1 / 9

ANAK DI LUAR NIKAH

Tugas UAS Pai 2010 Oleh : Umi Hanisah 20100720016. ANAK DI LUAR NIKAH. A. Nasab Anak Di Luar Nikah. 1. Nasab anak di luar nikah berdasarkan hukum Islam.

dior
Download Presentation

ANAK DI LUAR NIKAH

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Tugas UAS Pai 2010 Oleh: UmiHanisah 20100720016 ANAK DI LUAR NIKAH

  2. A. NasabAnak Di LuarNikah • 1. Nasabanakdiluarnikahberdasarkanhukum Islam. Dalam al-Qur’an surat al-Ahzabayat 4-5 yang artinya: “Allah sekali-sekalitidakmenjadikanbagiseseorangduabuahhatidalamrongganya; dandiatidakmenjadikanisteri-isterimu yang kamudzibaritusebagaiibumu, dandiatidakmenjadikananak-anakangkatmusebagaianak-anakkandungmu (sendiri). Yang demikianituhanyalahperkataanmudimulutsaja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya. Dan diamenunjukkanjalan (yang benar). Panggillahmereka (anak-anakangkatitu) dengan (memakai) namabapak-bapakmereka, itulah yang lebihadilpadasisiallah, danjikakamutidakmengetahuibapak-bapakmerekamaka (panggillah) mereka (sebagai) saudara-sauadaramuseagamadanmaula-maulamu. Dan tidakadadosaatasmuterhadapapa yang kamukhilafkepadanya, tetapi (yang adadosanya) apa yang disengajaolehhatimu. Dan adalah Allah mahapengampunlagimahapenyayang”.

  3. 2. NasabDalamHukumPerkawinan Indonesia Nasabdalamhukumperkawinan Indonesia dapatdidefinisikansebagaisebuahhubungandarah (keturunan) antaraseoranganakdenganayahnya, karenaadanyaakadnikah yang sah. Hukumperkawinandi Indonesia inimeliputi : a. Undang-undangNo. 1 Tahun 1974 b. Peraturanpemerintah no.9 tahun 1975 c. Kompilasihukum Islam

  4. 3. Status AnakdiLuarNikahMenurutHukumPerkawinanNasional. MenuruthukumPerkawinanNasional Indonesia, status anakdibedakanmenjadidua: pertama, anaksahkedua, anakluarnikah. Anaksahsebagaimana yang dinyatakan UU No. Tahun 1974 pasal 42: adalahdalamanak yang dilahirkandalamatausebagaiakibatperkawinan yang sah. Dan KompilasiHukum Islam (KHI) pasal 99 yang menyatakan : “ anaksahadalah : (a) Anak yang lahirdalamatausebagaiakibatperkawinan yang sah. (b) Hasilpembuahansuamiistri yang sahdiluarrahimdandilahirkanolehistritersebut. Yang dimaksuddengananakdiluarnikahadalahanak yang dibuahidandilahirkandiluarpernikahan yang sah, sebagaimana yang dsebutkandalamperaturanperundang-undanganNasionalantara lain: • UU No. 1 Tahun 1974 Pasal 43 ayat 1, menyatakananak yang dilahirkandiluarperkawinanhanyamempunyaihubunganperdatadenganibunyadankeluargaibunya. • KompilasiHukum Islam (KHI) pasal 100, menyebutkananak yang lahirdiluarperkawinanhanyamempunyaihubungannasabdenganibunyadankeluargaibunya

  5. B. Pendapat MUI dan MK TentangAnak Di LuarNikah MahkamahKonstitusi (MK) mengeluarkanputusantentang status anakdiluarnikah. Putusaninimengubahpasal 43 ayat (1) UU No 1/1974 tentangPerkawinan yang sebelumnyatidakmengakuianakdiluarnikah. Keputusan MK yang tertuangdalamNomor 46/VIII/2010 pada 17 Februari 2012 tentanganak yang lahirdiluarperkawinaninibanyakmenuaikontroversidaripemuka agama. MK memutuskananak yang dilahirkandiluarperkawinanmemilikihubunganperdata (status hukum) denganlaki-laki yang dapatdibuktikanberdasarkanilmupengetahuandanteknologiataualatbukti lain menuruthukumternyatamempunyaihubungandarahsebagaiayahnya. MenurutMahkamahKonstitusi, pokokpermasalahanhukummengenaianak yang dilahirkandiluarperkawinanadalahmengenaimaknahukum (legal meaning) darifrasa "yang dilahirkandiluarperkawinan" perlumemperolehjawabandalamperspektif yang lebihluasdanperludijawab pula permasalahanterkait, yaitupermasalahantentangsahnyaanak. 

