1 / 27

KONSEP DAN PRINSIP ANALISIS

KONSEP DAN PRINSIP ANALISIS. 1. Analisis Persyaratan.

knut
Download Presentation

KONSEP DAN PRINSIP ANALISIS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KONSEP DAN PRINSIP ANALISIS

  2. 1. Analisis Persyaratan Merupakan sebuah tugas sebuah rekayasa perangkat lunak (RPL) yang menjembatani antara alokasi perangkat lunak dan perancangan perangkat lunak. Analisis persyaratan memungkinkan perekayasa sistem menentukan fungsi dan kinerja perangkat lunak, menunjukkan interface dan elemen-elemen di dalamnya, dan membangun batasan yang harus dipenuhi oleh perangkat lunak. Analisis persyaratan memberikan model-model yang akan diterjemahkan ke dalam data, arsitektur, interface, dan desain prosedural kepada perancang perangkat lunak.

  3. Akhirnya, spesifikasi persyaratan memberikan cara kepada pengembang dan pelanggan untuk menilai kualitas perangkat lunak yang telah dibangun. Pada awalnya, analis mempelajari spesifikasi sistem (bila ada) dan rencana proyek perangkat lunak. Penting untuk memahami perangkat lunak dalam suatu konteks sistem dan mengkaji ruang lingkup perangkat lunak yang telah digunakan untuk memunculkan estimasi perencanaan. Selanjutnya adalah membangun komunikasi untuk analisis untuk menjamin pengenalan masalah. Tujuannya adalah mengenali elemen masalah dasar seperti dirasakan oleh pelanggan.

  4. 2. Teknik Komunikasi Mengawali Proses Menurut Gause dan Weinberg [GAU89] menyarankan agar analis memulainya dengan mengajukan pertanyaan bebas konteks, dimana pertanyaan tersebut berfokus pada pelanggan, tujuan keseluruhan, dan keuntungan. Contoh: • Siapa di balik permintaan untuk pekerjaan ini? • Apa keuntungan ekonomi dari pemecahan yang berhasil?

  5. Rangkaian pertanyaan berikutnya memungkinkan analis mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai masalah dan pelanggan, untuk menyatakan persepsinya terhadap suatu pemecahan. • Masalahapakah yang akandiselesaikanolehpemecahanini? • Dapatkahandamemperlihatkankepadasayaataumenjelaskanlingkungandimanapemecahantersebutakandigunakan?

  6. Rangkaian pertanyaan berikutnya berfokus pada efektifitas pertemuan. [GAU89] memberikan contohnya sebagai berikut: • Apakahadaorang lain yang dapatmemberikaninformasitambahan? • Apakahadahal lain yang harussayatanyakankepadaanda? Pertanayan-pertanyaantersebutakanmembantuandamengawalikomunikasi yang perluuntukberhasilnyaanalisis.

  7. Padadasarnyasesitanyajawabseharusnyadigunakanpadapertemuanpertamadankemudiandigantidengan format yang mengkombinasikanlemen-elemenpemecahanmasalah, negosiasi, danspesifikasi.

  8. TeknikSpesifikasiAplikasi yang Terfasilitasi Adanyateknikpendekatanspesifikasiaplikasi yang teratasi / facilitated aplicationspesification techniques (FAST) dapatmendorongmunculnyatimgabunganantarapengembangdanpelanggan yang bekerjasamauntukmengidentifikasimasalah, mengusulkanelemenpemecahan, menegosiasipendekatan yang berbeda, danmengkhususkanrangkaianpemecahanawal [ZAH90].

  9. Banyakpendekatan yang berbedaterhadap FAST telahdiusulkan. Masing-masingpendekatanmenggunakanskenario yang sangatberbeda, tetapisemuanyamenerapkanbeberapavariasituntutandasarseperti: Pertemuandilakukandisisinetraldandihadiribaikolehpengembangmaupunpelanggan.

  10. Penyebaran Fungsi Kualitas • Disebut juga Quality function deployment (QFD) adalah teknik manajemen kualitas yang menerjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam persyaratan teknis bagi perangkat lunak. • QFD mengidentifikasi 3 persyaratan [ZUL92] yaitu: • Persyaratan normal: • Sasaran dan • tujuan dinyatakan bagi sebuah produk atau sistem selama pertemuan dengan pelanggan. • Bila persyaratan ini ada, maka pelanggan akan menjadi puas.

  11. PRINSIP-PRINSIP ANALISIS • Masing-masing metode analisis memiliki titik pandang yang unik. Tetapi semua metode analisis dihubungkan oleh serangkaian prinsip operasional: • Domain informasi dari suatu masalah harus direpresentasikan dan dipahami. • Fungsi-fungsi yang akan dilakukan oleh perangkat lunak harus didefinisikan. • Tingkah laku perangkat lunak (sebagai suatu urutan kejadian eksternal) harus diwakilkan. • Model-model yang menggambarkan informasi, fungsi, dan tingkah laku harus dipecah-pecah dalam suatu cara yang membongkar suatu detail dalam bentuk lapisan. • Proses analisis harus bergerak dari informasi dasar ke detail implementasi.

  12. Prinsipanalisisoperasionalmengharuskankitamembangun model fungsidantingkahlaku, yaitu: Model Fungsional: Perangkatlunakmentransformasiinformasi, danuntukmelakukannya, perangkatlunakharusmelakukan paling tidaktigafungsigenetik: input, pemrosesan, dan output.

