Pertemuan 8 marketing public relations power branding
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 11

PERTEMUAN 8 MARKETING PUBLIC RELATIONS POWER BRANDING PowerPoint PPT Presentation


  • 84 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

PERTEMUAN 8 MARKETING PUBLIC RELATIONS POWER BRANDING. Globalisasi telah meruntuhkan dinding pembatas antar negara dan menggantinya dengan perdagangan bebas lintas batas. Akibatnya, persaingan semakin ketat. Ratusan produk dalam satu kategori saling bersaing untuk

Download Presentation

PERTEMUAN 8 MARKETING PUBLIC RELATIONS POWER BRANDING

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Pertemuan 8 marketing public relations power branding

PERTEMUAN 8 MARKETING PUBLIC RELATIONSPOWER BRANDING

Globalisasi telah meruntuhkan dinding pembatas antar negara dan

menggantinya dengan perdagangan bebas lintas batas. Akibatnya, persaingan

semakin ketat. Ratusan produk dalam satu kategori saling bersaing untuk

memuaskan kebutuhan konsumen. Dalam kondisi seperti ini, konsumen

berada dalam posisi yang sangat akut. Ada banyak alternatif atau pilihan untuk

suatu kebutuhan, sehingga dapat membingungkan konsumen. Melalui iklan

dan saluran komunikasi pemasaran lainnya setiap produk menawarkan klaim

dan janji. Disinilah pentingnya sebuah merek.

Pada mulanya merek hanyalah sebuah tanda agar konsumen dapat

membedakan satu produk dengan produk lainnya. Merek juga membantu agar

konsumen lebih mudah mengingatnya sehingga mempermudah pengambilan

keputusan ketika melakukan pembelian.

Merek yang kuat merupakan aset tak berwujud yang sangat berharga bagi

perusahaan dan merupakan alat pemasaran strategis utama. Beberapa

manfaat memiliki merek yang kuat :

  • Merek yang kuat akan membangun loyalitas dan loyalitas akan mendorong bisnis berulang kembali.


Pertemuan 8 marketing public relations power branding

  • Merek yang kuat memungkinkan tercapainya harga premium, dan akhirnya memberikan laba yang lebih tinggi. Dengan demikian, merek yang kuat dalam jangka panjang dapat memberikan hasil yang lebih besar bagi pemegang saham dan stake holders.

    Sebuah merek yang sangat mapan dapat memberikan kredibilitas untuk

    sebuah produk baru, sehingga akan mempermudah perusahaan dalam

    melakukan perluasan lini produk. Merek yang kuat akan membantu

    perusahaan dalam melakukan perluasan pasar.

    Dalam menghadapi persaingan yang ketat merek yang kuat merupakan suatu

    pembeda yang jelas, bernilai dan berkesinambungan, menjadi ujung tombak

    bagi daya saing perusahaan dan sangat membantu dalam strategi pemasaran.

    Dengan basis merek yang kuat, pelanggan yang loyal mungkin akan

    mengabaikan jika suatu saat perusahaan membuat kesalahan, misalnya, kasus

    es cream Walls Magnum yang menghadapi kasus lemak di Eropa, ternyata

    tidak mempengaruhi kinerja mereknya di Indonesia. Dan yang terpenting

    sekitar 70% pelanggan menggunakan merek sebagai petunjuk dalam membuat

    keputusan pembelian. Berbagai pilihan yang ada menyebabkan pelanggan

    harus berpikir dan tidak yakin terhadap proses pembelian merek baru. Merek

    merupakan jalan pintas untuk membimbing pelanggan mengambil keputusan

    pembelian penting.


Pertemuan 8 marketing public relations power branding

Tidaklah berlebihan jika merek dianggap sebagai aset tak berwujud yang

sangat penting bagi perusahaan, sebagai gambaran ketika Rolls Royce dijual

pada tahun 1998, Voeks Wagen (I/W) membeli seluruh aset kasat mata berupa

pabrik dan mesin sekitar 1 milyar dolar dan BMW membeli hak mereknya

sebesar 66 juta dolar.

Dalam perkembangannya, peran merek telah meluas dan mengalami

perubahan. Merek bukan sekedar tanda melainkan sudah mencerminkan gaya

hidup atau serangkaian gagasan sehingga untuk suatu merek pelanggan

bersedia mengeluarkan uang lebih banyak. Misalnya air minum kemasan

harganya berkisar antara Rp.600,- sampai Rp.25.000,- perusahaan

mengeksploitasi kebutuhan emosional untuk mendorong orang mengonsumsi.


