1 / 47

PERTEMUAN 1

PERTEMUAN 1. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS. Setelah menyelesaikan pertemuan ini mahasiswa diharapkan : Mengetahui definisi Sistem Persamaan Linier Dapat membentuk matriks yang merepresentasikan Sistem Persamaan Linier

kennan
Download Presentation

PERTEMUAN 1

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PERTEMUAN 1 bilqis

  2. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Setelah menyelesaikan pertemuan ini mahasiswa diharapkan : • Mengetahui definisi Sistem Persamaan Linier • Dapat membentuk matriks yang merepresentasikan Sistem Persamaan Linier • Dapat menyelesaikan Sistem Persamaan Linier dengan menggunakan metode Gauss dan Gauss Jordan bilqis

  3. Contoh Soal  berapa nilai x, y dan Z x + y + 2z = 9 2x + 4y – 3z = 1 3x + 6y – 5z = 0 bilqis

  4. Sistem Persamaan Linier bilqis

  5. Persamaan linier : Persamaan yang semua variabelnya berpangkat 1 atau 0 dan tidak terjadi perkalian antar variabelnya. Contoh: (1) x + y + 2z = 9 PL (2) 2x + y = 9 PL (3) 2xy – z = 9 Bukan PL Solusi PL (1) : berupa suatu “tripel” dengan masing-masing nilai sesuai urutan (nilai-x, nilai-y, nilai-z) yang memenuhi persamaan tersebut. Himpunan solusi untuk persamaan (1) di atas: { … ( 0, 1, 4), (1, 0, 4), (4, 5, 0), …. } Himpunan solusi juga disebut Ruang Solusi (solution space) bilqis

  6. Misal : atau atau terserah variable mana yang akan diumpamakan, rumus berbeda, tapi hasil akhir untuk x, y, dan z tetap sama bilqis

  7. Sistem Persamaan Linier: Suatu sistem dengan beberapa (2 atau lebih) persamaan linier. Contoh: x + y = 3 3x – 5y = 1 Ruang Solusi: berupa semuaordered-pair(nilai-x, nilai-y) yang harus memenuhi semua persamaan linier dalam sistem tersebut; untuk sistem ini ruang solusinya {(2, 1) } bilqis

  8. PENYIMPANGAN PADA PENYELESAIAN SUATU SPL Pada beberapa SPL tertentu terdapat penyimpangan – penyimpangan dalam penyelesaiannya, misal : Diberikan SPL sebagai berikut : x1 + 1/2x2 + 1/3x3 = 1 1/2x1 + 1/3x2 + 1/4x3 = 0 1/3x1 + 1/4x2 + 1/5x3 = 0 Didapat penyelesaian x1 = 9, x2 = -36, dan x3 = 30 Jika SPL tersebut dituliskan dalam bentuk dua desimal : x1 + 0,5x2 + 0,33x3 = 1 0,5x1 + 0,33x2 + 0,25x3 = 0 0,33x1 + 0,25x2 + 0,2x3 = 0 Didapat penyelesaian x1 ≈ 55,55; x2 ≈ -277,778; dan x3 ≈ 255,556 bilqis

  9. Interpretasi Geometrik: • Sistem menggambarkan 2 garis lurus pada sebuah bidang datar. • g1: x + y = 3 • g2: 3x – 5y = 1 •   Solusi: g1 dan g2 berpotongan di(2, 1) • Kemungkinan: Var => sama Konst => tidak Kelipatan X+y = 5 X+y = 7 X+y = 5 2X+2y = 10 tidak berpotongan berpotongan di 1 titik berimpit bilqis

  10. Solusi Sistem Persamaan Linier • a. Cara Biasa → Seperti SMA • b. Eliminasi Gauss • c. Eliminasi Gauss - Jordan • a. Cara Biasa (untuk mengingat kembali): • I. x + y = 3  3x + 3y = 9 • 3x – 5y = 1  3x – 5y = 1 • 8y = 8 y = 1 • 3x – 5 = 1  3x = 6  x = 2 • II. y = 3 – x • 3x – 5(3 – x) = 1 atau 3x – 15 + 5x = 1  8x = 16  x = 2 • y = 3 – x  y = 1 bilqis

  11. b. Eliminasi Gauss (ringkasan): Sistem Persamaan → Matriks → Eliminasi → Substitusi LinierAugmentedGauss Balik OBE bilqis

