Jaringan kerja
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 112

JARINGAN KERJA PowerPoint PPT Presentation


  • 135 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

JARINGAN KERJA. ANALISA WAKTU. 31 SPA ( Saat Paling Awal ). 32 SPL ( Saat Paling Lambat ). 33 Umur Perkiraan Proyek. 34 Lintasan Kritis. 35 Tenggang Waktu Kegiatan. 36 Keterlambatan Kegiatan. 37 Umur Proyek. III. ANALISA WAKTU. S P A. 31. (Saat Paling Awal).

Download Presentation

JARINGAN KERJA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Jaringan kerja

JARINGAN KERJA

ANALISA WAKTU


Analisa waktu

31 SPA (Saat Paling Awal)

32 SPL (Saat Paling Lambat)

33 Umur Perkiraan Proyek

34 Lintasan Kritis

35 Tenggang Waktu Kegiatan

36 Keterlambatan Kegiatan

37 Umur Proyek

III

ANALISA WAKTU


Jaringan kerja

S P A

31

(Saat Paling Awal)

waktu terjadi suatu kejadian paling awal

dalam suatu kegiatan

(tidak mungkin terjadi sebelumnya)

Manfaat : untuk mengetahui waktu kejadian paling awal SPAi dilaksanakan suatu kegiatan yang keluar dari kejadian ybs


Jaringan kerja

* Tersedia “diagram JK” yang tepat

bila jumlah kegiatan & logika ketergantungan kegiatan tepat, jumlah kejadian & jumlah dummy cukup

11Persyaratan

* No. kejadian awal diberi no.1 & no. kejadian akhir diberi no. terbesar; & sama banyaknya dengan dengan jumlah kejadian

untuk nomor2 kejadian lainnya diatur sedemi-kian rupa sehingga no. kejadian awal selalu lebih kecil daripada no. kejadian akhir untuk suatu kegiatan atau dummy


Jaringan kerja

* Perkiraan lama kegiatan ditetapkan waktunya dalam diagram

Rancangan diagram suatu proyek

5

6

4

1

2

3

8

9

7


Jaringan kerja

# Bila hanya sebuah kegiatan (X) menuju ke sebh kejadian (SPAj) dengan lama kegiatan (L) tertentu

12Rumusan

X

L

SPAi

SPAj

j

i

SPAj = SPAi + L

# Bila lebih dari 1 kegiatan (Xn) menuju ke sebh kejadian (SPAj) dengan lama kegiatan (Ln) tertentu


Jaringan kerja

SPAj = SPAin + Ln

maks

SPAi1

i1

X1

L1

SPAi2

i2

X2

SPAj

L2

j

Xn

Ln

SPAin

in


Jaringan kerja

Cara menentukan SPA tiap kejadian sbb :

13 Perhitungan SPA

# hitung SPA tiap kejadian mulai no.1 sampai dengan no. terbesar

# saat paling awal untuk kejadian no.1 sama dengan nol (SPA1 = 0)

# hitung mulai paling awal (MPA) kejadian no.2, 3 dst dengan menggunakan salah satu dari 2 rumusan & dummy yang menunjukkan kejadian ybs


Uraian perhitungan spa

Kejadian no.1

SPA1 = 0

(hanya ada 1 kegiatan yang menuju ke kejadian no.2)

Kejadian no.2

SPA2 = SPA1 + LA

= 0 + 6 = 6

(hanya ada 1 kegiatan yang menuju ke kejadian no.3)

 Kejadian no.3

SPA3 = SPA2 + LB

= 6 + 4 = 10

Uraian perhitungan SPA


Jaringan kerja

(hanya ada 1 kegiatan yang menuju ke kejadian no.4)

 Kejadian no.4

SPA4 = SPA3 + LC

= 10 + 7 = 17

(hanya ada 1 kegiatan yang menuju ke kejadian no.5)

 Kejadian no.5

SPA5 = SPA2 + LD

= 6 + 7 = 13

(ada 2 kegiatan yang menuju ke kejadian no.6)

 Kejadian no.6


Jaringan kerja

SPA6a = SPA5 + LE

= 13 + 5 = 18

SPA6 = 21

SPA6b = SPA5 + LE

(TERBESAR)

= 17 + 4 = 21

(ada 2 kegiatan & 1 dummy yang menuju ke kejadian no.7)

 Kejadian no.7

SPA7a = SPA4 + dummy

= 17 + 0 = 17

SPA7b = SPA3 + LG

SPA7 = 20

= 10 + 10 = 20

(TERBESAR)

SPA7c = SPA1 + LH

= 0 + 14 = 14


Jaringan kerja

(hanya ada 1 kegiatan yang menuju ke kejadian no.8)

 Kejadian no.8

SPA8 = SPA7 + LI

= 20 + 3 = 23

(ada 2 kegiatan yang menuju ke kejadian no.9)

 Kejadian no.9

SPA9a = SPA6 + LJ

= 21 + 9 = 30

SPA9 = 30

SPA9b = SPA8 + LK

(TERBESAR)

= 23 + 5 = 28


Jaringan kerja

30

28

18

21

17

20

14

D

E

13

21

5

6

7

5

J

9

F

4

A

B

C

K

6

0

17

10

23

30

4

1

2

3

8

9

6

5

4

7

I

0

3

G

20

7

10

H

14

Kejadian akhir pada no.9, berarti pula merup. kejadian akhir seluruh proyek. Jadi waktu paling awal kejadian no.9 adalah juga waktu paling awal proyek mungkin dapat selesai.


Jaringan kerja

32

S P L

(Saat Paling Lambat)

waktu paling lambat suatu kejadian boleh terjadi (tidak boleh terjadi sesudahnya) sehingga proyek dapat diselesaikan sesuai dengan rencana

Manfaat : untuk mengetahui saat selesai paling lambat semua kegiatan agar proyek masih dapat sekesai sesuai dengan waktu yang direncanakan


Jaringan kerja

* Dapat menentukan waktu paling lambat semua kejadian dalam “diagram JK”

21Persyaratan

22Rumusan

X

L

j

i

SPLj

SPLi

# Bila hanya sebuah kegiatan (X) keluar dari sebuah kejadian (SPLi) dengan lama kegiatan (L) tertentu

SPLj = SPLi - L


Jaringan kerja

# Bila lebih dari 1 kegiatan (Xn) keluar dari sebuah kejadian (SPLi) dengan lama kegiatan (Ln) tertentu

j1

SPLi1

X1

L1

X2

j2

SPLi2

L2

i

SPLi

Xn

Ln

jn

SPLin

SPLi = SPLjn - Ln


Jaringan kerja

Cara menentukan SPL tiap kejadian sbb :

