1 / 36

RASIO SOLVABILITAS

RASIO SOLVABILITAS. PERTEMUAN 5. PENGERTIAN RASIO SOLVABILITAS. RASIO SOLVABILTAS/LEVERAGE RATIO: RASIO YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR SEJAUHMANA AKTIVA PERUSAHAAN DIBIAYA DENGAN UTANG. ARTINYA: BERAPA BESAR BEBAN UTANG YANG DITANGGUNG PERUSAHAAN DIBANDINGKAN DENGAN AKTIVANYA.

ilar
Download Presentation

RASIO SOLVABILITAS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. RASIO SOLVABILITAS PERTEMUAN 5

  2. PENGERTIAN RASIO SOLVABILITAS RASIO SOLVABILTAS/LEVERAGE RATIO: RASIO YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR SEJAUHMANA AKTIVA PERUSAHAAN DIBIAYA DENGAN UTANG. ARTINYA: BERAPA BESAR BEBAN UTANG YANG DITANGGUNG PERUSAHAAN DIBANDINGKAN DENGAN AKTIVANYA.

  3. TUJUAN DAN MANFAAT RASIO SOLVABILITAS • MENGETAHUI POSISI PERUSAHAAN TERHADAP KEWAJIBAN KEPADA PIHAK LAIN (KREDITOR) • Menilaikemampuanperusahaandalammemenuhikewajiban yang bersifattetap (sepertiangsuranpinjamatermasukbunga). • Menilaikeseimbanganantaranilaiaktivakhususnyaaktivatetapdengan modal. • Menilaiseberapabesaraktivaperusahaandibiayaolehutang.

  4. TUJUAN DAN MANFAAT RASIO SOLVABILITAS • Menilaiseberapabesarpengaruhutangperusahaanterhadappengelolaanaktiva • Menilaiataumengukurberpaabagiandarisetiap rupiah modal sendiri yang dijadikanjaminanutangjangkapanjang. • Menilaiberapadanapinjaman yang segeraakanditagih • Menilaiseberapabesaraktivaperusahaandibiayaolehutangterdapatsekiankalinya modal sendiri yang dimiliki.

  5. MANFAAT RASIO SOLVABILITA • Untukmenganalisiskemampuanperusahaanterhadapkewajibanpadapihaklainnya. • Menganalisakemampuanperusahaanmemnuhikewajiban yang bersifattetap (Angsuranpinjamantermasukbunga). • Menganalisiskeseimbanganantaranilaiaktivakhususnyaaktivatetapdengan modal. • Menganalisisseberapabesaraktivaperusahaandibiayaidenganutang.

  6. MANFAAT RASIO SOLVABILITA • Menganalisisseberapabesarutangperusahaanberpengaruhterhadappengelolaanaktiva. • Menganalisisataumengukurberapabagiandarisetiap modal sendiri yang dijadikanjaminanutangjangkapanjang. • Menganalisisberapadanapinjaman yang segeraakanditagihterdapat modal sendiri.

  7. JENIS-JENIS RASIO SOLVABILITAS • Debt to asset Ratio (Debt Ratio) • Debt to equity ratio • Long term to Equity Ratio • Tangible asset debt coverage • Current liabilities to net worth • Times interest earned • Fixed charge coverage

  8. DEBT TO ASSET RATIO Rasio yang digunakanuntukmengukurperbandinganantara total utangdengan total aktiva. Atau Seberapabesaraktivaperusahaandibiayaiolehutangatauseberapabesarutangperusahaanberpengarhterhadappengelolaanaktiva.

  9. RUMUSAN UNTUK DEBT RATIO TOTAL DEBT DEBT TO ASSET RATIO = TOTAL ASSETS

  10. CONTOH Rp 2.050 Debt to Asset Ratio = 0,488 (49%) Rp 4.200

  11. ARTINYA: Rasiodiatasmenunjukkanbahwa 49% pendanaanperusahaandibiayaidenganutanguntuktahun 2010. halinimenunjukkanbahwasetiapRp 100 pendanaanperusahaandibiayaidenganutangRp 49% danRp 41% disediakanolehpemegangsaham

  12. TAHUN 2011 Rp 1.900 Debt to Asset Ratio = Rp 0,475 (48%) Rp 4.000 Artinya : Rasioinimenunjukkansekitar 48% pendanaanperusahaandibiayaidenganutangtahun 2011 artinyasetiapRp 100 pendanaanperusahaanRp 48 dibiayaidenganutangdanRp 52% disediakanolehpemegangsaham.

  13. PENJELASAN Jika rata-rata industri 35%, debt to asset ratio perusahaanmasihdibawah rata-rata industrisehinggaakansulitbagiperusahaanuntukmemperolehpinjaman. Kondisitersebutjugamenunjukkanperusahaandibiayaihampirseparuhnyaolehutang. Jikaperusahaanbermaksudmenambahutangperusahaanperlumenambahduluekuitasnya. Secarateori

  14. DEBT TO EQUITY RATIO Adalahrasio yang digunakanuntukmenilaiutangdenganekuitas, rasioinidicaridengancaramembandingkanantaraseluruhutangtermasukutanglancardenganseluruhekuitas. Rasioinibergunauntuk yang disediakanpeminjam (kreditor) denganpemilikperusahaan. Dengankata lain rasioiniberfungsiuntukmengetahuisetiap rupiah modal sendiri yang dijadikanjaminanutang.