  12. Penyelesaian Sistem Persamaan Linier • Eliminasi Gauss(lihat contoh 3, halaman 5) • x + y + 2z = 9 1 1 2 9 • 2x + 4y – 3z = 1 2 4 -3 1 • 3x + 6y – 5z = 0 3 6 -5 0 • lalu diusahakan berbentuk 1 1 2 9 • 0 1 ? ? • 00 1 ? • dengan proses Operasi Baris Elementer (OBE) • (Elementary Row Operation - ERO) ditulis dalam bentuk matriks augmented bilqis

  13. MatriksAugmented : (Matriks yang diperbesar) • Matriks yang entri-entrinya dibentuk dari koefisien-koefisien Sistem Persamaan Linier • Contoh : x + y + 2z = 9 • 2x + 4y – 3z = 1 • 3x + 6y – 5z = 0 •  Matriks Augmented-nya : 1 1 2 9 • 2 4 -3 1 • 3 6 -5 0 bilqis

  14. O.B.E • sebuah baris dengan kostanta 0 • sebuah baris dengan konstanta 0 kemudian pada baris lain • Menukar dua buah baris Ciri-ciri eliminasi Gauss (Eselon Baris) • Jika suatu baris tidak semua nol, maka bilangan pertama yang tidak nol adalah 1 (1 utama) • Baris nol terletak paling bawah • 1 utama baris berikutnya berada di kanan 1 utama baris di atasnya. • Dibawah 1 utama harus 0 bilqis

  15. Contoh : Ciri-ciri eliminasi Gauss Jordan (Eselon Baris Tereduksi) • Jika suatu baris tidak semua nol, maka bilangan pertama yang tidak nol adalah 1 (1 utama) • Baris nol terletak paling bawah • 1 utama baris berikutnya berada di kanan 1utama baris diatasnya.. • Tiap kolom yang mengandung 1 utama mempunyai nol di tempat lain Contoh : bilqis

  16. [baris 1 -2] + baris 2 Eliminasi Gauss menggunakan O.B.E : *+ = * + = * + = Substitusi Balik [baris 1 -3] + baris 3 baris 2 * 1/2 [baris 2 -3] + baris 3 baris 3 -2 z = 3 bilqis

  17. x y z • 1 1 2 9 Substitusi Balik: • 0 2 -7 -17 • 0 0 -½ -3/2 -1/2 z = -3/2 z = 3 • 1 1 2 9 • 0 2 -7 -17 2y – 7z = - 17 • 0 0 -½ -3/2 2y = 21 – 17 y = 2 • 1 1 2 9 x + y + 2z = 9 • 0 2 -7 -17 x = – 2 – 6 + 9 x = 1 • 0 0 -½ -3/2 z y z bilqis

  18. Bentuk eselon baris: • Entri-entri dalam sebuah baris tidak semuanya nol, maka entri pertama yang tidak nol harus 1 (disebut 1-utama / leading-1) • Baris-baris yang semua entrinya 0, dikelompokkan di bagian bawah matriks • Posisi 1-utama dari baris yang lebih bawah harus lebih ke kanan d/p 1-utama baris yang lebih atas • Bentuk eselon baris tereduksi: • 1, 2, 3, ditambah • 4. Semua entri (yang lain) dari kolom yang berisi 1-utama harus di-0-kan bilqis

  19. Operasi Baris Elementer (OBE) • (Elementary Row Operation - ERO) • Perhatikan bahwa tiap baris dari matriks merepresentasikan persamaan linier • Mengalikan suatu baris dengan bilangan nyata k  0 • Menukar posisi dua baris • Menambah baris-i dengan k kali baris-j bilqis

  20. c. Eliminasi Gauss-Jordan(ringkasan): • Sistem Persamaan → Matriks → Eliminasi → Solusi • LinierAugmentedGauss-Jordan (langsung) • OBE bilqis

  21. Eliminasi Gauss-Jordan(contoh yang sama) • x + y + 2z = 9 1 1 2 9 • 2x + 4y – 3z = 1 2 4 -3 1 • 3x + 6y – 5z = 0 3 6 -5 0 • dan diusahakan berbentuk 1 0 0 ?0 1 0 ? • 00 1 ? • dengan proses Operasi Baris Elementer (OBE) • (Elementary Row Operation - ERO) bilqis

  22. Gauss-Jordan  MatLab bilqis

  23. Eliminasi Gauss-Jordan menggunakan O.B.E • idem Gauss • disambung dengan : * + = * + = * + = baris 3 + baris 2 baris 3 -2 + baris 1 baris 2 -1 + baris 3 bilqis

