1 / 55

Batuan Beku

BERBGAI CONTOH BATUAN BEKU, SEDIMEN DAN METAMORF Oleh: Dr. Supraapto Dibyosaputro, M.Sc. Jurusan Geografi dan Ilmu Lingkungan Fakultas Geografi UGM E-mail: pratodibyo@gmail.com. Batuan Beku. Berasal dari bahan cair pijar dan panas (yang disebut magma) dari dalam bumi yang membeku.

edith
Download Presentation

Batuan Beku

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. BERBGAI CONTOH BATUAN BEKU, SEDIMEN DAN METAMORFOleh:Dr. Supraapto Dibyosaputro, M.Sc.Jurusan Geografi dan Ilmu LingkunganFakultas Geografi UGME-mail: pratodibyo@gmail.com

  2. Batuan Beku • Berasal dari bahan cair pijar dan panas (yang disebut magma) dari dalam bumi yang membeku. • Berdasarkan tempat proses membekunya batuan-batuan beku tersebut terdiri atas : a. Batuan dalam, membeku secara perlahan- lahan di dalam b. Batuan korok, membeku di daerah korok c. Batuan leleran, membeku di permukaan bumi

  3. Klasifikasi Atas dasar Sifat Kimia a.Batuan asam, mengandung banyak asam salisilat merupakan senyawa siliat dan oksida, mengandung kwarsa berwarna keputih-putihan b. Batuan intermediet,jumlah kandungan silikat (kwarsa) berkuran, magnesium besi naik, warna lebih gelap c. Batuan basa, kadar asam silikatnya (kwarsa)rendah banyak mengandung magnesium dan besi, warnanya gelap/hitam

  4. Batuan Beku

  5. Baatuan Obsidian Proses Terbentuk     : Hasil kegiatan erupsi gunung api bersusunan asam asam hingga basa yang pembekuannya sangat cepat sehingga terbentuk gelas atau kaca (kaca amorf dan sedikit kristal feldspar, mineral hitam dan kuarsa. Massa Jenis              : 2,36 – 2,5 gram/cm3 Warna                       :  Warnanya bening seperti kaca dan warnanya kadang hitam mulus, merah tua, agak hijau atau abu-abu. Batu obsidian terbuat dari 70% silicon dioxide bahkan Karakteristik lain       : Kekerasan 5-5.5 skala Mohs dan termasuk batu mulia Manfaat                     : Perhiasan cincin, kerajinan

  6. Pumice (Batu Apung)

  7. Pumice (Batu Apung) Proses Terbentuk       :  Hasil erupsi gunung api yang membeku ketika didalam nya masih terdapat udara sehingga mempunyai sifat ber berongga-rongga Batu apung mengandungsilika tinggi, dan termasuk jenis batuan beku luar. Massa Jenis               : dibawah 1 gram/cm3 Warna                        : Putih, dan coklat muda Karakteristik lain        : dapat terapung di air, kedap suara, batuapung juga tahan terhadap api, kondensi, jamur dan panas. Manfaat                      : Disektor industri digunakan sebagai bahan pengisi (filler), pemoles/penggosok (polishing), pembersih (cleaner), stonewashing, abrasif, isolator temperatur tinggi dan lain-lain.

  8. Batuan Skoria Skoria merupakan batuan yang terbentuk jika air dan gelembung-gelembung gas lainnya keluar melalui lava yang mampat (stiff lava), dan lubang-lubangnya lebih besar kalau dibandingkan dengan pumice. Warna skoria coklat kemerahan sampai abu-abu gelap dan hitam.

