Intoksikasi pestisida
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 28

INTOKSIKASI PESTISIDA PowerPoint PPT Presentation


  • 242 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

ORGANOPHOSPHAT. ORGANOCHLORIN. CARBAMAT. PYRETHROID. DERRIS/ROTENON. DINITROCOMPOUND. BIPYRIDYL. INTOKSIKASI PESTISIDA. Released by : IWAN SAHRIAL HAMID, MSi ., Drh . DDT, BHC, DICOPHANE, TOXAPHENE Penggunaan : bidang pertanian & peternakan Sebagai senyawa organik  membunuh insek.

Download Presentation

INTOKSIKASI PESTISIDA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Intoksikasi pestisida

ORGANOPHOSPHAT

ORGANOCHLORIN

CARBAMAT

PYRETHROID

DERRIS/ROTENON

DINITROCOMPOUND

BIPYRIDYL

INTOKSIKASIPESTISIDA

Released by : IWAN SAHRIAL HAMID, MSi., Drh.


Organocholorine

DDT, BHC, DICOPHANE, TOXAPHENE

Penggunaan : bidang pertanian & peternakan

Sebagai senyawa organik  membunuh insek

ORGANOCHOLORINE


Intoksikasi pestisida

  • DICHLORODIETHILTRICHLORETANE

  • Mekanismetoxisitas :

    - Hambat transport K+melaluimembransel

    - Hambat transport aktif Na+keluar (hambat Na+, K+ ATPase)

    - Hambat Ca2+ ATPase

    - Hambatkemampuan CALMODULIN

    PERPANJANGAN FASE DEPOLARISASI  REPOLARISASI

    LARUT LEMAK  BIOMAGNIFICATION

    KLORDEKON

DDT

Kontakjaringan


Intoksikasi pestisida

Toksisitas :

  • Hewan Lab : 200 mg/kg  letal

  • KB & DB : 500 mg/kg 4x/saraf  konvulsi

  • ANJ & KCNG : 20 – 50 mg/kg/hari  1minggu letal

  • Sapi : 250 mg/kg/hari  1 – 2 minggu  4x/toxic

  • Ayam : 0,1 - 0,3 % dlmpakan  gangguanreproduksi


Intoksikasi pestisida

PATOLOGI ANATOMI :

Organ reproduksi : atropitestikular, edema & haemorhagic uteri

Liver :hipertropi hepatosit, nekrosis sentrolobular

PERIODE KRITIS  10 – 18 jam post

Gx/ pertama

ACUT : 6 – 24 jam post kontak  Gx/ kematian

KRONIS : 2 – 5 hari Gx/ awal  tremor  depresi  respirasi kematian


Intoksikasi pestisida

  • BENZILHEXACHLORIDE

    MEKANISME TOKSISITAS :

    - Antagonis GABA  Cl- channel

    - HambatNa+,K+  ATPase

    - Hambat Ca2+,Mg2+  ATPase

    Gx/ tremor, ataksia, konvulsi (tonik/klonik)

BHC


Intoksikasi pestisida

TOKSISITAS :

Sering bersifat kronis

Relatif cepat diekskresi

LD50 pd unggas : 250 – 500 mg/kg

haemoragis mucosa intestinal

Dosis toxic minimum :

25 mg/kg  sapi & kambing ,

10 mg/kg  anjing


Toxaphene camphechlor

Penggunaan :spraying & dipping pd sapi  kontrol kutu & caplak

0,25 - 0,55 %  8x / interval 4 hari

Mekanisme toxisitas :

= BHC  antagonis GABA

= Efek pikrotoksin

TOXAPHENE (CAMPHECHLOR)

Repolarisasi sebagian

Hambat uptake Cl- membran sel neuron


Intoksikasi pestisida

TOKSISITAS :

  • Acut : terjadi pd 4x dosis DDT

  • Kronis : jarang

  • DB & KB :25 - 50mg/kg  Gx/ toxic

    dispneu, cyanosis, tremor, konvulsiotot

  • Unggaslebihresisten : > 250 mg/kg kematian

  • Anjing : 4 mg/kg slm 3 bln kronis  MATI  PA : liver (deg. Lemak)


