Jaringan kerja
Sponsored Links
This presentation is the property of its rightful owner.
1 / 112

JARINGAN KERJA PowerPoint PPT Presentation


  • 149 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

JARINGAN KERJA. ANALISA WAKTU. 31 SPA ( Saat Paling Awal ). 32 SPL ( Saat Paling Lambat ). 33 Umur Perkiraan Proyek. 34 Lintasan Kritis. 35 Tenggang Waktu Kegiatan. 36 Keterlambatan Kegiatan. 37 Umur Proyek. III. ANALISA WAKTU. S P A. 31. (Saat Paling Awal).

Download Presentation

JARINGAN KERJA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


JARINGAN KERJA

ANALISA WAKTU


31 SPA (Saat Paling Awal)

32 SPL (Saat Paling Lambat)

33 Umur Perkiraan Proyek

34 Lintasan Kritis

35 Tenggang Waktu Kegiatan

36 Keterlambatan Kegiatan

37 Umur Proyek

III

ANALISA WAKTU


S P A

31

(Saat Paling Awal)

waktu terjadi suatu kejadian paling awal

dalam suatu kegiatan

(tidak mungkin terjadi sebelumnya)

Manfaat : untuk mengetahui waktu kejadian paling awal SPAi dilaksanakan suatu kegiatan yang keluar dari kejadian ybs


* Tersedia “diagram JK” yang tepat

bila jumlah kegiatan & logika ketergantungan kegiatan tepat, jumlah kejadian & jumlah dummy cukup

11Persyaratan

* No. kejadian awal diberi no.1 & no. kejadian akhir diberi no. terbesar; & sama banyaknya dengan dengan jumlah kejadian

untuk nomor2 kejadian lainnya diatur sedemi-kian rupa sehingga no. kejadian awal selalu lebih kecil daripada no. kejadian akhir untuk suatu kegiatan atau dummy


* Perkiraan lama kegiatan ditetapkan waktunya dalam diagram

Rancangan diagram suatu proyek

5

6

4

1

2

3

8

9

7


# Bila hanya sebuah kegiatan (X) menuju ke sebh kejadian (SPAj) dengan lama kegiatan (L) tertentu

12Rumusan

X

L

SPAi

SPAj

j

i

SPAj = SPAi + L

# Bila lebih dari 1 kegiatan (Xn) menuju ke sebh kejadian (SPAj) dengan lama kegiatan (Ln) tertentu


SPAj = SPAin + Ln

maks

SPAi1

i1

X1

L1

SPAi2

i2

X2

SPAj

L2

j

Xn

Ln

SPAin

in


Cara menentukan SPA tiap kejadian sbb :

13 Perhitungan SPA

# hitung SPA tiap kejadian mulai no.1 sampai dengan no. terbesar

# saat paling awal untuk kejadian no.1 sama dengan nol (SPA1 = 0)

# hitung mulai paling awal (MPA) kejadian no.2, 3 dst dengan menggunakan salah satu dari 2 rumusan & dummy yang menunjukkan kejadian ybs


Kejadian no.1

SPA1 = 0

(hanya ada 1 kegiatan yang menuju ke kejadian no.2)

Kejadian no.2

SPA2 = SPA1 + LA

= 0 + 6 = 6

(hanya ada 1 kegiatan yang menuju ke kejadian no.3)

 Kejadian no.3

SPA3 = SPA2 + LB

= 6 + 4 = 10

Uraian perhitungan SPA


(hanya ada 1 kegiatan yang menuju ke kejadian no.4)

 Kejadian no.4

SPA4 = SPA3 + LC

= 10 + 7 = 17

(hanya ada 1 kegiatan yang menuju ke kejadian no.5)

 Kejadian no.5

SPA5 = SPA2 + LD

= 6 + 7 = 13

(ada 2 kegiatan yang menuju ke kejadian no.6)

 Kejadian no.6


SPA6a = SPA5 + LE

= 13 + 5 = 18

SPA6 = 21

SPA6b = SPA5 + LE

(TERBESAR)

= 17 + 4 = 21

(ada 2 kegiatan & 1 dummy yang menuju ke kejadian no.7)

 Kejadian no.7

SPA7a = SPA4 + dummy

= 17 + 0 = 17

SPA7b = SPA3 + LG

SPA7 = 20

= 10 + 10 = 20

(TERBESAR)

SPA7c = SPA1 + LH

= 0 + 14 = 14


(hanya ada 1 kegiatan yang menuju ke kejadian no.8)

 Kejadian no.8

SPA8 = SPA7 + LI

= 20 + 3 = 23

(ada 2 kegiatan yang menuju ke kejadian no.9)

 Kejadian no.9

SPA9a = SPA6 + LJ

= 21 + 9 = 30

SPA9 = 30

SPA9b = SPA8 + LK

(TERBESAR)

= 23 + 5 = 28


30

28

18

21

17

20

14

D

E

13

21

5

6

7

5

J

9

F

4

A

B

C

K

6

0

17

10

23

30

4

1

2

3

8

9

6

5

4

7

I

0

3

G

20

7

10

H

14

Kejadian akhir pada no.9, berarti pula merup. kejadian akhir seluruh proyek. Jadi waktu paling awal kejadian no.9 adalah juga waktu paling awal proyek mungkin dapat selesai.