#hitungsaatselesai paling lambat (SPL) mulai no. terbesar, kemudianmundurberturut-turutsampaipadakejadian no.1

23 Perhitungan SPL

# selesai paling lambatkejadianno.terbesarsamadengansaatselesai paling awalkejadian no. terbesar

# hitungsaatselesai paling lambatkejadian no. terbesar, ……. , 2, 1 denganmengguna-kansalahsatudari 2 rumusan yang sesuaidenganbanyaknyakegiatan & dummy yang keluardarikejadianybs


Jaringan kerja

17

22

0

8

9

6

10

12

Uraian perhitungan SPL

D

E

13

21

5

6

21

16

7

5

J

9

F

4

A

B

C

K

6

0

17

10

23

30

4

1

2

3

8

9

0

6

10

17

6

25

5

30

4

7

I

0

3

G

20

7

10

22

H

14


Jaringan kerja

 Kejadian no.9

SPL9 = SPA9 = 30

(hanyaada 1 kegiatan yang keluarmenujukejadian no.8)

 Kejadian no.8

SPL8 = SPL9 - LK

= 30 - 5 = 25

(hanya ada 1 kegiatan yang keluar menuju kejadian no.7)

 Kejadian no.7

SPL7 = SPL8 - LI

= 25 - 3 = 22


Jaringan kerja

(hanya ada 1 kegiatan yang keluar menuju kejadian no.6)

 Kejadian no.6

SPL6 = SPL9 - LJ

= 30 - 9 = 21

(hanya ada 1 kegiatan yang keluar dari kejadian no.5)

 Kejadian no.5

SPL5 = SPL6 - LE

= 21 - 5 = 16

(ada 1 kegiatan & 1 dummy yang keluardarikejadian no.4)

 Kejadian no.4


Jaringan kerja

SPL4a = SPL6 - LF

= 21 - 4 = 17

SPL4 = 17

SPL4b = SPL7 - dummy

(TERKECIL)

= 22 - 0 = 22

(ada 2 kegiatan yang keluarmenujukekejadian no.3)

 Kejadian no.3

SPL3a = SPL4 - LC

= 17 - 7 = 10

SPL3 = 10

SPL3b = SPL7 - LG

(TERKECIL)

= 22 - 10 = 12


Jaringan kerja

(ada 2 kegiatan yang keluar menuju ke kejadian no.2)

 Kejadian no.2

SPL2a = SPL5 - LD

= 16 - 7 = 9

SPL2 = 6

SPL2b = SPL3 - LB

(TERKECIL)

= 10 - 4 = 6

(ada 2 kegiatan yang keluar menuju ke kejadian no.1)

 Kejadian no.1

SPL1a = SPL2 - LA

= 6 - 6 = 0

SPL1 = 0

SPL1b = SPL7 - LH

(TERKECIL)

= 22 - 14 = 8


Jaringan kerja

33

UMUR PERKIRAAN PROYEK

Penentuumurproyek

# saatmulai paling awal (MPA) melaksanakansuatukegiatanyaitu SPA kejadianawal

# saatselesai paling awalsuatukegiatan (SPA) padakejadian paling akhir

UmPPro = jumlah lama kegiatandalamsatulintasanpelaksanaanproyek


Jaringan kerja

Manfaat :

untukmengetahuidengancepattentang kejadian2dan kegiatan2 yang tingkatkepekaannya paling tinggiterhadapketerlambatanpelaksanaanproyek

34

LINTASAN KRITIS

LK :lintasan yang terdiridari kejadian2kritis, kegiatan2kritis & dummy

sehinggasetiapsaatdapatditentukan

tingkatprioritaskebijakanselamapelaksanaanproyek

terhadap kegiatan2kritisdan yang hampirkritis


41 kejadian kritis

41 Kejadian kritis

Kejadian yang tidakmempunyaitenggangwaktu

SPA = SPL

D

E

13

21

5

6

21

16

7

5

J

9

F

4

A

B

C

K

6

0

17

10

23

30

4

1

2

3

8

9

0

6

10

17

6

25

5

30

4

7

I

0

3

G

20

7

10

22

H

14


Jaringan kerja

Kegiatankritis = SPL - SPA = 0

* Kejadian no.1

SPA1 = SPL1 = 0

* Kejadian no.2

SPA2 = SPL2 = 6

* Kejadian no.3

SPA3 = SPL3 = 10

* Kejadian no.4

SPA4 = SPL4 = 17

* Kejadian no.5

SPA5  SPL5 [13  16]


Jaringan kerja

* Kejadian no.6

SPA6 = SPL6 = 21

* Kejadian no.7

SPA7  SPL7 [20  22]

* Kejadian no.8

SPA8  SPL8 [23  25]

* Kejadian no.9

SPA9 = SPL9 = 30

Kejadiankritisyaitukejadian no. 1, 2, 3, 4, 6 dan 9.

( K1, K2, K3, K4, K6 & K9 )


42 kegiatan kritis

42 Kegiatan kritis

Kegiatan yang sangatpekaterhadapketerlambatan

Bilasebuahkegiatankritisterlambatselama 1 hari, makamenyebabkanpenyelesaianproyekmenjaditerlambat 1 hari; meskipunkegiatanlaonnyatidakmengelamiketerlambatan

Sifatkegiatankritis (terjadinya) : kegiatantsbharusdimulaipadasatusaat (tidakada MPA & MPL) danharusselesaipadasatusaat (tidakada SPA & SPL)

Berarti : SPAi = SPLi

SPAj = SPLj


Jaringan kerja

Jadikegiatankritisharusmulaipada 1 saatawalsaja; harusselesaipada 1 saatakhir & tidakadaalternatiflainnya

Rumusannya : SPAj = SPAi + L

SPLj = SPLi + L

D

E

13

21

5

6

21

16

7

5

J

9

F

4

A

C

B

K

6

0

17

10

23

30

4

1

2

3

8

9

0

6

10

17

6

25

5

30

4

7

I

0

3

G

20

7

10

22

H

14


Uraian kegiatan kritis kegiatan a

Uraian Kegiatan Kritis Kegiatan A

# Kejadianawalkegiatan A (kejadian no.1) adalahkejadiankritis

SPA1 = SPL1 = 0

# Kejadianakhirkegiatan A (kejadian no.2) adalahkejadiankritis

SPA2 = SPL2 = 6

# Rumusannya

SPA2 = SPA1 + LA

6 = 0 + 6

SPL2 = SPL1 + LA

6 = 0 + 6


Jaringan kerja

 Kegiatan B

# Kejadian awal kegiatan B (kejadian no.2) adalah kejadian kritis

SPA2 = SPL2 = 0

# Kejadian akhir kegiatan B (kejadian no.3) adalah kejadian kritis

SPA3 = SPL3 = 10

# Rumusannya

SPA3 = SPA2 + LB

10 = 6 + 4

SPL3 = SPL2 + LB

10 = 6 + 4


Jaringan kerja

 Kegiatan C

# Kejadian awal kegiatan C (kejadian no.3) adalah kejadian kritis

SPA3 = SPL3 = 10

# Kejadian akhir kegiatan C (kejadian no.4) adalah kejadian kritis

SPA4 = SPL4 = 17

# Rumusannya

SPA4 = SPA3 + LC

17 = 10 + 7

SPL4 = SPL3 + LC

17 = 10 + 7


Kegiatan d

Kegiatan D

# Kejadian awal kegiatan D (kejadian no.2) adalah kejadian kritis

SPA2 = SPL2 = 6

# Kejadian akhir kegiatan D (kejadian no.5) adalah

SPA5 SPL5 [13  16]

