1 / 35

REFORMASI PENDIDIKAN DALAM JANGKAUAN

Drs. H. Nur Syahid, MPdI. REFORMASI PENDIDIKAN DALAM JANGKAUAN. I MPLIKASI P ADA. PENDIDIKAN ISLAM UMUMNYA MADRASAH KHUSUSNYA. WS-T-01. Masa Depan. Masa Lalu. Hari Ini. kontinuitas. A. P ETA P ERMASALAHAN. D ALAM D IMENSI W AKTU. diskontinuitas. WS-T-02. MENTERI. KA KANCAM.

john
Download Presentation

REFORMASI PENDIDIKAN DALAM JANGKAUAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Drs. H. Nur Syahid, MPdI REFORMASI PENDIDIKANDALAM JANGKAUAN

  2. IMPLIKASIPADA • PENDIDIKAN ISLAM UMUMNYA • MADRASAH KHUSUSNYA WS-T-01

  3. Masa Depan Masa Lalu Hari Ini kontinuitas A. PETA PERMASALAHAN DALAMDIMENSIWAKTU diskontinuitas WS-T-02

  4. MENTERI KA KANCAM KAKANWIL KA KANDEP MASYARAKAT ERA SENTRALISASI WS-T-03

  5.                                                                                                                                                                                                 BUPATI/ WALIKOTA MASYARAKAT KEPALA DINAS PENDIDIKAN ERA DESENTRALISASI WS-T-04

  6. Belum Siap • Kurang Siap • Kesiapan Sedang . Penyebaran secara Umum • Kesiapan Tinggi • Kesiapan Tinggi sekali . Kecenderungan Frekwensi Tinggi PERKIRAAN KESIAPAN DAERAHDALAM DESENTRALISASI PENDIDIKAN WS-T-05

  7. DARI ATAS KARAKTERISTIK DARI BAWAH MENTERI PENDIDIKAN DAN BIROKRASI PUSAT KEKUASAAN TOKOH- TOKOH PENDIDIKAN DI MASYARAKAT PUSAT PEMERINTAHAN BASIS MASYARAKAT TITIK AWAL PENGEMBANGAN SIFAT PERBAIKAN PEMERINTAH PUSAT KEPENTINGAN UTAMA MASYARAKAT DI DAERAH INSTRUKSI/ INTERVENSI MUSYAWARAH/ DIALOG MODUS PERENCANAAN UNIT PERENCANA DEWAN/ BADAN PENDIDIKAN PERUMUS BIAYA & INFRASTRUKTUR PEMERINTAH DAERAH & BAPEDA PEMERINTAH PUSAT/BAPPENAS APARAT PEMERINTAH PELAKSANA MASYARAKAT PERALIHAN POLA PENGEMBANGAN WS-T-06

  8. 1 FALSAFAH 2 VISI 9 EVALUASI 8 PROSES 3 MISI 7 KURI- KULUM 4 TUJUAN 6 PROGRAM 5 STRATEGI KETERKAITAN KONSEP DASAR PENDIDIKAN PENDIDIKAN WS-T-07

  9. SEBAGAI DASAR NORMATIF SEBAGAI AKIBAT SEBAGAI SEBAB SEBAGAI PROSES TEKNIS ANATOMI MAKRO Dampak dari • Kondisi Sosial Politik • Kondisi Ekonomi • Kondisi Budaya • Lain-lain PENDIDIKAN Dampak pada • Terjadinya Perubahan • Tercapainya Tujuan • Meningkatnya Kualitas • Lain-lain WS-T-08

  10. Kelompok I FALSAFAH PENDIDIKAN VISI MISI Kelompok II TUJUAN STRATEGI PROGRAM Kelompok III KURIKULUM PROSES EVALUASI ANATOMI MESO WS-T-09