32

S P L

(Saat Paling Lambat)

waktu paling lambat suatu kejadian boleh terjadi (tidak boleh terjadi sesudahnya) sehingga proyek dapat diselesaikan sesuai dengan rencana

Manfaat : untuk mengetahui saat selesai paling lambat semua kegiatan agar proyek masih dapat sekesai sesuai dengan waktu yang direncanakan


* Dapat menentukan waktu paling lambat semua kejadian dalam “diagram JK”

21Persyaratan

22Rumusan

X

L

j

i

SPLj

SPLi

# Bila hanya sebuah kegiatan (X) keluar dari sebuah kejadian (SPLi) dengan lama kegiatan (L) tertentu

SPLj = SPLi - L


# Bila lebih dari 1 kegiatan (Xn) keluar dari sebuah kejadian (SPLi) dengan lama kegiatan (Ln) tertentu

j1

SPLi1

X1

L1

X2

j2

SPLi2

L2

i

SPLi

Xn

Ln

jn

SPLin

SPLi = SPLjn - Ln


Cara menentukan SPL tiap kejadian sbb :

#hitungsaatselesai paling lambat (SPL) mulai no. terbesar, kemudianmundurberturut-turutsampaipadakejadian no.1

23 Perhitungan SPL

# selesai paling lambatkejadianno.terbesarsamadengansaatselesai paling awalkejadian no. terbesar

# hitungsaatselesai paling lambatkejadian no. terbesar, ……. , 2, 1 denganmengguna-kansalahsatudari 2 rumusan yang sesuaidenganbanyaknyakegiatan & dummy yang keluardarikejadianybs


17

22

0

8

9

6

10

12

Uraian perhitungan SPL

D

E

13

21

5

6

21

16

7

5

J

9

F

4

A

B

C

K

6

0

17

10

23

30

4

1

2

3

8

9

0

6

10

17

6

25

5

30

4

7

I

0

3

G

20

7

10

22

H

14


 Kejadian no.9

SPL9 = SPA9 = 30

(hanyaada 1 kegiatan yang keluarmenujukejadian no.8)

 Kejadian no.8

SPL8 = SPL9 - LK

= 30 - 5 = 25

(hanya ada 1 kegiatan yang keluar menuju kejadian no.7)

 Kejadian no.7

SPL7 = SPL8 - LI

= 25 - 3 = 22


(hanya ada 1 kegiatan yang keluar menuju kejadian no.6)

 Kejadian no.6

SPL6 = SPL9 - LJ

= 30 - 9 = 21

(hanya ada 1 kegiatan yang keluar dari kejadian no.5)

 Kejadian no.5

SPL5 = SPL6 - LE

= 21 - 5 = 16

(ada 1 kegiatan & 1 dummy yang keluardarikejadian no.4)

 Kejadian no.4


SPL4a = SPL6 - LF

= 21 - 4 = 17

SPL4 = 17

SPL4b = SPL7 - dummy

(TERKECIL)

= 22 - 0 = 22

(ada 2 kegiatan yang keluarmenujukekejadian no.3)

 Kejadian no.3

SPL3a = SPL4 - LC

= 17 - 7 = 10

SPL3 = 10

SPL3b = SPL7 - LG

(TERKECIL)

= 22 - 10 = 12


(ada 2 kegiatan yang keluar menuju ke kejadian no.2)

 Kejadian no.2

SPL2a = SPL5 - LD

= 16 - 7 = 9

SPL2 = 6

SPL2b = SPL3 - LB

(TERKECIL)

= 10 - 4 = 6

(ada 2 kegiatan yang keluar menuju ke kejadian no.1)

 Kejadian no.1

SPL1a = SPL2 - LA

= 6 - 6 = 0

SPL1 = 0

SPL1b = SPL7 - LH

(TERKECIL)

= 22 - 14 = 8


33

UMUR PERKIRAAN PROYEK

Penentuumurproyek

# saatmulai paling awal (MPA) melaksanakansuatukegiatanyaitu SPA kejadianawal

# saatselesai paling awalsuatukegiatan (SPA) padakejadian paling akhir

UmPPro = jumlah lama kegiatandalamsatulintasanpelaksanaanproyek


Manfaat :

untukmengetahuidengancepattentang kejadian2dan kegiatan2 yang tingkatkepekaannya paling tinggiterhadapketerlambatanpelaksanaanproyek

34

LINTASAN KRITIS

LK :lintasan yang terdiridari kejadian2kritis, kegiatan2kritis & dummy

sehinggasetiapsaatdapatditentukan

tingkatprioritaskebijakanselamapelaksanaanproyek

terhadap kegiatan2kritisdan yang hampirkritis


41 Kejadian kritis

Kejadian yang tidakmempunyaitenggangwaktu

SPA = SPL

D

E

13

21

5

6

21

16

7

5

J

9

F

4

A

B

C

K

6

0

17

10

23

30

4

1

2

3

8

9

0

6

10

17

6

25

5

30

4

7

I

0

3

G

20

7

10

22

H

14


Kegiatankritis = SPL - SPA = 0

* Kejadian no.1

SPA1 = SPL1 = 0

* Kejadian no.2

SPA2 = SPL2 = 6

* Kejadian no.3

SPA3 = SPL3 = 10

* Kejadian no.4

SPA4 = SPL4 = 17

* Kejadian no.5

SPA5  SPL5 [13  16]


* Kejadian no.6

SPA6 = SPL6 = 21

* Kejadian no.7

SPA7  SPL7 [20  22]

* Kejadian no.8

SPA8  SPL8 [23  25]

* Kejadian no.9

SPA9 = SPL9 = 30

Kejadiankritisyaitukejadian no. 1, 2, 3, 4, 6 dan 9.

