1 / 13

PENGARUH INDEKS PERSEPSI CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP RASIO HUTANG PADA PERUSAHAAN YANG

PENGARUH INDEKS PERSEPSI CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP RASIO HUTANG PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI CORPORATE GOVERNANCE PERCEPTION INDEX (CGPI). Oleh: ANDIKA MADI WAHYUKUSUMA (05620134). FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2009. BAB 1 PENDAHULUAN.

fionan
Download Presentation

PENGARUH INDEKS PERSEPSI CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP RASIO HUTANG PADA PERUSAHAAN YANG

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENGARUH INDEKS PERSEPSI CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP RASIO HUTANG PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI CORPORATE GOVERNANCE PERCEPTION INDEX (CGPI) Oleh: ANDIKA MADI WAHYUKUSUMA (05620134) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2009

  2. BAB 1 PENDAHULUAN • A. LatarBelakangMasalah • Setelahmengalamikrisisekonomi yang terjadibeberapatahunlalu, kondisiperekonomian Indonesia hinggasaatinibelummenunjukkankemajuanpesat. Krisis yang terjadidi Indonesia jugatidakterlepaskeberadaanisuCorporate Governance. Salahsatufaktor yang menyebabkanlambatnyaprosespemulihankondisiperekonomianiniadalahbelumditerapkannyaCorporate Governance yang baik. Olehkarenaitu, Corporate Governance yang menjadibagianpentingdalamprosespembaharuanekonomiuntukmengatasikrisisekonomi. Hal inimenjadimotivasiparapelakuuntukmenerapkanGood Corporate Governancepadaperusahaan yang dikelolanya. • ImplikasipelaksanaanGCG diperusahaanapabilaperusahaantersebutmenerapkanGCG denganbaik yang menggunakanStrukturorganisasi, AsasGCGdanpedomanpokokpelaksanaan yang diterapkandiperusahaanakanmenjadiperusahaan yang dipercayaioleh Investor, Mitradan Bank denganmengembangkanupayakreatif, inovatifdanmenjalankanstrategi-strategi lain sehinggakinerjaperusahaanmeningkatantara lain tercermindarimeningkatnyaOmset, LabadanHargasaham. Perusahaan akansemakindicintaiolehShareholders,karyawandankonsumen. (SWA Sembada 2008).

  3. Manfaatbagiperusahaan yang menerapkanGood Corporate Governancemenjadikantimmanajemenperusahaansemakin solid dantransparan (mendapatdukungan internal maupuneksternal), mendapatkankepercayaanmasyarakatdankonsumen (kepuasanpelanggandanpangsapasar), menjadikankinerjaperusahaan yang baik (penghasilandanlababersih), sehinggakesejahteraanstakeholders danshareholders (devidendanhargasaham) tercapai. • Perusahaan-perusahaan yang mendapatpredikat “terpercaya” penerapanGood Corporate Governance-nyadiakuimampumeningkatkankredibilitas, kinerjabisnisdanmenciptakaniklimkerja yang menarikbagikaryawan. PenerapanGCG yang dilakukanolehperusahaan yang secarakonsistendaritahunketahunmemberikanhasil yang memuaskan. SebagaicontohpadaperusahaanAdhiKarya yang terbuktisejaktahun 2004 kinerjaperusahaansemakinmeningkat. Sebagaigambaran, padatahun 2006 pendapatanmencapaiRp. 4,33 triliundanlababersihRp. 95,6 miliar. Inimeningkatdibandingkanpadatahun 2005 dimanapendapatansebesarRp. 3,03 triliundanlababersihRp. 77,92 miliar. • Dalammengelolasuatuperusahaanpemilikperusahaan/principalsemata-matatidakmenyerahkanlangsungsepenuhnyakepada manager yang disinisebagaiagent dalammengelolaperusahaandikarenakanadanyapermasalahandidalamperusahaanataudisebutagency problem. Perbedaankepentingandisinilah yang menjadipermasalahanantarapemilikperusahaandengan manager. Pemilikinginperusahaanbisaberkembangdenganmenghasilkanlaba yang tinggi. Disisi lain manager yang mengelolaperusahaanjugatidakhanyauntukmembuatperusahaanmenjadiberkembangtapijugaada motif untukmemperkayadiri.