  24. Suatu SPL mempunyai 3 kemungkinan jawaban, yaitu : 1. Mempunyai jawaban tunggal 2. Mempunyai banyak jawaban 3. Tidak mempunyai jawaban Contoh : Tentukan nilai a agar SPL berikut: • Mempunyai jawaban tunggal • Mempunyai banyak jawaban • Tidak mempunyai jawaban x – 2y + 3z = 1 2x – 3y + 9z = 4 x – 3y + (a2 - 4)z = 1 + a bilqis

  25. Penyelesaian : Matriks Eselon SPL di atas adalah : • Mempunyai jawaban tunggal a2 – 4 ≠ 0  a ≠ -2 dan a ≠ 2 • Mempunyai banyak jawaban a2 – 4 = 0 dan a +2 = 0  a = -2 iii. Tidak mempunyai jawaban a2 – 4 = 0 dan a + 2 ≠ 0  a = 2 bilqis

  26. Lihat contoh di halaman 5 dan 6 • Lihat contoh di halaman 11 dan 12 bilqis

  27. Halaman 5 Example 3. In the left column below we solve a system of equations by operating on the equations in the system, and in the right column we solve the same system by operating on the rows of the augmented matrix. x + y + 2z = 9 2x + 4y – 3z = 1 3x + 6y -5z = 0 Add -2 times the first equation to the second to obtain Add -2 times the first row to the second to obtain x + y + 2z = 9 2y – 7z = -17 3x + 6y -5z = 0 Add -3 times the first equation to the third to obtain Add -3 times the first row to the third to obtain x + y + 2z = 9 2y – 7z = -17 3y -11z = -27 bilqis

  28. Multiply the second equation by ½ to obtain Multiply the second row by ½ to obtain Add -3 times the second equation to the third to obtain Add -3 times the second row to the third to obtain Multiply the third equation by -2 to obtain Multiply the third row by -2 to obtain bilqis

  29. Add -1 times the second equation to the first to obtain Add -1 times the second row to the first to obtain Add -11/2 times the third row to the first and 7/2 times the third row to the second to obtain Add -11/2 times the third equation to the first and 7/2 times the third equation to the second to obtain The solution : x = 1, y = 2, z = 3 bilqis

  30. Halaman 11 Step 1. Locate the leftmost column that does not consist entirely of zeros. Step 2. Interchange the top row with another row, if necessary, to bring a nonzero entry to the top of the column found in Step 1. Leftmost nonzero column The first and second rows in the preceding matrix were interchanged bilqis

  31. Step 3 if the entry that is now at the top of the coloumn found in step 1 is a, multiply the first row by 1/a in order to introduce a leading 1 The first row of the preceding matrix was multiplied by ½ step 4 add suitable multiples of the top row to the rows below so that all entries below the leading 1 to zeros -2 times the first row of the preceding matrix was added to the third row step 5 Now cover the top row in the matrix and begin again with step 1 applied to the submatrix that remains. Continue in this way until the entire matrix is in row-echelon form left most nonzero coloumn in the submatrix bilqis

  32. The first row in the submatrix was multiplied by -1/2 to introduce a leading 1 -5 times the first row of the submatirx was added to the second row of the submatrix to introduce a zero below the leading 1 The top row in the submatrix was covered, and we returned again to the step 1 • leftmost non zero coloumn in the new submatrix The first(and only) row in the submatrix was multiplied by 2 to introduce a leading 1 • The entire matrix is now in row-echelonform. To find the reduce row-echelon form we need the following additional step bilqis

  33. Step 6 Begining with the last nonzero row and working upward, add suitable multiplies of each row to the rows above to introduce zeros above the leading 1’s 7/2 times the third row of the preceding matrix was added to the second row -6 times the third row was added to the first row 5 times the second row was added to the first row The last matrix is in reduced row echelon form bilqis

  34. Sistem Persamaan Linier Homogen : • Sistem Persamaan Linier dikatakan homogen jika semua suku di kanan tanda “=“ adalah 0. • Solusi Sistem Persamaan Linier Homogen: • Solusi Trivial ( semua xi = 0; i = 1 .. n ): pasti ada • Solusi Non-trivial ( solusi trivial, plus solusi di mana ada xi ≠ 0 ) • Contoh: lihat contoh 6 halaman 18 dan verifikasi proses penyelesaiannya • 2 2 -1 0 1 0 • -1 -1 2 -3 1 0 • 1 1 -2 0 -1 0 • 0 0 1 1 1 0 bilqis