  9. Batuan Beku

  10. Batuan Granit Proses terbentuk              : Hasil pembekuan magma berkomposisi asam merupakan jenis batu beku dalam Massa jenis                      : sekitar 2,2 – 2,3 gram/cm3   Warna                              : putih, abu-abu, atau campuran keduanya.     Kegunaan : Batu bahan bangunan, Monumen, Jembatan        sebagai dekorasi, Bahan tegel

  11. Batuan Beku

  12. Batuan Basal • Proses Terbentuk        : Berasal dari hasil pembekuan magma basa di permukaan/ dekat permukaan bumi. Mempunyai ukuran butir yang sangat halus/baik sehingga mineral mineral tidak terlihat. Massa jenis                : 2,7 – 3 gram/cm3 Warna                     : Gelap Karakteristik lain        : Bersifat masif dan keras, bertekstur afanitik, terdiri atas mineral gelas vulkanik, plagioklas, piroksin. Amfibol dan mineral hitam. Kandungan mineral Vulkanik ini hanya dapat terlihat pada jenis batuan basalt yang berukuran butir kuarsa, yaitu jenis dari batuan basalt yang bernama gabbro. Manfaat                      : Bahan baku dalam industri poles, bahan bangunan / pondasi bangunan (gedung, jalan, jembatan, dll) dan sebagai agregat.

  13. Batuan Gabro (Basal) Proses Terbentuk : Pembekuan magma didalam kerak bumi (beku dalam) Massa Jenis                   :2,9 – 3,21 gram/cm3 Warna                           : Gelap kehijauan , coklat bercampur putih Karakteristik lain          : Kandungan silika rendah, bersifat basa. Struktur batuan massive, tidak terdapat rongga udara, tekstur fanerik, mineral besar-besar, derajat kristalisasi sempurna, dan holocrystalline.

  14. Batuan Diorit Proses terbentuk       : Batuan terobosan batuan beku (instruksi) yang bersifat mafic pada suatu subduction zone. Terdapat emplaces yang besar berupa batholiths Termasuk jenis batuan beku dalam Massa jenis               : 2,8 – 2,9 gram/cm3 Warna                       : Kelabu bercampur putih, atau hitam bercampur putih Kegunaan                 : Batu ornamen dinding maupun lantai bangunan gedung, batu belah untuk pondasi bangunan / jalan raya.

  15. Batuan Beku

  16. Batu Andesit Proses terbentuk    :Pembekyuan lelehan lava gunung merapi yang meletus, (jenis batuan beku luar). Massa Jenis            : 2,8 – 3 gram/cm3 Warna                    : agak gelap (abu-abu tua). Kegunakan : Nisan kuburan, Cobek,Cungkup (kap lampu taman), Arca untuk hiasan, Batu pembuat candi,Meja batu

  17. Batuan Liparit dan Dasit Lapirit merupakan batuan bertekstur porfiris dan umumnya berwarna putih, mineral pembentuknya feldspar, kuarsa, biotit dan mungkin juga mineral berwarna gelap. Dasit berwarna abu-abu terang, mineral plagioklas berbutir kasar dalam masa dasar lebih halus. Dasit mengandung 15-20% kwarsa, kurang lebih 60% feldaspar dan 10-20% biotit atau hornblande. Jumlah mineral silikat sedikit. Misalnya biotit, hornblende, dan augit. Jika panerisnya plagioklas atau kwarsa banyak, disebut dengan porfir dan dasit. Masa dasar dari batuan ini biasanya berbutir halus, tetapi dapat juga menjadi glass.

  18. Tufa Gelas Proses pebentukan : Tufa Gelas merupakan batuan piroklastik yang disusun oleh material hasil gunung api yang banyak me- ngandung debu vulkanik dan mineral gelas. Warna : putih keabu-abuan, abu-abu dan kuning kecoklatan. Kegunaan : sebagai bahan timbunan

  19. Batuan Endapan (Batuan Sedimen Batuan endapan adalah batuan yang terbentuk dari endapan hasil pelapukan batuan. Batuan ini dapat pula terbentuk dari batuan yang terkikis atau dari endapan sisa-sisa binatang dan tumbuhan.