( K1, K2, K3, K4, K6 & K9 )


42 Kegiatan kritis

Kegiatan yang sangatpekaterhadapketerlambatan

Bilasebuahkegiatankritisterlambatselama 1 hari, makamenyebabkanpenyelesaianproyekmenjaditerlambat 1 hari; meskipunkegiatanlaonnyatidakmengelamiketerlambatan

Sifatkegiatankritis (terjadinya) : kegiatantsbharusdimulaipadasatusaat (tidakada MPA & MPL) danharusselesaipadasatusaat (tidakada SPA & SPL)

Berarti : SPAi = SPLi

SPAj = SPLj


Jadikegiatankritisharusmulaipada 1 saatawalsaja; harusselesaipada 1 saatakhir & tidakadaalternatiflainnya

Rumusannya : SPAj = SPAi + L

SPLj = SPLi + L

D

E

13

21

5

6

21

16

7

5

J

9

F

4

A

C

B

K

6

0

17

10

23

30

4

1

2

3

8

9

0

6

10

17

6

25

5

30

4

7

I

0

3

G

20

7

10

22

H

14


Uraian Kegiatan Kritis Kegiatan A

# Kejadianawalkegiatan A (kejadian no.1) adalahkejadiankritis

SPA1 = SPL1 = 0

# Kejadianakhirkegiatan A (kejadian no.2) adalahkejadiankritis

SPA2 = SPL2 = 6

# Rumusannya

SPA2 = SPA1 + LA

6 = 0 + 6

SPL2 = SPL1 + LA

6 = 0 + 6


 Kegiatan B

# Kejadian awal kegiatan B (kejadian no.2) adalah kejadian kritis

SPA2 = SPL2 = 0

# Kejadian akhir kegiatan B (kejadian no.3) adalah kejadian kritis

SPA3 = SPL3 = 10

# Rumusannya

SPA3 = SPA2 + LB

10 = 6 + 4

SPL3 = SPL2 + LB

10 = 6 + 4


 Kegiatan C

# Kejadian awal kegiatan C (kejadian no.3) adalah kejadian kritis

SPA3 = SPL3 = 10

# Kejadian akhir kegiatan C (kejadian no.4) adalah kejadian kritis

SPA4 = SPL4 = 17

# Rumusannya

SPA4 = SPA3 + LC

17 = 10 + 7

SPL4 = SPL3 + LC

17 = 10 + 7


Kegiatan D

# Kejadian awal kegiatan D (kejadian no.2) adalah kejadian kritis

SPA2 = SPL2 = 6

# Kejadian akhir kegiatan D (kejadian no.5) adalah

SPA5 SPL5 [13  16]

# Rumusannya

SPA5 = SPA2 + LD

13 = 6 + 7

SPL5 = SPL2 + LD

16  6 + 7


# Kejadian awal kegiatan E (kejadian no.5) adalah

 Kegiatan E

SPA5 SPL5 [13  16]

# Kejadian akhir kegiatan E (kejadian no.6) adalah kejadian kritis

SPA6 = SPL6 = 21

# Rumusannya

SPA6 = SPA5 + LE

21  13 + 5

SPL6 = SPL5 + LE

21 = 16 + 5


Kegiatan F

# Kejadian awal kegiatan F (kejadian no.4) adalah kejadian kritis

SPA4 = SPL4 = 17

# Kejadian akhir kegiatan F (kejadian no.6) adalah kejadian kritis

SPA6 = SPL6 = 21

# Rumusannya

SPA6 = SPA4 + LF

21 =17 + 4

SPL6 = SPL4 + LF

21 = 17 + 4


Kegiatan G

# Kejadian awal kegiatan G (kejadian no.3) adalah kejadian kritis

SPA3 =SPL3 = 10

# Kejadian akhir kegiatan G (kejadian no.7) adalah

SPA7 SPL7 [20  22]

# Rumusannya

SPA7 = SPA3 + LG

20 = 10 + 10

SPL7 = SPL3 + LG

22  10 + 10


kegiatan H

# Kejadianawalkegiatan H (kejadian no.1) adalahkejadiankritis

SPA1 =SPL1 = 0

# Kejadian akhir kegiatan H (kejadian no.7) adalah

SPA7 SPL7 [20  22]

# Rumusannya

SPA7 = SPA1 + LH

20 =0 + 20

SPL7 = SPL1 + LH

22  0 + 14


kegiatan I

# Kejadian awal kegiatan I (kejadian no.7) adalah

SPA7  SPL7 [20  22]

# Kejadian akhir kegiatan I (kejadian no.8) adalah

SPA8 SPL8 [23  25]

# Rumusannya

SPA8 = SPA7 + LI

23 = 20 + 3

SPL8 = SPL7 + LI

25 = 22 + 3


Kegiatan J

# Kejadian awal kegiatan J (kejadian no.6) adalah kejadian kritis

SPA6 = SPL6 = 21

# Kejadian akhir kegiatan J (kejadian no.9) adalah kejadian kritis

SPA9 = SPL9 = 30

# Rumusannya

SPA9 = SPA6 + LJ

30 = 21 + 9

SPL9 = SPL6 + LJ

30 = 21 + 9


Kejadian K

# Kejadian awal kegiatan K (kejadian no.8) adalah

SPA8 = SPL8 = 23

# Kejadian akhir kegiatan K (kejadian no.9) adalah kejadian kritis

SPA9 = SPL9 = 30

# Rumusannya

SPA9 = SPA8 + LK

30  23 + 5

SPL9 = SPL8 + LK

30 = 25 + 5


Lintasan yang terjadidalampelaksanaanproyektsb :