Terapi pd organochlorine

Pet Animal :

- artificial respirasi : O2

- short acting barbiturat :

pentobarbital sodium 22 mg/kg

Hewanbesar :

- chloralhydrat30gr IV

  • Ca burogluconas25%

    Glucosa-salin

    Eliminasitoksik :

    -Cholestyramin2 gr / 20ml / 3,5kg rabbit

TERAPI PD ORGANOCHLORINE

IV / IP 250-500 ml

+


Organofosfor

Diazinon, malathion, coumaphos

Mekanisme toksisitas :

Hambat asetilkolinesterase  eritrosit, otot, sistem saraf

Hambat pseudocolinesterase  plasma dan sistem saraf (sel glia)

ORGANOFOSFOR

Organofosfor ester + kolinester

(komplek stabil)

Kolinesterase

Tidak reaktif

Mengalami fosforilasi


Intoksikasi pestisida

  • Gejalaintoksikasiberjalanagak lama

  • Aktifitaskolinesterase 20 – 30 hari post treatment  kolinesterasebaru

    Akibatygterjadi :

  • Aktivitaspotensialdari post ganglionikparasimpatik

  • Depolarisasipd ototskelet neuromuskularblok  paralisis

  • Depresi CNS  hambatanpusatnapas


Intoksikasi pestisida

Gejalaumum :

  • Efekmuskarinik :hipersalivasi, lakrimasimiosis, dispnu, diare, discharge nasal

  • Efeknikotinik : fasikulasi, kelemahanototskelet paralisis

  • Efek CNS : ataksia, konvulsi, koma, depresinafas  kematian

    Penggunaanorganofosfordi bid. Veteriner

  • Eksternal: dipping & spraying  kontrolSarcoptes & Boophilus

    contoh : diazinon, coumaphos, flumethrin

  • Sistemik :

    - Suspensi kulit  kontrolmiasis (sapi)

    - Feed aditif kontrolgastrophilus (kuda)

    contoh : ivermektin, fenthion, dimethoate


Diazinon

Toksisitas bervariasi, larut air  hidrolisa  Tetraethyl monothyophirophosphat (TMPP)  racun keras

Domba : peka  faktor genetik, turunannya lebih peka

Hewan coba LD50 : 150 – 600 mg/kg

Unggas : 10 mg/kg  gejala muncul

50 mg/kg  kematian

Babi: 300 mg/kg  Gx/ konvulsi  kematian

DIAZINON


Malathion

Relatifkurangtoksik, seringdigunakandi bid. Pertanian

  • Rat : LD50 2800 mg/kg

  • Sapi & domba : 100 – 150 mg/kg  Gx/ awalkeracunan

  • Ayam : dosistunggal 100 mg/kg  kelemahanotot

    LD50  200 - 400 mg/kg

MALATHION


Coumaphous asuntol

Penggunaansering pd anjing bentuk powder  kontroldemodec, riphicephalus

  • LD50 pd rat  15 mg/kg

  • Anjing & domba  25 mg/kg  kematian

  • Sapi : dipping & spraying 200 - 400 ppm /mggslm 2 thn  aman pd kesehatan

COUMAPHOUS (ASUNTOL)


Perlakuan pd toksik organofosfor

Atropin : 0,15 - 0,5 mg/kgBB IV  sapi

2 mg IV  anjing

Sulfat dlm grm fisiologis0,15 % IV (infus)

Pralidoxime10 – 40 mg/kgBB  sapi IV

sbg. Reaktivator kolinesterase

Perlakuan pd toksikorganofosfor


Karbamat carbaryl

  • Penggunaan : kontrolektoparasit pd hwn

    kecildanbesar

  • Bentuk : powder & dipping

  • Mekanisme :

    inhibitor kolinesterase reversibel

    as. Karbamat ester + kolin ester

KARBAMAT (CARBARYL)