Pertemuan 8 marketing public relations power branding

Pelanggan

Merek

PERUBAHAN PERAN MEREK

Kesediaan Membayar Lebih

Mencerminkan Gaya Hidup/Serangkaian Gagasan

Dalam ekonomi global, berbagai perubahan yang terjadi menuntut pendekatan

baru dalam pemasaran. Selain pengembangan produk, dibutuhkan pula

pengembangan merek.

Tujuannya tidak hanya menjual produk secara fungsional tetapi juga menjual

gaya hidup atau kepribadian untuk menciptakan kedekatan emosi oleh karena

itu, dibutuhkan pemahaman mengenai manusia.

Knapp (2000) membahas psikologi merek dalam memahami keterkaitan antara

merek dan psikologi manusia. Teori Gestalt juga menjelaskan fenomena

tentang merek.

Perubahan Mengeksploitasi Kebutuhan Emosional

Untuk Mendorong Konsumen


Pertemuan 8 marketing public relations power branding

Teori Gestalt menyatakan bahwa keseluruhan merek tidak hanya sekedar

penjumlahan dari bagian-bagiannya karena adanya sifat-sifat unik. Para

psikolog menggunakan konsep Gestalt untuk menggambarkan proses

persepsi, yaitu tafsiran dari hasil penginderaan. Mereka mengatakan bahwa

manusia menginterpretasikan pengalaman-pengalamannya secara holistik

sehingga sebuah gambar memiliki arti. Suatu produk bermerek bukan hanya

sekumpulan karakteristik dan atribut obyektif. Konsumen juga dipengaruhi oleh

Gestalt merek berupa aset berwujud dan aset tidak berwujud yang

diintegrasikan kedalam kesadaran konsumen.

Merek-merek yang kuat mendapatkan posisi khusus dalam benak konsumen,

karena menawarkan pesan-pesan yang dapat dipercaya, rasional atraktif dan

konsisten sepanjang waktu.

Merek Dalam Ekonomi Global

Perubahan

Menuntut

Pendekatan Baru Dalam Pemasaran


Pertemuan 8 marketing public relations power branding

Merek Dalam Ekonomi Global

Perubahan

Menuntut

Pendekatan Baru Dalam Pemasaran

Mengembangkan merek, bukan produk, untuk menjual gaya hidup

atau kepribadian, ditujukan kepada sisi emosional

Menuntut

Pemahaman psikologi Manusia


Pertemuan 8 marketing public relations power branding

Dalam ekonomi global, merek memiliki kontribusi besar bagi nilai sebuah

perusahaan. Peran merek sebagai sumber keuntungan semakin meningkat.

Saat ini perusahaan tidak lagi sekedar memproduksi barang tetapi juga

berupaya memasarkan aspirasi, citra dan gaya hidup.

A.Definisi Merek

Merek adalah nama atau simbol yang diasosiasikan dengan produk atau jasa dan menimbulkan arti psikologis atau asosiasi produk adalah sesuatu yang dibuat dipabrik. Namun yang sesungguhnya dibeli oleh pelanggan adalah merek. Merek bukan hanya apa yang tercetak di dalam produk atau kemasannya, tetapi termasuk apa yang ada di benak konsumen dan bagaimana konsumen mengasosiasikannya.

Merek merupakan sarana bagi perusahaan untuk mengembangkan dan memelihara loyalitas pelanggan. Merek yang kuat akan menghasilkan harga yang menarik dan menjadi penghalang bagi masuknya pesang.

Menurut penuturan Aaker (1991) Merek adalah nama dan atau simbol yang bersifat membedakan (seperti sebuah logo, cap atau kemasan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari seorang penjual atau kelompok penjual tertentu, serta membedakannya dari barang atau jasa yang dihasilkan para pesaing.


Pertemuan 8 marketing public relations power branding

Nilai suatu merek yang mapan sebanding dengan kenyataan bahwa saat ini lebih sulit menciptakan merek dibandingkan beberapa dasa warsa lalu.

  • Pertama, biaya iklan dan distribusi semakin tinggi. Spot iklan selama satu menit, setengah menit, sekarang dinilai terlalu mahal.