  • K1, A, K2, D, K5, E, K6,J dan K9

  • dgnumur (6 + 7 + 5 +9) = 27

b. K1, A, K2, B, K3, C, K4, F, K6, J dan K9 dgnumur (6 + 4 + 7 + 4+9) = 30

  • K1, A, K2, B, K3, C, K4, dummy, K7, I, K8 dan K9

  • dgnumur (6 + 4 + 7 + 0 + 3+5) = 25

  • K1, A, K2, B, K3, G, K7, I, K8 dan K9

  • dgnumur (6 + 4 + 10 + 3 + 5) = 28

  • K1, H, K7, I, K8 dan K9 dgnumur (14 + 3 + 5) = 22

Kesimpulan

 Kegiatankritisnya : kegiatan2 A, B, C, F & J

 Lintasankritisnya : K1, A, K2, B, K3, C, K4, F, K6, J & K9


D

E

13

21

5

6

21

16

7

5

J

9

F

4

A

C

B

K

6

0

17

10

23

30

4

1

2

3

8

9

0

6

10

17

6

25

5

30

4

7

I

0

3

G

20

7

10

22

H

14


35

TENGGANG WAKTU KEGIATAN

Free Float (FF)

Idependent Float (IF)

Total Float (TF)

Tenggang waktu kegiatan (Float) : ukuran batas jangka waktu toleransi thd keterlambatan suatu kegiatan

Manfaatnya : # mengetahuikarakteristikpengaruhketerlambatan

# polakebutuhansumberdaya


Penjelasan Float

FF : jangkawaktuantarasaat paling awalkejadianakhir (SPAj) suatukegiatandengansaatselesaikegiatanybs, biladimulaipadasaat paling awalkejadianawal (SPAi)

Penjelasan : sejumlahwaktupenundaanatauwaktuuntukterlambatsuatukegiatan yang mungkindapatterlam-bat ataudiperlambatnyakegiatantsbtanpamempe-ngaruhidimulainyakegiatan yang langsungmengikuti-nya. Umumnya FF terdapatpadarangkaianterakhirdalamrangkaiankegiatan yang menujulintasankritis. Bila FF yang adapada kegiatan2darirangkaiankegiat-an terakhirtidakdigunakanmakaakanhilangbegitusaja.


IF : jangkawaktuantarasaat paling awalkejadianakhir (SPAj) suatukegiatandengansaatselesaikegiatanybs, bilakegiatantsbdimulaipadasaat paling lambatkeja-dianawal (SPLi)

Penjelasan : sejumlahwaktupenundaanatauwaktuuntukterlambatsuatukegiatantanpamempengaruhidimu-lainyakegiatan yang langsungmengikutinyaatau se-jumlahwaktuluang yang terdapatpadakegiatan se-belumnya. Biasanya IF terdapatpada kegiatan2 yang merupakancabangdarilintasankritis. Bila IF yang terdapatpadasuatukegiatantidakdigunakan, makamasihdapatdigunakanpadakegiatanberikutnya.


TF : jangkawaktuantarasaat paling lambatkejadianakhir (SPLj) stkegiatandengansaatselesaikegiatanybs, biladimulaipadasaat paling awalkejadianawal (SPAi)

Penjelasan : sejumlahwaktupenundaanatauwaktuuntukterlambatsuatukegiatan, dimanakegiatantersebutdapatterlambatataudiperlambatpelaksanaannyatanpamempengaruhipenyelesaianproyeksecarakeseluruhan.


# Telahada diagram JK yang tepat

# perkiraan lama (jangkawaktu) untuk masing2 kegiatantelahditentukan

# Telahdihitung SPA dan SPL untuksemuakegiatan

FF = SPAj – L - SPAi

IF = SPAj – L - SPLi

TF = SPLj – L - SPAi

51 Persyaratan

52Rumusan & perhitungan float


Contohperhitungan :

(untukkegiatan G)