  6. Melihatkeputusan yang dikeluarkanoleh MK ternyataditentangkerasolehpemuka agama. BaikdariMajelisUlama Indonesia (MUI), NahdlatulUlama (NU) danorgamisasi Islam lainnya. Bahkan MUI sampaimengeluarkan fatwa. Fatwa MUI tersebutadalah “anakhasilzinatidakmemilikihubungannasab, walinikah, waris, dannafaqahdenganlelaki yang menyebabkankelahirannya. Selainitu, anakhasilzinahanyamempunyaihubungannasab, warisdannafaqahdenganibunyasertakeluargaibunya”. Fatwa MUI tersebutjelasmenentangkeputusanMahkamahKonstitusi yang menyatakanbahwaanakdiluarnikahmendapatkanperlindunganhukum. KetuaDewanPimpinan MUI, Ma'rufAminmengatakankeputusan fatwa inimenggunakanhukum agama Islam. Dalam agama Islam katadia, anakdarihasilzina, itudariseginasabnyatidakbisadinisbahkanpadaorangtuanya. “Fatwa MUI inijustrumeneguhkanperlindunganterhadapanak. Salahsatunya, denganmewajibkanlelaki yang mengakibatkankelahirananakuntukmemenuhikebutuhananak. Selainitu, fatwa jugamelindungianakdarikerancuannasabyaituanakdaridarihasilzinatidakpunyahubungannasab, walinikahdanwaris.

  7. KelemahandanKelebiahan MK Kelebihan • Masadepananaklebihterjamin. • Kehidupananakterlindungi. • Nasibanakdiluarnikahmenjadijelas. • Lelaki yang mengakibatkankelahirananakberkewajibanuntukmemenuhikebutuhananak. Kelemahan • Masyarakatmenjadibingungatasputusan yang berbeda-beda. • Menimbulkanpertentangandanperselisihandiberbagaikalangan.

  8. MUI Kelebihan • LebihIslami • Bedasaratashukum agama Islam. Kelemahan • Lelaki yang mengakibatkankelahirananakmenjaditidakpedulikarenatidakadanyakewajibanmemenuhikebutuhananak. • KewajibanmemenuhikebutuhananakhanyapadaIbu. • Masadepananaktidakterjamindankurangmendapatkanperlindungan.

  9. C. Kesimpulan Hukum Islam menetapkannasabsebagailegalitashubungankekeluargaan yang berdasarkanhubungandarah, sebagaiakibatdaripernikahan yang sah, ataunikahfasid, atausenggamasubhat. Nasabmerupakanpengakauansyara’ bagihubunganseoranganakdengangarisketurunanayahnya, notabenenyaanaktersebutberhakmendapatkanhakdankewajibannyadariayahnya, selanjutnyamempunyaihakdankewajiban pula dariketurunanayahnya. Status anakdiluarnikahyaknianak yang dibuahidandilahirkandiluarperkawinan yang sah, menurutHukum Islam disamakandengananakzinadananakli’an. Konsekwensinyaadalahtidakadahubungannasabanakdenganbapakbiologisnya, tidakadahakdankewajibanantaraanakdanbapakbiologisnya, baikdalambentuknafkah, warisdan lain sebagainya. Bilakebetulananakituadalahperempuan, makabapakbiologisnyatidakdapatuntukmenjadiwali. Sehingga yang dapatmenjadiwalianakluarnikahhanyakhadi. Dalamhukumperkawinandi Indonesia pengaturantentangnasabanakdiluarnikah, hanyasecaraimplisitdipahamibahwaanakdiluarnikahhanyamemilikihubunganperdatadenganibudankeluargaibunya, iniberartianaktersebuttidakmendapatkanhakdankewajibandaribapakbiologisnya. Tidakadaanak yang maudilahirkandarihasilperzinahan. Semuaanak yang lahirkeduniadalamkeadaansuci. Anakmemilikihakuntuktumbuhkembangdanhiduplayak. Hal tersebutjugasudahtertuangdalamUndang-undangperlindungananak. Dalamundang-undangtersebutsetiapanakmemilikihak yang sama. Termasukdiantaranyamemilikiaktakelahirandenganmencantumkannamabapaknya. Di dalamundang-undangdisebutkansetiapanakberhakmengetahuisiapa ayah danibunya. Melindungihakanakberbedadenganmendukungperzinahan. Jikamemang yang harusdihukumadalahorangtuanya yang berzina. Janganmenghukumseoranganak yang tidakberdosa.

More Related