1 / 22

EKONOMI RUMAH TANGGA PEASANT

EKONOMI RUMAH TANGGA PEASANT. Teori Chayanov , terutama teori mikronya ,  pendekatan mengenai cara bagaimana masyarakat desa dipandang . berbagai pendekatan itu , terdapat empat macam “ mainstream of thought ” :

jariah
Download Presentation

EKONOMI RUMAH TANGGA PEASANT

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. EKONOMI RUMAH TANGGA PEASANT

  2. TeoriChayanov, terutamateorimikronya, pendekatanmengenaicarabagaimanamasyarakatdesadipandang. berbagaipendekatanitu, terdapatempatmacam “mainstream of thought” : • (a) PANDANGAN ANTROPOLOGISyang mewarisietnografi Barat. Masyarakatdesadilihatsebagaisemacam “fosil”, sisa-sisabudayamasalalu yang tertinggalkarenamengalami “culture lag” dalamkeseluruhanprosesevolusimasyarakat. • (b) PENDEKATAN BUDAYA,mewarisitradisi Durkheim, yaitudilandasiolehdikotomidasar: “tradisional/mekanik” vs. “modern/organik”. Kroeber misalnya, memandangmasyarakatdesasebagaimenempati “posisi-antara”, yaitu “part society with part culture”, dandemikianjuga Redfield, terkenaldenganistilahnya “part segment”.

  3. (c) PENDEKATAN MARXIAN: memandangmasyarakatdesamelalui “kacamata” hubungankekuasaan(power relations), yaituanalisiskelas. Masyarakatdesakinidianggapsebagaisisa-sisaformasisosialmasalalu (masyarakat “pra-kapitalis”) sebagaikelas yang tereksploitasidalamkeseluruhanstrukturkekuasaan yang ada. • (d) PENDEKATAN NEO-POPULIS CHAYANOVIAN: memandangbahwadalammasyarakatdesa, struktursosialnyaditentukanolehbekerjanyasistemekonomi yang khas (“a specific type of economy”), yang kuncinyaterletakpadabekerjanyamekanisme “UsahataniKeluarga”. 

  4. Dalamperdebatankontemporerisu-isuyagberkembangdari (atau yang berkaitandengan) gagasanChayanov, mencakupantara lain isutentang : • “economies of scale”; • pasartenagakerja; • konsep“subsisten”; • “peasant behaviour”; • konsep“diferensiasi”; • konsepkoperasi; dan • masalahperkreditan.

  5. Sepertitelahdisinggungdimuka, keseluruhankerangkateoriChayanovitudibangunatasdasardualandasanyaitu: pertama, hasil-hasilpenelitianempirisselamabertahun-tahun, kedua, analisis data statistikmakro

  6. Dalildasar yang dipakaiChayanovdalammemberikanargumentasinyaadalahsebagaiberikut:(a) “Bangunan” teoriekonomi modern (masyarkatkapitalis) merupakansistemekonomi yang rumit, yang (“batu-batanya”) terdiridari lima kategoriekonomi yang berkaitansatusama lain secaratakterpisahkan, dansecarafungsionalsalingtergantungdansalingmenentukan (yaituharga, kapital, upah, bunga, dansewa). Jika salah satu saja “batu-bata” itu jatuh, seluruh “bangunan” itu runtuh! (Lihat Kerblay, dalam Shanin, 1971).(b) Setelah melakukan berbagai macam studi empiris, Chayanov melihat bahwa “gambar” masyarakat pedesaan Rusia waktu itu adalah berupa “peasant ownership without hired labour". Petani memiliki/menguasai sarana produksi tanah (tanah, ternak), tetapi tidak ada tenaga upahan. Jadi, tidak ada faktor upah (satu “batu-bata” sudah jatuh). Karenaitu, (c) Teoriekonomi modern (kapitalis) tidakdapatditerapkanuntukmeganalisismasyarkat-tanipedesaan. “Peasant society” harusdiperlakukansebagaisuatu “sistemekonomitersendiri”, atausistemekonomidengantipekhusus, karenamempunyai “economic rationale” yang samasekaliberbeda.

