1 / 13

KELEMBABAN UDARA, AWAN, PRESIPITASI

KELEMBABAN UDARA, AWAN, PRESIPITASI. Kelembaban Udara. Kelembaban udara menyatakan banyaknya uap air dalam udara; hanya 2% dari jumlah massa atmosfer. Kelembaban mutlak ( absolut humidity ): berat uap air yg tertampung dalam volume udara (g/m 3 );

lecea
Download Presentation

KELEMBABAN UDARA, AWAN, PRESIPITASI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KELEMBABAN UDARA, AWAN, PRESIPITASI

  2. Kelembaban Udara • Kelembaban udara menyatakan banyaknya uap air dalam udara; hanya 2% dari jumlah massa atmosfer. • Kelembaban mutlak (absolut humidity): berat uap air yg tertampung dalam volume udara (g/m3); • Kelembaban nisbi (relative humidity -- RH): % perbandingan kelembaban mutlak thd kapasitas maksimumnya pd suhu sama; Kelembaban 100% = udara jenuh dgn uap air. • Makin tinggi temperatur, kapasitas udara makin besar, kelembaban relatif berkurang.

  3. Kelembaban udara merupakan indikator kapasitas potensial atmosfer untuk terjadi presipitasi. • Uap air bersifat menyerap radiasi bumi, shg menentukan kecepatan kehilangan panas  mengatur temperatur. • Makin besar kelembaban, makin besar jml energi potensial laten tersedia di atmosfer  sumber hujan angin (storm).

  4. Suhu yang turun terus menerus, udara jenuh dgn uap air; • Suhu saat udara jenuh  suhu TITIK EMBUN (dew point). • Suhu terus menurun (pendinginan) sampai di bawah dew point  KONDENSASI, terdapat kelebihan uap air dan dilepaskan berupa: • tetesan air bila T > 0oC • kristal es bila T < 0oC. • Semakin tinggi tempatnya, jumlah uap air semakin turun.

  5. Awan • Mula-mula udara naik mengandung uap air suhunya tinggi, kmd suhu turun mencapai titik embun, & turun terus sampai melampaui titik embun, shg tjd kondensasi, terbentuk kumpulan titik2 air / kristal es yg melayang di atmosfer : AWAN • Jika titik kondensasi dicapai & udara masih terus naik, awan makin banyak. • Bila angin yg kuat menjumpai gunung, maka udara akan dipaksa naik, shg suhunya turun, & apabila cukup mengandung uap air akan terbentuk awan. • Massa udara panas bertemu dgn massa udara dingin, udara panas meluncur di atas udara dingin ( tjd FRONT) & suhu udara panas turun awan berlapis mendatar.

  6. Klasifikasi awan • Stratiform : tumbuh lambat, arus vertikal menyebar luas ; • Cumuliform : arus vertikal kuat, terjadi pada area kecil. Hasil kongres di Swedia tahun 1894 mengenai pengelompokan jenis-jenis awan:

  7. A. AWAN TINGGI (> 6000 m) • Ci – Cirrus : tipis spt bulu ayam, kristal es, tdk tjd hujan • Cs - Cirrostratus : putih rata menutup langit, tjd hallo • Cc - Cirrocumulus: spt kelompok biri-biri, kristal es, ada bayangan B. AWAN SEDANG (2000-6000 m) • As - Altostratus : kelabu, berlapis-lapis luas & tebal • Ac - Altocumulus: spt bola kecil2 bergerombol, putih pucat kelabu

  8. C. AWAN RENDAH (0-2000 m) • Sc - Stratocumulus: spt gelombang laut, menutup tipis, tdk tjd hujan • St – Stratus : rata berlapis, luas, rendah, spt kabut D. AWAN DENGAN PERKEMBANGAN VERTIKAL • Ns – Nimbostratus: putih, luas, tak beraturan, tjd gerimis • Cu - Cumulus: bergumpal, puncak tinggi, dasar rata • Cb - Cumulonimbus: rendah, puncak tinggi lebar, tjd hujan, kilat

  9. Awan dekat permukaan tanah : • KABUT / Halimun  KABUT SAWAH, KABUT ADVEKSI, KABUT INDUSTRI, KABUT PENDINGIN.

  10. Presipitasi / Pencurahan • Air yang berasal dari awan jatuh ke permukaan tanah dalam bentuk cair (hujan) atau padat (salju) • Kondensasi yang menghasilkan curahan tidak terjadi murni dari penjenuhan uap air, tetapi karena adanya INTI KONDENSASI yang menarik butiran air berupa partikel berukuran 0.1-1 mikron (partikel garam laut, debu halus dari letusan gunung/industri). Bentuk curahan: • Hujan (rain) - bentuk cair  0.5 - 4.0 mm. Teori Findisen : jarak jatuh yg dicapai butiran air melalui udara tak jenuh bertambah jauh sebanding dgn ukuran 4 • Salju (snow) - sublimasi uap air di bawah titik beku; bentuk heksagonal. Bila dalam perjalanannya melalui udara ber suhu > 0oC, curahan berupa hujan. • Hujan es (hail stone) - bongkah es  5 - 50 mm. Tjd pengangkatan vertikal butir air scr konvektif ke tempat suhu< 0oC, merubah bentuk cair mjd padat (bongkah).

  11. Tipe hujan: • Hujan zenithal/konveksi : tjd di tropika ; sore hari stlh panas maks ; bersamaan saat matahari di titik zenith - 2x di lintang kecil, 1x di 23 1/2oLU/LS.; cukup lebat. • Hujan muson / musim : hujan krn adanya angin musim yg melewati lautan ; di Ind. musim hujan tjd Okt - April (angin musim barat). • Hujan siklon : tjd di daerah sedang ; sepanjang tahun ; udara naik di daerah depresi, tjd kondensasi pada ketinggian tertentu. • Hujan frontal : terjadi di daerah front; di lintang 60o-70o; tidak lebat. • Hujan orografis : tjd di lereng pegunungan yg berhadapan dgn arah datangnya angin. Udara yg bergerak ke puncak mjd udara kering ketika turun ke sisi lereng belakang (daerah bayangan hujan). Pada kondisi tertentu tjd hujan es.

  12. In orographic lift, moist air moves up the windward side of a mountain or a cool, dense body of air. The air cools, forms clouds, and rains, leaving the lee side dry. In convective lift, moist air is warmed as it moves over warm ground. As the warm air rises, it cools and forms rain clouds. In convergent lift, air masses come together and are forced upward. They then cool and form rain clouds.

  13. Intensitas & Unsur CH • sangat ringan < 1 mm/jam : < 5 mm/24 j • ringan = 1 - 5 mm/jam : 5 - 20 mm/24 j • normal = 5 - 10 mm/jam : 20 - 50 mm/24 j • lebat = 10 - 20 mm/jam : 50 -100 mm/24 j • sangat lebat > 20 mm/jam : > 100 mm/24 j • Unsur hujan : ion Na, K, Ca, Cl, bikarbonat, sulfat, bentuk2 nitrogen, dll. pH : 3.0 - 9.8. bervariasi thd waktu & tempat.

More Related