# Rumusannya

SPA5 = SPA2 + LD

13 = 6 + 7

SPL5 = SPL2 + LD

16  6 + 7


Jaringan kerja

# Kejadian awal kegiatan E (kejadian no.5) adalah

 Kegiatan E

SPA5 SPL5 [13  16]

# Kejadian akhir kegiatan E (kejadian no.6) adalah kejadian kritis

SPA6 = SPL6 = 21

# Rumusannya

SPA6 = SPA5 + LE

21  13 + 5

SPL6 = SPL5 + LE

21 = 16 + 5


Kegiatan f

Kegiatan F

# Kejadian awal kegiatan F (kejadian no.4) adalah kejadian kritis

SPA4 = SPL4 = 17

# Kejadian akhir kegiatan F (kejadian no.6) adalah kejadian kritis

SPA6 = SPL6 = 21

# Rumusannya

SPA6 = SPA4 + LF

21 =17 + 4

SPL6 = SPL4 + LF

21 = 17 + 4


Kegiatan g

Kegiatan G

# Kejadian awal kegiatan G (kejadian no.3) adalah kejadian kritis

SPA3 =SPL3 = 10

# Kejadian akhir kegiatan G (kejadian no.7) adalah

SPA7 SPL7 [20  22]

# Rumusannya

SPA7 = SPA3 + LG

20 = 10 + 10

SPL7 = SPL3 + LG

22  10 + 10


Kegiatan h

kegiatan H

# Kejadianawalkegiatan H (kejadian no.1) adalahkejadiankritis

SPA1 =SPL1 = 0

# Kejadian akhir kegiatan H (kejadian no.7) adalah

SPA7 SPL7 [20  22]

# Rumusannya

SPA7 = SPA1 + LH

20 =0 + 20

SPL7 = SPL1 + LH

22  0 + 14


Kegiatan i

kegiatan I

# Kejadian awal kegiatan I (kejadian no.7) adalah

SPA7  SPL7 [20  22]

# Kejadian akhir kegiatan I (kejadian no.8) adalah

SPA8 SPL8 [23  25]

# Rumusannya

SPA8 = SPA7 + LI

23 = 20 + 3

SPL8 = SPL7 + LI

25 = 22 + 3


Kegiatan j

Kegiatan J

# Kejadian awal kegiatan J (kejadian no.6) adalah kejadian kritis

SPA6 = SPL6 = 21

# Kejadian akhir kegiatan J (kejadian no.9) adalah kejadian kritis

SPA9 = SPL9 = 30

# Rumusannya

SPA9 = SPA6 + LJ

30 = 21 + 9

SPL9 = SPL6 + LJ

30 = 21 + 9


Kejadian k

Kejadian K

# Kejadian awal kegiatan K (kejadian no.8) adalah

SPA8 = SPL8 = 23

# Kejadian akhir kegiatan K (kejadian no.9) adalah kejadian kritis

SPA9 = SPL9 = 30

# Rumusannya

SPA9 = SPA8 + LK

30  23 + 5

SPL9 = SPL8 + LK

30 = 25 + 5


Kesimpulan

Lintasan yang terjadidalampelaksanaanproyektsb :

  • K1, A, K2, D, K5, E, K6,J dan K9

  • dgnumur (6 + 7 + 5 +9) = 27

b. K1, A, K2, B, K3, C, K4, F, K6, J dan K9 dgnumur (6 + 4 + 7 + 4+9) = 30

  • K1, A, K2, B, K3, C, K4, dummy, K7, I, K8 dan K9

  • dgnumur (6 + 4 + 7 + 0 + 3+5) = 25

  • K1, A, K2, B, K3, G, K7, I, K8 dan K9

  • dgnumur (6 + 4 + 10 + 3 + 5) = 28

  • K1, H, K7, I, K8 dan K9 dgnumur (14 + 3 + 5) = 22

Kesimpulan

 Kegiatankritisnya : kegiatan2 A, B, C, F & J

 Lintasankritisnya : K1, A, K2, B, K3, C, K4, F, K6, J & K9


Jaringan kerja

D

E

13

21

5

6

21

16

7

5

J

9

F

4

A

C

B

K

6

0

17

10

23

30

4

1

2

3

8

9

0

6

10

17

6

25

5

30

4

7

I

0

3

G

20

7

10

22

H

14


Jaringan kerja

35

TENGGANG WAKTU KEGIATAN

Free Float (FF)

Idependent Float (IF)

Total Float (TF)

Tenggang waktu kegiatan (Float) : ukuran batas jangka waktu toleransi thd keterlambatan suatu kegiatan

Manfaatnya : # mengetahuikarakteristikpengaruhketerlambatan

# polakebutuhansumberdaya


Penjelasan float

Penjelasan Float

FF : jangkawaktuantarasaat paling awalkejadianakhir (SPAj) suatukegiatandengansaatselesaikegiatanybs, biladimulaipadasaat paling awalkejadianawal (SPAi)

Penjelasan : sejumlahwaktupenundaanatauwaktuuntukterlambatsuatukegiatan yang mungkindapatterlam-bat ataudiperlambatnyakegiatantsbtanpamempe-ngaruhidimulainyakegiatan yang langsungmengikuti-nya. Umumnya FF terdapatpadarangkaianterakhirdalamrangkaiankegiatan yang menujulintasankritis. Bila FF yang adapada kegiatan2darirangkaiankegiat-an terakhirtidakdigunakanmakaakanhilangbegitusaja.