  4. Disinilahpemilikperusahaantidakmaumenanggungresiko yang terjadipadaperusahaanapabila manager menyalahgunakankewenangannyadalammengelolaperusaahan. Olehkarenaitu, agar manager tidakdapatmenyalahgunakankewenangannyamakaperusahaanmenerapkangood corporate governance. Padaintinyaperusahaan yang menerapkangood corporate governancedigunakanuntukmemolesperusahaansupayamenjadilebihbaikdisampingitu agar mendapatkepercayaandaridebiturataubondholder. • Perusahaan yang menerapkangood corporate governancedanmengikutiCorporate Governance Perception Index (CGPI) yang diselenggarakanolehThe Indonesian Institute Of Corporate Governance (IICG) semakinterpercayasuatuperusahaanakanmenjadikanperusahaansemakindipercayaiolehkrediturdalammemberikanpinjaman/hutang. Semakinbanyakperusahaanmelakukanpinjaman/hutangsemakinberlapis pula pengawasanterhadapkinerjaperusahaan. Pengawasantidakhanyadilakukanolehpemilikperusahaantetapipihakketigadisiniadalahkrediturjugaturutmembantumengawasikinerjaperusahaan. Disiniterdapatkorelasiataupengaruhpositifantaraperusahaan yang mendapatkanpredikatterpercayadenganhutang. Apabilaperusahaanmendapatpredikatterpercayamenjadikanperusahaantersebutdapatdipercayaolehkreditur. Krediturakansemakinmudahuntukmencairkandananyauntukmemberikanpinjamankepadaperusahaan. Denganadanyapengawasan yang berlapisatauberlipatmenjadikankinerjaperusahaansemakinbaikdanmanajerjugatidakakanmenyalahgunakanwewenangnyauntukmemperkayadiri.

  5. B. RumusanMasalah Identifikasimasalah yang inginpenulisungkapkandalamskripsiiniadalah : • 1.Bagaimana indekspersepsi corporate governance danrasiohutangpadaperusahaan yang • terdaftardi Bursa Efek Indonesia (BEI)? • 2. Apakahindekspersepsicorporate governaceberpengaruhpositifterhadaprasiohutang? • C.Batasan Masalah Batasan masalah yang digunakandalampenelitian inidenganmembatasiobyekpenelitianyaitu padaperusahaan yang terdaftardi CGPI danterdaftardi BEI periode 2007-2008. • D. Tujuanpenelitian UntukmengetahuipengaruhIndeksPersepsiCorporate GovernaceterhadapRasioHutang. • E. Manfaatpenelitian • Hasilpenelitianinidapatdigunakansebagaibahan pertimbangan untuk • mengetahui tata kelola • suatu perusahaan yang menerapkan Good Corporate Governance. • Hasilpenelitianinidapatdijadikankontribusiuntukmemahamiperusahaan • yang menerapkan Good Corporate Governance terhadap Rasio Hutang.

  6. BAB II KAJIAN PUSTAKA • PenelitianTerdahulu • PadapenelitianSayidahdanPujiati (2008). “Corporate GovernancedanRasioHutang”. Penelitianinimenggunakan Perusahaan non perbankandanlembagakeuanganbukan bank yang masukdalampemeringkatan GCPI tahun 2003-2006. HasilpenelitianmenunjukkanKualitascorporate governance yang merupakanvariabelindependendiproksidenganskor CGPI (Corporate Governance PerceptionIndex) yang dikeluarkanoleh IICG (Indonesian Institute of Corporate Governance). Kebijakanhutangperusahaan yang merupakanvariabeldependendiproksidenganrasiohutangmenunjukkan CGPI secarasignifikanmempunyaipengaruhpositifterhadaprasio TD/E. Semakinbaikkualitaspenerapancorporate governanceakansemakinmeningkatkanrasiohutang. Penerapancorporate governance yang semakinbaikmenjadikanperusahaanseamakindipercayaolehkreditor, investor danmitra yang lain. • Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Arifin dan Rahmawati (2006) dengan judul “Pengaruh corporate governance terhadap efektifitas mekanisme pengurang masalah agensi” yang dilakukan pada perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2001-2004 difokuskan pada perusahaan non keuangan. Hasil dari penelitian ini dari tiga variabel yang di teliti dua variabel tidak berpengaruh yaitu dividen dan dewan komisaris kemudian variabel lain yaitu hutang berpengaruh signifikan.

