1 / 99

Analisis Rangkaian Listrik di Kawasan Fasor

Sudaryatno Sudirham. Analisis Rangkaian Listrik di Kawasan Fasor. ( Rangkaian Arus Bolak-Balik Sinusoidal Keadaan Mantap ). Isi Kuliah :. Fasor Pernyataan Sinyal Sinus Impedansi Kaidah Rangkaian Teorema Rangkaian Metoda Analisis Sistem Satu Fasa Analisis Daya Penyediaan Daya

darrin
Download Presentation

Analisis Rangkaian Listrik di Kawasan Fasor

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Sudaryatno Sudirham AnalisisRangkaianListrikdi KawasanFasor (RangkaianArusBolak-Balik Sinusoidal KeadaanMantap)

  2. Isi Kuliah: Fasor PernyataanSinyal Sinus Impedansi KaidahRangkaian TeoremaRangkaian MetodaAnalisis SistemSatuFasa AnalisisDaya PenyediaanDaya SistemTiga-fasaSeimbang

  3. Fasor Mengapa Fasor?

  4. Sudutfasa Amplitudo Frekuensi sudut Di kawasanwaktubentukgelombang sinus dinyatakansebagai Analisisrangkaianlistrik di kawasanwaktumelibatkanoperasidiferensialdan integral, karenahubunganarus-teganganelemen-elemenadalah

  5. Bentukgelombang sinus sangatluasdigunakan Energilistrik, dengandayaribuankilo watt, disalurkanmenggunakanbentukgelombang sinus. Siaran radio jugadipancarkandenganmenggunakanbentukgelombang sinus. Pekerjaananalisisrangkaian, dimanapeubahrangkaiannyaberbentukgelombang sinus, akansangatdipermudahjikaoperasi-operasidiferensialdapatdihindarkan.

  6. FungsiEksponensial Dalammatematikaadasebuahfungsi yang turunannyaberbentuksamadenganfungsiitusendiri, yaitu Jikasinyal sinus dapatdinyatakandalambentukfungsieksponensial, makaoperasidiferensialdan integral akanterhindarkan

  7. Identitas Euler Hal itudimungkinkankarena adahubunganantarafungsi sinus danfungsieksponensialyaitu Bagiannyatapernyataankompleksini yang digunakanuntukmenyatakansinyal sinus Ini adalah fungsi eksponensial kompleks Berikutinikitaakanmelihatulangbilangankompleks

  8. PengertianTentangBilanganKompleks x BilanganKompleks TinjauPersamaan: Akarpersamaanadalah: Bilangan tidak nyata(imajiner) Takadanilaiuntuknegatif

  9. (sumbuimajiner) Im s = a + jb jb Re a (sumbu nyata) Bilangankompleksdidefinisikansebagai dengan a dan badalahbilangannyata bagian nyata dari s Re(s) = a bagian imajiner dari s Im(s) = b

  10. RepresentasiGrafisBilanganKompleks (sumbu imajiner) Im Im S = a + jb S = a + jb jb jb | S |  a a Re Re (sumbu nyata) θ=tan1(b/a) |S|cosθ = Re (S) |S|sinθ = Im (S) S =|S|cosθ + j|S|sinθ Bilangankompleks bagiannyatadariS bagian imaginer dariS

  11. Contoh Im 3 + j4 = 5cos + j5sin 4 3 2 1 -1 -2 -3 5  Re -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5

  12. Operasi-OperasiAljabarBilanganKompleks - - Pengurangan Penjumlahan + Perkalian Pembagian

  13. Contoh diketahui: maka:

  14. BentukSudutSikudanBentuk Polar Ini identitas Euler dan Fungsi eksponensial bilangan kompleksdidefinisikan sebagai dengan e adalah fungsi eksponensial riil Denganidentitas Euler inibilangankomleks yang dituliskansebagai: dapat dituliskan sebagai: Penulisan bilangan kompleks di atas adalah penulisan dalam bentuk sudut siku yang juga dapat dituliskan dalam bentuk polar yaitu:

  15. Contoh S= 10 e j0,5 |S| = 10 sudut fasa:θ= 0,5 rad Bentuk Polar Bentuk Sudut Siku S = 3+ j4 Bentuk Sudut Siku S = 5e j0,93 Bentuk Polar S = 3j4 Bentuk Sudut Siku S = 5ej0,93 Bentuk Polar

  16. KompleksKonjugat Im Im Re Re S = a + jb S* = p + jq S*= ajb S= pjq BilangankompleksSmempunyaikonjugatS* KonjugatdariS = a + jbadalahS* = a - jb Suatu bilangan kompleks dan konjugatnya mempunyai hubungan-hubungan berikut:

  17. PernyataanSinyal Sinus Dalam Bentuk Fasor

  18. Fasor Sinyal Sinus di kawasanwaktu : sehingga dapat ditulis dalam bentuk: v = Re(V) = Re ( A e j t e j θ) Re dan e j tidakditulislagi dan sinyal sinus V= A e j θ dapat ditulis dalambentuk eksponensialkompleks : Inilah yang disebutFasor Mengingatrelasi Euler, fungsiinibisadipandang sebagai bagian riil dari suatu bilangan kompleks A e j(t+)= A {cos(t + θ) + j sin(t + θ)} = V Jika seluruh sistem (rangkaian) mempunyai bernilai sama maka ejt bernilai tetap sehingga tak perlu selalu dituliskan hanyaamplitudo A dan sudut fasa θyang diperhatikankarena  diketahuisamauntukseluruhsistem

