1 / 44

TIPS DAN TRIK DALAM PENULISAN ARTIKEL ILMIAH DARI PERSPEKTIF REVIEWER (BIDANG EKSAKTA)

TIPS DAN TRIK DALAM PENULISAN ARTIKEL ILMIAH DARI PERSPEKTIF REVIEWER (BIDANG EKSAKTA). BUDI NURANI RUCHJANA bnurani@ gmail .com BANDUNG, 9 AGUSTUS 2012. Latar Belakang.

kizzy
Download Presentation

TIPS DAN TRIK DALAM PENULISAN ARTIKEL ILMIAH DARI PERSPEKTIF REVIEWER (BIDANG EKSAKTA)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TIPS DAN TRIK DALAM PENULISAN ARTIKEL ILMIAH DARI PERSPEKTIF REVIEWER (BIDANG EKSAKTA) BUDI NURANI RUCHJANAbnurani@gmail.comBANDUNG, 9 AGUSTUS 2012

  2. Latar Belakang • Penulisan artikel pada jurnal ilmiah sangat penting dalam rangka pengembangan karier akademik dosen. Penulisan artikel juga dibutuhkan dalam mengkomunikasikan hasil penelitian/pemikiran kepada masyarakat nasional dan internasional. • Para penulis artikel tidak mudah “menembus” jurnal nasional dan internasional karena ketatnya persyaratan tata tulis. Lebih-lebih pada saat ini Dikti telah merevisi rambu-rambu akreditasi jurnal yang mulai berlaku tahun 2006. • Perlu didiskusikan bagaimana tips dan trik penulisan artikel ilmiah secara nasional dan internasional (dalam bidang eksakta dan non- eksakta)

  3. Eksakta vs Non-Eksakta Secara garis besar ilmu pengetahuan dibedakan dalam ilmu pengetahuan eksakta dan non-eksakta. Jika A tidak sama dengan B, kalau A benar maka dalam ilmu eksakta B jelas salah, sedangkan dalam ilmu non-eksakta B belum tentu salah. Ilmu pengetahuan eksakta berkarakteristik eksperimental, sedangkan ilmu pengetahuan non-eksakta berkarakteristik spekulatif. Dikatakan spekulatif oleh karena teori-teori yang lahir dari penafsiran terhadap hasil observasi tidak dapat diuji-coba kebenarannya secara eksperimental. (http://waii-hmna.blogspot.com)

  4. Manfaat Publikasi Ilmiah pada Jurnal Nasional dan Internasional • Hasil penelitian yang unggul di Indonesia dapat dikenali oleh para peneliti di seluruh dunia, sehingga bisa mengangkat derajat Indonesia di kancah internasional di bidang penelitian, dan bisa meningkatkan peringkat universitas-universitas di Indonesia dalam World Ranking Universities.

  5. Pengembangan Pendidikan Tinggi (Ditbinlitabmas - Ditjen Dikti) Perlu reorientasi agar mampu menghadapi sejumlah tantangan besar yang bersumber dari tuntutan internal dan tuntutan eksternal Perubahan lingkungan global yang menghendaki pergeseran peran PT dari lembaga pembelajaran tradisional ke pencipta pengetahuan yg dikembangkan berdasarkan perencanaan strategis dg mengedepankan pendekatan kompetitif • Pemerataan dan kesamaan akses menikmati pendidikan tinggi • Otonomi dan akuntabilitas penyelenggaraan • Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan

  6. Kebijakan (Ditbinlitabmas - Ditjen Dikti) Menumbuh-kembangkan budaya pene-litian di perguruan tinggi dan mendorong pendayagunaan hasilnya guna mendukung misi pendidikan tinggi dan pembangunan nasional secara berkelanjutan

  7. SUMBER UNTUK MEMPEROLEH MASALAH PENELITIAN • a.     Pengamatan terhadap kegiatan manusia; • b.     Bacaan : Jurnal, majalah, buletin dsb; • c.     Analisis bidang pengetahuan; • d.     Ulangan serta perluasan penelitian; • e.     Cabang studi yang sedang dikembangkan; • f.      Pengalaman dan catatan pribadi; • g.     Praktik serta keinginan masyarakat; • h.     Bidang spesialisasi; • i.      Pelajaran dan mata ajaran yang sedang diikuti; • j.      Pengamatan terhadap alam skeliling; • k.     Diskusi-diskusi ilmiah.