  15. LANJUTAN… Bagi bank (kreditor), semakinbesarrasioiniakansemakintidakmgnuntungkankarenasemakinbesarrisiko yang ditanggungataskegagalan yang mungkinterjadidiperusahaan. Namunbagiperusahaanjustrusemakinbesarrasioakansemakinbaik. Sebaliknyajikarasiorendahsemakintinggitingkatpendanaan yang disediakanpemilikdansemakinbesarbataspengamananbagipeminjamjikaterjadikerugiaanataupenyusutannilaiaktiva.

  16. RUMUS DEBT TO EQUITY RATIO TOTAL UTANG (DEBT) DEBT TO EQUITY RATIO = EKUITAS (EQUITY)

  17. CONTOH Untuktahun 2010: Rp 2.050 Debt to Equity Ratio = = 0,911% (91) Rp 2.100

  18. CONTOH Untuktahun 2011: Rp 1.900 Debt to Equity Ratio = = 0,904% (91%) Rp 2.100

  19. PENJELASAN RasioinimenunjukkanbahwakreditormenyediakanRp 91,00 tahun 2011 untuksetiapRp 100 yang disediakanpemegangsaham. Atauperusahaandibiayaiolehutangsebanyak 91 %. Demikianjugatahun 2011 yaitusebesar 90,4 % tidakjauhbedadengantahun 2010.

  20. Long term debt to equity Ratio Merupakanrasioantarautangjangkapanjangdengan modal sendiri. Tujuannyauntukmengukurberapabagiandarisetiap rupiah modal sendiri yang dijadikanjaminanutangjangkapanjangdengancaramembandingkanantarautangjkpanjangdengan modal sendiri yang disediakanolehperusahaan.

  21. RUMUS LTDtER LONG TERM DEBT LTDtER = EQUITY

  22. CONTOH TAHUN 2010: Rp 1.300 LTDtER = 0,577 % (58%) Rp 2.250

  23. CONTOH TAHUN 2011 Rp 1.150 LTDtER = 0,547 % (55%) Rp 2.100

  24. TIMES INTEREST EARNED Rasiountukmencarijumlah kali perolehanbunga. Rasioinidiartikanjugasebagaikemampuanperusahaanuntukmembayarbiayabunga.

  25. lanjutan Rasiountukmengukursejauhmanapendapatandapatmenuruntanpamembuatperusahaanmerasamalukarenatidakmampumembayarbiayatahunannya. Bilaperusahaantidakmampumembararbunga, dalamjangkapanjangmenghilangkankepercayaandariparakreditor. Bahkanketidakmampuanakanmengakibatkanimplikasihukumbagiperusahaan.

  26. CARA MENGUKUR RASIO DENGAN MELAKUKAN PERBANDINGAN ANTARA LABA SEBELUM BUNGA DAN PAJAK DIBANDINGKAN DENGAN BIAYA BUNGA YANG DIKELUARKAN. DENGAN DEMIKIAN KEMAMPUAN PERUSAHAAN UNTUK MEMBAYAR BUNGA PINJAMAN TIDAK DIPENGARUHI OLEH PAJAK.

  27. RUMUS TIMES INTEREST RATIO EBIT TIMES INTEREST EARNED= BIAYA BUNGA (INTEREST) ATAU: EBT + BiayaBunga Times interest earned= BiayaBunga (interest)

  28. CONTOH Tahun 2010: Rp 1800 Times interest earned = = 10 kali Rp 180

  29. CONTOH Tahun 2011: Rp 1300 Times interest earned = = 7,6 kali Rp 170

  30. Penjelasan Times interest tahun 2010 adalah 10 kali ataudengankata lain, biayabungadapatditutup 10 kali darilabasebelumbungadanpajak. Lalutahun 2011 adalah 7,6 kali ataudengankata lain biayabungadapatditutup 7,6 kali darilabasebelumbungadanpajak.

  31. Penjelasan…lanjutan Apabila rata-rata industriuntukusaha yang sejenis 10 kali, rasiotahun 2010 adalahbaik, namunrasiotahun 2011 dinilaikurangbaikkarenaberadamasihdibawah rata-rata industri 10 kali. Hal iniakanmenyulitkanperusahaanuntukmemperolehpinjamandimasa yang akandatang.

  32. FIXED CHARGE COVARAGE (FCC) FIXED CHARGE COVARAGE (FCC) ataulingkupbiayatetapmerupakanrasio yang menyerupai times interest earned ratio, hanyasajaperbedaannyaadalahrasioinidilakukanapabilaperusahaanmemperolehutangjangkapanjangataumenyewaasetberdasarkankontraksewa (lease contract). Biayatetapadalahbiayabungaditambahbiayasewatahunanataujangkapanjang.

  33. Rumus FIXED CHARGE COVERAGE EBT+ BiayaBunga+KewajibanSewa/Lease FCC= BiayaBunga + Kewajiban / Lease

  34. CONTOH Tahun 2010: 1.620 + 180 + 40 FCC = 8,4 kali 180 + 40 Tahun 2011: 1.130 + 170 + 30 FCC = 8,4 kali 170 + 30

  35. PENJELASAN Seandainya rata-rata industriuntuk fixed charge coverage adalah 10 kali, tahun 2010 hanya 8,4 kali daninidinilaikurangbaikkarenamasihdibawah rata-rata industrida n tentumenyulitkanperusahaanuntukmemperolehpinjaman. Sementaratahun 2011 denganrasio 7 kali dianggaptidakbaikjugakarenaberadadibawah rata-rata industrisehinggamenyulitkanperusahaandalammemperolehpinjaman.

  36. HASIL PENGUKURAN

More Related