Jaringan kerja

IF : jangkawaktuantarasaat paling awalkejadianakhir (SPAj) suatukegiatandengansaatselesaikegiatanybs, bilakegiatantsbdimulaipadasaat paling lambatkeja-dianawal (SPLi)

Penjelasan : sejumlahwaktupenundaanatauwaktuuntukterlambatsuatukegiatantanpamempengaruhidimu-lainyakegiatan yang langsungmengikutinyaatau se-jumlahwaktuluang yang terdapatpadakegiatan se-belumnya. Biasanya IF terdapatpada kegiatan2 yang merupakancabangdarilintasankritis. Bila IF yang terdapatpadasuatukegiatantidakdigunakan, makamasihdapatdigunakanpadakegiatanberikutnya.


Jaringan kerja

TF : jangkawaktuantarasaat paling lambatkejadianakhir (SPLj) stkegiatandengansaatselesaikegiatanybs, biladimulaipadasaat paling awalkejadianawal (SPAi)

Penjelasan : sejumlahwaktupenundaanatauwaktuuntukterlambatsuatukegiatan, dimanakegiatantersebutdapatterlambatataudiperlambatpelaksanaannyatanpamempengaruhipenyelesaianproyeksecarakeseluruhan.


Jaringan kerja

# Telahada diagram JK yang tepat

# perkiraan lama (jangkawaktu) untuk masing2 kegiatantelahditentukan

# Telahdihitung SPA dan SPL untuksemuakegiatan

FF = SPAj – L - SPAi

IF = SPAj – L - SPLi

TF = SPLj – L - SPAi

51 Persyaratan

52Rumusan & perhitungan float


Contoh perhitungan

Contohperhitungan :

(untukkegiatan G)

FF = SPA6 - L - SPA3

= 21 - 7 - 10 = 4

IF = SPA6 - L - SPL3

= 21 - 7 - 12 = 2

TF = SPL6 - L - SPA3

= 25 - 7 - 10 = 8


54 menentukan ff if tf

54Menentukan FF, IF & TF

G

10

21

6

3

7

12

25

11

12

13

15

10

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

14

WI

7

WF

WT

7

SPL6

SPA3

SPL3

SPA6


53 menentukan spa spl

53 Menentukan SPA & SPL

M

E

D

12

21

7

4

26

16

12

6

5

F

9

L

N

C

G

0

10

21

29

31

1

3

6

10

11

10

0

12

26

29

31

7

4

2

K

B

6

3

H

J

14

26

6

11

9

2

5

26

6

12

5

I

7

A

19

8

19

13


55 perhitungan waktu luang

Kegiatan A

FF = SPA8 - L - SPA2 = 19 - 13 - 6 = 0

IF = SPA8 - L - SPL2 = 19 - 13 - 6 = 0

TF = SPL8 - L - SPA2 = 19 - 13 - 6 = 0

Kegiatan B

FF = SPA2 - L - SPA1 = 6 - 6 - 0 = 0

IF = SPA2 - L - SPL1 = 6 - 6 - 0 = 0

TF = SPL2 - L - SPA1 = 6 - 6 - 0 = 0

Kegiatan C

FF = SPA3 - L - SPA1 = 10 - 10 - 0 = 0

IF = SPA3 - L - SPL1 = 10 - 10 - 0 = 0

TF = SPL3 - L - SPA1 = 10 - 10 - 0 = 0

55PerhitunganWaktuLuang


Jaringan kerja

Kegiatan D

FF = SPA4 - L - SPA1 = 12 - 12 - 0 = 0

IF = SPA4 - L - SPL1 = 12 - 12 - 0 = 0

TF = SPL4 - L - SPA1 = 16 - 12 - 0 = 4

Kegiatan E

FF = SPA7 - L - SPA4 = 21 - 6 - 12 = 3

IF = SPA7 - L - SPL4 = 21 - 6 - 16 = -1

TF = SPL7 - L - SPA4 = 26 - 6 - 12 = 8

Kegiatan F

FF = SPA6 - L - SPA4 = 21 - 9 - 12 = 0

IF = SPA6 - L - SPL4 = 21 - 9 - 16 = -4

TF = SPL6 - L - SPA4 = 25 - 9 - 12 = 4


Jaringan kerja

Kegiatan G

FF = SPA6 - L - SPA3 = 21 - 7 - 10 = 4

IF = SPA6 - L - SPL3 = 21 - 7 - 12 = 2

TF = SPL6 - L - SPA3 = 25 - 7 - 10 = 8

Kegiatan H

FF = SPA5 - L - SPA2 = 11 - 5 - 6 = 0

IF = SPA5 - L - SPL2 = 11 - 5 - 6 = 0

TF = SPL5 - L - SPA2 = 12 - 5 - 6 = 1

Kegiatan I

FF = SPA9 - L - SPA8 = 26 - 7 - 19 = 0

IF = SPA9 - L - SPL8 = 26 - 7 - 19 = 0

TF = SPL9 - L - SPA8 = 26 - 7 - 19 = 0


Jaringan kerja

Kegiatan J

FF = SPA9 - L - SPA5 = 26 - 14 - 11 = 1

IF = SPA9 - L - SPL5 = 26 - 14 - 12 = 0

TF = SPL9 - L - SPA5 = 26 - 14 - 11 = 1

Kegiatan K

FF = SPA10 - L - SPA9 = 29 - 3 - 26 = 0

IF = SPA10 - L - SPL9 = 29 - 3 - 26 = 0

TF = SPL10 - L - SPA9 = 29 - 3 - 26 = 0

Kegiatan L

FF = SPA10 - L - SPA6 = 29 - 4 - 21 = 4

IF = SPA10 - L - SPL6 = 29 - 4 - 25 = 0

TF = SPL10 - L - SPA6 = 29 - 4 - 21 = 4


Jaringan kerja

Kegiatan M

FF = SPA11 - L - SPA7 = 31 - 5 - 21 = 5

IF = SPA11 - L - SPL7 = 31 - 5 - 26 = 0

TF = SPL11 - L - SPA7 = 31 - 5 - 21 = 5

Kegiatan N

FF = SPA11 - L - SPA10 = 31 - 2 - 29 = 0

IF = SPA11 - L - SPL10 = 31 - 2 - 29 = 0

TF = SPL11 - L - SPA10 = 31 - 2 - 29 = 0


Jaringan kerja

Pertanyaan yang timbul :

Seberapajauhbesarpengaruhketerlambatantsbterhadappelaksanaan/penyelesaianproyekybs

Upayaapasaja yang mungkindilakukanuntukmengatasiketerlambatantsb

36

KETERLAMBATAN KEGIATAN

Jarakwaktuantarasaatpenyelesaiankegiatandengansaatrencanapenyelesaiankegiatantsb

Keterlambatanpenyelesaiansuatuproyekakanmengundangberbagaimasalah


61 penyebab keterlambatan kegiatan

61 Penyebabketerlambatankegiatan

Untukmenjawabpertanyaantsbdiperlukanalat yang mampumenilaiketerlambatandimaksudyaitu “tenggangwaktukegiatan”

kegiatanpengikut yang langsungmengikutikegiat-an pendahulu

ketersediaansumberdaya yang menunjangprosespelaksanaankegiatan (biaya, tenagakerja, alat, bahan)

polakebutuhansumberdaya (gambaranhubunganantarakebutuhansumberdayadenganwaktu)


