Indera
Download
1 / 72

INDERA - PowerPoint PPT Presentation


  • 214 Views
  • Uploaded on

INDERA. Ratna Damayanti. INDERA. Penglihatan  lobus oksipitalis Pendengaran  lobus parietal-temporalis Pembauan  lobus temporalis Pengecapan  thalamus Keseimbangan  cerebrum. INDERA. INDERA PENGLIHATAN. FUNGSI MATA :

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' INDERA' - idania


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
Indera

INDERA

Ratna Damayanti


Indera1
INDERA

  • Penglihatan  lobus oksipitalis

  • Pendengaran  lobus parietal-temporalis

  • Pembauan  lobus temporalis

  • Pengecapan  thalamus

  • Keseimbangan  cerebrum



Indera penglihatan
INDERA PENGLIHATAN

  • FUNGSI MATA :

    Sebagai indera penglihatan yang menerima rangsangan berupa berkas cahaya pada retina dengan perantaraan

    n. optikus dan menghantarkan rangsangan ini ke pusat penglihatan di otak untuk ditafsirkan.


Bagian luar mata
BAGIAN LUAR MATA :

  • Fungsi : melindungi mata dari iritan dan cedera.

  • Terdiri dari :

  • KELENJAR LAKRIMALIS

  • KONJUNGTIVA

  • KELOPAK MATA


Bagian bagian mata
BAGIAN-BAGIAN MATA :

  • SKLERA

    - Kantong tebal terdiri dari jaringan fibrosa membungkus bola mata.

    - Mempertahankan bentuk bulbus okuli.

  • KORNEA

    - Membiaskan berkas cahaya sehingga tidak berpencar.


  • CHOROID

    - Membran berpigmen melanin yang berfungsi mencegah pantulan cahaya.

    - Mengandung banyak pembuluh darah.

  • AQUEOUS HUMOR = cairan bilik mata

    - Cairan di depan lensa  cairan ekstrasel

  • LENSA KRISTALINA

    - Masa tembus cahaya berbentuk bikonkaf

    - Fungsi : Memfokuskan cahaya


  • VITROUS HUMOR

    - Cairan di belakang lensa seperti agar-agar mengandung mukoprotein.

  • RETINA

    - Terdapat reseptor peka cahaya.

  • IRIS

    - Mengandung pigmen berwarna


  • PUPIL

    - Mengatur masuknya cahaya

    - Terdapat 2 otot :

     M. dilatator pupillae  dilatasi pupil

    (midriasis)

     M. sphincter pupillae  konstriksi

    (miosis)

  • OTOT-OTOT MATA ( 7 buah )


Fovea Centralis:

- penipisan retina di tengah Macula lutea

(bintik kuning)

- mrpk Pusat ketajaman penglihatan


Retina
RETINA

  • TERDIRI DARI 10 LAPISAN (dr luar ke dalam):

  • lapisan pigmen  melanin

  • lapisan sel-sel fotoreseptor

  • membran pembatas luar

  • lapisan inti luar

  • lapisan fleksiform luar

  • lapisan inti dalam

  • lapisan fleksiform dalam

  • lapisan sel-sel ganglionik

  • serat saraf mata

  • membran pembatas dalam


6 macam sel di retina
6 MACAM SEL di retina :

  • SEL RESEPTOR ( fotoreseptor)

    • SEL BATANG  bayangan hitam putih

      - banyak di perifer retina

    • SEL KERUCUT  bayangan berwarna

      - banyak di fovea sentralis

  • SEL HORISONTAL

    - Terletak secara lateral menghubungkan sel kerucut dan sel batang ke satu sama lain dan ke sel bipolar.


  • SEL BIPOLAR

    - Meneruskan sinyal dari fotoreseptor ke sel ganglion.

  • SEL AMAKRIN

    - Menghubungkan secara lateral antara sel bipolar dan sel ganglion atau sel ganglion satu sama lain.

