1 / 29

Perencanaan pemanenan kayu

Perencanaan pemanenan kayu. UJANG SUWARNA. Maksud Pemanenan Hutan. Memanfaatkan hutan produksi secara lestari Ekonomi nilai hutan yang tinggi Ekologi kerusakan lingkungan minimal Sosial Kesempatan kerja dan pemberdayaan . Tujuan Pemanenan Hutan. Memaksimalkan nilai hutan

libitha
Download Presentation

Perencanaan pemanenan kayu

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Perencanaanpemanenankayu UJANG SUWARNA

  2. MaksudPemanenanHutan Memanfaatkan hutan produksi secara lestari • Ekonomi • nilai hutan yang tinggi • Ekologi • kerusakan lingkungan minimal • Sosial • Kesempatan kerja dan pemberdayaan

  3. TujuanPemanenanHutan • Memaksimalkan nilai hutan • Menghasilkan produk hasil hutan • Mengoptimalkan suplai industri • Meningkatkan kesempatam kerja • Mengembangkan ekonomi regional

  4. MemaksimalkanNilaiHutan • Jumlah produksi tinggi • Mutu hasil kayu tinggi • Tegakan sisa yang ditinggalkan tinggi

  5. Tugas Para PemanenHutan • Hutan yang masak tebang akan dipanen sebanyak kemampuan tempat itu berproduksi • Sesudahnya kawasan akan ditumbuhi (alami atau buatan) oleh tegakan baru • Memperhatikan kondisi ekosistem setempat untuk tidak menurunkan kualitas lingkungan hidup • Memperhatikan kualitas hidup masyarakat sekitar hutan

  6. Lima KepastianEkolabel • Kepastian ditaatinya jatah tebang hutan lestari (AAC atau JPT) • Kepastian  pulihnya tegakan secara alami atau buatan • Kepastian terpeliharanya keanekaragaman hayati • Kepastian  terpeliharanya  kualitas  air tanah  dan udara • Kepastian terpeliharanya kehidupan budaya setempat

  7. Mengapaperlurencanapemanenan ? • Kegiatan teratur dan terukur • Menyiapkan sumberdaya dan membagikan dengan tepat • Merekatkan semua tahap pemanenan kayu • Menghasilkan tatanan pekerjaan dalam urutan paling efektif

  8. RencanaOperasionalPemanenanHutan • Identifikasi macam kegiatan • Mengembangkan sistem dan mekanisme kerja • Mengatur alokasi semua sumberdaya • Menelaah semua isi kegiatan • Membagikan sumberdaya pada tiap tahap kegiatan • Menaksir lamanya tiap tahap pekerjaan • Memonitor hasil yang dicapai • Melakukan perubahan yang diperlukan • Menata hubungan harmonis antar anggota organisasi

  9. LangkahPenyusunanRencanaPemanenan • Menentukan lokasi dan areal yang akan dipanen • Melaksanakan survei potensi kawasan dan potensi sosial politik masyarakat • Melaksanakan penataan hutan • Melaksanakan pembuatan blok/petak tebang • Menetapkan urutan dan jadwal kegiatan

  10. PerencanaanPemanenanKayu • Penentuan areal efektif pemanenan • Penentuan blok RKT dan petak tebang • Rencana produksi tebangan (JPT) • Rencana jalan sarad dan TPn • Rencana penggunaan alat dan tenaga kerja

  11. KonservasidiHutanProduksi • Mengidentifikasi kawasan lindung • Memilih areal kantung pelestarian plasma nutfah • Menandai pohon yang dilindungi yang dilarang ditebang • Membuat petak ukur permanen untuk memonitor perkembangan pertumbuhan tegakan (riap)

  12. PERLINDUNGAN KAWASAN KONSERVASI • Areal yang memenuhi kriteria hutan lindung • Areal  yang penting dari segi budaya dan adat  istiadat setempat. • Areal yang memenuhi persyaratan kawasan  berfungsi lindung. • Lain-lain yang ditetapkan oleh pemda setempat  untuk kepentingan masyarakat setempat. Pada kawasan konservasi di hutan produksi ini tidak boleh dilakukan: • Penebangan • Dimasuki  alat angkut dan alat berat  