FF = SPA6 - L - SPA3

= 21 - 7 - 10 = 4

IF = SPA6 - L - SPL3

= 21 - 7 - 12 = 2

TF = SPL6 - L - SPA3

= 25 - 7 - 10 = 8


54Menentukan FF, IF & TF

G

10

21

6

3

7

12

25

11

12

13

15

10

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

14

WI

7

WF

WT

7

SPL6

SPA3

SPL3

SPA6


53 Menentukan SPA & SPL

M

E

D

12

21

7

4

26

16

12

6

5

F

9

L

N

C

G

0

10

21

29

31

1

3

6

10

11

10

0

12

26

29

31

7

4

2

K

B

6

3

H

J

14

26

6

11

9

2

5

26

6

12

5

I

7

A

19

8

19

13


Kegiatan A

FF = SPA8 - L - SPA2 = 19 - 13 - 6 = 0

IF = SPA8 - L - SPL2 = 19 - 13 - 6 = 0

TF = SPL8 - L - SPA2 = 19 - 13 - 6 = 0

Kegiatan B

FF = SPA2 - L - SPA1 = 6 - 6 - 0 = 0

IF = SPA2 - L - SPL1 = 6 - 6 - 0 = 0

TF = SPL2 - L - SPA1 = 6 - 6 - 0 = 0

Kegiatan C

FF = SPA3 - L - SPA1 = 10 - 10 - 0 = 0

IF = SPA3 - L - SPL1 = 10 - 10 - 0 = 0

TF = SPL3 - L - SPA1 = 10 - 10 - 0 = 0

55PerhitunganWaktuLuang


Kegiatan D

FF = SPA4 - L - SPA1 = 12 - 12 - 0 = 0

IF = SPA4 - L - SPL1 = 12 - 12 - 0 = 0

TF = SPL4 - L - SPA1 = 16 - 12 - 0 = 4

Kegiatan E

FF = SPA7 - L - SPA4 = 21 - 6 - 12 = 3

IF = SPA7 - L - SPL4 = 21 - 6 - 16 = -1

TF = SPL7 - L - SPA4 = 26 - 6 - 12 = 8

Kegiatan F

FF = SPA6 - L - SPA4 = 21 - 9 - 12 = 0

IF = SPA6 - L - SPL4 = 21 - 9 - 16 = -4

TF = SPL6 - L - SPA4 = 25 - 9 - 12 = 4


Kegiatan G

FF = SPA6 - L - SPA3 = 21 - 7 - 10 = 4

IF = SPA6 - L - SPL3 = 21 - 7 - 12 = 2

TF = SPL6 - L - SPA3 = 25 - 7 - 10 = 8

Kegiatan H

FF = SPA5 - L - SPA2 = 11 - 5 - 6 = 0

IF = SPA5 - L - SPL2 = 11 - 5 - 6 = 0

TF = SPL5 - L - SPA2 = 12 - 5 - 6 = 1

Kegiatan I

FF = SPA9 - L - SPA8 = 26 - 7 - 19 = 0

IF = SPA9 - L - SPL8 = 26 - 7 - 19 = 0

TF = SPL9 - L - SPA8 = 26 - 7 - 19 = 0


Kegiatan J

FF = SPA9 - L - SPA5 = 26 - 14 - 11 = 1

IF = SPA9 - L - SPL5 = 26 - 14 - 12 = 0

TF = SPL9 - L - SPA5 = 26 - 14 - 11 = 1

Kegiatan K

FF = SPA10 - L - SPA9 = 29 - 3 - 26 = 0

IF = SPA10 - L - SPL9 = 29 - 3 - 26 = 0

TF = SPL10 - L - SPA9 = 29 - 3 - 26 = 0

Kegiatan L

FF = SPA10 - L - SPA6 = 29 - 4 - 21 = 4

IF = SPA10 - L - SPL6 = 29 - 4 - 25 = 0

TF = SPL10 - L - SPA6 = 29 - 4 - 21 = 4


Kegiatan M

FF = SPA11 - L - SPA7 = 31 - 5 - 21 = 5

IF = SPA11 - L - SPL7 = 31 - 5 - 26 = 0

TF = SPL11 - L - SPA7 = 31 - 5 - 21 = 5

Kegiatan N

FF = SPA11 - L - SPA10 = 31 - 2 - 29 = 0

IF = SPA11 - L - SPL10 = 31 - 2 - 29 = 0

TF = SPL11 - L - SPA10 = 31 - 2 - 29 = 0


Pertanyaan yang timbul :

Seberapajauhbesarpengaruhketerlambatantsbterhadappelaksanaan/penyelesaianproyekybs

Upayaapasaja yang mungkindilakukanuntukmengatasiketerlambatantsb

36

KETERLAMBATAN KEGIATAN

Jarakwaktuantarasaatpenyelesaiankegiatandengansaatrencanapenyelesaiankegiatantsb

Keterlambatanpenyelesaiansuatuproyekakanmengundangberbagaimasalah


61 Penyebabketerlambatankegiatan

Untukmenjawabpertanyaantsbdiperlukanalat yang mampumenilaiketerlambatandimaksudyaitu “tenggangwaktukegiatan”

kegiatanpengikut yang langsungmengikutikegiat-an pendahulu

ketersediaansumberdaya yang menunjangprosespelaksanaankegiatan (biaya, tenagakerja, alat, bahan)

polakebutuhansumberdaya (gambaranhubunganantarakebutuhansumberdayadenganwaktu)


62Syaratmenentukanketerlambatan

Untukmenentukanpengaruhketerlambatantsbterha-dap penyelesaiansuatuproyekdiperlukansyarat :

Ketersediaan diagram jaringankerja yang lengkap & tepat(lengkap : perkiraan lama kegiatan, SPA & SPL tiapkejadiandiketahui)

Telahdihitungsemuatenggangwaktu (FF, IF & TF) untuktiapkegiatan

Telahdiketahuijumlahwaktuketerlambatan (T)


Keterlambatansatuataubeberapakegiatan :

* Pastimengubahpolakebutuhansumberdaya

* Belumtentumerubahumurproyek

Perubahanpolakebutuhansumberdaya :

*Pastimemperlambatsatuataubbpkegiatan

* Belumtentumerubahumurproyek

Umurproyekakanbertambahbila :

* adasatuataubbpkegiatanterlambatdgnjangkawaktulebihbesardaripada Total Float (TF)-nya

63Penentuanketerlambatan


64 KasusKeterlambatan`

Katakanterjadiketerlambatanpadakegiatan F dgnalternatifselama 2, 3, 4, 5 atau 6 hari

7

3

F

12

B

4

6

A

E

H

C

16

0

3

11

21

1

2

4

7

6

0

3

11

21

18

3

3

8

5

D

G

5

11

5

11

10


Diketahui :

a. Lama perkiraankegiatan; LF = 6

b. Saat paling awalkejadianawal; SPAi = SPA3 = 7

c. Saat paling lambatkejadianawal; SPLi = SPL3 = 12

d. Saat paling awalkejadianakhir; SPAj = SPA6 = 16

e. Saat paling lambatkejadianakhir; SPLj = SPL6 = 18

  • Kegiatan F :