62 syarat menentukan keterlambatan

62Syaratmenentukanketerlambatan

Untukmenentukanpengaruhketerlambatantsbterha-dap penyelesaiansuatuproyekdiperlukansyarat :

Ketersediaan diagram jaringankerja yang lengkap & tepat(lengkap : perkiraan lama kegiatan, SPA & SPL tiapkejadiandiketahui)

Telahdihitungsemuatenggangwaktu (FF, IF & TF) untuktiapkegiatan

Telahdiketahuijumlahwaktuketerlambatan (T)


63 penentuan keterlambatan

Keterlambatansatuataubeberapakegiatan :

* Pastimengubahpolakebutuhansumberdaya

* Belumtentumerubahumurproyek

Perubahanpolakebutuhansumberdaya :

*Pastimemperlambatsatuataubbpkegiatan

* Belumtentumerubahumurproyek

Umurproyekakanbertambahbila :

* adasatuataubbpkegiatanterlambatdgnjangkawaktulebihbesardaripada Total Float (TF)-nya

63Penentuanketerlambatan


64 kasus keterlambatan

64 KasusKeterlambatan`

Katakanterjadiketerlambatanpadakegiatan F dgnalternatifselama 2, 3, 4, 5 atau 6 hari

7

3

F

12

B

4

6

A

E

H

C

16

0

3

11

21

1

2

4

7

6

0

3

11

21

18

3

3

8

5

D

G

5

11

5

11

10


Jaringan kerja

Diketahui :

a. Lama perkiraankegiatan; LF = 6

b. Saat paling awalkejadianawal; SPAi = SPA3 = 7

c. Saat paling lambatkejadianawal; SPLi = SPL3 = 12

d. Saat paling awalkejadianakhir; SPAj = SPA6 = 16

e. Saat paling lambatkejadianakhir; SPLj = SPL6 = 18

  • Kegiatan F :

Diperoleh : a. IF = SPAj - L - SPLi

= SPA6 - L - SPL3 = 16 – 6 – 12 = -2

b. FF = SPAj - L - SPAi

= SPA6 - L - SPA3 = 16 – 6 – 7 = 3

c. TF = SPLj - L – SPAi

= SPL6 - L - SPA3 = 18 – 6 – 7 = 5


Jaringan kerja

Kegiatan F terlambat 2 hariberartidptdianggap lama perkiraankegiatanmenjadi (6 + 2) = 8 hari. Keterlam-batan 2 harimasihlebihkecildari FF kegiatan F = 3 hari

  • Kasus 1 :

7

3

F

10

B

4

8

A

E

H

C

16

0

3

11

21

1

2

4

7

6

0

3

11

21

18

3

3

8

5

D

G

5

11

5

11

10


Jaringan kerja

  • Keterlambatankegiatan F selama 2 haribahwa :

  • umurproyektidakberubah (SPA7 = SPL7 = 21)

  • Saatmulai paling awalkegiatan H (kegiatanpengikutdarikegiatan F) samadengansaat paling awalkejadianawalnya (kejadian 6), yaitu SPA6 = 16. Jaditidakterjadiperubahansaatmulaikegiatanpengikut.

  • Sifatkegiatanpengikut (kegiatan H) tidakada per-ubahan.

  • Adanyaketerlambatan 2 hariberartidiperlukanpe-nyediaansumberdayaselama 8 hari yang diperolehdarijangkawaktusebelumnya. Jaditerjadipemin-dahanwaktupemakaiansumberdaya, berartiterjadiperubahanpolakebutuhansumberdaya


Jaringan kerja

Kegiatan F terlambat 3 hariberartidptdianggap lama perkiraankegiatanmenjadi (6 + 3) = 9 hari. Keterlam-batan 3 harimenunjukkankesamaanterhadap FF kegiatan F = 3 hari

  • Kasus 2 :

7

3

F

9

B

4

9

A

E

H

C

16

0

3

11

21

1

2

4

7

6

0

3

11

21

18

3

3

8

5

D

G

5

11

5

11

10


Jaringan kerja

  • Keterlambatankegiatan F selama 3 haribahwa :

  • umurproyektidakberubah (SPA7 = SPL7 = 21)

  • Saatmulai paling awalkegiatan H masihsamadengansaat paling awalkejadianawalnya (kejadian 6), yaitu SPA6 = 16. Jaditidakterjadiperubahansaatmulaikegiatanpengikut.

  • Sifatkegiatanpengikut (kegiatan H) tidakada per-ubahan.

  • Samasepertikasus 1; Keterlambatan 3 haridiperlu- kankesediaansumberdaya yang diperolehdarijangkawaktusebelumnyauntukwaktupelaksanaan 9 hari. Jaditerjadiperubahanpolakebutuhansumberdaya.


Jaringan kerja

Kegiatan F terlambat 4 hariberartidptdianggap lama perkiraankegiatanmenjadi (6 + 4) = 10 hari. Keter-lambatan 4 harilebihbesardaripada FF kegiatan F = 3 hari

  • Kasus 3 :

7

3

F

8

B

4

10

A

E

H

C

17

0

3

11

21

1

2

4

7

6

0

3

11

21

18

3

3

8

5

D

G

5

11

5

11

10


Jaringan kerja

  • Keterlambatankegiatan F selama 4 haribahwa :

  • umurproyektidakberubah (SPA7 = SPL7 = 21)

  • Saat paling awalkejadianawal (kejadian 6) terjadiperubahan, yaitu SPA6 = 17. Inimenyebabkanterjadiperubahansaatmulaikegiatanpengikut.

  • Sifatkegiatanpengikut (kegiatan H) tidakada per-ubahan.

  • Masihsamasepertikasus 1; Keterlambatan 4 haridi-perlukankesediaansumberdaya yang diperolehdarijangkawaktusebelumnyauntukwaktupelaksanaan 10 hari. Jaditerjadiperubahanpolakebutuhansumber-daya.


Jaringan kerja

Kegiatan F terlambat 5 hariberartidptdianggap lama perkiraankegiatanmenjadi (6 + 5) = 11 hari. Keter-lambatan 5 harimenunjukkankesamaandengan TF-nya & menyebabkankegiatan F menjadikritis.

