1 / 14

SAP 16 MANAGING ETHIC

SAP 16 MANAGING ETHIC. OLEH : TIM DOSEN AZAS-AZAS MANAJEMEN. PENGANTAR. SUATU KODE ETIK DALAM ORGANISASI DAPAT MEMPENGARUHI ORANG-ORANG BERPERILAKU SEMENTARA KITA BERTANYA, MENGAPA ADA ORANG-ORANG YANG BERPERILAKU ‘UNETHICALLY’ ?

mari
Download Presentation

SAP 16 MANAGING ETHIC

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. SAP 16 MANAGING ETHIC OLEH : TIM DOSEN AZAS-AZAS MANAJEMEN

  2. PENGANTAR • SUATU KODE ETIK DALAM ORGANISASI DAPAT MEMPENGARUHI ORANG-ORANG BERPERILAKU • SEMENTARA KITA BERTANYA, MENGAPA ADA ORANG-ORANG YANG BERPERILAKU ‘UNETHICALLY’ ? • BAGAIMANA PARA MANAJER DAN PARA PEGAWAI MENETAPKAN MANA YANG ETIS DAN MANA YANG BUKAN ?

  3. PENGERTIAN ETHIC THE INNER GUIDING MORAL PRINCIPLES, VALUES AND BELIEFS THAT PEOPLE USE TO ANALYZE OR INTERPRET A SITUATION AND THEN DECIDE WHAT IS THE ‘RIGHT’ OR APPROPRIATE WHY TO BEHAVE

  4. PENTINGNYA ETHIC DALAM ORGANISASI • MENGATUR PERILAKU ORANG-ORANG DALAM ORGANISASI AGAR SESUAI DENGAN BUDAYA ORGANISASI • MENJADI PEDOMAN HUBUNGAN KERJA DALAM ORGANISASI • BILA DALAM BENTUK KODE ETIK, MAKA BERGUNA UNTUK MEMBATASI TINDAKAN-TINDAKAN MANA YANG DIANGGAP ‘BENAR’ DAN MANA YANG ‘TIDAK BENAR’ • DENGAN KODE ETIK, ORANG-ORANG MENJADI LEBIH PRODUKTIF • MENGURANGI KONFLIK DALAM ORGANISASI.

  5. EFEK PERILAKU ETIS DAN NON-ETIS PERILAKU ETIS PERILAKU NON ETIS MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS PRODUKSI MENURUNKAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS PRODUKSI MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN MENURUNKAN KINERJA PERUSAHAAN MENINGKATKAN STANDAR HIDUP NASIONAL MENURUNKAN STANDAR HIDUP NASIONAL SUMBER : JONES &GEORGE, 2007: 103

  6. ATURAN-ATURAN BAGI PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG ETIS PARA MANAJER SERING KESULITAN DALAM MEMBUAT KEPUTUSAN YANG DAPAT MEMUASKAN SELURUH PIHAK ATAU STAKEHOLDER. UNTUK ITU PARA MANAJER DAPAT MENGGUNAKAN 4 PRINSIP-PRINSIP TENTANG ETIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN : • UTILITARIAN RULE • MORAL RIGHT RULE • JUSTICE RULE • PRACTICAL RULE

  7. UTILITARIAN RULE SUATU KEPUTUSAN YANG ETIS ADALAH SUATU KEPUTUSAN YANG MENGHASILKAN YANG TERBAIK BAGI SEJUMLAH ORANG-ORANG YANG TERBAIK. COBA ANDA BERIKAN CONTOHNYA

  8. MORAL RIGHTS RULE • SUATU KEPUTUSAN YANG ETIS ADALAH SUATU KEPUTUSAN YANG MEMELIHARA DAN MELINDUNGI NILAI-NILAI MORAL KEBENARAN SEBAGAI BAGIAN YANG PALING MENDASAR/FUNDAMENTAL • COBA ANALISIS KASUS LAPINDO, KASUS TANAH MERUYA.

  9. JUSTICE RULE • SUATU KEPUTUSAN YANG ETIS ADALAH KEPUTUSAN YANG MENEBARKAN MANFAAT DIANTARA ORANG-ORANG MAUPUN KELOMPOK-KELOMPOK SECARA FAIR, ADIL DAN BIJAKSANA. • CONTOH : JIKA KARYAWAN INGIN GAJI YANG MEMADAI DAN LAYAK, MAKA MEREKA TIDAK BOLEH KEBERATAN BILA KINERJA MEREKA MENJADI TOLAK UKURNYA.

  10. PRACTICAL RULE • SUATU KEPUTUSAN ETIS ADALAH KEPUTUSAN YANG MENCERMINKAN BAHWA PARA MANAJER TIDAK MEMILIKI HAMBATAN DALAM BERKOMUNIKASI DENGAN ORANG-ORANG DI LUAR ORGANISASI. ATURAN PRAKTIS SEBENARNYA MENGACU PADA BAGAIMANA NILAI-NILAI DITETAPKAN UNTUK DIKOMUNIKASIKAN DENGAN PIHAK LUAR. • COBA BERIKAN CONTOHNYA

  11. SUMBER KODE ETIK ORGANISASI • KODE ETIK ADALAH PERATURAN-PERATURAN DAN STANDAR FORMAL YANG DIDASARKAN ATAS NILAI-NILAI ATAU KEPERCAYAAN TENTANG MANA YANG BENAR DAN YANG SALAH. • KODE ETIK ORGANISASI DITURUNKAN DARI 3 SUMBER UTAMA YANG TERDAPAT DILINGKUNGAN ORGANISASI, YAKNI MASYARAKAT, PROFESIONAL, DAN INDIVIDUAL

  12. SOCIETAL ETHICS • SUATU STANDAR YANG MENGATUR BAGAIMANA PARA ANGGOTA MASYARAKAT SEPAKAT SATU SAMA LAIN UNTUK MENGHARGAI KEJUJURAN, KEBENARAN, KEADILAN, KEBERSAMAAN, KEBEBASAN DAN HAK-HAK INDIVIDUAL • CONTOH : PADA MASYARAKAT JAWA, TERDAPAT KODE ETIK ‘GOTONG ROYONG’ DI MANA MAKNANYA ADALAH KEBERSAMAAN.

  13. PROFFESIONAL ETHICS • STANDAR YANG MENGARAHKAN BAGAIMANA PARA ANGGOTA PROFESI MEMBUAT KEPUTUSAN YANG TERKAIT DENGAN CARA MEREKA BERPERILAKU DAN HUBUNGANNYA DENGAN PROFESI MEREKA. • CONTOH : KODE ETIK DOKTER DALAM MELAYANI PASIEN, KODE ETIK PEGAWAI NEGERI, KODE ETIK HUKUM, DSB.

  14. INDIVIDUAL ETHICS • NILAI-NILAI PERSONAL DAN PERILAKU YANG MENGARAHKAN BAGAIMANA INDIVIDU-INDIVIDU BERINTERAKSI SATU SAMA LAIN. • CONTOH : BAGAIMANA SIKAP ANDA BILA BERTEMU ORANG TUA, TEMAN, ATAU DOSEN ANDA ?

More Related