  20. Klasifkasi Batuan Sedimen • Berdasarkan proses pengendapannya   batuan sedimen klastik batuan sedimen kimiawi   batuan sedimen organik • Berdasarkan tenaga alam yang mengangkut       batuan sedimen aerik batuan sedimen aquatik       batuan sedimen marin       batuan sedimen glasiatik • Berdasarkan tempat endapannya batuan sedimen limnik       batuan sedimen fluvial       batuan sedimen marine       batuan sedimen teristrik

  21. Sedimen

  22. Stalakmit dan Stalagmit Proses Terbentuknya      : Stalaktit dan Stalakmit terdapat didaerah Karst. Air di daerah karst akan masuk ke lobang-lobang (doline) kemudian turun ke gua dan menetes-netes dari atap gua ke dasar gua. Tetesan-tetesan air yang mengan- dung larutan gamping (Ca(HCO3)2 kemudian meng- kristal dan menumpuk didinding atas (satalaktit) dan dasar gua (stalakmit) Warna                          : kuning, coklat, krem, keemasan, putih Manfaat                        : sebagai keindahan alam (biasanya di gua-gua), dapat di jadikan hiasan rumah. Tempat dijumpai           : Sangat sering di temukan di daerah gua, ada juga yang di sekitar air terjun.

  23. Batuan Travertin • Ca(HCO3)2bila aornya mengandung CO2 maka CaCO3 mudah berubah menjadi biocarbonat. Dibawah tekanan atmosfer, air yang banyak mengandung CO2 secara perlahan-lahan melarutkan calcium carbonat, terutama bila air tersebut berasal dari tempat yang dalam dengan tekanan yang lebih besar dan kandungan CO2 nya lebih banyak, maka daya melarutkan lebih tinggi. • Bila Ca(HCO3)2 mencapai permukaan bumi dibawah tekanan atmosfer, CaCo3 segera diendapkan oleh proses evaporasi yang dapat dipercepat oleh adanya kegiatan dari tumbuh-tumbuhan (algae). • Calcum carbonat yang doiendapkan di mulut/lubang mata air  itu disebut travertine.

  24. Sedimen

  25. Batu Breksi • Karakteristik           : Sedimen klastik yang memiliki ukuran butir yang cukup besar (diameter > dua mm) dengan tersu- sun atas fragmen batuan menyudut (tajam). Ruang antara fragmen besar bisa diisi dengan matriks partikel yang lebih kecil atau semen mineral yang mengikat batu itu bersama-sama. • Warna                   : merah kecoklatan, keemasan, coklat • Manfaat                  : sebagai Hiasan Bisa, misalnya di ukir hingga halus membentuk vas bunga, meja kecil, atau asbak.

  26. Sedimen

  27. Batuan Konglomerat Proses Terbentuk         : Bentukan fragmen dari proses sedimentasi, batuan yang berbutir kasar, dan bentuk membundar, ukuran lebih besar dari 2 mm. Pada sistem sungai dan pantai. Warna                         : berwarna warni Manfaat                       : Biasanya sebagai batuan penyimpan hidrokarbon (reservoir rocks) atau batuan induk sebagai penghasil hidrokarbon (source rocks).

  28. Batuan Sedimen

  29. Batupasir(Sandstone) Proses Terbentuk         : Batuan sedimen klastik yang partikel penyusunya berupa butiran berukuran pasir, yang terbawa oleh gerakan air, dipantai atau saluran di suatu sungai. Batupasir paling umum terdiri atas butir kwars Warna                     : Coklat dan putih Manfaat                   : Banyak kegunaan didalam industri konstruksi sebagai bahan bangunan batu-tembok. sebagai material di dalam pembuatan gelas/kaca.

  30. Batu Sedimen

  31. Batu Lempung Proses Terjadinya          : Menurut terjadinya terdiri dari lempung residu terbentuk karena proses pelapukan (alterasi) batuan beku dan ditemukan disekitar batuan induknya) dan lempung letakan (sedimen). Kemudian material lempung ini mengalami proses diagenesa sehingga membentuk batu lempung. Warna                            : Coklat, keemasan, coklat, merah, abu-abu Manfaat                         : Dapat dijadikan kerajinan, seperti asbak, patung, celengan, dll. Tempat kejaidian            : Sering ditemukan di Pinggiran Sungai ataupun pinggiran danau.