  • Kasus 4 :

7

3

F

7

B

4

11

A

E

H

C

18

0

3

11

21

1

2

4

7

6

0

3

11

21

18

3

3

8

5

D

G

5

11

5

11

10


Jaringan kerja

  • Keterlambatankegiatan F selama 5 haribahwa :

  • umurproyektidakberubah (SPA7 = SPL7 = 21)

  • Saat paling awalkejadianawal (kejadian 6) terjadiperubahan, yaitu SPA6 = 18. Inimenyebabkanterjadiperubahansaatmulaikegiatanpengikut H.

  • Padakasusinikegiatan F menjadikritis. Demikian pula kegiatanpengikutnya (kegiatan H) dankegiatanpendahulunya (kegiatan B) menjadikritis.

  • Kegiatan F : SPAi = SPLi SPA3 = SPL3 = 7

  • SPAj = SPLj SPA6 = SPL6 = 18

  • Kegiatan H : SPAi = SPLi SPA6 = SPL6 = 18

  • SPAj = SPLj SPA7 = SPL6 = 21


Jaringan kerja

  • Kegiatan B : SPAi = SPLi SPA2 = SPL2 = 3

  • SPAj = SPLj SPA3 = SPL3 = 7

  • Sehinggadiperoleh 2 lintasankritis :

  • a. K1, A, K2, B, K3, F, K6, H, K7

  • b. K1, A, K2, C, K4, dummy, K5, G, K7

  • Adanyaketerlambatan 5 hariini (untukkasusini) ber-artisumberdayaperlutersediauntukpelaksanaan 11 hari yang diperolehdariwaktusebelumnya. Jaditer-jadipemindahanwaktupemakaian, berarti pula terja-diperubahanpolakebutuhansumberdaya


Jaringan kerja

Kegiatan F terlambat 6 hariberartidptdianggap lama perkiraankegiatanmenjadi (6 + 6) = 12 hari. Keter-lambatan 6 harilebihbesardari TF-nya & terjadiperubahanlintasankritis.

  • Kasus 5 :

7

3

F

7

B

4

12

A

E

H

C

19

0

3

11

22

1

2

4

7

6

0

3

12

22

19

3

3

8

5

D

G

5

11

5

12

10


Jaringan kerja

  • Keterlambatankegiatan F selama 6 haribahwa :

  • umurproyektidakberubah (SPA7 = SPL7 = 22)

  • Saat paling awalkejadianawal (kejadian 6) terjadiperubahan, yaitu SPA6 = 19. Inimenyebabkanterjadiperubahansaatmulaikegiatanpengikut H.

  • Padakasusinikegiatan F menjadikritis. Terjadilintasankritisbarudanlintasankritis yang telahadamenjaditidakkritis.

  • Kegiatan B : SPAi = SPLi SPA2 = SPL2 = 3

  • SPAj = SPLj SPA3 = SPL3 = 7

  • Kegiatan F : SPAi = SPLi SPA3 SPL3 = 7

  • SPAj = SPLj SPA6 = SPL6 = 19


Jaringan kerja

  • Kegiatan H : SPAi = SPLi SPA6 = SPL6 = 19

  • SPAj = SPLj SPA7 = SPL7 = 22

  • Lintasankritis yang baru : K1, A, K2, B, K3, F, K6, H, K7

  • Lintasankritis K1, A, K2 masihdigunakanpadalintasankritis yang baru, sehinggalintasankritis yang menjaditi-dakkritispadalintasankritis yang lama untukkegiatan :

  • Kegiatan D : SPAi = SPLi SPA2 = SPL2 = 3

  • SPAj = SPLj SPA5 SPL5 [11  12]

  • Kegiatan G : SPAi = SPLi SPA5 SPL5 [11  12]

  • SPAj = SPLj SPA7= SPL7 = 22

  • Keterlambatan 6 hariinidiperlukanpemindahanpenye-diaansumberdayauntukpelaksanaanselama 12 hariber-arti pula terjadiperubahanpolakebutuhansumberdaya.


Jaringan kerja

37

UMUR PROYEK

Umurproyekygditentukanolehlintasanygpelaksanaan-nya paling lama disebutsbg “umurperkiraanproyek” (telahdiuraikanterdahulu). Lama lintasandapatdiketahuidengansalahsatudariketigacarayaitucara rata-rata, carapembo-botanataucaralintasankritis (CPM = Critical Path Method)

Umurproyekygditentukanberdasarkankebutuhanmana-jemendanataukebutuhantertentudinamakan “umurrenca-naproyek”. Untukmemacutingkatkeberhasilanpelaksanaansuatuproyekdanuntukmengetahuitingkatkemungkinannyadilakukandengancara PERT (Program Evaluation and Review Technique) yaitupendekatan “teoripeluang”.


Jaringan kerja

11. Syaratuntukmempercepatumurproyek :

71Percepatanumurproyek

a. Telahada diagram Jkerja yang tepat

b. Telahditentukan lama kegiatanperkiraanuntukmasing-masingkegiatan

c. Hitung SPA & SPL untuksemuakegiatan

d. Penentuanumurrencanaproyek (URen)


Jaringan kerja

12Tatacaramempercepatumurproyek

Langkahmempercepatumurproyekdengancara :

1. Buat diagram Jkerjabarudengannomorkejadiandan lama kegiatansamaseperti diagram terdahulu

2. Berdasarkan SPA1 (kejadianawal) = 0; Hitungsaatkejadianawallainnyaberdasarkan lama kegiatanterdahulu. Umurperkiraanproyek (UPer) = SPAm (m = nomorkejadianakhir diagram Jkerjaataunomorkejadianmaksimal)

3. BerdasarkanSPLm diagram Jkerja = umurproyek yang direncanakan (URen); Hitung SPL untuksemuakejadian


Jaringan kerja

4. Hitung TF semuakegiatan yang ada :

TF = SPLj – Ln–SPAi

* bilatidakada TF bernilainegatif, berartiprosesperhitunganselesai.

* bilaada TF bernilainegatif, makadilanjutkankelangkahberikut :

5. Hitunglintasan TF kegiatannya :

TF = URen – UPer

= SPLm – SPAm = SPL1 – SPA1 [bernilainegatif]


Jaringan kerja

Llama

Lbaru = Llama + x (URen – UPer)

Li

6. Lama kegiatan diagram JkerjabaruadalahLn;

n = nomorurutkejadiandalamsatulintasan

7. Hitung lama kegiatanygbaru (langkah 5 dan 6)

dimana Li = jumlah lama kegiatandalamsatulintasan yang harusdipercepat

8. Selanjutnyakembalikelangkah 1

(siklusberikutnya)


Contoh perhitungan mupro

Contoh perhitungan MUPro

7

3

F

7

B

4

12

A

E

H

C

19

0

3

11

22

1

2

4

7

6

0

3

12

22

19

3

3

8

5

D

G

5

11

5

Diagram awal

12

10


Jaringan kerja

Diagram Jkerjasuatuproyektelahdilengkapidgn :

* lama kegiatanperkiraansemuakegiatan

* SPA dan SPL semuakejadian

Karenasesuatuhalmakapenyelesaianproyektersebutharusdipercepat 7 harisehingga lama penyelesaianmenjadi 15 hari. JadiURen = 15 hari. Agar jangkawaktupenyelesaianterwujud, makaperlumenetapkankegiatan-kegiatanmanasaja yang bisadipercepat.


