Routing internet
Download
1 / 14

Routing Internet - PowerPoint PPT Presentation


  • 875 Views
  • Updated On :

Routing Internet Budi Rahardjo PPAU Mikroelektronika ITB Pendahuluan Alamat IP berbasis kepada host dan network Host : apa saja yang dapat menerima dan mengirim paket. Misal router, workstation Host terhubung oleh satu (atau beberapa) network

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Routing Internet' - emily


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
Routing internet l.jpg

Routing Internet

Budi Rahardjo

PPAU Mikroelektronika ITB


Pendahuluan l.jpg
Pendahuluan

  • Alamat IP berbasis kepada host dan network

    • Host: apa saja yang dapat menerima dan mengirim paket. Misal router, workstation

    • Host terhubung oleh satu (atau beberapa) network

  • Alamat IP berisi informasi tentang alamat network dan juga alamat host


Alamat ip l.jpg
Alamat IP

  • Terdiri dari angka 32 bit

  • Direpresentasikan dengan 4 bilangan desimal

    • Contoh: 192.168.1.4

    • Masing-masing merepresentasikan bytes

    • Maksimal: 255.255.255.255

    • Total alamat 4.3 milyar


Masih tentang alamat ip l.jpg
Masih tentang alamat IP

  • Beberapa bit pertama mengindikasikan kelas

  • Class Prefix Net no. Host no.A 0 bit 1-7 bit 8-31B 10 bit 2-15 bit 16-31C 110 bit 3-24 bit 25-31D 1110 N/AE 1111 N/A

  • Class D, multicast. Class E reserved


Masih tentang alamat ip5 l.jpg
Masih tentang alamat IP

  • Class Range Net Range HostA 0 - 126 0.0.1 s/d 255.255.254B 128.0 - 191.255 0.1 s/d 255.254C 192.0.0 - 254.255.255 1 s/d 254

  • 127 adalah loopback

  • Host number yang semuanya “1” adalah alamat broadcast untuk network tersebut

    • 200.1.2.255 merupakan broadcast dari network 200.1.2

  • Host “0” menunjukkan host ini, Network “0” menunjukkan network ini


Dasar routing l.jpg
Dasar Routing

200.1.2.1

200.1.2.2

200.1.2.3

  • Contoh sebuah jaringan dengan tiga host nomor 1, 2, 3

  • Network class C dengan max 254 host

  • Masing-masing node memiliki nomor ethernet seperti 02-FE-87-4A-8C-A9

X

Y

Z

Network 200.1.2


Dasar routing7 l.jpg
Dasar Routing

  • Jika host “x” ingin mengirimkan paket ke host “z” dan x sudah tahu nomor IP host z maka dia harus tahu nomor ethernet dari host z.

  • Address Resolution Protocol (ARP) digunakan untuk melakukan translasi ini

    • Ada tabel nomor IP dan nomor ethernet

    • Jika tidak ada entry, maka ARP akan melakukan broadcast dan host yang memiliki IP tersebut (contoh z) akan menjawab


Network dengan router l.jpg
Network dengan router

200.1.2.1

200.1.2.2

200.1.2.3

X

Y

Z

Network 200.1.2

200.1.2.4

ROUTER

Network 200.1.3

200.1.3.10

A

B

200.1.3.2

200.1.3.1


Router l.jpg
Router

  • Router merupakan perangkat yang menjembatani dua network

  • Router memiliki address untuk setiap network dimana dia terhubung

    • Contoh: 200.1.2.4 & 200.1.3.10

    • Menjembatani dua class C network


Kirim paket via router l.jpg
Kirim paket via Router

  • Misal host X mengirim paket ke host B

    • Paket dikirim X ke Router untuk kemudian dikirim ke host B

    • Menggunakan ethernet address router dan IP address host B

    • Router akan menerima paket dan meneruskan ke host B

    • ARP juga digunakan


Direct routing l.jpg
Direct Routing

  • Direct routing digunakan untuk komunikasi antar host dalam satu network (misal X ke Z atau X ke router)

    • Menggunakan source dan destination menggunakan nomor network yang sama

    • Jika network number antara source dan destination berbeda, gunakan indirect routing


Indirect routing l.jpg
Indirect Routing

  • Dalam contoh sebelumnya, host X harus diberitahu routing untuk mencapai host B

  • Dilakukan dengan menggunakan “gateway” atau router

  • route add [destination_ip] [gateway] [metric]

  • hosta#route add 200.1.3.2 200.1.2.4 1


Indirect routing 2 l.jpg
Indirect Routing [2]

  • Menggunakan “default gateway” untuk mengirimkan paket ke host yang tidak langsung terhubung pada network yang sama

  • route add default 200.1.2.4


Lain lain l.jpg
Lain-lain

  • Masih banyak masalah lain tentang routing

    • Static vs dynamic routing

    • Segmentasi


ad