  7. 1. Pengertian Corporate Governance • a. Pengertian menurut CGPI Corporate Governance adalah Konsep Corporate Governance • dapat didefinisikan sebagai serangkaian mekanisme yang mengarahkan dan • mengendalikan suatu perusahaan agar operasional perusahaan berjalan sesuai dengan • harapan para pemangku kepentingan (stakeholders). (www.iicg.org). • b. Menurut tim BPKP (2003) corporate governancedapatditelusurimelaluiduasisi, yaitu • dimensiteoritis-akademisdanpraktik-historis. Berdasarkandimensiteoritis-akademis • Corporate Governancemunculdarikonsepawaladanyapemisahanantarafinancial provider • (pemegangsaham) danmanajemen. • 2. Corporate Governance dan TeoriKeagenan • a. Perspektif hubungan keagenan merupakan dasar yang digunakan untuk memahami corporate • governance. Hubungan keagenan adalah sebuah kontrak antara principal dan agen • (dikembangkan oleh Coase, 1937; Jensen and Meckling, 1976; dan Fama and Jensen, 1983) • dalamDarmawatidanKhomsiyah (2003). Inti dari hubungan keagenan adalah adanya • pemisahan antara kepemilikan (di pihak principal/investor) dan pengendalian (di pihak • agent/manajer). • b. Investor memiliki harapan bahwa manajer akan menghasilkan returns dari uang yang mereka • investasikan. Oleh karena itu, kontrak yang baik antara investor dan manajer adalah kontrak • yang mampu menjelaskan spesifikasi-spesifikasi apa sajakah yang harus dilakukan manajer • dalam mengelola dana para investor, dan spesifikasi tentang pembagian return antara • manajer dengan investor.

  8. 3. Definisi GoodCorporateGovernance • Good Corporate Governance dapat didefinisikansebagai struktur, sistem, dan proses yang digunakan oleh organ-organ perusahaan sebagai upaya untuk memberikan nilai tambah perusahaan secara berkesinambungan dalam jangka panjang, dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholder lainnya, berlandaskan peraturan perundangan dan norma yang berlaku. • Pengertian GCG dari berbagai sumber antara lain : • a. Pengertianseperti yang dikutipdariSyahroza (2003).Good Corporate Governanceadalahtata • kelolaorganisasisecarabaikdenganprinsip-prinsipketerbukaan, keadilan, dandapat • dipertanggungjawabkandalamrangkamencapaitujuanorganisasi. • b. MenurutStiglitz (2004) dalamSyahroza (2003). Tata kelola (governance) bisadimaknaisebagai • sekumpulanprosesdansistem yang mengaturberoperasinyaorganisasiatau pun masyarakat • (comprises the processes and system by which an organization or a society operates). Dalam • pelaksanaannya, tatakelolajugamenghadapiberbagaimasalah, yang menurutStiglitz (2004) • dapatdilihatdalamtindakan yang diambil, prosesdanpemilihankepemimpinandi • dalamnya.GoodCorporate Governance (GCG). • c. MenurutWorld Bankmerupakankumpulanhukum, peraturan, dankaidah-kaidah yang wajib • dipenuhiyang dapatmendorongkinerjasumber-sumberperusahaanbekerjasecaraefisien, • menghasilkannilaiekonomijangkapanjang yang berkesinambunganbagiparapemegangsaham • maupunmasyarakatsekitarsecarakeseluruhan.