Jaringan kerja

* Langkah 1, 2 dan 3

7

  • Cara penyelesaian

     Siklus 1

UPer= 22

3

F

0

B

SPA1

SPA7

4

12

A

E

H

C

19

0

3

11

22

1

2

4

7

6

-7

-4

5

15

12

3

3

8

5

D

G

SPL1

SPL7

5

11

5

5

10

URen= 15


Jaringan kerja

KegiatanSPLjLnSPAi TF

A

B

C

D

E

F

G

H

  • 4

  • 0

  • 5

  • 5

  • 12

  • 12

  • 15

  • 15

3

4

8

5

5

12

10

3

0

3

3

3

11

7

11

19

- 7

- 7

- 6

- 3

- 4

- 7

- 6

- 7

* Langkah 4 (menghitung TF = SPLj – Ln -SPAi)

Ln lama kegiatan yang lama


Jaringan kerja

* Langkah 5, 6 & 7

Jangkawaktupercepatanproyek = URenPro– UPerPro

TF = SPLm – SPAm

TF = SPL7 – SPA7

= 15 – 22 = -7

Kegiatan-kegiatan yang dapatdipercepatadalah A, B, F dan H

karena

TF masing-masingkegiatan = -7

(TF = SPLj – Ln–SPAi)


Jaringan kerja

Lama kegiatan (hari)

Kegiatan

(lama) (baru)

3

3 + x (-7) = 2

22

3

4

12

3

A

B

F

H

4

4 + x (-7) = 3

22

12

12 + x (-7) = 8

22

3

3 + x (-7) = 2

22


Jaringan kerja

* Langkah 1, 2 dan 3

7

 Siklus 2

UPer= 20

3

F

5

B

SPA1

SPA7

3

8

A

E

H

C

19

0

3

11

22

1

2

4

7

6

-5

-3

5

15

13

8

5

2

2

D

SPL1

G

SPL7

5

11

5

5

10

URen= 15


Jaringan kerja

Kegiatan SPLj Ln SPAi TF

A

B

C

D

E

F

G

H

  • 3

  • 5

  • 5

  • 5

  • 13

  • 13

  • 15

  • 15

2

3

8

5

5

8

10

2

0

2

2

2

10

5

10

15

- 5

0

- 5

- 2

- 2

0

- 5

- 2

* Langkah 4 (menghitung TF = SPLj – Ln -SPAi)

Ln lama kegiatan yang lama


Jaringan kerja

* Langkah 5, 6 & 7

TF = SPL7 – SPA7

= 15 – 20 = -5

Kegiatan-kegiatan yang dapat dipercepat adalah A, C dan G

karena

TF masing-masing kegiatan = -5

(TF = SPLj – Ln –SPAi)


Jaringan kerja

Lama kegiatan (hari)

Kegiatan

(lama) (baru)

2

2 + x (-5) = 2*

20

2

8

10

A

C

G

8

8 + x (-5) = 6

20

10

10 + x (-5) = 8*

20

* = 0,5 dibulatkankeatas


Jaringan kerja

* Langkah 1, 2 dan 3

5

 Siklus 3

UPer= 16

3

F

5

B

SPA1

SPA7

3

8

A

E

H

C

13

0

2

8

16

1

2

4

7

6

-1

7

15

13

1

5

2

6

2

D

SPL1

G

SPL7

5

8

5

7

8

URen= 15


Jaringan kerja

Kegiatan SPLj Ln SPAi TF

A

B

C

D

E

F

G

H

1

5

7

7

13

13

15

15

2

3

6

5

5

8

8

2

0

2

2

2

8

5

8

13

- 1

0

- 1

0

0

0

- 1

0

* Langkah 4 (menghitung TF = SPLj – Ln -SPAi)

Ln lama kegiatan yang lama


Jaringan kerja

* Langkah 5, 6 & 7

TF = SPL7 – SPA7

= 15 – 16 = -1

Kegiatan-kegiatan yang dapat dipercepat adalah A, C dan G

karena

TF masing-masing kegiatan = -1

(TF = SPLj – Ln –SPAi)


Jaringan kerja

Lama kegiatan (hari)

Kegiatan

(lama) (baru)

2

6

8

A

C

G

2

2 + x (-1) = 2

16

6

6 + x (-1) = 6

16

8

8 + x (-1) = 7*

16

* = 0,5 dibulatkankebawah

Kasus : lama kegiatanygbaruSiklus 3 = lama kegiatanygbaruSiklus 2 dipilihdesimalterkecil


Jaringan kerja

* Langkah 1, 2 dan 3

5

 Siklus 4

UPer= 15

3

F

5

B

SPA1

SPA7

3

8

A

E

H

C

13

0

2

8

15

1

2

4

7

6

2

0

8

15

13

5

2

6

2

D

SPL1

G

SPL7

5

8

5

8

7

URen= 15


Jaringan kerja

Kegiatan SPLj Ln SPAi TF

A

B

C

D

E

F

G

H

2

5

8

8

13

13

15

15

2

3

6

5

5

8

7

2

0

2

2

2

8

5

8

13

0

0

0

1

0

0

0

0

* Langkah 4 (menghitung TF = SPLj – Ln -SPAi)

Hasilperhitungan TF tidakada yang bernilainegatif, berartitatacaraperhitunganselesai.


Jaringan kerja

Tingkat keberhasilansuatuproyek yang didasarkanumurperkiraanbiasanyakemungkinanberhasil 50% ataukemungkinangagalsebesar 50%. Tingkat keber-hasilaninisangatriskan, sehinggauntukproyek-proyektertentu (penelitiandanpengembangan) meng-inginkantingkatkeberhasilan yang lebihbesar. Biasanyalebihbesardari 80% ataudengankegagalanlebihkecildari 20%.

72Peluangumurproyek

Agar keinginantsbdapatterpenuhi (keberhasilanlebihbesardarikegagalan) makaharusdapat meme-nuhibeberapapersyaratan.