  8. Kontribusi Penelitian Pengembangan Institusi Kontribusi Penelitian Pengembangan Ipteks Penanggulangan Masalah (Ditbinlitabmas - Ditjen Dikti)

  9. Sasaran Penelitian Excellence for Education • Academic excellence in four, interrelated, directions : • For education • For new knowledge • For empowerment • For industrial relevance • Implies that academic value, economic value, social value being stressed simultaneously Research Excellence for Empowerment Excellence for Industrial Relevance Excellence for New Knowledge

  10. Kendala penelitian secara internal • Peneliti hanya sibuk dengan dunianya • Laju Ipteks cepat, cepat usang dan tidak terkait dengan bisnis • Kompetisi memperoleh peluang kerja, dan meningkatnya syarat kualifikasi calon pekerja • Dituntut kinerja penelitian dan pengabdian yang tinggi untuk akses pada jaringan informasi international • Penelitian dan pengabdian dianggap sebagai kerja sosial dan bergantung pada pemerintah

  11. ? Mengatasinya Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus terintegrasi dengan lingkungan sekelilingnya Kerjasama

  12. Institution for Collaboration Government, Society Companies Kerjasama LPPM Litbang Departemen Pemerintah Daerah R&D Industri Masyarakat Financial Institution Research Community Sumber: Solvell, et al. 2003

  13. Temuan atau Pemecahan Masalah Susun Proposal Cari Metode Pencapaian Evaluasi Diri Bagaimana Menyusun Proposal penelitian ? Laksanakan Rencana Tentukan Bidang yang akan Diteliti Tentukan Indikator Keberhasilan Deskripsikan Penelitiannya Seminarkan di Laboratorium Langkah Penyusunan (Ditbinlitabmas - Ditjen Dikti)

  14. Temuan atau Pemecahan Masalah Susun Proposal Cari Metode Pencapaian Evaluasi Diri Bagaimana Menyusun Proposal penelitian ? Laksanakan Rencana Pengumpulan Data Analisis Data Penyusunan Potensi Pengolahan Data Langkah Penyusunan (Ditbinlitabmas - Ditjen Dikti)

  15. Kualitas Lulusan Temuan atau Pemecahan Masalah Susun Proposal Cari Metode Pencapaian Evaluasi Diri Bagaimana Menyusun proposal penelitian? Laksanakan Rencana Susun Alternatif Cara pencapaian Analisa Gap Sekarang - Tujuan Tetapkan Alternatif Pencapaian Langkah Penyusunan (Ditbinlitabmas - Ditjen Dikti)

  16. Kualitas Lulusan Temuan atau Pemecahan Masalah Susun Proposal Cari Metode Pencapaian Evaluasi Diri Bagaimana Menyusun Proposal penelitian ? Laksanakan Rencana Cari Dana Dengan proposal Jabarkan Alternatif Pencapaian, jelaskan yang dipilih Susun Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Langkah Penyusunan (Ditbinlitabmas - Ditjen Dikti)

  17. Kualitas Lulusan Temuan atau Pemecahan Masalah Susun Rencana Cari Strategi Evaluasi Diri Bagaimana Menyusun Proposal penelitian ? Laksanakan Rencana Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3, dst Analisa Pencapaian Perbaiki Rencana Evaluasi Diri & Profil Langkah Penyusunan (Ditbinlitabmas - Ditjen Dikti)

  18. Proposal penelitian • Penentu diterima/ditolaknya suatu usulan • Persiapan yang baik • Penampilan suatu usulan • Hal yang penting ditonjolkan dalam usulan • Penilaian usulan

  19. Hibah Penelitian DIkti RII/CAR 10 Hibah Pekerti 75 RAPID 350 Hibah Pasca 250 Penelitian Dasar 20 Studi Kajian Wanita 10 Pendanaan Hibah Bersaing 40 Pen. Dosen Muda/BBI 10 1988/89 1992/93 1995/96 1995/96 2003 2003 2003 2004 (Ditbinlitabmas - Ditjen Dikti)

  20. HASIL PENELITIAN • Dibuat laporan melalui log book secara berkala sesuai jadwal penelitian • Diinventarisasi dengan rapi • Dipublikasikan secara nasional mau-pun internasional melalui seminar atau jurnal ilmiah

  21. Metodologi Penelitian • Bagaimana secara berurut suatu penelitian dilakukan, yaitu dengan alat apa dan prosedur bagaimana suatu penelitian itu dilakukan • Metodologi penelitian berkaitan dengan penulisan artikel ilmiah. • Di bidang ilmu-ilmu alam (eksakta): Pendekatan Kuantitatif deskriptif-verifikatif, obyektif-positivistik, korelasional/kausalitas, generalitatif dan prediktif. • Di bidang ilmu-ilmu sosial dan humaniora (non-eksakta): Pendekatan Kualitatif deskriptif-naratif (thick description), subyektif-interpretatif, etnografik, hermeneutik (analisis tekstual), non-generalitatif dan non-prediktif.