  • SEL GANGLION

    - Meneruskan sinyal dari sel bipolar untuk dilanjutkan ke saraf optikus yang akan di tafsirkan di korteks serebri (otak) .

  • SEL INTERFLEKSIFORM

    - Menyampaikan sinyal dari lapisan fleksiform

    dalam ke lapisan fleksiform luar.


Retina1
Retina

  • Mengandung: Reseptor penglihatan

    - sel Rods (batang)

    memp fotopigmen : rhodopsin

    - sel Cones (kerucut)

    memp fotopigmen : - erythrolabe

    - chlorolabe

    - cyanolabe


Bayangan retina
Bayangan Retina

  • Obyek Memantulkan gelombang cahaya (berkas cahaya) Dibiaskan lensa Retina (reseptor)

  • Berkas cahaya datang  6 m  dibiaskan sejajar ke focus utama

  • Berkas cahaya datang < 6 m  dibiaskan divergen/ menyebar


Refraksi
Refraksi

  • Berkas cahaya akan berbelok/ berbias/ mengalami refraksi, bila :

    Berjalan dari satu medium ke medium

    lain yang berbeda kepadatannya

    Kecuali bila jatuh tegak lurus


Sel batang maupun sel kerucut terdiri dari 3 segmen utama yaitu
Sel batang maupun sel kerucut terdiri dari 3 segmen utama , yaitu :

  • Segmen luar, berhubungan dengan lapisan pigmen retina. Di dalamnya terdiri dari ratusan hingga ribuan lempeng yang mengandung pigmen peka cahaya.

  • Segmen dalam, mengandung sitoplasma, mitokondria beserta organela lainnya dan inti. Mitokondria berperan dalam menye-diakan energi untuk berfungsinya foto-reseptor.


  • Badan sinaps yaitu :, berhubungan dengan sel neuron berikutnya, yaitu sel bipolar dan sel horizontal. Di dalamnya banyak terkandung neurotransmiter.


Bahan penting bagi proses fotokimiawi penglihatan
Bahan penting bagi proses fotokimiawi penglihatan yaitu : :

  • 1. PIGMEN RHODOPSIN

    - Dihasilkan oleh fotoreseptor yang akan terurai bila terkena cahaya ( absorpsi energi cahaya).

  • 2. VITAMIN A

    - Komponen penting pada zat fotokimia (sbg prekursor pigmen rhodopsin).



Tahap berkas cahaya otak
TAHAP BERKAS CAHAYA yaitu : OTAK

  • CAHAYA  KORNEA  AQUEOUS HUMOR  LENSA  VITREOUS HUMOR  RETINA  SARAF OPTIKUS & TRAKTUS OPTIKUS  KORPUS GENIKULATUM LATERAL DI TALAMUS  KORTEKS PENGLIHATAN DI LOBUS OKSIPITALIS.


  • AKOMODASI ; yaitu :

    - Perubahan bentuk lensa agar bayangan jatuh tepat di retina.

  • Dikontrol : n. II, III, IV dan VI.

    - Proses dimana kecembungan lensa mata diperbesar krn proses aktif otot mata

    - Melihat jauh/ istirahat : lensa pipih

    Melihat dekat : lensa cembung

  • GLAUKOMA :

    - Tekanan intraokular meningkat (> 15 mmHg), disebabkan produksi Aqueus humor berlebihan.


Akomodasi
Akomodasi yaitu :

  • Proses dimana kecembungan lensa mata diperbesar krn proses aktif otot mata

  • Melihat jauh/ istirahat : lensa pipih

    Melihat dekat : lensa cembung


Pupil mata

Cahaya gelap : yaitu :

pengaruh simpatis  kontraksi otot polos radialis  midriasis / m’lebar

Cahaya terang :

pengaruh parasimpatis  kontraksi otot polos sirkularis  miosis /menyempit

Pupil mata


Indera pendengaran
INDERA PENDENGARAN yaitu :

  • SUARA :

    Serangkaian gelombang bertekanan yang merambat dalam udara.