Jaringan kerja

Persyaratan yang harusdipenuhiuntukmenghitungumurproyekdenganpeluangtertentuadalah :

21. Syaratperhitunganumurproyek

1. Telahada diagram Jkerja yang tepat

2. Masing-masingkegiatanmempunyaianalisawaktuyaitu lama kegiatan : optimis (LO), paling mungkin (LM) danpesimis (LP)

3. Menetapkanpeluangkeberhasilanataukegagalan yang diinginkan


Jaringan kerja

Penganalisisanjangkawaktuterdiridari :

1. Waktuoptimis :jangkawaktuterpendekuntukmelak-sanakansuatukegiatan; walaupeluangwaktuuntuk me- nyelesaikannyacukupbesar

2. Waktu paling mungkin :jangkawaktuberdasarkandugaan (perkiraan) yang menggambarkanlamanyawaktuseringterjadiuntukmenyelesaiankegiatantertentu[waktu yang paling seringterjadi]

3. Waktupesimis :jangkawaktuterpanjanguntukmelak-sanakansuatukegiatan[paling lama]


Jaringan kerja

Kegiatan LO LM LP LPer

A

B

C

D

E

F

G

H

3

4

6

7

5

8

6

4

6

6

14

12

8

12

9

11

15

8

16

23

11

10

14

12

7

6

13

13

8

11

9

10

LO + 4 LM + LP

LPer =

6

LPer = lama kegiatanperkiraan (waktuharapan)


Jaringan kerja

C

D

4

6,14,16 = 13

7,12,23 = 13

E

H

B

1

3

5

7

4,6,8 = 6

5,8,11 = 8

4,11,12 = 10

A

G

F

2

6

3,6,15 = 7

8,12,10 = 11

6,9,14 = 9

LO,LM,LP = LPer


Jaringan kerja

LP - LO

Sk =

6

; Sk = simpanganbakukegiatankritis yang bersangkutan

Katakansuatuproyekdiketahuipeluangkeberhasilan-nya p%, lintasankritisnya (nomorkejadian, kegiatandgnmasing-masing lama kegiatanpesimis). Berdasar-kanumurperkiraanproyek (UPer) mempunyaipeluangkeberhasilan 50%.

22. Perhitunganumurproyek

DiinginkanURenyagmempunyaipeluangkeberhasilan 80%.

Hitung :


Jaringan kerja

SP2 = Sk2

; SP2 = ragam proyek

SP = (Sk2)

; SP = simpanganbakuproyek

URen - UPer

Sn =

SP

Sn = simpangan normal (diper-olehdaritabelsebaran normal/Z berdasarkan p% yang diinginkan)

Interpolasi linier :

(pn - pn-1)

Sn = Sn-1 + x (Sn+1 – Sn-1)

(pn+1 – pn-1)

URen = (Sn x SP) + UPer


Jaringan kerja

C

D

13

Diketahui : LPer = 27 hari ; Keg. kritis : %

Peluangkeberhasilanygdinginkan (p) = 80%

4

6,14,16 = 13

14

7,12,23 = 13

23. Contoh perhitungan

E

H

14

27

B

6

0

1

3

5

7

27

4,6,8 = 6

5,8,11 = 8

17

0

9

4,11,12 = 10

A

G

F

18

7

2

6

18

3,6,15 = 7

8,12,10 = 11

6,9,14 = 9

7


Jaringan kerja

Kegiatan LP LO (LP-LO) SkSk2

A

F

G

15

10

14

3

8

6

12

2

8

12/6

2/6

8/6

144/36

4/36

64/36

SP2 = Sk2 = 212/36

Simpangan baku proyek :

SP = (Sk2)

= (212/36) = 2,4


Jaringan kerja

(80 – 79)

Sn = 0,8 + x (0,9 – 0,8)

(82 – 79)

URen = (Sn x SP) + UPer

= (0,83 x 2,4) + 27 = 29

(interpolasi ; lihat tabel Z)

Umurrencanaproyek(URen) :

(pembulatan)

Jadibilamenginginkanpeluangkeberhasilan 80%, makaumurperkiraanproyekditambah 2 harisupayasesuaidenganumurrencanaproyek.


Penyesuaian diagram proyek

Penyesuaian diagram proyek

C

D

13

4

13

14

13

E

H

14

27

B

6

0

1

3

5

7

27

6

8

10

17

0

9

G

A

9

F

18

7

2

6

18

7

11

7


Jaringan kerja

C

D

13

4

13

16

13

PerhitunganLangkah1 (SPLi = SPLj – Ln)

E

H

14

27

B

6

0

1

3

5

7

29

6

11

8

10

19

2

G

A

9

F

18

7

2

6

20

7

11

9


Jaringan kerja

Kegiatan SPLj Ln SPAi TF

A

B

C

D

E

F

G

H

9

11

16

29

19

20

29

29

7

6

13

13

8

11

9

10

0

0

0

13

6

7

18

14

2

5

3

3

5

2

2

5

# Langkah2 (TF = SPLj – Ln–SPAi)


Jaringan kerja

# Langkah3 (perpanjangankegiatan)

Jangkawaktuperpanjanganproyek

TF = SPL7 – SPA7

= 29 – 27 = 2

Kegiatan-kegiatan yang dapatdiperpanjangadalah A, F dan G

karena

TF masing-masingkegiatan = 2

(TF = SPLj – Ln–SPAi)


Jaringan kerja

Lama kegiatan (hari)

Kegiatan

(lama) (baru)

7

11

9

A

F

G

7

7 + x (2) = 7*

27

11

11 + x (2) = 12

27

9

9 + x (2) = 10

27

* * 0,5 dibulatkankebawah


Jaringan kerja

C

D

13

4

13

16

13

E

H

14

29

B

6

0

1

3

5

7

29

6

11

8

10

19

0

G

A

10

F

19

7

2

6

19

7

12

7


Tabel sebaran normal z

Sn p% Sn p%

-0,0

-0,1

-0,2

-0,3

-0,4

-0,5

-0,6

-0,7

-0,8

-0,9

-1,0

-1,1

-1,2

50

46

42

38

34

31

27

24

21

18

16

14

12

0,0

0,1

0,2

0,3

0,4

0,5

0,6

0,7

0,8

0,9

1,0

1,1

1,2

50

54

58

62

66

69

73

76

79

82

84

86

88

TabelSebaran normal (Z)


Jaringan kerja

Sn p% Sn p%

-1,3

-1,4

-1,5

-1,6

-1,7

-1,8

-1,9

-2,0

-2,1

-2,2

-2,3

-2,4

-2,5

10

8

7

5

4

4

3

2

2

1

1

1

1

1,3

1,4

1,5

1,6

1,7

1,8

1,9

2,0

2,1

2,2

2,3

2,4

2,5

90

92

93

95

96

96

97

98

98

99

99

99

99

Tabel (lanjutan)


  • Login