  22. Kuantifikasi Ilmu Sosial • Dewasa ini matematika dan juga statistika sudah masuk menjadi bagian ilmu-ilmu sosial seperti Ekonomi, Psikologi, Sosiologi, ilmu politik, ilmu hukum dan bahkan juga linguistik (Nasution, 1970). • Ekonometrika adalah cabang ilmu ekonomi yang menggunakan matematika dan statistika sebagai alat bantu untuk keperluan menjelaskan dan atau memprediksi fenomena ekonomi. • Para psikolog juga sudah banyak menggunakan pendekatan kuantitatif (psikometri) dalam mengukur kemampuan belajar, intelegensi dan sifat-sifat pribadi, menciptakan skala psikologis, meneliti kelakuan normal dan abnormal dan sebagainya • sosiometri untuk menguji teori tentang sistem sosial, merancang dan melaksanakan survei sampel untuk meneliti sikap, menemukan perbedaan antara kebudayaan dan sebagainya (Sembiring, 1984).

  23. Kuantifikasi Ilmu Sosial • Suriasumantri (1984) menyatakan ditinjau dari perkembangannya, ilmu dapat dibagi dalam tiga tahap yakni tahap sistematika, komparatif, dan kuantitatif. • Sistematika, yaitu ilmu menggolong-golongkan obyek empiris ke dalam kategori-kategori tertentu. Penggolongan ini memungkinkan kita untuk menemukan ciri-ciri yang bersifat umum dari anggota-anggota yang menjadi kelompok tertentu. • Komparatif, yaitu melakukan perbandingan antara obyek yang satu dengan obyek yang lain, kategori yang satu dengan kategori yang lain, dan seterusnya. • Kuantitatif, yaitu mencari hubungan sebab akibat tidak lagi berdasarkan perbandingan melainkan berdasarkan pengukuran yang eksak dari obyek yang diselidiki. Bahasa verbal berfungsi dengan baik dalam kedua tahap yang pertama, namun dalam tahap yang ketiga pengetahuan membutuhkan bantuan matematika

  24. Kuantifikasi Ilmu Sosial • Nasoetion dan Barizi (1975) menyatakan adanya tiga hal yang merupakan masalah utama yang dihadapi para ahli ilmu-ilmu sosial dalam penelitiannya, yaitu: 1.     Penyusunan model 2.     Pengumpulan dan penyederhanaan data 3.     Pengujian terhadap model

  25. Reviewer Jurnal ? • Penyuntingan berkala ilmiah modern menuntut digunakannya sistem penelaahan dan penyaringan secara anonim oleh mitra bestari (review by peer group system) yang melibatkan ahli dan penilai dari lingkungan luas. Mereka ini bukan anggota sidang atau dewan penyunting yang dibuktikan keterlibatannya dalam penyuntingan dengan adanya korespondensi atau pencantuman nama di akhir tiap jilid. Keinternasionalan kepakaran seorang mitra bestari ditentukan oleh jumlah publikasi berbahasa asing, keseringan karya/pendapatnya diacu secara luas, keterlibatan kecendekiaan­nya dalam forum internasional, dan bentuk-bentuk pengakuan ilmiah berbobot lain. • Reviewer jurnal selama ini adalah sebagai penjaga gerbang (gatekeeper), yakni menjaga artikel-artikel yang bermasalah agar tidak diterbitkan di dalam jurnal dengan tujuan supayakualitas jurnal tetap terjaga. Hal ini menyebabkan tingkat penerimaan artikel masih sangat kecil, hanya sekitar 13% • Reviewer sebagai pemotong intan (diamond cutter) maksudnya adalah bahwa para reviewer bekerja sama dengan para pengarang untuk memoles artikel yang mereka buat alasan agar bisa "bersinar"

  26. Peranan Reviewer Jurnal • Reviewer/Referee dipilih oleh Editor jurnal berdasarkan atas expertise / keahlian sesuai bidang ilmu. Dalam hal ini Editor jurnal selalu menambah koleksi Referee dari waktu ke waktu berdasarkan track record Referee tersebut. Referee juga dapat diperoleh dari searching di jurnal yang dilakukan oleh Editor. • Jumlah Reviewer untuk satu artikel menjadi hak Editor untuk menentukannya. Biasanya 2-3 Reviewer diperlukan untuk mereview suatu paper. • Jika 1 Referee menyatakan Accepted (with major or minor revision) dan 1 Referee lagi juga Accepted (with major or minor revision), biasanya Editor akan memutuskan Accepted with Revision. • Jika 1 Referee menyatakan Accepted dan 1 Referee yang lain menyatakan Rejected, biasanya Editor akan memilih tambahan satu Reviewer lagi, jika Accepted, maka paper itu akan Accepted with major or minor revision. Namun jika kedua Referee menyatakan Rejected, maka otomatis paper itu akan Rejected.