Diperoleh : a. IF = SPAj - L - SPLi

= SPA6 - L - SPL3 = 16 – 6 – 12 = -2

b. FF = SPAj - L - SPAi

= SPA6 - L - SPA3 = 16 – 6 – 7 = 3

c. TF = SPLj - L – SPAi

= SPL6 - L - SPA3 = 18 – 6 – 7 = 5


Kegiatan F terlambat 2 hariberartidptdianggap lama perkiraankegiatanmenjadi (6 + 2) = 8 hari. Keterlam-batan 2 harimasihlebihkecildari FF kegiatan F = 3 hari

  • Kasus 1 :

7

3

F

10

B

4

8

A

E

H

C

16

0

3

11

21

1

2

4

7

6

0

3

11

21

18

3

3

8

5

D

G

5

11

5

11

10


  • Keterlambatankegiatan F selama 2 haribahwa :

  • umurproyektidakberubah (SPA7 = SPL7 = 21)

  • Saatmulai paling awalkegiatan H (kegiatanpengikutdarikegiatan F) samadengansaat paling awalkejadianawalnya (kejadian 6), yaitu SPA6 = 16. Jaditidakterjadiperubahansaatmulaikegiatanpengikut.

  • Sifatkegiatanpengikut (kegiatan H) tidakada per-ubahan.

  • Adanyaketerlambatan 2 hariberartidiperlukanpe-nyediaansumberdayaselama 8 hari yang diperolehdarijangkawaktusebelumnya. Jaditerjadipemin-dahanwaktupemakaiansumberdaya, berartiterjadiperubahanpolakebutuhansumberdaya


Kegiatan F terlambat 3 hariberartidptdianggap lama perkiraankegiatanmenjadi (6 + 3) = 9 hari. Keterlam-batan 3 harimenunjukkankesamaanterhadap FF kegiatan F = 3 hari

  • Kasus 2 :

7

3

F

9

B

4

9

A

E

H

C

16

0

3

11

21

1

2

4

7

6

0

3

11

21

18

3

3

8

5

D

G

5

11

5

11

10


  • Keterlambatankegiatan F selama 3 haribahwa :

  • umurproyektidakberubah (SPA7 = SPL7 = 21)

  • Saatmulai paling awalkegiatan H masihsamadengansaat paling awalkejadianawalnya (kejadian 6), yaitu SPA6 = 16. Jaditidakterjadiperubahansaatmulaikegiatanpengikut.

  • Sifatkegiatanpengikut (kegiatan H) tidakada per-ubahan.

  • Samasepertikasus 1; Keterlambatan 3 haridiperlu- kankesediaansumberdaya yang diperolehdarijangkawaktusebelumnyauntukwaktupelaksanaan 9 hari. Jaditerjadiperubahanpolakebutuhansumberdaya.


Kegiatan F terlambat 4 hariberartidptdianggap lama perkiraankegiatanmenjadi (6 + 4) = 10 hari. Keter-lambatan 4 harilebihbesardaripada FF kegiatan F = 3 hari

  • Kasus 3 :

7

3

F

8

B

4

10

A

E

H

C

17

0

3

11

21

1

2

4

7

6

0

3

11

21

18

3

3

8

5

D

G

5

11

5

11

10


  • Keterlambatankegiatan F selama 4 haribahwa :

  • umurproyektidakberubah (SPA7 = SPL7 = 21)

  • Saat paling awalkejadianawal (kejadian 6) terjadiperubahan, yaitu SPA6 = 17. Inimenyebabkanterjadiperubahansaatmulaikegiatanpengikut.

  • Sifatkegiatanpengikut (kegiatan H) tidakada per-ubahan.

  • Masihsamasepertikasus 1; Keterlambatan 4 haridi-perlukankesediaansumberdaya yang diperolehdarijangkawaktusebelumnyauntukwaktupelaksanaan 10 hari. Jaditerjadiperubahanpolakebutuhansumber-daya.


Kegiatan F terlambat 5 hariberartidptdianggap lama perkiraankegiatanmenjadi (6 + 5) = 11 hari. Keter-lambatan 5 harimenunjukkankesamaandengan TF-nya & menyebabkankegiatan F menjadikritis.

  • Kasus 4 :

7

3

F

7

B

4

11

A

E

H

C

18

0

3

11

21

1

2

4

7

6

0

3

11

21

18

3

3

8

5

D

G

5

11

5

11

10


  • Keterlambatankegiatan F selama 5 haribahwa :

  • umurproyektidakberubah (SPA7 = SPL7 = 21)

  • Saat paling awalkejadianawal (kejadian 6) terjadiperubahan, yaitu SPA6 = 18. Inimenyebabkanterjadiperubahansaatmulaikegiatanpengikut H.

  • Padakasusinikegiatan F menjadikritis. Demikian pula kegiatanpengikutnya (kegiatan H) dankegiatanpendahulunya (kegiatan B) menjadikritis.