  11. tujuan metodologi evaluasi media proses ANATOMI MIKRO manajemen WS-T-10

  12. B.KARAKTERISTIKREFORMASI 1. MENDASAR untuk keutuhan sistemik 2. BERLANJUT Untuk menumbuhkan sustainabilitas 3. BERKUALITAS Untuk menjadikannya akuntabel WS-T-11

  13. REFORMASIPARADIGMATIS KONVENSIONAL REFORMATIF FALSAFAH • Mencerdaskan Kehidupan Bangsa • Mewariskan Masa Lalu • Mencerdaskan Kehidupan Bangsa • Membangun Masa Depan VISI & MISI • Mengutamakan Perbaikan • Mengutamakan Konformitas • Mengutamakan Pengembangan • Mengutamakan Kreativitas TUJUAN • Memanusiakan, Membudayakan, Mengindonesiakan • Dinamika • SDM Siap Pakai • Stabilitas WS-T-12

  14. REFORMASI PARADIGMATIS (lanjutan) KONVENSIONAL REFORMATIF STRATEGI DAN PENGELOLAAN • Pengelolaan Terpusat • Melestarikan Nilai Lama • Pengelolaan Terdesentralisasi • Merintis Nilai Baru PROGRAM DAN KURIKULUM • Program Seragam dan Uniform • Terkendali Birokratis • Program Beragam dan Kontekstual • Berdimensi Lokal, Nasional, Global PROSES • Penanganan Otoritarian • Intervensi Formal,Eksternal • Penanganan Demokratis • Intervensi Internal EVALUASI • Standar Baku dan Tertutup • Untuk Kepentingan Seleksi • Standar Berkembang & Terbuka • Untuk Keperluan Hidup WS-T-13

  15. REFORMASIDARIDALAM 1. Perubahan Sikap 2. Perubahan Paradigma 3. Perubahan Kompetensi 4. Perubahan Komitmen 5. Perubahan Pengelolaan WS-T-14

  16. 1 2 3 KUALITASSEBAGAIPRODUK KUALITAS ASPIRASI KINERJA ASPIRASI = Nilai Normatif sebagai standar ideal KINERJA = Tingkat usaha dalam mewujudkan aspirasi KUALITAS = Hasil konvergensi antara aspirasi dengan kinerja 1 dan 3 = Aspirasi dan Kinerja tidak seimbang 2 = Aspirasi dan Kinerja seimbang WS-T-15

  17. KOMPONEN UTAMAKUALITAS ASPIRASI KEPENDIDIKAN - + A – K + Hasil Kualitas Konstan atau Menurun A + K + Hasil Kualitas Akan Naik KINERJA PROFESIONAL - + A – K – Hasil Kualitas Pasti Rendah dan Menurun A + K – Hasil Kualitas Konstan atau Menurun A = Aspirasi Kependidikan, seperti tercermin dari falsafah, visi, misi dan tujuan pendidikan K = Kinerja Profesional, seperti terwujud dalam pelaksanaan strategi, aktualisasi program, dan pengelolaan proses. WS-T-16

  18. 1 Keinginan Pribadi/ Intuitif 2 12 Dorongan Reaktif Cita-cita Visioner 11 3 Keharusan Sosial Pandangan Filosofis 10 4 Standar Kualitas Rujukan Sejarah Konse- kuensi Ideologis 9 5 Situasi/ Kondisi Obyektif Komitmen Politis 6 8 7 Dampak Konvensi Konsep Ilmiah Aspirasi Komite Sekolah DETERMINAN KUALITAS (I) WS-T-17

  19. 13 12 Dunia Luar (global) 1 Lembaga Keagamaan Peserta Didik 11 2 Lembaga Budaya Orangtua 10 3 Lembaga Sosial Politik KUALITAS PENDIDIKAN Tenaga Kependidikan 9 4 Dunia Usaha/ Industri Eksponen Masyarakat 8 5 Pemerin- Tah Pusat (Nasional) Dunia ilmu dan teknologi 6 7 Lembaga Profesional Pemerintah Regional DETERMINANKUALITAS (II) WS-T-18