  19. PenulisandanPenggambaranFasor Im V jb |A|  a Re Karena hanya amplitudo dan sudut fasa saja yang diperhatikan maka

  20. Contoh menjadi: menjadi: Pada frekuensi  = 500 menjadi: menjadi: Pada frekuensi  = 1000 Penulisansinyal sinus dalambentukfasor

  21. FasorNegatifdanFasorKonjugat Im maka negatif dari A adalah A jb |A|   a a dan konjugat dari A adalah Re  A |A| jb A*

  22. Operasi-OperasiFasor Jika diketahui : maka : Perkalian Pembagian Penjumlahan dan Pengurangan

  23. Contoh Diketahui: Im 216,9o -4 Re 5 -3 I3 maka :

  24. Impedansi

  25. fasortegangan fasorarus impedansi Impedansi di KawasanFasor Impedansisuatuelemenrangkaian di kawasanfasoradalahperbandinganantara fasortegangandanfasoraruselementersebut Catatan: Ada pengertianimpedansi di kawasans yang akankitapelajarikemudian

  26. iR + vR Resistor Kawasanwaktu Kawasanfasor resistansi resistor di kawasanwaktu bernilaisamadengan impedansinya di kawasanfasor Impedansi

  27. Induktor + vL  iL Kawasanwaktu Kawasanfasor hubungan diferensial hubungan linier Impedansi

  28. Kapasitor + vC ` iC Kawasanwaktu Kawasanfasor hubungan diferensial hubungan linier Impedansi

  29. ImpedansidanAdmitansi Perhatikan: relasiiniadalahrelasi linier. Di kawasanfasorkitaterhindardariperhitungandiferensial. Impedansi: Z Admitansi: Y = 1 / Z

  30. ImpedansiSecaraUmum • Perhatian : Walaupun impedansi merupakan pernyataan yang berbentuk kompleks, akan tetapi impedansi bukanlah fasor. Impedansi dan fasor merupakan dua pengertian dari dua konsep yang berbeda. • Fasor adalah pernyataan dari sinyal sinus • Impedansi adalah pernyataan elemen.

  31. KaidahRangkaian

  32. Hubungan Seri I jL R + VL + VR j/C I R + VC  + VR

  33. KaidahPembagiTegangan I j/C jL + VL + VC 

  34. KaidahPembagiArus Itotal I3 I2 I1 jL j/C R

  35. Diagram Fasor

  36. ArusdanTeganganpadaInduktor Im Re Di kawasan waktu: VA vL(t) 100 iL(t) detik L = 0,5 H , iL(t) = 0,4cos(1000t) A Misalkan VL Arus 90odi belakang tegangan IL Arus dijadikan referensi (sudut fasa = 0)

  37. ArusdanTeganganpadaKapasitor Im Re Di kawasan waktu: vC(t) V mA 10 iC(t) C = 50 pF , iC(t) = 0,5cos(106t) mA Misalkan IC arus 90o mendahului tegangan VC detik Arus dijadikan referensi (sudut fasa = 0)

  38. BebanKapasitif Im Re Pada sebuah beban : v(t) =120cos(314t +10o) V i(t) = 5cos(314t + 40o) A arus mendahului tegangan V I

  39. BebanInduktif Im Re V arus tertinggal dari tegangan I Pada sebuah beban : v(t) =120cos(314t + 20o) V i(t) = 5cos(314t  40o) A

  40. BebanRLC Seri, kapasitif 100 20F vs(t) = 250 cos500t V 50mH 100 j100 Vs= 2500oV j25 +  +  Im I V Re Transformasirangkaiankekawasanfasor Beban RLC seriinibersifatkapasitif |ZC| > |ZL| arusmendahuluitegangan Jikakitakembalikekawasanwaktu i(t) = 2 cos(500t + 36,87o) A

  41. FasorTeganganTiapElemen VR = RI Im VC =jXCI I 100 j100 Vs= 2500oV Vs j25 Re VL = jXLI +  Fasorteganganrangkaianmengikutihukum Kirchhoff

  42. BebanRLCseri, induktif 100 j25 Vs= 2500oV j100 Im +  Re V I Padabebankapasitif |ZL| > |ZC| arustertinggaldaritegangan

  43. BebanRLC Paralel I j25 Vs= 2500oV j100 100 Im I +  V Re

  44. TeoremaRangkaian

  45. PrinsipProporsionalitas Y = fasor keluaran, X= fasor masukan, K = konstanta proporsionalitas yang pada umumnya merupakan bilangan kompleks

  46. PrinsipSuperpossi Prinsip Superposisi selalu berlaku di kawasan waktu dan berlaku di kawasan fasor bilafrekuensi sama

  47. Contoh 3H 8 + 20cos4t V io _ 3cos4t A j12 Io1 8 + 200o _  j6 j12 Io2 8  j6 30o

  48. TeoremaThévenin A A ZT RT VT vT B +  +  B Kawasanwaktu Kawasanfasor

  49. ContohRangkaianEkivalenThévenin A B 10 2045o V 100 j100 0,190o A ` +  +  A B ZT VT

  50. MetodaAnalisis

More Related