1 / 7

TRI HARTANTO, 2350404051 Kesantunan dalam Roman Le Dernier Jour dun Comdamne Karya Victor Hugo

TRI HARTANTO, 2350404051 Kesantunan dalam Roman Le Dernier Jour dun Comdamne Karya Victor Hugo. Identitas Mahasiswa.

erwin
Download Presentation

TRI HARTANTO, 2350404051 Kesantunan dalam Roman Le Dernier Jour dun Comdamne Karya Victor Hugo

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TRI HARTANTO, 2350404051Kesantunan dalam Roman Le Dernier Jour dun Comdamne Karya Victor Hugo

  2. Identitas Mahasiswa • - NAMA : TRI HARTANTO - NIM : 2350404051 - PRODI : Sastra Perancis - JURUSAN : BAHASA & SASTRA ASING - FAKULTAS : Bahasa dan Seni - EMAIL : thartanto pada domain ymail.com - PEMBIMBING 1 : Dr. B. Wahyudi Joko S., M.Hum - PEMBIMBING 2 : Dra. Anastasia Pujitriherwanti, M.Hum - TGL UJIAN : 2010-08-19

  3. Judul • Kesantunan dalam Roman Le Dernier Jour dun Comdamne Karya Victor Hugo

  4. Abstrak • Bahasa adalah sebuah alat komunikasi untuk menganalisis pengalaman manusia secara berbeda di setiap masyarakat (Martinet 1987: 32). Di dalam mengatur mekanisme percakapan antar pesertanya, kaidah itu dalam pragmatik disebut prinsip percakapan. Salah satu prinsip tersebut adalah prinsip kesantunan. Prinsip kesantunan tersebut membuat antar peserta tutur dapat mencapai kesantunan berbahasa. Bentuk kesantunan tersebut, dapat kita temui di karya fiksi seperti roman, teks drama, dll. Salah satu karya fiksi yang memuat kesantunan adalah roman Le Dernier Jour d’un Condamné (LDJC) karya Victor Hugo. Pada roman tersebut, banyak terdapat tuturan yang melanggar dan yang mematuhi prinsip kesantunan. Kajian-kajian tentang kesantunan, terutama pada karya sastra masih terbatas. Hal tersebut yang mendasari peneliti untuk meneliti kesantunan pada roman LDJC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan serta implikasi pragmatisnya pada roman LDJC. Teori yang digunakan untuk menganalisis data yakni prinsip kesantunan yang berupa maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim kesimpatian. Metode pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatis dan deskriptif kualitatif. Metode analisis data menggunakan metode padan sub-jenis pragmatis dengan alat penentu berupa mitra wicara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik pilah unsur penentu, serta teknik lanjutan, yakni teknik hubung banding menyamakan dan teknik hubung banding memperbedakan. Hasil identifikasi terhadap ke 50 data, ditemukan 13 data mematuhi prinsip kesantunan, yakni maksim kearifan (19 tuturan), kedermawanan (1 tuturan), karendahan hati (1 tuturan), kesepakatan (1 tuturan), dan kesimpatian (2 tuturan). Di sisi lain, Ditemukan 16 data melanggar prinsip kesantunan, yakni maksim kearifan (3 tuturan), kedermawanan (13 tuturan), pujian (3 tuturan), kerendahan hati (1 tuturan), dan kesimpatian (10 tuturan). Selain dari itu, ditemukan 22 data mematuhi dan melanggar prinsip kesantunan yang terdiri dari 16 tuturan mematuhi dan 4 tuturan melanggar maksim kearifan, 2 tuturan mematuhi dan 12 tuturan melanggar maksim kedermawanan, 3 tuturan melanggar maksim pujian, 3 tuturan mematuhi maksim kesepakatan, serta 5 tuturan mematuhi dan 5 tuturan melanggar maksim kesimpatian. Implikasi pragmatis akibat pelanggaran prinsip kesantunan terdiri atas 47 implikatur nonkonvensional dan 19 implikatur konvensional.