  13. RKU • Verifikasi areal yang boleh dan tidak boleh ditebang • Verifikasi areal kegiatan masyarakat tradisional • Luas dan batas areal produksi • Sistem silvikultur • Sistem pemanenan • Rencana produksi tahunan JPT • Rencana jaringan jalan • Rencana tata waktu pemanenan • Standar monitoring kegiatan

  14. RKT • Lokasi dan batas areal panen • Areal yang tak boleh dipanen • Metodik penandaan pohon • Target volume produksi • Lokasi, design, konstruksi, dan pemeliharaan: • Jalan angkutan • Landing • Logpond • Jalan sarad

  15. LONG TERM PLAN • Peta • Skala 1:250 000 sampai 1:100 000 • Yang tertera pada peta : • Batas areal • Titik-titik utama (logpond, TPn, TPK, dsb) • Rencana indikatif jalan utama • Blok-blok yang akan dipanen.

  16. OPERASIONAL PLAN • Skala peta 5.000 - 10.000 • Yang diterakan pada peta • Batas-batas blok tebang • Batas-batas blok tak boleh ditebang • Batas sempadan sungai dan danau, mata air • Titik penting (logpond, landing) • Jaringan jalan utama, jalan cabang, dan strip road • Arah penyaradan

  17. TugasPerencanaPemanenanHutan • Inventarisasi dan tata hutan • Pengenalan dan identifikasi pohon • Surveying (untuk jalan angkut dan sarad) • Konstruksi bangunan jalan dan jembatan, termasuk pada daerah Lindung • Penandaan pohon dan administrasinya • Komunikasi dengan stakeholder

  18. PENYUSUNAN RENCANA PRODUKSI TEBANGAN • Penetapan Luas, Lokasi, dan Potensi Hutan • Ada Peta lokasi yang memuat luas, batas, potensi tegakan, dan keterangan lain tentang kondisi setempat • Penetapan Areal Kerja • Ada batas yang boleh dan tidak boleh dipanen; ada batas RKT; ada batas setting tebang • Potensi Kawasan • potensi dan kondisi kawasan; serta kondisi sosek

  19. PENYUSUNAN RENCANA PRODUKSI TEBANGAN • Penetapan Jatah tebang • AAC Annual Allowable Cut (Jatah Tebang Tahunan) • Etat (luas, volume, jumlah batang) • Rencana produksi Tebangan • Target Produksi Pemanenan = AAC x fe • Target Produksi Tebangan = AAC x it • Teknik menyusun rencana produksi • Mengolah data LHP; Menghitung Rencana Produk Tebangan

  20. POTENSI (STANDING STOCK) X 0.8 X 0.7 • AAC = SIKLUS TEBANG Volume Produksi aktual (di TPK) f.e. = Volume potensial (potensi pohon berdiri)

  21. EFEKTIFITAS PEMANENAN vol. batang siap sarad indeks tebang (it) = vol.pohon berdiri asalnya vol. batang siap angkut indeks sarad (is) = vol. batang siap sarad vol. batang sampai TPK indeks angkut (ia) = vol. batang siap angkut

  22. INDEKS PEMANENAN KAYU HPH i.t. i.s. i.a. f.e. KHJ 0,88 1.00 1.00 0,88 INH 0,78 1.00 1.00 0,78 BA 0,97 1.00 1.00 0,97 KLI 0,82 0,92 1.00 0,75 TBK 0,97 1.00 1.00 0,97 KAB 0,84 1.00 1.00 0,84 0.88

  23. perencanaan PETAK TEBANG • luas, letak dan batas • topografi • tanah • kondisi fisik lainnya • potensi kayu dan jenis non kayu • potensi manfaat sosial • dimensi dan mutu pohon • kedudukan pohon • taksiran arah rebah

  24. PERENCANAAN TPN • pada lapangan yang  datar  untuk menghidarkan  pekerjaan perataan tanah yang besar atau  perubahan bentang alam. • TPN harus cukup miring sehingga air tidak tergenang di dalam TPN. • perencanaan drainase  (selokan,  saluran air) sangat penting agar TPN selalu dalam  keadaan kering.

  25. Perencanaan jalanSarad • peta 10.000 atau lebih besar • batas-batas blok tebang • batas-batas blok tak boleh ditebang • batas sempadan sungai dan danau, mata air • titik penting (TPN, TPK) • jaringan jalan utama, jalan cabang, dan strip road • arah penyaradan • jembatan, gorong-gorong, dan sistem drainase

  26. TERIMA KASIH

More Related