  • Kegiatan F : SPAi = SPLi SPA3 = SPL3 = 7

  • SPAj = SPLj SPA6 = SPL6 = 18

  • Kegiatan H : SPAi = SPLi SPA6 = SPL6 = 18

  • SPAj = SPLj SPA7 = SPL6 = 21


  • Kegiatan B : SPAi = SPLi SPA2 = SPL2 = 3

  • SPAj = SPLj SPA3 = SPL3 = 7

  • Sehinggadiperoleh 2 lintasankritis :

  • a. K1, A, K2, B, K3, F, K6, H, K7

  • b. K1, A, K2, C, K4, dummy, K5, G, K7

  • Adanyaketerlambatan 5 hariini (untukkasusini) ber-artisumberdayaperlutersediauntukpelaksanaan 11 hari yang diperolehdariwaktusebelumnya. Jaditer-jadipemindahanwaktupemakaian, berarti pula terja-diperubahanpolakebutuhansumberdaya


Kegiatan F terlambat 6 hariberartidptdianggap lama perkiraankegiatanmenjadi (6 + 6) = 12 hari. Keter-lambatan 6 harilebihbesardari TF-nya & terjadiperubahanlintasankritis.

  • Kasus 5 :

7

3

F

7

B

4

12

A

E

H

C

19

0

3

11

22

1

2

4

7

6

0

3

12

22

19

3

3

8

5

D

G

5

11

5

12

10


  • Keterlambatankegiatan F selama 6 haribahwa :

  • umurproyektidakberubah (SPA7 = SPL7 = 22)

  • Saat paling awalkejadianawal (kejadian 6) terjadiperubahan, yaitu SPA6 = 19. Inimenyebabkanterjadiperubahansaatmulaikegiatanpengikut H.

  • Padakasusinikegiatan F menjadikritis. Terjadilintasankritisbarudanlintasankritis yang telahadamenjaditidakkritis.

  • Kegiatan B : SPAi = SPLi SPA2 = SPL2 = 3

  • SPAj = SPLj SPA3 = SPL3 = 7

  • Kegiatan F : SPAi = SPLi SPA3 SPL3 = 7

  • SPAj = SPLj SPA6 = SPL6 = 19


  • Kegiatan H : SPAi = SPLi SPA6 = SPL6 = 19

  • SPAj = SPLj SPA7 = SPL7 = 22

  • Lintasankritis yang baru : K1, A, K2, B, K3, F, K6, H, K7

  • Lintasankritis K1, A, K2 masihdigunakanpadalintasankritis yang baru, sehinggalintasankritis yang menjaditi-dakkritispadalintasankritis yang lama untukkegiatan :

  • Kegiatan D : SPAi = SPLi SPA2 = SPL2 = 3

  • SPAj = SPLj SPA5 SPL5 [11  12]

  • Kegiatan G : SPAi = SPLi SPA5 SPL5 [11  12]

  • SPAj = SPLj SPA7= SPL7 = 22

  • Keterlambatan 6 hariinidiperlukanpemindahanpenye-diaansumberdayauntukpelaksanaanselama 12 hariber-arti pula terjadiperubahanpolakebutuhansumberdaya.


37

UMUR PROYEK

Umurproyekygditentukanolehlintasanygpelaksanaan-nya paling lama disebutsbg “umurperkiraanproyek” (telahdiuraikanterdahulu). Lama lintasandapatdiketahuidengansalahsatudariketigacarayaitucara rata-rata, carapembo-botanataucaralintasankritis (CPM = Critical Path Method)

Umurproyekygditentukanberdasarkankebutuhanmana-jemendanataukebutuhantertentudinamakan “umurrenca-naproyek”. Untukmemacutingkatkeberhasilanpelaksanaansuatuproyekdanuntukmengetahuitingkatkemungkinannyadilakukandengancara PERT (Program Evaluation and Review Technique) yaitupendekatan “teoripeluang”.


11. Syaratuntukmempercepatumurproyek :

71Percepatanumurproyek

a. Telahada diagram Jkerja yang tepat

b. Telahditentukan lama kegiatanperkiraanuntukmasing-masingkegiatan

c. Hitung SPA & SPL untuksemuakegiatan

d. Penentuanumurrencanaproyek (URen)


12Tatacaramempercepatumurproyek

Langkahmempercepatumurproyekdengancara :

1. Buat diagram Jkerjabarudengannomorkejadiandan lama kegiatansamaseperti diagram terdahulu

2. Berdasarkan SPA1 (kejadianawal) = 0; Hitungsaatkejadianawallainnyaberdasarkan lama kegiatanterdahulu. Umurperkiraanproyek (UPer) = SPAm (m = nomorkejadianakhir diagram Jkerjaataunomorkejadianmaksimal)

3. BerdasarkanSPLm diagram Jkerja = umurproyek yang direncanakan (URen); Hitung SPL untuksemuakejadian


4. Hitung TF semuakegiatan yang ada :

TF = SPLj – Ln–SPAi

* bilatidakada TF bernilainegatif, berartiprosesperhitunganselesai.

* bilaada TF bernilainegatif, makadilanjutkankelangkahberikut :

5. Hitunglintasan TF kegiatannya :

TF = URen – UPer

= SPLm – SPAm = SPL1 – SPA1 [bernilainegatif]


Llama

Lbaru = Llama + x (URen – UPer)

Li

6. Lama kegiatan diagram JkerjabaruadalahLn;

n = nomorurutkejadiandalamsatulintasan

7. Hitung lama kegiatanygbaru (langkah 5 dan 6)

dimana Li = jumlah lama kegiatandalamsatulintasan yang harusdipercepat

8. Selanjutnyakembalikelangkah 1

(siklusberikutnya)


Contoh perhitungan MUPro

7

3

F

7

B

4

12

A

E

H

C

19

0

3

11

22

1

2

4

7

6

0

3

12

22

19

3

3

8

5

D

G

5

11

5

Diagram awal

12

10


Diagram Jkerjasuatuproyektelahdilengkapidgn :

* lama kegiatanperkiraansemuakegiatan

* SPA dan SPL semuakejadian

Karenasesuatuhalmakapenyelesaianproyektersebutharusdipercepat 7 harisehingga lama penyelesaianmenjadi 15 hari. JadiURen = 15 hari. Agar jangkawaktupenyelesaianterwujud, makaperlumenetapkankegiatan-kegiatanmanasaja yang bisadipercepat.