  • Kedua, jumlah merek sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa cepat. Tidak kurang dari 3000 merek diperkenalkan setiap tahun di toko-toko swalayan. Saat ini terdapat 750 merek mobil, lebih dari 150 merek lipstik dan 93 merek makanan kucing.

    Semua ini berarti meningkatnya persaingan untuk mempengaruhi pertimbangan konsumen serta akses ke saluran distribusi.

    B.Tipologi Merek

    Secara garis besar merek dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu :

  • Merek fungsional (functional brands)

    Sangat terkait dengan penafsiran atribut-atribut fungsional. Contohnya adalah Rinso dan Pepsodent. Merek fungsional sangat mengutamakan kinerja produk dan nilai ekonomisnya. Faktor yang menentukan adalah 3P yaitu : product, price dan place, kualitas produk, harga yang kompetitif, dan ketersediaannya pada saluran distribusi sangat menentukan.


Pertemuan 8 marketing public relations power branding

2.Merek citra (Image brands)

Untuk memberikan manfaat ekspresi diri (self expession benefit). Contohnya adalah Mountblanc dan Mercedes Benz, sebagai merek yang bertujuan untuk meningkatkan citra pemakaianya. Merek ini haruslah mempunyai kekuatan untuk membangkitkan keinginan. Faktor komunikasi memegang peranan penting dalam mengelola merek jenis ini. Sebagai merek yang memberi manfaat ekspresi diri, dalam proses pengambilan keputusan konsumen memiliki keterlibatan yang tinggi, kemewahan, kemegahan dan keagungan merupakan ciri khas yang ditampilkan.

3.Merek eksperiensial (experiential brands)

Untuk memberikan manfaat emosional. Contoh Disney dan Singapore Airlines. Merek eksperiensial sangat mengutamakan kemampuannya dalam memberikan pengalaman yang unik kepada pelanggan, sehingga pelanggan merasa terkesan dan merasakan bedanya denan psaing. Faktor yang menentukan adalah 2P yaitu place dan people. Place adalah tempat atau sarana untuk memberikan pengalaman yang dirasakan oleh pelanggan. People adalah cara para karyawan memberikan layanan (service delivery) kepada pelanggan. Kunci untk mengelola merek ini adalah konsistensi dan kepuasan.


Pertemuan 8 marketing public relations power branding

  • Manajemen Merek

    Dalam dinamika persaingan saat ini, ujung tombak perusahaan dalam membina relasi dengan pelanggan melalui merek tertuang dalam brand customer relationship. Hubungan dengan pelanggan sangat dipengaruhi oleh persepsi mereka terhadap merek. Maka manajemen merek merupakan langkah penting untuk menaklukkan lingkungan pemasaran. Manajemen merek pada intinya adalah mengusahakan kesembangan. Keseimbangan antara pasar eksternal dan kemampuan internal perusahaan, antara input perusahaan terhadap produk dengan pengaruh dari persepsi konsumen. Antara kebutuhan jangka pendek untuk memaksimalkan keuntungan. Kebutuhan jangka panjang untuk investasi dan pengembangan.

    Manajemen merek merupakan proses yang terus berkembang dan tidak boleh dibatasi setiap keputusan yang diambil pada saat yang tepat merupakan proses belajar yang akan memberikan kontribusi dalam pembuatan keputusan dimasa mendatang dalam kaitannya dengan pengelolaan merek. Misalnya, keputusan mengenai anggaran dalam periklanan. Harus diketahui latar belakang mengapa jumlah anggaran periklanan tersebut yang disetujui. Untuk itu diperlukan pemahaman yang jelas mengenai siapa khalayak sasaran, apa yang sudah diketahui oleh khalayak sasaran, seberapa jauh pemahaman mereka tentang nilai merek.


Daftar pustaka

DAFTAR PUSTAKA

Aaker, David A., Managing Brand Equity Capitalizing on the Value of Brand Name, New York: The Free Press, 1996.

Arnold, David, The Handbook of Brand Management, Reading: Addison-Wesley Publishing Company, 1992.

Kotler, Philip dan AB Susanto, Manajemen Pemasaran di Indonesia (Buku Satu), Jakarta, Salemba Empat, 1999.

Stobart, Daul, Brand Power, London, Macmill an Press Ltd., 1994.

Susanto AB dan Himawan Wijanarko, Power Branding, Quantum Bisnis, Jakarta, 2004.


  • Login