1 / 29

STUDI KASUS AKUNTANSI DENGAN EXCEL

STUDI KASUS AKUNTANSI DENGAN EXCEL. MEMBUAT PERKIRAAN MEMBUAT JURNAL UMUM MENGISI JURNAL UMUM MEMBUAT BUKU BESAR MEMBUAT NERACA SALDO MEMBUAT NERACA LAJUR MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN. MEMBUAT PERKIRAAN. MEMBUAT SHEET 1 TABEL BERISI REF DAN NAMA PERKIRAAN

errin
Download Presentation

STUDI KASUS AKUNTANSI DENGAN EXCEL

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. STUDI KASUSAKUNTANSI DENGAN EXCEL • MEMBUAT PERKIRAAN • MEMBUAT JURNAL UMUM • MENGISI JURNAL UMUM • MEMBUAT BUKU BESAR • MEMBUAT NERACA SALDO • MEMBUAT NERACA LAJUR • MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN

  2. MEMBUATPERKIRAAN • MEMBUAT SHEET 1 TABEL BERISI REF DAN NAMA PERKIRAAN • GANTI NAMA SHEET 1 MENJADI REF PERKIRAAN • KETIK DATA PERKIRAAN SEBAGAI BERIKUT

  3. MEMBUAT JURNAL UMUM SHEET 2 BUATLAH TABEL JURNAL UMUM SEPERTI BERIKUT :

  4. Pada sel D5 isikan formula seperti berikut : =IF(AND(NOT(H5=””);I5=””);VLOOKUP(F5;’Ref Perkiraan’!$B$2:$C$14;2;FALSE);””) COPY KAN FORMULA INI KE BAWAH. • Pada sel D5 isikan formula seperti berikut : =IF(AND(NOT(I5=””);H5=””);VLOOKUP(F5;’Ref Perkiraan’!$B$2:$C$14;2;FALSE);””) COPY KAN FORMULA INI KE BAWAH. • Lambang $ menunjukkan bahwa data tersebut akan dijadikan absolut, adalah alamat sel tersebut bersifat tetap yaitu dengan menekan tombol F4 jika di copy kelain tempat akan tetap mengambil posisi yang sama seperti pada kondisi sebelum di copy, sehingga dengan menggunakan alamat sel ini akan mengakibatkan perulangan proses terhadap satu atau beberapa alamat sel sama.

  5. MENGISI JURNAL UMUM • Isikan pada kolom REF nomor sesuai tabel Referensi pada Sheet Ref Perkiraan, kemudian isikan besar transaksi di Debet atau Kredit sesuai transaksi yang ada. • Khusus untuk perkiraan Kas, berikan indeks dengan ketentuan sebagai berikut : * Angka 1 untuk arus kas dari aktivitas operasi * Angka 2 untuk arus kas dari aktivitas Investasi * Angka 3 untuk arus kas dari aktivitas Pendanaan

  6. keterangan • Aktivitas Operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan • Aktivitas Investasi adalah perolehan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas • Aktivitas Pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan • Selain perkiraan Kas, berikan index 0

  7. Contoh: • Pada tanggal 1 Agustus 2010, DR. Anayanti membuka Rumah Sakit DR. Anayanti. Ia menginvestasikan uang tunai sebesar Rp. 90.000.000 Dari transaksi tersebut dibuat jurnal sebagai berikut: Kas (D) Rp. 90.000.000 Modal DR. AnayantiRp. 90.000.000 Cara pengisiannya : • Untuk transaksi Kas. Pada B5 ketikkan bulan dan tahun transaksi C5 tanggal transaksi. F5 Ref. G5 Index dengan angka 3, dan H5 besar transaksi. Maka secara otomatis kas akan muncul pada sel D5. • Untuk transaksi Modal. Pada C6 ketikkan tanggal transaksi, F6 Ref, G6 Index dengan angka 0, dan H6 besar transaksi. Maka secara otomatis Modal Dr. Anayanti akan muncul pada sel E6.

