Sumber
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 17

Sumber : ristiutyblogs/files/2008/04/pertemuan-1‎ T PowerPoint PPT Presentation


  • 119 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

Sumber : ristiuty.edublogs.org/files/2008/04/pertemuan-1.ppt‎ T. Pengertian Etika. Etika mempunyai dua makna yaitu :

Download Presentation

Sumber : ristiutyblogs/files/2008/04/pertemuan-1‎ T

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Sumber ristiutyblogs files 2008 04 pertemuan 1 t

Sumber: ristiuty.edublogs.org/files/2008/04/pertemuan-1.ppt‎T


Pengertian etika

PengertianEtika

Etikamempunyaiduamaknayaitu:

EtikaberasaldaribahasaYunani, ethos (tunggal) atautaetha (jamak) yang berartiwatak, kebiasaandanadatistiadat. Pengertianiniberkaitandengankebiasaanhidup yang baik, baikpadadiriseseorangmaupunsuatumasyarakat yang diwariskandarisatugenerasikegenerasi yang lain.

Sumber: ristiuty.edublogs.org/files/2008/04/pertemuan-1.ppt‎


Pengertian etika1

PengertianEtika

Pengertianetika yang pertama, indentikdenganpengertianmoralitas.

Moralitasberasaldaribahasalatin, mos (tunggal) atau mores (jamak) yang berartiadatistiadatataukebiasaan.

Jadietikadanmoralitasmempunyaiarti yang samasebagaisistemnilaitentangbagaimanamanusiaharushidupbaik yang kemudianterwujuddalampolaperilaku yang konstandanterulangdalamkurunwaktusehinggamenjadisebuahkebiasaan.

Sumber: ristiuty.edublogs.org/files/2008/04/pertemuan-1.ppt‎


Lanjutan

Lanjutan ……….

Pengertianetika yang keduaberbedadenganmoralitas. Etikadalampengertiankeduainidipahamisebagaifilsafat moral atauilmu yang menekankanpadapendekatankritisdalammelihatdanmemahaminilaidannorma moral sertapermasalahan-permasalahan moral yang timbuldalamkehidupanbermasyarakat.

Pengertianetikakedua, berbedadengan yang pertamakarenatidakberisikannilaidannorma-normakongkret yang menjadipedomanhidupmanusia.

Sumber: ristiuty.edublogs.org/files/2008/04/pertemuan-1.ppt‎


Pengertian moralitas

PengertianMoralitas

Moralitasadalahpedoman yang dimilikiindividuataukelompokmengenaiapa yang benardansalahberdasarkanstandar moral.

Standar moral ialahstandar yang berkaitandenganpersoalan yang dianggapmempunyaikonsekuensiserius, didasarkanpadapenalaran yang baikbukanotoritaskekuasaan, melebihikepentingansendiri, tidakmemihakdanpelanggarannyadiasosiasikandenganperasaanbersalah, malu, menyesal, dll.

Sumber: ristiuty.edublogs.org/files/2008/04/pertemuan-1.ppt‎


Tujuan etika dan norma

Etika

Norma Khusus

Norma

Sopan Santun

Norma

Norma Umum

Norma Hukum

Norma Moral

TujuanEtikadan Norma

  • Mengarahkanperkembanganmasyarakatmenujusuasana yang harmonis, tertib, teratur, damaidansejahtera.

  • Mengajakorangbersikapkritisdanrasionaldalammengambilkeputusansecaraotonom

Sumber: ristiuty.edublogs.org/files/2008/04/pertemuan-1.ppt‎


Macam macam norma

Macam-macam Norma

  • Norma diartikan sebagai kaidah atau pedoman untuk melakukan sesuatu.

  • Secara umum, norma dibagi menjadi 2 yaitu norma khusus dan norma umum

    • Norma khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan tertentu atau khusus, ex: aturan olahraga, aturan kuliah,dll

    • Norma umum adalah aturan yang bersifat umum dan universal. Norma umum dibagi menjadi 3 yaitu norma sopan santun, norma hukum dan norma moral.

Sumber: ristiuty.edublogs.org/files/2008/04/pertemuan-1.ppt‎


Lanjutan pengertian norma

Lanjutanpengertiannorma …..

  • Norma sopan santun atau norma etiket adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah manusia. Misal: mengatur perilaku pergaulan, bertamu, minum,makan, berpakaian, dll.

  • Norma hukum merupakan norma biasanya dikodifikasikan dalam bentuk aturan tertulis sebagai pegangan bagi masyarakat untuk berperilaku yang baik maupun sebagai pedoman untuk menjatuhkan hukuman bagi pelanggarnya. Misal: UUD 1945, PP, Ttap MPR, Keppres, KUHP, dll

Sumber: ristiuty.edublogs.org/files/2008/04/pertemuan-1.ppt‎


Lanjutan pengertian norma1

Lanjutanpengertiannorma …..