  35. Contoh: lihat contoh 6 halaman 18 dan verifikasi proses penyelesaiannya 2 2 -1 0 1 0 -1 -1 2 -3 1 0 1 1 -2 0 -1 0 0 0 1 1 1 0 Brs-1  (1/2) 1 1 -1/2 0 1/2 0 -1 -1 2 -3 1 0 1 1 -2 0 -1 0 0 0 1 1 1 0 Brs-2 + brs-1 Brs-3 – brs-1 1 1 -1/2 0 1/2 0 0 0 3/2 -3 3/2 0 0 0 -3/2 0 -3/2 0 0 0 1 1 1 0 bilqis

  36. 1 1 -1/2 0 1/2 0 0 0 3/2 -3 3/2 0 0 0 -3/2 0 -3/2 0 0 0 1 1 1 0 Brs-2  (2/3) Brs-3  (– 2/3) 1 1 -1/2 0 1/2 0 0 0 1 -2 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 Brs-3 – brs-2 Brs-4 – brs-2 1 1 -1/2 0 1/2 0 0 0 1 -2 1 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 3 0 0 bilqis

  37. 1 1 -1/2 0 1/2 0 0 0 1 -2 1 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 3 0 0 Brs-3  (1/2) Brs-4  (1/3) 1 1 -1/2 0 1/2 0 0 0 1 -2 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 Brs-4 – brs-3 1 1 -1/2 0 1/2 0 0 0 1 -2 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 bilqis

  38. 1 1 -1/2 0 1/2 0 0 0 1 -2 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 -1/2 0 1/2 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 baris-1 + (1/2)  baris-2 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 bilqis

  39. 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 x1 + x2 + x5 = 0 x3 + x5 = 0 x4 = 0 x5 = s x3 + x5 = 0  x3 = – x5 x2 = t x1 + x2 + x5 = 0  x1 = – x2 – x5 Ruang solusinya = { (-t-s, t, -s, 0, s ) } Catt => yang diumpamakan dahulu adalah  index terbesar bilqis

  40. Teorema: Sistem Persamaan Linier Homogen dengan variabellebih banyak d/p. persamaan mempunyai tak berhingga banyak pemecahan. Ditinjau dari matriksnya: Sistem Persamaan Linier Homogen dengan kolomlebih banyak d/p. barismempunyai tak berhingga banyak pemecahan. bilqis

  41. Contoh menggunakan  Matlab • Soal x + y + 2z = 9 2x + 4y – 3z = 1 3x + 6y – 5z = 0 Buat matrix pada Matlab bilqis

  42. Matlab Mengenol-kan baris ke-2, kolom 1  Baris 2 = Baris 1 * -2 + baris 2 bilqis

  43. Matlab Mengenol-kan baris ke-3, kolom 1  Baris 3 = Baris 1 * -3 + baris 3 bilqis

  44. Matlab Membuat nilai 1 pada kolom 2 dan baris 2  Baris 2 = Baris 2 * 1/2 bilqis

  45. PR • Contoh pada slide 3, coba tukar antara baris pertama dengan baris 3, apakah hasilnya tetap sama ? Jawab dengan menggunakan Gauss-Jordan (dgn tangan) • x + y + 2z = 9 • 2x + 4y – 3z = 1 • 3x + 6y – 5z = 0 • 3x + 6y – 5z = 0 • 2x + 4y – 3z = 1 • x + y + 2z = 9 bilqis

  46. PR • Contoh pada slide 8, coba kerjakan 2 SPL yang seharusnya jawabannya sama, tapi kenapa berbeda? Jawab dengan menggunakan Gauss-Jordan (dengan tangan) x1 + 1/2x2 + 1/3x3 = 1 1/2x1 + 1/3x2 + 1/4x3 = 0 1/3x1 + 1/4x2 + 1/5x3 = 0 x1 + 0,5x2 + 0,33x3 = 1 0,5x1 + 0,33x2 + 0,25x3 = 0 0,33x1 + 0,25x2 + 0,2x3 = 0 bilqis

  47. PR  kerjakan 2 saja • 1.1  3.b, 4.c, 5.d, 11 • 1.2  6.b, 7.c, 8.a, 13.b, 14.c, 15.b, 17, 22 bilqis

More Related