  7. Proposisi-proposisiChayanovPokok:1. Masyarakat-tani (peasant society) adalahmasyarakatpedesaan yang didalamnyatidakadapasartenagakerjadanekonominyasemata-mataterdiridarisatuan-satuan “UsahataniKeluarga”(UK), yaituusahatani yang tidakmenggunakantenagaupahan, melainkandidominasiolehtenagadalamkeluarga.2. UK tidakbersifat “profit maximazation”, melainkanmembangundanmenjaga “keseimbanganconsumer-labour ratio (CL), dandengandemikiandisebutsubsisten. (Kegiatankerjasatuankeluargatidakditentukanolehperhitunganobyektiftentangkeuntungan, tetapiolehpenilaiansubyektiftentanglabour drudgery.3. Dalampeasant society, bagisemuarumahtanggaterdapatjangkauanterbukaterhadaptanahgarapan.

  8. Turunan:4. Besarnyakeluarga(family size) mempengaruhiluastanahgarapan.5. C/L mempengaruhijumlah jam kerjabagianggotadewasa (jika C/L naik, jam kerjabertambah, dandengandemikianoutput per hektarmenjadibertambah)6. C/L mempengaruhiproduktivitastenagakerja (output per tenagakerjabertambah). Terjadiprosesself-exploitation of labour power.7. Dalamsetiaprumahtangga, C/L menentukannilai total output per kapita.

  9. Makro:8. Siklushidupkeluargamempengaruhikesejahteraanrelatifnya. (Karenaitu:)9. Sekelompokkeluarga-tanitidakdapatmendudukiposisinyadalamsatu stratum dalammasyarakat, secaratetap; ataubahkantakcukup lama untukdapatmengkonsolidasikandirinyasebagaisuatukelas. (Artinya yang kayasuatusaatmenjadimiskin, dan yang miskinmenjadikaya). Dengandemikian, yang terjadidipedesaanbukanlahdiferensiasisosial (kelas), melainkandeferensiasidemografis.

  10. ProposisiImplikatif:(1) Modernisasipeasant society dapatdilakukandengancaraintegrasivertikal, bukanmelaluiintegrasi horizontal.(2) Setiappemaksaanpeningkatan modal (misalmelaluikredit) yang melampauititikoptimumnya (menurutukuransubyektifsipetani yang berkenaandenganlabour drudgery), akanmenjadibumerang. (Internal economic contradiction).

  11. Mengenaiproposisiimplikatiftentangmodernisasimasyarakatpedesaan, padadasarnyamenyangkutisutentangeconomic of scale. BaikkelompokMarxismaupunalirankapitaliswaktuituberpendapatbahwasatuanusahatani yang berskalabesardianggaplebihefisien, sedangkanChayanovberpendapatsebaliknya. Karenaitudiamenolaksosialisme-negara yang berusahamenyatukansatuan-satuanusahatanisekalakecilmenjadisatuan-satuanskalabesarmelaluikolektivisasi. (Inilah yang dimaksuddenganistilahintegrasi horizontal).

  12. Debatklasiktentanghalinikuranglebihdapatdisederhanakansebagaiberikut:Debatklasiktentanghalinikuranglebihdapatdisederhanakansebagaiberikut: Pertama, penganutteoriekonomi modern (kapitalis), baikMarxismaupun non-Marxisberpendapatbahwateoritersebutdapatditerapkanuntukmenganalisismasyarakatpedesaan. Bagaimanapun, proseskapitalismeakanmelandapedesaanwalaupunlambat. (Dalammasatransisi yang lambatitumasyarakatdesadilihatsebagai incipient capitalism represented by petty commodity production). Logikanya, makakarena yang besaritulebihefisien, akanterjadidengansendirinyaproseshilangnyasatuan-satuanusahakecil (integrasi horizontal alamiahmenurutlogikakapitalisme).Kedua, Chayanovberpendapatbahwateoriekonomi modern tersebuttidakdapatditerapkankarena peasant society mempunyai economic logic yang berbeda.