  27. Proses Peer Review Jurnal Ilmiah • Proses Peer Review bertujuan untuk memastikan bahwa artikel yang dipublikasi di jurnal ilmiah tertentu mempunyai kualitas saintifik yang baik dan mempunyai peran penting dalam menjaga standar tinggi suatu jurnal ilmiah. • Evaluasi pertama (briefly) adalah mengenai skop artikel apakah masuk dalam skop jurnal atau tidak, selanjutnya English grammar. Jika skop jurnal tidak sesuai dan/atau English grammar terlalu jelek biasanya artikel tersebut langsung di-reject tanpa review lanjut.

  28. Aspek dalam Review Jurnal • Originality (asli karya sendiri atau tidaknya hasil paper riset). Biasanya Referee akan melakukan search dan membandingkan terhadap artikel-artikel terdahulu di jurnal. Untuk Elsevier, Referee diberi hak untuk akses jurnal melalui SCOPUS selama sebulan, agar dia bisa akses artikel walaupun tidak berlangganan). Penulis sebaiknya bisa proof-kan bukti ini, lebih baik secara eksplisit di bagian Introduction dan ditegaskan lagi di Discussion. • Novelty (dimana letak kontribusi barunya di ilmu pengetahuan). Ini sebaiknya dibuktikan secara eksplisit di dalam teks artikel atau secara singkat di bagian pendahuluan. Artikel harus merujuk kepada paper-paper yang baru agar letak noveltynya terbukti. • Metodologi (benar tidaknya metodologi digunakan untuk menyelesaikan masalah)

  29. Aspek dalam Review Jurnal • Harus memenuhi kode etik penulisan (tidak boleh duplikasi terhadap riset orang lain). • Apakah hasil riset dipresentasikan secara jelas atau tidak dan data-data yang dihasilkan harus menunjang/mendukung kesimpulan atau tidak. Kadang-kadang jika hasil riset tidak signifikan dan tidak menunjang kesimpulan, paper akan di-reject. • Apakah di dalam pembahasannya secara benar merujuk pada riset-riset orang lain/terdahulu. Dalam hal ini, apakah references adalah cukup atau tidak, dan merujuk pada paper-paper yang uptodate atau tidak. 7. Signifikansi hasil riset dalam paper. Hasil penelitian harus signifikan dan lebih baik dari riset-riset yang terdahulu serta menunjang Kesimpulan.

  30. Tips dalam menulis artikel ilmiah • Usahakan manuscript tidak terlalu panjang. Tulislah artikel secara singkat tapi jelas dan lengkap. • Gunakan satuan dan dimensi yang seragam. • Referensi harus ditulis sesuai dengan format jurnal dimana artikel akan disubmitkan. Apa yang dirujuk di bagian teks harus di-listkan secara akurat referensinya di bagian References. Demikian juga sebaliknya. • Tuliskan tujuan paper secara jelas di paragraph akhir di bagian Introduction.

  31. Tips dalam menulis artikel ilmiah • Data hasil riset harus dipresentasikan secara jelas, pilih salah satu apakah dalam bentuk grafik atau tabel, dan tidak boleh duplikasi antara grafik dan tabel • Kualitas grafik harus jelas dan baik, sehingga ketika diedit di jurnal setelah dikecilkan ukurannya, font size tetap dapat terbaca. Tebal garis harus mencukupi. Biasanya jurnal meminta format gambar dalam TIFF, JPEG, atau EPS files dan disajikan dalam file terpisah untuk setiap filenya. Untuk keterangan lebih lanjut, sila baca guideline penulisan artikel di jurnal yang bersangkutan. • Deskripsikan prosedur percobaan atau metodologi secara jelas dan berturutan sehingga menjamin dapat diulang prosedurnya dengan hasil yang relatif sama oleh pembaca • Biasanya manuscript harus ditulis dalam 2 spasi menggunakan font Times New Roman dan left justified. .