Telinga dibagi menjadi
TELINGA DIBAGI MENJADI : yaitu :

  • TELINGA LUAR

    Fungsi :

    • mengumpulkan suara

    • memperkuat resonansi membrana timpani

  • TELINGA TENGAH

    F : meneruskan getaran ke telinga dalam.

  • TELINGA DALAM

    F : mengubah suara menjadi impuls saraf.


Telinga luar terdiri dari
TELINGA LUAR, terdiri dari : yaitu :

  • AURICULA/PINNA

    - membantu lokalisasi suara

  • MEATUS AUSTIKUS EKSTERNUS

  • saluran tempat lewatnya gelombang suara ke

    telinga tengah

  • mengandung rambut, kel. sebasea, kel. keringat

  • MEMBRANA TIMPANI

  • tempat gelombang suara diubah menjadi getaran

  • bagian tengahnya berhubungan dengan tangkai

    maleus.


Telinga tengah terdiri dari
TELINGA TENGAH, terdiri dari : yaitu :

  • Tulang –tulang pendengaran yang saling bersendi : MALEUS, INKUS, STAPES.

  • Membran Ovale :

    - Membran kecil di pintu masuk telinga dlm.

  • Tuba Eustakius  menghubungkan telinga dengan hidung dan tenggorokan


  • Telinga dalam
    TELINGA DALAM yaitu :

    • a. Luar  labirin bertulang

      tdpt : kohlea, vestibulum dan kanalis

      semisirkularis

    • b. Dalam  labirin membranosa

      tdpt : utrikulus dan sakulus


    Telinga
    TELINGA yaitu :


    Ear yaitu :

    Auditive nerve

    Anvil

    Hammer

    Cochlea

    Stirrup

    Eardrum


    Kohlea
    yaitu : KOHLEA

    • Bentuk seperti pipa yang melingkar-lingkar.

      Terdiri dari :

    • skala vestibuli, berisi cairan perilimfe

      membran Reissner  tipis

    • skala media  endolimfe

      membran basilaris  kuat

    • skala timpani  perilimfe


    Kohlea1
    KOHLEA yaitu :


    Organ corti
    Organ Corti : yaitu :

    • Fungsi : organ reseptor yang menimbulkan

      impuls saraf sebagai jawaban terhadap

      getaran membran basilaris.

  • Bentuk : sekumpulan sel-sel rambut yang berfungsi

    sebagai reseptor suara yang terletak diatas

    membran basilaris.

    • Bagian dasar sel-sel rambut terjerat dalam jaringan

      ujung-ujung saraf  ganglion spiralis  saraf kohlear



    • ORGAN CORTI yaitu :

      Organ reseptor yg membangkitkan impuls saraf sbg respon thd getaran membrana basilaris

      Mengandung sel rambut (hair cells) yg peka thd perub elektro mekanik diteruskan ke pusat pendengaran

      (Cortex Auditorius)


    Perjalanan suara dalam telinga
    Perjalanan suara dalam telinga yaitu :

    • Suara  membrana timpani  tulang pendengaran  perilimfe  endolimfe  organ Corti.

    • Sinyal pendengaran masuk ke otak lewat n. VIII Nukleus olivaris superior dan kolikulus inferior di batang otak  korpus genikulatum mediale talamus  korteks pendengaran di lobus temporalis.



    Ada 2 macam tuli
    ADA 2 MACAM TULI : yaitu :

    • TULI KONDUKSI

      Kegagalan penghantaran suara dari membran

      timpani melalui susunan tulang pendengaran

      ke kohlea.

    • TULI SARAF

      Kegagalan sinyal pendengaran untuk mencapai

      korteks pendengaran.