  32. BATUAN METAMORF Batuan malihan(metamorf) berasal dari batuan sedimen yang mengalami perubahan (metamorfosis). Batuan sedimen ini mengalami perubahan karena mendapat panas dan tekanan dari dalam Bumi. Jika mendapat panas terusmenerus

  33. Faktor Pembentukan Batuan Metamorf • Komposisi mineral batuan asal • Tekanan dan temperatur saat proses metamorfisme • Pengaruh gaya tektonik • Pengaruh fluida

  34. Jenis-jenis Metamorfisme • Metamorfisme kontak/termal, metamorfisme oleh temperatur tinggi pada intrusi magma atau ekstrusi lava. • Metamorfisme regional, metamorfisme oleh kenaikan tekanan dan temperatur yang sedang, dan terjadi pada daerah yang luas. • Metamorfisme Dinamo, metamorfisme akibat tekanan diferensial yang tinggi akibat pergerakan patahan lempeng.

  35. Batu Metamorf

  36. Cara terbentuknya: Merupakan batuan yang terbentuk dari hasil metamorfosisme batuan beku dalam temperatur dan tekanan yang tinggi. Dalam Gneiss dapat diperoleh rekristalisasi dan foliasi dari kuarsa, feldspar, mika dan amphibole. Asal              : Metamorfisme regional siltstone, shale, granit Warna           : Abu-abu Ukuran butir   : Medium – Coarse grained Struktur         : Foliated (Gneissic) Komposisi      : Kuarsa, feldspar, amphibole, mika Derajat metamorfisme  : Tinggi Ciri khas         : Kuarsa dan feldspar nampak berselang-seling dengan lapisan tipis kayaamphibole dan mika.

  37. Marmer • Terbentuk ketika batu gamping mendapat tekanan dan panas sehingga mengalami perubahan dan rekristalisasi kalsit. Utamanya tersusun dari kalsium karbonat. Marmer bersifat padat, kompak dan tanpa foliasi. • Asal                             : Metamorfisme batu gamping, dolostone • Warna                          : Bervariasi • Ukuran butir                : Medium – Coarse Grained • Struktur                       : Non foliasi • Komposisi                   : Kalsit atau Dolomit • Derajat metamorfisme : Rendah – Tinggi • Ciri khas                      : Tekstur berupa butiran seperti gula , terkadang terdapat fosil, bereaksi dengan HCl.

  38. Batu Metamorf

  39. Batu Metamorf

  40. Batu Sekis • Schist (sekis) adalah batuan metamorf yang mengandung lapisan mika, grafit, horndlende. Mineral pada batuan ini umumnya terpisah menjadi berkas-berkas bergelombang yang diperlihatkan dengan kristal yang mengkilap. • Asal                             : Metamorfisme siltstone, shale, basalt • Warna                          : Hitam, hijau, ungu • Ukuran butir                : Fine – Medium Coarse • Struktur                       : Foliated (Schistose) • Komposisi                   : Mika, grafit, hornblende • Derajat metamorfisme : Intermediate – Tinggi • Ciri khas                      : Foliasi yang kadang bergelombang, terkadang terdapat kristal garnet

  41. Batuan Kuarsit • Batuan metamorf yang keras dan kuat, terbentuk ketika batupasir (sandstone) mendapat tekanan dan temperatur yang tinggi. Ketika batupasir bermetamorfosis menjadi kuarsit, butir-butir kuarsa mengalami rekristalisasi, dan biasanya tekstur dan struktur asal pada batupasir terhapus oleh proses metamorfosis . • Asal                              : Metamorfisme sandstone (batupasir) • Warna                          : Abu-abu, kekuningan, cokelat, merah • Ukuran butir                : Medium coarse • Struktur                       : Non foliasi • Komposisi                   : Kuarsa • Derajat metamorfisme : Intermediate – Tinggi • Ciri khas                      : Lebih keras dibanding glass