  20. Penurunan Kualitas Berdampak a.l pada Penurunan kualitas disebabkan terutama oleh • Berkurangnya kepedulian • Menurunnya kebutuhan • Melemahnya dukungan • Merosotnya nilai • Rusaknya citra pendidikan • Visi yang tidak jelas • Manajemen yang tidak profesional • Program yang tidak relevan • Dukungan yang tidak kuat • Strategi yang tidak tepat • Implementasi yang tidak efektif KUALITASSEBAGAIKONDISINEGATIF Kualitas yang menurun Cenderung Menghasilkan kualitas yang Semakin Menurun WS-T-19

  21. Peningkatan Kualitas Berdampak a.l pada Peningkatan kualitas disebabkan terutama oleh • Meningkatnya minat • Menguatnya dukungan • Meningkatnya kebutuhan • Menguatnya nilai • Membaiknya citra pendidikan • Visi yang jelas • Manajemen yang profesional • Program kontekstual • Dukungan mencukupi • Strategi yang tepat • Implementasi yang cukup KUALITASSEBAGAIKONDISIPOSITIF Kualitas yang meningkat berpotensi menghasilkan kualitas yang semakin Tinggi WS-T-20

  22. Dokumen Rencana Kerja Peningkatan Kualitas Fase I Penyusunan Rencana Mengidentifikasi masalah dan alternatif pemecahan peningkatan kualitas 1. Menjabarkan visi- misi 2. Mengidentifikasi tujuan 3. Menganalisa situasi 4. Menentukan strategi 5. Mengidentifikasi sasaran 6. Menentukan ukuran keberhasilan Fase II Penyusunan Program Menyiapkan rangkaian program strategis 1. Menentukan aktivitas 2. Mengadakan unsur pelaksanaan 3. Mengadakan potensi pendukung 4. Menetapkan program pelaksanaan 5. Melaksanakan program pelaksanaan Dokumen Program Pelaksanaan Rencana Peningkatan Kualitas • 1. Menetapkan program pemantauan • 2. Melaksanakan aktivitas pemantauan • 3. Menganalisa hasil pemantauan • 4. Menilai dan menyimpulkan • Menetapkan tindak lanjut Dokumen Program Pemantauan/ Penilaian Pelaksanaan Rencana Peningkatan Kualitas Menyiapkan aktivitas dan Kriteria Pemantauan dalam rangka penilaian Fase III Penyusunan Pemantauan MERENCANAKANKUALITAS FASE TUJUAN LANGKAH HASIL WS-T-21

  23. MERAMALKANKEBERHASILAN Titik Akhir TAHAP RINTISAN TAHAP KRITIS TAHAP KONSOLIDASI A B C D Titik Awal Proses A = Multimodal B = Merata C = Menaik D = Menurun WS-T-22

  24. SECARA INOVATIF SECARA KONVENSIONAL MENCIPTAKAN ALTERNATIF YANG BARU MEMILIH ALTERNATIF YANG SUDAH ADA Dengan/tanpa Penyesuaian Dengan/tanpa Unsur Lama BERSIFAT INOVATIF BERSIFAT KOMPROMISTIS C.MENETAPKANSTRATEGI WS-T-23

  25. 1. Keluarga Menanamkan nilai-nilai dasar untuk kehidupan manusia yang berbudaya Normatif Memantapkan nilai dasar dan mengembangkan potensi anak didik mengarungi kehidupan secara luas Eksploratif 2. Lembaga Pendidikan Aplikatif Menerapkan potensi dan mengembangkan nilai kehidupan untuk dunia dan akhirat 3. Masyarakat TITIKINTERVENSISTRATEGI BASIS SIFAT TUJUAN WS-T-24