  32. Tips dalam menulis artikel ilmiah • Teks artikel ditulis dengan urutan (kadang-kadang setiap jurnal berbeda permintaannya). • Title • Authors name • Authors address • Abstract • Keywords • Introduction • Materials and Method • Results and Discussion • Conclusions • Acknowledgement • References • Figure Captions • Tables file • Figures files

  33. Tips dalam menulis artikel ilmiah • Ketika submit artikel secara online ke jurnal (misalnya Elsevier), diperlukan dokumen-dokumen/file-file berikut (kadang-kadang berbeda jurnal, berbeda pula permintaanya): • Covering Letter (semacam surat pengantar bagi paper yang bersangkutan yang ditujukan kepada Editor jurnal). • List of Reviewer Suggestions (biasanya diperlukan 4-5 Reviewer lengkap dengan alamat, email, telefon dan faksimili). • Manuscript Text File (biasanya dalam bentuk MS Word). Manuskrip ini hanya terdiri dari bagian Title hingga References saja ditambah List of Figure Captions. Sedangkan bagian Tables dan Figures disajikan dalam file terpisah. • Tables file (dalam sebuah MS Word file). • Figures files (dalam format TIFF, JPEG, atau EPS).Jurnal tersebut akan mengkonversi dokumen-dokumen tersebut ke dalam format dokumen PDF untuk tujuan proses review, dan penulis diminta Approval-nya jika dokumen tersebut (dalam PDF) sudah betul.

  34. Tips dalam menulis artikel ilmiah • Submission ke journal tidak dipungut biaya sepeserpun, dan dilakukan secara online. Penulis juga dapat mengecek status artikelnya secara online (perlu username dan password). • Proses review biasanya memerlukan waktu 2-3 bulan, sebab seorang Reviewer biasanya diberi waktu untuk mereview selama 30 hari, jika perlu tambahan Reviewer akan memakan masa yang lama lagi.

  35. Tips dalam menulis artikel ilmiah • Jika Editor memutuskan Accepted with Revision, maka Penulis harus merevisi artikelnya dalam jangka masa yang diberikan. Setiap pertanyaan dan komentar dari Reviewer yang dilampirkan bersama dengan keputusan tersebut harus dijawab secara detail dan jelas. Sebaiknya dibuat pertanyaan dan jawaban tersebut ditabelkan secara jelas, berikut dengan letak koreksinya di artikel baru (halaman berapa, baris berapa). Submitkan Revisi Artikel secara online (Editor dalam suratnya akan memberikan link untuk Revisi tersebut, atau melalui Online Submission User Interface yang sudah ada, biasanya ada link Submit Revision). • Setelah Revisi Artikel disubmitkan, tinggal menunggu keputusan akhir Editor, apakah Accepted atau Revised lagi. Biasanya jika Editor sudah puas dengan jawaban dan revisi yang dibuat akan langsung Accepted.

  36. Jumlah Berkala Ilmiah Terakreditasi

  37. Contoh Jurnal Terakreditasi Bidang MIPA/Sains

  38. Contoh Template MIHMI (Majalah Ilmiah Himpunan Matematika Indonesia, dalam Latex)

  39. Contoh Jurnal Internasional (bidang matematika)

  40. Contoh komentar reviewer • Statistica Neerlandica • OnlineEarly Articles • To cite this article: Svetlana Borovkova, Hendrik P. Lopuhaä, Budi Nurani Ruchjana (2008) Consistency and asymptotic normality of least squares estimators in generalized STAR models doi:10.1111/j.1467-9574.2008.00391.x • page 18: insert extra vertical space below heading of Table 2page 19, line 25: insert vertical space after end of proof.page 21: line 2: insert end-of-proof symbolpage 21: line15: insert . for end-of-sentencepage 21: lines 27-31: move the first and to the next line in text; combine the display after the first and with the next displaypage 23, line 33: remove thatpage 24, lines 11-13: reduce vertical spacepage 24, line 15: remove the - in probabil-itypage 25, line 13: replace that by thepage 25, line 38: replace bX by a boldface capital X

  41. Contoh permintaan menjadi reviewer

  42. Latihan: sesuai bidang ilmu peserta (coba untuk menuliskan hasil penelitian menjadi artikel ilmiah sesuai panduan jurnal nasional-internasional) • Title • Authors name • Authors address • Abstract • Keywords • Introduction • Materials and Method • Results and Discussion • Conclusions • Acknowledgement • References • Figure Captions • Tables file • Figures files

  43. PustakaC. Imam Sutrisno, Teknik Penyusunan Proposal Penelitian dan PKM, Ditbinlitabmas - Ditjen DiktiIstadi, Tip Penulisan di Peer-Reviewed International Journal, http://www.iptek.net.id/ Svetlana, Lopuhaa, Ruchjana, Statistica Neerlandica, 2008http://waii-hmna.blogspot.com/1998/04/319-reformasi-bidang-ilmu-pengetahuan.html

  44. Terima Kasih

More Related