  5. Kata Kunci • Kesantunan, Pematuhan dan Pelanggaran Prinsip Kesantunan, Implikasi, Maksim

  6. Referensi • Alwi, Hasan, Soenjono Dardjowidjojo, Hans Lapoliwa, dan Anton M. Moeliono. 1993. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi ke-3. Jakarta: Balai Pustaka. Aminuddin. 1990. Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: yayasan Asih Asah asuh: Malang. Arifin, Bustanul. Martutik dan Rani, Abdul. 2000 Analisis Wacana Sebuah kajian Bahasa Dalam Pemakaian. Malang : Bayu Media. Chaer, Abdul. 1994. Linguistik umum. Jakarta: Rineka Cipta. Dubois, Jean, dkk. . Dictionnaire de Lingustique. Paris: Larousse. Eriyanto. 2000. Kekuasaan Otoriter dari Gerakan Penindasan Menuju Politik Hegemoni: Studi Atas Pidato-pidato Politik Soeharto. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Gunarwan, Hasim. 1999. “Pragmatik Pandangan Mata Burung” dalam Soejono Dardjowidjojo (E.d). Mengiring Rekan Sejati. Jakarta. Universitas Atma Jaya. Hal 37-60. Gunawan, Asim. 1995. “Direktif dan Sopan Santun Bahasa dalam Bahasa Indonesia: Kajian Pendahuluan”. Makalah Universitas Indonesia Depok. Halliday, M.A.K and Ruqaiya Hasan. 1979. Cohension In English. London. Longman. Hayon, Josep. 2003 Membaca dan menulis wacana. Jakarta : Storial Grafika. Hugo, Victor. 1829. Le Dernier Jour d’un Condamné. Diterjemahkan oleh : M. Lady Lesmana. Jakarta : PT. Enrique Indonesia. Kridalaksana, Harimurti. 1984. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia. Larousse, Pierre. 1967. Petit Larousse. Paris : Librairie Larousse. Leech, Geoffrey. 1993. Prinsip-prinsip Pragmatik. M. D. D. Oka, Penerjemah. Jakarta: UI Press. Terjemahan dari: Leech, Geoffrey. 1983. The Principles Of Pragmatics. New York: Longman Group Limited. Lubis, A. H. H. 1993. Analisis Wacana Pragmatik. Bandung: Angkasa. Nurgiyantoro, Burhan. 1994. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Moleong. Lexy J. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset. Nababan, P. W. J. 1987. Ilmu Pragmatik. Teori dan Penerapannya. Jakarta: Depdikbud. Rahardi, Kunjana. 2003. Berkenalan dengan Ilmu Bahasa Pragmatik. Malang: Dioma. Robert, Paul. 1990. Petit Robert. Paris : Dictionnaires Le Robert Rustono. 1999. Pokok-Pokok Pragmatik. Semarang: IKIP Semarang Press. Rustono. 2000. Implikatur Tuturan Humor. Semarang: IKIP Semarang Press. Sudaryanto. 1992. Metode Linguistik ke Arah Memahami Metode Linguistik. Yogyakarta: UGM. . 1993. Metode dan Teknik analisis Bahasa (Pengantar Penelitian wahana Kebudayaan secara Linguistik). Yogyakarta: Duta Wacana University Press. Tarigan, Henry Guntur. 1986. Pengajaran Pragmatik. Bandung: Angkasa. .1987. Pengajaran Wacana. Bandung: Angkasa. . 1990. Pengajaran Pragmatik. Bandung: Angkasa. Van Dijk, Teun A. 1985. “Introduction Levels and Dimensions of Discourse Analysis”. Dalam Teun A. van Dijk (ed.). Handbook of Discourse Analysis II: Dimensions of Discourse. London: Academic Press. Hlm. 1- 10. Van Luxemburg, Jan dkk. 1984. Pengantar Ilmu Sastra. Diterjemahkan oleh Dick Hartoko. Jakarta:PT Gramedia. Wijana, I. Dewa Putu. 1996. Dasar-dasar Pragmatik. Yogyakarta: Penerbit Andi. Http://Pondokbahasa.Wordspress.Com, diunduh pada tanggal 12 januari 2009, 19.38 WIB Http://En.Wikipedia.Org/Wiki/Politeness_Maxims, diunduh pada tanggal 12 januari 2009, 19.38 WIB

  7. Terima Kasih • http://unnes.ac.id

More Related