  • Norma moral adalah norma yang bersumber dari hati nurani (conscience), menjadi tolak ukur yang dipakai oleh masyarakt dalam menentukan baik buruknya tindakan manusia sebagai anggota masyarat atau sebagai orang dengan jabatan atau profesi tertentu.

Sumber: ristiuty.edublogs.org/files/2008/04/pertemuan-1.ppt‎


Perbedaan norma moral dan norma hukum

Perbedaan Norma Moral dan Norma Hukum

Norma moral berkaitandenganhal-hal yang mempunyaikensekuensiseriusbagikesajahteraan, kebaikandankehidupanmanusia.

Norma moral tidakditetapkandandiubaholehkeputusanpenguasatertentu.

Norma moral selalumenyangkutsebuahperasaan moral (moral sense) tertentu, sepertimalu, menyesal, bersalah, dll.

Sumber: ristiuty.edublogs.org/files/2008/04/pertemuan-1.ppt‎


Perkembangan sikap moral

Anomi

Heteronomi

Sosionomi

Otonomi

Perkembangan Sikap Moral

Sumber: ristiuty.edublogs.org/files/2008/04/pertemuan-1.ppt‎


Sumber ristiutyblogs files 2008 04 pertemuan 1 t

Anomi, terjadi pada masa anak – anak yang belum mengenal moral dan tidak peduli pada yang lain.

Heteronomi, merupakan sikap moral individu yang tergantung pada figur otoriter seperti orang tua atau guru

Sosionomi, merupakan sikap moral individu yangbergantung pada kelompok referensinya.

Otonomi, merupakan sikap moral yang tertinggi dimana individu mengambil keputusan moral sendiri dan tidak tergantung pada orang lain


Teori teori etika

Teori – Teori Etika

Etika Deontologi, berasal dari kata Yunani deon yang berarti kewajiban. Etika deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Menurut teori ini tindakan dikatakan baik bukan karena tindakan itu mendatangkan akibat baik, melainkan berdasarkan tindakan sendiri sebagai baik pada dirinya sendiri.

Contoh: manusia beribadah kepada Tuhan karena sudah merupakan kewajiban manusia untuk menyembah Tuhannya, bukan karena perbuatan tersebut akan mendapatkan pahala.

Sumber: ristiuty.edublogs.org/files/2008/04/pertemuan-1.ppt‎


Lanjutan teori teori etika

LanjutanTeori-teoriEtika ………….

Etika Teleologi, berasal dari kata Yunani telos yang berarti tujuan, sasaran, akibat dan hasil. Menurut teori ini, suatu tindakan dikatakan baik jika tujuannya baik dan membawa akibat yang baik dan berguna.

Dari sudup pandang “apa tujuannya”, etika teleologi dibedakan menjadi dua yaitu:

Teleologi Hedonisme (hedone= kenikmatan) yaitu tindakan yant bertujuan untukmencari kenikmatan dan kesenangan.

Teleologi Eudamonisme (eudamonia=kebahagiaan) yaitu tindakan yang bertujuan mencari kebahagiaan hakiki.

Sumber: ristiuty.edublogs.org/files/2008/04/pertemuan-1.ppt‎


Lanjutan teori teori etika1

LanjutanTeori-teoriEtika ………….

Dari sudut pandang “untuk siapa tujuannya”, etika teleologi dibedakan menjadi dua yaitu:

Egoisme Etis, yaitu tindakan yang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinnya sendiri.

Utilitarianisme, yaitu tindakan yang berguna dan membawa manfaat bagi semua pihak.

Sumber: ristiuty.edublogs.org/files/2008/04/pertemuan-1.ppt‎


Klasifikasi etika

Etika Umum

Etika terhadap sesama

Etika Individual

Etika

Etika Keluarga

Etika Khusus

Etika Sosial

Etika Politik

Etika Lingkungan Hidup

Etika Profesi

Etika Bisnis

Etika Hukum

Etika Biomedis

Etika Pendidikann

Etika Media

Klasifikasi Etika

Sumber: ristiuty.edublogs.org/files/2008/04/pertemuan-1.ppt‎


Daftar pustaka

DaftarPustaka

  • Keraf, A. Sonny. 1998. Etika Bisnis Tuntutan dan Relevansinya. Yogyakarta: Kanisius

  • Muslich. 1998. Etika Bisnis, Pendekatan Substantif dan Fungsional. Yogyakarta: Ekonisia

  • Velasquez, M.G. 2002. Business Ethics: Concepts and Cases (5th ed). Upper Saddle River NY: Prentice-Hall

Sumber: ristiuty.edublogs.org/files/2008/04/pertemuan-1.ppt‎


  • Login