  13. Ketiga, kaumMarxis (khususnya Stalin) berpendapatbahwajikamemangbenardemikian, sedangkanmerekatetapberpendapatbahwa yang besaritulebihefisien, makaintegrasi horizontal harusdiciptakanmelaluikekuasaannegara. Chayanovmenolakhalini.Keempat, karenaitu saran Chayanovadalahbahwauntukmemodernisasimasyarakat, yang diperlukanadalahintegrasivertikal, yaitumelaluikoperasi yang diawasiolehnegara, Kelima, implikasiselanjutnyaadalah: biarlahusahatanisatuanskalakeciltetaphidup, bahkan yang takpunyatanahjustruperludiberitanahwalaupunkecil(land reform).

  14. MenurutpandanganChayanov, motivasi-motivasipeasanberbedadarikaumkapitalis; merekabertujuanMENGAMANKAN KEBUTUHAN-KEBUTUHAN KELUARGA daripadamenciptakankeuntungan (profit). KarenaituperansentraldalamteoriChayanovadalahpemahamanbalansantarakebutuhan-kebutuhansubsistendansuatuketidaksukaansubjektifterhadaptenaga(kerja) manual (dis-utility) karenainimenentukanintensitaspengolahan (budidaya) danbesarnyaprodukneto.

  15. Chayanovselanjutnyamenunjukkanbahwakonsep-konsepekonomiklasikdan theory marjinal (marginalis theory) yang menerangkanperilakuseorang capitalist entrepreneur tidakberlakudalamsebuah peasant family yang tergantungsemata-matapadakerjadarianggotakeluarga. • Karenadalamtipeusahataniinimenurunnyapenerimaan (decreasing returns) terhadapnilaitenagakerjatambahan (the value of marginal labour) tidakbegitu lama hambatannyaterhadapkegiatanpetanikarenakebutuhan-kebutuhankeluarganyatidakterpenuhi; yaitubilasuatutingkatekuilibriumtelahtercapaiantarakebutuhan-kebutuhandanbebankerjanya, ataukerjakeras yang dicurahkannya? (the drudgery of his efforts).

  16. Chayanovselanjutnyamenunjukkanbahwakonsep-konsepekonomiklasikdan theory marjinal (marginalis theory) yang menerangkanperilakuseorang capitalist entrepreneur tidakberlakudalamsebuah peasant family yang tergantungsemata-matapadakerjadarianggotakeluarga. Karenadalamtipeusahataniinimenurunnyapenerimaan (decreasing returns) darinilaitenagakerjatambahan (the value of marginal labour) tidakbegitutampakhambatannyaterhadapkegiatanpetanikarenakebutuhan-kebutuhankeluarganyatidakterpenuhi; yaitubilasuatutingkatekuilibriumtelahtercapaiantarakebutuhan-kebutuhandanbebankerjanya, ataukerjakeras yang dicurahkannya.

  17. Chayanov’s thesis didasarkanpadaasumsi-asumsiberikut: • Self-exploitation of labor power was the basis of peasant economy; • Peasant economy reproduced itself through the reproduction process of family; • Human needs and the forces of production were inherent contradiction in peasant economy. MenurutChayanov, ketimpangandalam peasant societies bersumber (emanated) dari ‘self-exploitation’ yaitutingkatdimana peasant bersediabekerjadenganmengorbankan leisure (waktubersantainya). Keluargamenjadi unit produksidanpemiliksumber-sumberdayadanproduksiditujukanuntukkonsumsikeluarga. Kontradiksiyang dimaksudChayanovdalamasumsinomor (3) adalahbahwaproduksi peasant lebihefisiendankompetitifdaripada capitalist production karena peasant tidakwajibmembuatkeuntungan (profit). Dengandemikianbilakapitalismengalamikebangkrutan, peasant tetap survive dantetap bereproduksi.3 (Chayanov, The Theory of Peasant Economy).