  26. PENDIDIKAN Berbasis KELUARGA Berbasis SEKOLAH Berbasis MASYARAKAT Tujuan Utama Tujuan Utama Tujuan Utama Tujuan Utama Tujuan Utama Tujuan Utama Menanamkan nilai-nilai dasar untuk fitrah kehidupan manusia yang berbudaya Memantapkan nilai dasar dan dalam rangka mengembangkan potensi anak memasuki kehidupan dalam arti yang luas Menerapkan potensi dan mengembangkan nilai kehidupan berbudaya untuk dunia dan akhirat Sifat Utama Sifat Utama Sifat Utama APLIKATIF EKSPLORATIF NORMATIF MANUSIA TERDIDIK BASISSTRATEGISPENDIDIKAN WS-T-25

  27. PENDIDIKANSEPANJANGHAYAT NORMATIF EKSPLORATIF APLIKATIF PROSES PENGEMBANGAN POTENSI DASAR KEHIDUPAN PROSES PENERAPAN & PEMANTAPAN HASIL PENDIDIKAN PROSES PENANAMAN NILAI DASAR KEHIDUPAN KELUARGA LEMBAGA MASYARAKAT WS-T-26

  28. NILAI DASAR LAINNYA NILAI RELIGIUS PENDIDIKAN BERKELUARGA PENDIDIKANBERBASISKELUARGA WS-T-27

  29. KOMPETENSI DASAR DAN NILAI-NILAI PENGETAHUAN SEBAGAI POTENSI HIDUP Keluarga Masyarakat (EKSPLORATIF) NILAI DASAR LAINNYA NILAI RELIGIUS Tingkat Tinggi Tingkat Menengah Tingkat Menengah Tingkat Dasar PENDIDIKANBERBASISSEKOLAH WS-T-28

  30. PENDIDIKAN LANJUTAN PENDIDIKAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN USIA DEWASA Sekolah Keluarga (APLIKATIF) NILAI DASAR (RELIGIUS DLL) PENGEMBANGAN EKOSISTEM PENDIDIKAN PENDIDIKANBERBASISMASYARAKAT WS-T-29

  31. 1. SEKOLAH 2. EKOSISTEM SEKOLAH ALTERNATIFINTERVENSI WS-T-30

  32. IMPLEMENTASI PRINSIP • Kualitas Menyeluruh • Strategi Keberhasilan • Substansi Program • Profesionalisme Ketenagaan • Sarana dan Prasarana • Sustainabilitas • Falsafah Pendidikan • Visi Masa Depan • Landasan Kebijakan • Perundang-Undangan • Sistem Nasional TINGKAT MAKRO • Jaringan Kelembagaan • Keberagaman Konteks • Ekosistem Sosial • Pengelolaan Terpadu • Pemantauan Terbuka • Akuntabilitas TINGKAT MIKRO POLAPENGELOLAANPENDIDIKAN • Implikasi Operasional • Metodologi Pemberdayaan • Penilaian Sistemik • Pengembangan Berkesinambungan • Rintisan Inovatif WS-T-31

  33. FOKUS ASUMSI HASIL 1. Output 2. Input 3. Proses 4. Input& Proses I &P tidak penting Kalau I baik, O pasti baik Kalau P baik, O pasti baik P esensial & I mendukung maka O akan baik TEORI KUALITAS PEMBELAJARAN Tidak terjamin Tidak semestinya Tidak selalu Umumnya mantap dan optimal WS-T-32

  34. Bagaimana Sekolah Berhasil ? Karena: Mengapa Sekolah Gagal ? Karena: DIKELOLA DARI LUAR DIKELOLA DARI DALAM Sifatnya: Sifatnya: • dengan aturan baku, • dengan program seragam, • tanpa melibatkan pihak yang berkepentingan • tanpa harus akuntabel pada masyarakat • dengan konsensus luwes • dengan program kontekstual • melibatkan penuh pihak yang berkepentingan • harus akuntabel pada masyarakat Hasilnya: Hasilnya: Sekolah MASA LALU Sekolah MASA DEPAN TITIKINTERVENSISEKOLAH WS-T-33

  35. Insya Allah WS-T-34

More Related