  8. MEMBUAT BUKU BESAR BUKU BESAR KAS (100), CARANYA: • Copy lah sheet jurnal umum, klik kanan, klik move and copy, klik sheet 3, klik (beri tanda ceklis pada Create a copy, OK • Buat kolom saldo di samping kolom kredit • Blok judul kolom, klik menu Data, pilih Filter, lalu klik Auto filter, sehingga terdapat segitiga hitam di samping setiap judul kolom. Klik segitiga di kolom Ref, lalu klik 100, maka yang muncul adalah semua kas. • Ketik rumus ini di sel D2=VLOOKUP(J2,’Ref Perkiraan’!$B$2:$C$14;2;FALSE) • Jika kita mengetik 100 pada sel J2, secara otomatis akan tampil KAS di sel D2

  9. Jumlahkan angka debet dengan meletakkan kursor di sel H32 lalu ketikkan rumus =SUBTOTAL(blok kolom debet), =SUBTOTAL(9;H5:H28) demikian juga dengan sel I32 ketikkan rumus =SUBTOTAL(blok kolom kredit) =SUBTOTAL(9;I5:I28) KENAPA DIPILIH 9 Karena function_num yang digunakan adalah SUM, 1 untuk fungsi AVERAGE, 2 untuk COUNT 3 untuk COUNTA, 5 untuk MIN 4 untuk MAX dan 9 untuk SUM

  10. Selisihkan jumlah Debet dengan jumlah Kredit di sel J32, dengan mengetikkan rumus =H32-I32 Kita asumsikan bahwa: jika nilainya positif, maka saldonya Debet. Jika nilainya negatif (atau ada tanda kurung pada angka), maka saldonya kredit.

  11. BUKU BESAR PIUTANG USAHA (102) • Copy lah sheet buku besar Kas (100) • Klik kanan sheet buku besar Kas(100) • Klik Move and Copy ..... • Klik (move to end) lalu klik untuk memberi tanda ceklis pada create a copy, lalu klik OK • Ubah namanya (rename) menjadi 102 , • Filter Ref nya menjadi 102, lalu ketik 102 pada sel J2, otomatis nama perkiraan berubah sendiri menjadi Piutang Usaha • Demikian seterusnya untuk Buku Besar yang lainnya prosesnya sama.

  12. MEMBUAT NERACA SALDO Setelah membuat buku besar, saldo tiap buku besar tersebut kita kelompokkan pada Neraca Saldo, caranya: • Tambahkan sheet baru disamping sheet buku besar 520, klik Insert... • Klik Worksheet, lalu klik OK • Copy nama perkiraan dan Ref nya dari sheet Ref Perkiraan • Ganti nama sheet nya menjadi Neraca Saldo

  13. Mengisi kolom debet kredit neraca saldo dengan pertimbangan sebagai berikut: Karena pada saat menghitung saldo buku besar, kita mengasumsikan bahwa “Jika nilainya positif, saldonya Debet. Jika nilainya negatif (ada tanda kurung pada angka), saldonya kredit“ • Maka rumus untuk kolom Debet di Neraca Saldo: Jika nilai di saldo buku besar lebih besar atau sama dengan 0, maka nilai di Debet Naraca Saldo sama dengan nilai Saldo di buku besar, selain itu 0. Contoh rumus untuk Kas di kolom Debet Neraca Saldo: =IF(‘100’!$J$32>=0;’100’!$J$32);0 Sel Saldo Kas di sheet Buku Besar Kas

  14. Maka rumus untuk kolom Kredit di Neraca Saldo: Jika nilai di saldo buku besar lebih kecil dari 0, maka nilai di Kredit Naraca Saldo sama dengan nilai Saldo di buku besar, selain itu 0. Contoh rumus untuk Kas di kolom Kredit Neraca Saldo: =IF(‘100’!$J$32<0;-(’100’!$J$32);0) Sel Saldo Kas di sheet Agar angka yang muncul tidak Buku Besar Kas negatif, maka ketik tanda – didepan alamat sel Saldo Dan seterusnya, untuk setiap nama perkiraan tinggal megganti nomor perkiraannya.

  15. MEMBUAT NERACA LAJUR • Buatlah Neraca Lajur seperti berikut:

  16. Ketikkan data penyesuaian di kolom Penyesuaian • Neraca Saldo Disesuaikan : Rumus untuk Neraca Saldo Disesuaikan adalah sebagai berikut: Kolom Debet: =IF((C8+E8)-F8>0;((C8+E8)-(D8+F8);0) *Jika neraca saldo (DEBET) dijumlahkan dengan penyesuaian (DEBET) lalu dikurangi penyesuaian (KREDIT) hasilnya lebih besar dari 0, maka angka yang muncul adalah hasil dari : Penjumlahan neraca saldo (DEBET) dengan penyesuaian (DEBET) lalu dikurangi penjumlahan neraca saldo (KREDIT) dengan penyesuaian (KREDIT).