  18. Business keluargatani (farm family business) dapatdikajidaribeberapasudut: misalnyasebagaisuatu unit ekonomi, suatukelompok social, suatuorganisasiatausebuahprodukperkembanganhistoris. Setiapperspektifberkaitandengandisiplintertentudalamkerangka paradigm tertentu pula, yang mendefinisikanproblema yang berbeda yang relevanuntukdikajidanserangkaianalatanalisisuntukeksplorasi. Setiappendekatanberbasisdisiplinilmudapatmenunjukkanpemahaman-pemahamanbarutentangbagaimanaorangbertingkahlakudalam farm family businesses danapa yang mempengaruhitingkahlakuitu?

  19. Focus tinjauanini: Bukansajakeluargaatau business saja, melainkaninteraksidiantarakeduanya: • Apakahadabatas-bataspenetrasi yang satuterhadap yang lainnya? • Apakahkeputusan-keputusan yang dilakukankeluarga-keluarga (tingkatannya) kurangataulebihkomersialdaripada yang dilakukanolehparamanajer yang disewa (kontrak)? • Apakahketidakstabilan (instability) business membatasiproses-proseskeluarga (family processes) danhubungan-hubungankeluarga (family relationship)? • Apakahinstabilitaskeluargamerupakansuatuhambatan (konstrain) terhadappertumbuhandanperkembangan business? Pertanyaan-pertanyaanitupentingbagisuksesdan survival dariusahatanikeluarga.

  20. Menurut Schumpeter (1934) peranutamaentrepreniradalahsebagai innovator, yang memulaiperusahaan (firms) baruatausekurang-kurangnyamenciptakan ‘kombinasibaru’. BagiSchumpeter, inovasiadalahsuatukarakteristikdalamdefinisienterprenir yang semata-matahanyamengelolaperusahaan yang barusajadidirikannya, akanberakhirmenjadiseorangenterprenir. Marshall (1961), dipihak lain menekankanketerlibatan sang enterprenirdalamkegiatan-kegiatanrutindalammanajemendanmenganggapkeberanianmengambilresiko (risk-taking) danbukanperaninovasinyasebagaikarakteristikdefinisinya.

  21. Denganmengikuti Marshall, Casson (1982) mengatakanbahwaperanpenting yang dimainkanenterpreniradalahmendirikandanmengembangkanperusahaan (firm) barudenganketentuanbahwaiamenjadisumberpentingdalamhal capital, tenagakerjadaninformasi. Sebagaisatusumberrisk capitalkeluargamemilikibeberapakeuntungan. Kerabatenterpreniritutampaknyatidakakanmencuriide-idenyadanmenggunakannyasendiri. Dengankenalbaik, merekadapatmenentukanapakahiamemilikikualitas-kualitasindividu yang diperlukanuntukmenyelenggarakansebuah business. Merekaberadadalamsuatuposisi yang baikuntukmemonitorbagaimana capital digunakandanmemberikantekananpadanyaapabilacapital itudisalahgunakan.

  22. MenurutCasson, enterprenirlah yang merekruttenagakerja. Apabilaiamerasatenagaluartidakterampilmakaiaakanmenggunakantenagakerjakeluarganyasendiri yang sudahdikenalnyadengansangatbaikdaripadatenagadariluar. Keuntunganakanlebihbesarlagimanakalatenagakerjakeluargasedangmenghadapisaat ‘underutilized’. • Cassonmenekankan pula bahwakeluargamenjadisumberinformasipentingbagienterprenir, membuatdiatersadartentangpeluang-peluang yang mungkintelahterabaikan. Untuksebuahusahapertanian (farm business), jejaring (networks) semacamitumungkintidaksajamensuplaiinformasimelainkanjugasebagaisebuahsumberberkelanjutandalamhalsaling-membantu (mutual assistance) melalui ‘sharing’ tenagakerjadanmesin-mesin (pertanian). • KritikterhadapCassonadalahbahwaiatampaknyamengabaikanpenggunaankekuasaandaneksploitasitenagakerjakeluarga yang menjadikarakteristik family farming.

More Related