  9. 4.GCG Workshop Kantor Meneg PM BUMN menerangkan bahwagood corporate governance • berkaitandenganpengambilankeputusan yang efektif, yang bersumberdaribudaya • perusahaan,etika, nilai, sistem, prosesbisnis, kebijakan, danstrukturorganisasi yang • bertujuanuntukmendorongdanmendukungpengembanganperusahaan, pengelolaan • sumberdayadanresikosecaralebihefisiendanefektifsertapertanggungjawabanperusahaan • kepadapemegangsahamdan stakeholders lainnya. • Corporate Governance dan Good Corporate Governance • The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG)mendefinisikancorporate governance sebagaiprosesdanstruktur yang diterapkandalammenjalankanperusahaandengantujuanutamameningkatkannilaipemegangsahamdalamjangkapanjangdengantetapmemperhatikankepentinganstakeholders yang lain. Sembilan dimensicorporate governance yang menjadiacuanpenilaian yang dilakukanoleh IICG meliputikomitmenterhadaptatakelolaperusahaan, tatakeloladewankomisaris, komite-komitefungsional, dewandireksi, transparansi, perlakuanterhadappemegangsaham, peranpihakberkepentinganlainnya, integritasdanindependensi (Swasembada, 2005). • Good corporate governance (GCG) merupakanpraktekterbaik yang biasadilakukanolehsuatuperusahaan yang berhasil yang mengacupadabauranantaraalat, mekanismedanstruktur yang menyediakankontroldanakuntabilitas yang dapatmeningkatkaneconomic enterprisesdankinerjaperusahaan Tim BPKP (2003) sertamendorongperusahaanmelakukanpenciptaannilai yang diproksidengankinerjamasadepan. Praktekterbaikinimencakuppraktikbisnis, aturan main, strukturprosesdanprinsip yang dimiliki. GCG merupakansyaratbagiperusahaanuntukmendapatkankepercayaanbagi investor dipasar modal. Perusahaan dengancorporate governance yang baikakandapatmeningkatkannilaiperusahaanbagipemegangsaham.

  10. 5. Corporate Governance Perception Index • Pengertian CGPI • Corporate Governance Perception Index (CGPI) adalah program riset dan pemeringkatan penerapan GCG pada perusahaan-perusahaan di Indonesia. CGPI diikuti oleh Perusahaan Publik (Emiten), BUMN, Perbankan dan Perusahaan Swasta lainnya. Program CGPI secara konsisten telah diselenggarakan pada setiap tahunnya sejak tahun 2001. CGPI diselenggarakan oleh IICG sebagai lembaga swadaya masyarakat independen bekerjasama dengan Majalah SWA sebagai mitra media publikasi. Program ini dirancang untuk memicu perusahaan dalam meningkatkan kualitas penerapan konsep corporategovernance melalui perbaikan yang berkesinambungan (continous improvement) dengan melaksanakan evaluasi dan melakukan studi banding (benchmarking). Program CGPI akan memberikan apresiasi dan pengakuan kepada perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan corporategovernance melalui CGPI Awards dan penobatan sebagai Perusahaan Terpercaya. Penghargaan CGPI Awards dan hasilnya dipaparkan di Majalah SWA dalam Sajian Utama. • 6. Rasio Hutang / Leverage • Pengertian Rasio Hutang / Leverage • Rasio Hutang / Leverage atau ada yang menyebut rasio solvabilitas adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban jangka panjangnya.

  11. HubunganCorporate Governance dan RasioHutang / Leverage • Selaindanadaripemegangsaham, manajerperusahaanjugamengeloladanadaribondholder (pemegangobligasi). Konflikkepentinganantaramanajerdanbondholder terjadidalamhalkebijakanhutang. Konflikinimunculketikamanajemenmengambilproyek-proyek yang mempunyairisikolebihbesardari yang diperkirakanolehkreditor. Dalamhalinikreditortidakmaudirugikanapabiladanadinvestasikanpadaproyek yang berisikotinggi, karenaakanmeningkatkanrisikokebangkrutanperusahaan yang padaakhirnyaakanmempengaruhinilaiperusahaandenganmenurunnyanilaipasarhutangatauobligasi yang belumjatuh tempo. Sebaliknyajikaproyekberisikotinggitersebutmemberikanshasil yang bagus, kompensasi yang diterimakrediturberupabungatidaknaik. Inimenunjukkanbahwahutangdapatmenjadikan transfer of wealthdaribondholderkeshareholder yang akandihindariolehbondholdermenurutSayidahdanPujiati (2008). • Hipotesis Penelitian • Berdasarkanperumusanmasalah, tinjauanpustakadanatasteori yang adamakadugaansementarauntukmenjawabrumusanmasalahdalampenelitianiniadalah: • Ha : Didugaterdapatpengaruh positifindekspersepsi corporate governance terhadaprasiohutang.

  12. KerangkaPenelitianTeoritis

  13. SEKIAN TERIMAKASIH

More Related