    Indera pengecap dan penghidu
    INDERA PENGECAP DAN PENGHIDU yaitu :

    Kedua indera tsb menggunakan :

    • KEMORESEPTOR

      Jenis reseptor untuk indera pengecap dan penghidu yang diaktifkan oleh rangsangan kimiawi.


    • makanan harus dilarutkan oleh saliva yaitu : berdifusi ke dalam pori yang mengandung mikrovili.

    • Bagian-bagian lidah :

      - radiks lingua : pangkal lidah

      - dorsum lingua : punggung lidah

      - apeks lingua : ujung lidah


    Sistem pengecapan

    Papila yaitu :

    Taste bud : 3.000 -

    10.000

    bentuk ovoid 50-80 m

    Taste cell : 30-100 per

    taste bud

    - Mikrovili

    - Asal : diferensiasi sel

    basal

    - Masa hidup  10 hari

    Sistem pengecapan


    3 tipe papillae
    3 TIPE PAPILLAE yaitu :

    • 1. FILIFORM

      - tidak terdapat taste bud

    • 2. FUNGIFORM

      - tiap 1 papila mengandung 5 taste bud

    • 3. CIRCUMVALLATE

      - bentuk seperti huruf V

      - tiap 1 papila mengandung 100 taste bud


    Taste buds
    TASTE BUDS yaitu :

    • Reseptor sensorik untuk pengecapan.

    • - Letak : lidah, dinding posterior mulut dan

      pharing anterior

    • terdiri dari :

      sel-sel reseptor pengecap berbentuk epi-teloid yang tersusun mengelilingi pori dalam membran mukosa mulut dan dipermukaannya terdapat mikrovili yang dapat mendeteksi bermacam rasa.


    4 macam rasa kecap utama
    4 macam rasa kecap utama : yaitu :

    • asin  ujung lidah dan samping kiri dan kanan

    • manis  ujung lidah

    • asam  samping kiri dan kanan

    • pahit  pangkal lidah


    Perjalanan sinyal saraf
    Perjalanan sinyal saraf yaitu :

    • Sinyal saraf dari taste buds  traktus solitarius di medula  talamus  korteks serebri.

    • Lidah dipersarafi oleh : n. XII, n. VII dan n. IX.



    Jaras pengecapan
    Jaras Pengecapan yaitu :

    Gyrus Postsentralis

    Talamus

     Nukleus Solitarius

    N.VII N.IX N.XII

    Taste cell


    Sel olfaktorius
    SEL OLFAKTORIUS yaitu :

    • Sel reseptor yang menghasilkan sensasi bau

      - Letak : puncak rongga hidung

    • Sel-sel saraf yang mempunyai tonjolan

      berupa silia yang dapat mendeteksi

      berbagai macam bau-bauan.


    Nasal cavity
    Nasal cavity yaitu :




    Syarat dapat membau
    Syarat dapat membau : yaitu :

    Bahan/ sumber pembauan/ odorant :

    1. Dapat menguap

    2. Larut dalam cairan mukosa olfactorius


    Mekanisme pembauan
    Mekanisme pembauan yaitu :

    Bau/odorant

    Menembus mukosa membran olfactorius

    Reseptor olfactorius (hair cells)

    Pyriformis↔ Hipotalamus ↔ sistem limbik


    • Bau yaitu : sel olfaktorius  N. Olfaktorius dari bulbus olfaktorius  traktus olfaktorius  lobus temporalis

    • Kelainan pada penciuman

      - Daya penciuman melemah bila selaput lendir di hidung sangat kering / terlalu basah / membengkak.

      - Daya penciuman hilang akibat komplikasi dari suatu cedera kepala.


    Keseimbangan
    Keseimbangan yaitu :

    • Organ :

      - Vestibulum

      - Kanalis semisirkularis

      mengandung reseptor sel rambut yg peka thdp gerakan dan posisi tubuh.

    • Apabila kepala diputar, sel rambut melengkung di dlm endolimfe  timbul potensial aksi.