Inaktif kolin

Mengalami karboksilasi


Intoksikasi pestisida

  • Cepat dimetabolisme : 80 % eliminasi urine

     sulfat & glucoronide conjugate

  • < 24 jam : 0,5 – 1,5 % ekskresi

    Feses & 0,1 – 1 % dlm susu

  • Toksisitas :

  • Rat  LD50 850 mg/kg

  • Unggas LD50 500 mg/kg

  • toleransidosis 400 ppmslm 1 thn

  • toleransidosis 200 ppmslm 2 thn

  • Babi 1,5 g/kg  salivasi, tremor, vomit,

  • dispnu, sianosis

  • - Dosisrendah150 – 300 mg/kg  kronis 

  • neuromuskulartipe : inkoordinasi  ataksia


Pyrethrum pyrethroids

Diekstrasi dari bunga pyrethrum atau chrysanthemum

Ektoparasit pd sapi & domba (spraying & dipping)

MEKANISME TOKSISITAS

Pyrethroid tipe 1 (chrysantemic acid)

Perpanjangan Na+ influx  melalui penundaan penutupan channel Na+  depolarisasi  pengeluaran neurotransmiter berulang-ulang

PYRETHRUM (PYRETHROIDS)


Intoksikasi pestisida

  • Pyrethroidtipe 2 (pyrethric acid)

    Samadengantipe 1 tetapipenundaanpenutupan channel Na+lebih lama  peningkatanpengeluaranneurotransmiter  dipertahankan

    UMUM :

  • HambatCa2+, Mg2+ - ATPase

  • Hambatreseptorcalmodulin

  • IkatandenganGABAreseptorCl- Channel


Derris rotenon

Diisolasi :Derris eliptica  rotenoid ester

Penggunaan :sering pd Demodec & Sarcoptes anjing  1 % dipping + detergen 5 – 20 % setiap 7 – 10 hari / x

Mekanisme keracunan

Hambatan oksidasi dengan NADH2 blokade transport elektron pd mitokondria  blokade konduksi saraf

DERRIS (ROTENON)

Depresirespirasi, ataksia, konvulsi


Intoksikasi pestisida

Toksisitas

Rat :LD50 130 mg/kg  acut

Ayam :LD50 minimum 3,1 g/kg slm 4 mgg

Babi :100 g / 250 ml air (5 % per liter)  kematian

Anjing :50 – 200 mg/kg

Gx/ umum : konjungtivitis, dermatitis, rinitis, faringitis


Herbisida

  • Dinitrocompound

    DNP: dinitrophenol

    DNOC: dinitroortocresol

    Mekanismetoksisitas :

  • Hambatanfosfolirasioksidatifdimitokondria stimulasirespirasi  menurunkansintesa ATP

  • Hambatanpemindahanelektrondari NADH atauhambatpenggabunganelektronpada ATP  ADP

HERBISIDA


Intoksikasi pestisida

TOKSISITAS

DNOC domba : 12,4 mg/kg Gx/ toksik post 7 hr

18,6 mg/kg post 6 hr

24,8 mg/kg post 5 hr

hewan besar : LD50 25 – 50 mg/kg

DNP toksisitas < 1/3 – ¼ x DNOC

Gx/ : pernapasan cepat, kelemahan otot, cepat haus, hipersalivasi, dispnu, kematian

Perlakuan

Sbg. Sedative : chlorpromazine (IV : 0,2 – 0,5 mg/kg

IM : 1 – 2 mg/kg)

metabolisme basal : methyl thiouracil


Bipyridyl

Diquat  garam dibromide

Paraquat  garam dichloride

MEKANISME TOKSISITAS

Jalan napas  kontak sel alveolar  kegagalan transport oksigen intra alveolar  dispnu

BIPYRIDYL


Intoksikasi pestisida

TOKSISITAS

LD50 pd. anjing 100 - 200 mg/kg

ayam 200 - 400 mg/kg

domba 100 mg/kg

babi 75 mg/kg

ayam 200 mg/kg

Gx/ : ataksia, recumbency & coma,

abomasitis, hipoksia

PA : perikardialhaemoraghi & kongestiparu

Diquat

Paraquat


  • Login