewajiban penggunaan jaminan dalam pinjaman • Tingkat suku bunga yang tinggi bagi Usaha Mikro • Lembaga jaminan kredit belum ada atau terbatas • Pemeringkat kredit &sistem informasi kredit tidak ada • Lembaga keuangan non-bank kurang berkembang luas (CTH:venture capital, angel investment, factoring and leasing) • Sebagian besar UMKM tergantung lembaga keuangan informal Akses Pasar • Kurang paham akan FTAs – implikasi dan manfaatnya • Aktivitas promosi ekspor terbatas • Penggunaane-channel and e-commerce belum meluas • Masih ada hambatan non-tarif • Kurang faham akan fasilitas perdagangan prosedur kepabeanan • Tidak ada marketintelligence di ASEAN dan luar ASEAN • Mahalnya biaya untuk menyesuaikan standar dan sertifikasi internasional(e.g. HACCP, GMP, halal, ISO, analisa sertifikasi) Teknologydan inovasi • Investasi UMKM untuk R&D masih rendah sehinggaproduktivitas dan efisiensinya rendah • Dana untuk komersialisasi R&D tidak tersedia karena ketidakpastian permintaan, pasar dan cash flow • Apresiasi dan promosi UKM inovatif belum berkembang luas • Mahalnya biaya sertifikasi Jasa Konsultasi dan informasi • Informasi masih belum terpusat • Biaya membuat sistem informasi virtual secara komprehensif dan terpusat masih mahal • Perlu melatih konselor bisnis • Kurang faham akan tersedianya layanan konsultasi • Perlu pengembangan template standar, misal perencanaan bisnis dan pemasaran bagi UMKM

  27. Rekomendasi

  28. Rekomendasi (Con’t)

  29. Dampak FTAs?

  30. Apa yang PerluDilakukan? • Pemerintah Daerah • Memanfaatkanotonomiuntukmengembangkankebijakan yang inovatif, kreatif, danharmonisasiaturanhukum yang membukaruangbagitumbuhnyaperekonomiandaerah • Memberdayakandaerahnyasesuaipotensi yang dimilikinyadanfokuspada core business. Misal Maluku padaperikanan, NTT padapeternakansapi, Sumbarpadapariwisata, Sumselpadaenergi, dll • Meningkatkankualitasdankompetensi SDM Daerah • Berinovasidalammengembangkan program yang implementatifdalammendukunginvestasi. • Membudayakancintaprodukdalamnegeri • Memperkuatproduklokalmelaluiinovasidankonsistensikualitasproduk

  31. Apa yang PerluDilakukan? Dunia Usaha: • Proaktiftingkatkanefisiensiusaha, inovasi, dankualitasproduk • Mengembangkan network dikawasan • Meningkatkanpromosiprodukdikawasan • Proaktifmembangunkomunikasidenganlembagainformasi • Beradaptasidenganperkembangandan trend bisnis di kawasan; Publik: • Proaktifmeningkatkanpemahamanakan AEC agar dapatmengidentifikasipeluang yang dapatdiambil; • Proaktifmeningkatkanpotensi SDM

  32. Apa yang PerluDilakukan? • Akademisi & Think-Tanks • Proaktifdalammeningkatkanpemahamanakan AEC; • Proaktifdalammembangunopinipublik yang berimbang, cerdas; • Proaktifdalammeningkatkankontribusipositifterhadapupayamemajukankepentingannasional Indonesia menghadapi AEC seperti: studiempiris, pembentukan ASEAN Studies Centre; dsb Think BIG Think ASEAN

  33. TerimaKasih http:// www.kemendag.go.id http://ditjenkpi.kemendag.go.id/website_kpi/

More Related