  13. Model TingkahLaku Sebagianbesarperangkatlunakmeresponkejadian - kejadiandari dunia luar. Karakteristik stimulus-respon ini membentukdasar dari model tingkah laku. Model tingkahlakumenciptakanrepresentasipernyataan-pernyataanperangkatlunakdan event-event yangmenyebabkan perangkat lunak mengubah pernyataan.

  14. Peran Penting Model Tingkah Laku Model membantu analis dalam memahami informasi, fungsi, dan tingkahlaku suatu sistem, sehingga membuat tugas analisis persyaratan menjadilebih mudah dan lebih sistematis. Model menjadi titik fokus bagi kajian sehingga merupakan kunci bagipenentuan kelengkapan, konsistensi, dan akurasi dari spesifikasi. Model menjadi dasar bagi pengerjaan desain, memberi perancang suaturepresentasi esensial dari perangkat lunak yang dapat diterjemahkan kedalam suatu konteks implementasi.

  15. Pembagian Secara mendasar pembagian mendekomposisi suatu masalah ke dalam bagiankonstituennya. Secara konseptual, kita membangun sebuah representasi hirarkidari informasi atau fungsi dan kemudian membagi elemen bagian paling atasdengan (1)mengekspos detail pertambahan dengan bergerak secara vertikal dalamhirarki, (2)mendekomposisi masalah dengan bergerak secara horisontal dalamhirarki.

  16. Pandangan Esensial dan Implementasi Pandangan esensial persyaratan perangkat lunak menyajikan fungsi yang akandikerjakan dan dan di informasikan yg akan diproses tanpa melihat detailimplementasinya.

  17. 4. PROTOTYPING Prototyping Perangkat Analisisharusdilakukantanpamengabaikanparadigmarekayasa PL ygdiaplikasikan ; tetapibentukygdiambilolehanalisisakanbermacam- macam.Dalam banyak kasus sangat mungkin untuk mengaplikasikan prinsip operasionaldan menarik sebuah model PL yang melaluinya sebuah desain dapatdikembangkan,pengaplikasian prinsip analisis dan penyusunan model perangkatlunakygakndibangun yang disebut prototype untukpenilaianpelanggandanpengembang.

  18. Pemilihan prototyping Paradigma prototyping terbatasdantidakterbatas. Pendekatanterbatasseringdisebut: throw away prototyping. Dengan menggunakn pendekatantersebut, prototyping sebagai sebuah demonstrasi kasar dari sebuahpersyaratan.Kemudian prototype dikesampingkan dan perangkat lunakdirekayasa dgn menggunakan suatu paradigma yang berbeda.Pendekatantidakterabatasseringdisebutevolusionaryprototyping,menggunakanprototyping sebagai bagian utama dari aktivitas analisis yang akanditeruskan ke dalam desain dan konstruksi.

  19. Metode dan Peranti Prototyping Agar prototyping perangkat lunak efektif,maka harus dikembangkan suatu prototype dengan cepat sehingga pelanggan dengan dapat menilaihasil dan perubahan yang di rekomendasikan. Untuk melakukanprototyping dengan tepat ad tiga kelas metode dan peranti generik missal:(AND 92,TAN 92): teknik generasi keempat komponen perangkat lunakreusable,spesifikasi normal,dan lingkungan prototyping.

  20. PRINSIP SPESIFIKASI Spesifikasi Metode spesifikasi sama dengan pemecahan masalah. Pereka PL yang dipaksabekerja dengan spesifikasiyang tidak lengkap,tidak konsisten,atau salah akanmengalami frustasi atau keraguan.akibatnya, kualitas ,ketepatan waktu dankelengkapan perangkat lunak menjadi korban.

  21. Prinsip Spesifikasi Spesifikasi, tanpa mempedulikan mode dimana kita melakukannya, dapatdilihat sebagai sebuah proses representasi. Persyaratan diwakilkan dengan suatucara yang membawa ke arah implementasi yang berhasil. Berikut ini sejumlahprinsip spesifikasi yang diadaptasi dari kerja Blazer dan Goldman[BLA 86].

  22. Representasi Kita mengetahui bahwa persyaratan PL dapat ditentukan dalam berbagai cara.Akan tetapi, bila persyaratan itu dimasukan pada kertas atau media presentasielectronic, maka diperoleh panduan sederhana: -Format dan muatan representasi harus relevan dengan masalah. -Informasi yang di isikan kedalm spesifikasi harus disarangkan.

  23. Spesifikasi persyaratan PL Spesifikasi persyaratan PL dibuat pada puncak tugas analisis. Fungsi dan kinerjayang dialokasikan pada PL sebagai bagian dari rekayasa system, diperhalusdengan membangun sebuah diskripsi informasi lengkap,diskripsi tingkah laku danfungsional lengkap,indikasi persyaaratan kinerja dan batasan desain, criteriavalidasi yang sesuai, dan data lain yang berkenaan dengan persyaratan. TheNation Bureau of Standards, IEE( standard no. 830- 1984) danDepartementPertahanan AS mengusulkan format calonuntukspesifikasipersyaratanperangkatan perangkat lunak. Berikut merupakan kerangka kerj untuk spesifikasi.

  24. Terima Kasih

More Related