1 / 1

tanggung jawab yang besar pada remaja. Baldwin (dalam Arini,

40. tanggung jawab yang besar pada remaja. Baldwin (dalam Arini,. 1996). berpendapat bahwa pola asuh demokratis menghasilkan remaja yang mampu menjalin interaksi sosial, yaitu mampu menggunakan persuasi verbal maupun

leane
Download Presentation

tanggung jawab yang besar pada remaja. Baldwin (dalam Arini,

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. 40 tanggung jawab yang besar pada remaja. Baldwin (dalam Arini, 1996) berpendapat bahwa pola asuh demokratis menghasilkan remaja yang mampu menjalin interaksi sosial, yaitu mampu menggunakan persuasi verbal maupun kekuatan fisik secara efektif untuk mencapai tujuan mereka dan remaja menjadi tidak mudah terpengaruh. Remaja dari keluarga demokratis memiliki sikap yang aktif tidak takut bersaing, kreatif, mudah menyesuaikan diri, dan cenderung agresif. Sikap dari orang tua yang hangat, menerima dan menghargai remaja. Mendorong remaja untuk memiliki kepercayaan diri dan dapat memandang lingkungannya secara positif, (Baldwin, dalam Mussen, 1979). Ahli lainnya, yaitu Symonds ( dalam Mouly, 1968) bahwa remaja dari keluarga demokratis memiliki sikap yang hangat, berpikir positif dan mudah bergaul. Menurut Hetherington dan Parke (1970) pada pola asuh permisif akan membentuk remaja yang kurang bertanggung jawab, sukar dikendalikan, suka menentang aturan orang tua dan norma masyarakat. Pada penelitian yang dilakukan oleh Winder dan Ran (dalam Bee, 1983) menunjukkan bahwa pola asuh otoriter memiliki hubungan yang positif dengan ketergantungan anak. Hurlock (1978) berpendapat bahwa remaja dengan pola asuh otoriter cenderung agresif pada yang lemah, menyangkal pendapat orang lain dan memiliki fantasi yang negatif terhadap orang lain. Smith (dalam Tilker, 1975) mengungkapkan bahwa adanya sikap dari orang tua yang menolak dan memusuhi remaja akan meningkatkan sikap tergantung pada laki-laki. Asertivitas remaja sebagai kemampuan remaja untuk mengekpresikan perasaan, memilih cara untuk bertindak, mengungkapkan hak-haknya pada saat

More Related