  17. Kolom Kredit: =IF((D8+F8)-(C8+E8)>0;((D8+F8)-(C8+E8));0) *Jika neraca saldo (KREDIT) dijumlahkan dengan penyesuaian (KREDIT) lalu dikurangi penjumlahan saldo (DEBET) dengan penyesuaian (DEBET) hasilnya lebih besar dari 0, maka angka yang muncul adalah hasil dari : Penjumlahan neraca saldo (KREDIT) dengan penyesuaian (KREDIT) lalu dikurangi penjumlahan neraca saldo (DEBET) dengan penyesuaian (DEBET).

  18. LABA RUGI • Rumus untuk Laba/Rugi adalah sebagai berikut: Kolom debet: =IF(OR(LEFT(A8;1)=“4”;LEFT(A8;1)=“5”);G8;0) Jika satu karakter sebelah kiri dari nomor perkiraan adalah 4 atau 5, maka isilah dengan nilai di Neraca Saldo disesuaikan di kolom debet. Kolom debet: =IF(OR(LEFT(A8;1)=“4”;LEFT(A8;1)=“5”);H8;0) Jika satu karakter sebelah kiri dari nomor perkiraan adalah 4 atau 5, maka isilah dengan nilai di Neraca Saldo disesuaikan di kolom Kredit * Diasumsikan bahwa nomor perkiraan yang termasuk pendapatan atau beban selalu diawali dengan angka 4 atau 5

  19. NERACA • Rumus untuk Neraca adalah sebagai berikut: Kolom Debet =IF(OR(LEFT(A8;1)=“1”;LEFT(A8;1)=“2”);LEFT(A8;1)=“3”);C8;0) Jika satu karakter sebelah kiri dari nomor perkiraan adalah 1 atau 2 atau 3, maka isilah dengan nilai di Neraca Saldo disesuaikan di kolom Debet. Kolom Kredit =IF(OR(LEFT(A8;1)=“1”;LEFT(A8;1)=“2”);LEFT(A8;1)=“3”);D8;0) Jika satu karakter sebelah kiri dari nomor perkiraan adalah 1 atau 2 atau 3, maka isilah dengan nilai di Neraca Saldo disesuaikan di kolom Kredit. * Diasumsikan bahwa nomor perkiraan yang termasuk harta, utang atau modal selalu diawali dengan angka 1,2 atau 3

  20. Buatlah baris Jumlah, lalu jumlahkan nilai Debet dan Kredit untuk kolom Laba Rugi dan Neraca. • Buatlah baris Laba Bersih dengan menyelisihkan nilai dari kolom Kredit dan Kolom Debet untuk Laba Rugi dan menyelisihkan nilai dari kolom kredit untuk Neraca.

  21. Neraca lajur

  22. MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN Penjelasannya sebagai berikut: • PERHITUNGAN LABA RUGI • Ketiklah perkiraan yang termasuk pendapatan, dan beban. • Nilai untuk pendapatan, copylah dari sheet Neraca Lajur • Nilai untuk biaya, copylah dari sheet Neraca lajur • Totalkan biaya usaha • Selisihkan pendapatan dengan biaya usaha, didapat laba bersih.

  23. Laporan Laba/rugi

  24. Laporan perubahan modal

  25. Laporan neraca

  26. Laporan Arus Kas • Arus Kas dari Aktivitas Operasi Nilai kita copy dari buku Besar Kas, dengan cara pilih angka 1 pada kolom index. Kemudian kita beri keterangan untuk transaksi yang dilakukan atas kas tersebut. • Arus Kas dari Aktivitas Investasi Nilai kita copy dari buku Besar Kas, dengan cara pilih angka 2 pada kolom index. Kemudian kita beri keterangan untuk transaksi yang dilakukan atas kas tersebut. • Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Pilih index angka 3, kemudian beri keterangan spt diatas.

  27. Laporan arus kas

  28. Catatan laporan keuangan

  29. Sekian dan terima kasih

More Related