  42. Batuan Serpentinit • Serpentinit, batuan yang terdiri atas satu atau lebih mineral serpentine dimana mineral ini dibentuk oleh proses serpentinisasi (serpentinization). Serpentinisasi adalah prosesmetamorfosis temperatur rendah yang menyertakan tekanan dan air, sedikit silica mafic dan batuan ultramafic teroksidasi dan terhidrolize dengan air menjadi serpentinit. • Asal               : Batuan beku basa • Warna            : Hijau terang / gelap • Ukuran butir  : Medium grained • Struktur         : Non foliasi • Komposisi     : Serpentine • Ciri khas        : Kilap berminyak dan lebih keras dibanding kuku jari

  43. Batuan Hornfels • Hornfels terbentuk ketika shale dan claystone mengalami metamorfosis oleh temperatur dan intrusi beku, terbentuk di dekat dengan sumber panas seperti dapur magma, dike, sil. Hornfels bersifat padat tanpa foliasi. • Asal                             : Metamorfisme kontak shale dan claystone • Warna                          : Abu-abu, biru kehitaman, hitam • Ukuran butir                : Fine grained • Struktur                       : Non foliasi • Komposisi                   : Kuarsa, mika • Derajat metamorfisme : Metamorfisme kontak • Ciri khas                      : Lebih keras dari pada glass, tekstur merata

  44. Batuan Sekismika • Metamorfosa regional dengan tingkat lebih tinggi dibandingkan phyllite, mempunyai foliasi dan kristalin. • Berbutir lebih kasar dari slate dan phyllite tetapi lebih halus dari gneias. Foliasi tersebut terbentuk oleh kristal-kristal berbentuk lempeng (play) dan kristal-kristal prismatik, antara lain : chlorite, sericite, muscovite, biotite, dan tolc, sedangkan mineral-mineral prismatik adalah actinolite, kyanite, hornblede, staurolite, dan silimanite. • Kadang-kadang schist hanya terdiri dari satu macam mineral saja, contohnya talc schist, atau terdiri dari dua atau lebih mineral seperti calcite -  sericalcite– albite schist. • Sekis sering mengandung mineral-mineral yang bersifat antara lempengan dan pragmatik (flaky nor prismatic), tetapi equigracular seperti misalnya : garnet dan feldspar, yang biasanya bertekstur porphyroblastic. • Batuan-batuan scihist dapat pula berasal dari gabbro, basalt, ultrabasin, tuff, shale dan sandstone. Jika beberapa “ teksture asli batuan asal” masih ada, akibat tekanan yang kuat, maka batuan disebut, metabasalt, metagabbro dan sebagainya.

  45. Sabak merupakan batuan berbutir halus dan homogen, mempunyai achistosity planar, belah/rekah kedalam lapisan yang tipis. Perlapisan asli dari slate masihg dapat terlihat, apabila berasal dari batuan beku basalt seperti struktur amigdoloidal. Hanya sedikit mineral sabak yang berbutir kasar seperti: kwarsa, feldspar, cholorite, biotite, magnetite, hematite, kalsit, dan ineral-mineral yang terdapat pada batuan shale.  Warna yang ditimbulakan dari warna merah (ada mineral yang hemalit), hijau, abu-abu, hingga hitam. Warna hijau karena ada mineral cholorite. Warna abu-abu karena adanya mineral-mineral dari karbon dan bahan-bahan organik seperti grafit. Sabak yang berasal dari batu pasir “ graywacke” disebut “ graywacke slate”. BATU SABAK

  46. Batuan Milonit • Milonit merupakan batuan metamorf kompak, terbentuk oleh rekristalisasi dinamis mineral-mineral pokok yang mengakibat-kan pengurangan ukuran butir-butir batuan. Butir-butir batuan ini lebih halus dan dapat dibelah seperti schistose. • Asal                             : Metamorfisme dinamik • Warna                          : Abu-abu, kehitaman, coklat, biru • Ukuran butir                : Fine grained • Struktur                       : Non foliasi • Komposisi                   : Kemungkinan berbeda untuk setiap batuan • Derajat metamorfisme : Tinggi • Ciri khas                      : Dapat dibelah-belah

More Related