* Langkah 1, 2 dan 3

7

  • Cara penyelesaian

     Siklus 1

UPer= 22

3

F

0

B

SPA1

SPA7

4

12

A

E

H

C

19

0

3

11

22

1

2

4

7

6

-7

-4

5

15

12

3

3

8

5

D

G

SPL1

SPL7

5

11

5

5

10

URen= 15


KegiatanSPLjLnSPAi TF

A

B

C

D

E

F

G

H

  • 4

  • 0

  • 5

  • 5

  • 12

  • 12

  • 15

  • 15

3

4

8

5

5

12

10

3

0

3

3

3

11

7

11

19

- 7

- 7

- 6

- 3

- 4

- 7

- 6

- 7

* Langkah 4 (menghitung TF = SPLj – Ln -SPAi)

Ln lama kegiatan yang lama


* Langkah 5, 6 & 7

Jangkawaktupercepatanproyek = URenPro– UPerPro

TF = SPLm – SPAm

TF = SPL7 – SPA7

= 15 – 22 = -7

Kegiatan-kegiatan yang dapatdipercepatadalah A, B, F dan H

karena

TF masing-masingkegiatan = -7

(TF = SPLj – Ln–SPAi)


Lama kegiatan (hari)

Kegiatan

(lama) (baru)

3

3 + x (-7) = 2

22

3

4

12

3

A

B

F

H

4

4 + x (-7) = 3

22

12

12 + x (-7) = 8

22

3

3 + x (-7) = 2

22


* Langkah 1, 2 dan 3

7

 Siklus 2

UPer= 20

3

F

5

B

SPA1

SPA7

3

8

A

E

H

C

19

0

3

11

22

1

2

4

7

6

-5

-3

5

15

13

8

5

2

2

D

SPL1

G

SPL7

5

11

5

5

10

URen= 15


Kegiatan SPLj Ln SPAi TF

A

B

C

D

E

F

G

H

  • 3

  • 5

  • 5

  • 5

  • 13

  • 13

  • 15

  • 15

2

3

8

5

5

8

10

2

0

2

2

2

10

5

10

15

- 5

0

- 5

- 2

- 2

0

- 5

- 2

* Langkah 4 (menghitung TF = SPLj – Ln -SPAi)

Ln lama kegiatan yang lama


* Langkah 5, 6 & 7

TF = SPL7 – SPA7

= 15 – 20 = -5

Kegiatan-kegiatan yang dapat dipercepat adalah A, C dan G

karena

TF masing-masing kegiatan = -5

(TF = SPLj – Ln –SPAi)


Lama kegiatan (hari)

Kegiatan

(lama) (baru)

2

2 + x (-5) = 2*

20

2

8

10

A

C

G

8

8 + x (-5) = 6

20

10

10 + x (-5) = 8*

20

* = 0,5 dibulatkankeatas


* Langkah 1, 2 dan 3

5

 Siklus 3

UPer= 16

3

F

5

B

SPA1

SPA7

3

8

A

E

H

C

13

0

2

8

16

1

2

4

7

6

-1

7

15

13

1

5

2

6

2

D

SPL1

G

SPL7

5

8

5

7

8

URen= 15


Kegiatan SPLj Ln SPAi TF

A

B

C

D

E

F

G

H

1

5

7

7

13

13

15

15

2

3

6

5

5

8

8

2

0

2

2

2

8

5

8

13

- 1

0

- 1

0

0

0

- 1

0

* Langkah 4 (menghitung TF = SPLj – Ln -SPAi)

Ln lama kegiatan yang lama


* Langkah 5, 6 & 7

TF = SPL7 – SPA7

= 15 – 16 = -1

Kegiatan-kegiatan yang dapat dipercepat adalah A, C dan G

karena

TF masing-masing kegiatan = -1

(TF = SPLj – Ln –SPAi)


Lama kegiatan (hari)

Kegiatan

(lama) (baru)

2

6

8

A

C

G

2

2 + x (-1) = 2

16

6

6 + x (-1) = 6

16

8

8 + x (-1) = 7*

16

* = 0,5 dibulatkankebawah

Kasus : lama kegiatanygbaruSiklus 3 = lama kegiatanygbaruSiklus 2 dipilihdesimalterkecil


* Langkah 1, 2 dan 3

5

 Siklus 4

UPer= 15

3

F

5

B

SPA1

SPA7

3

8

A

E

H

C

13

0

2

8

15

1

2

4

7

6

2

0

8

15

13

5

2

6

2

D

SPL1

G

SPL7

5

8

5

8

7

URen= 15


Kegiatan SPLj Ln SPAi TF

A

B

C

D

E

F

G

H

2

5

8

8

13

13

15

15

2

3

6

5

5

8

7

2

0

2

2

2

8

5

8

13

0

0

0

1

0

0

0

0

* Langkah 4 (menghitung TF = SPLj – Ln -SPAi)

Hasilperhitungan TF tidakada yang bernilainegatif, berartitatacaraperhitunganselesai.


Tingkat keberhasilansuatuproyek yang didasarkanumurperkiraanbiasanyakemungkinanberhasil 50% ataukemungkinangagalsebesar 50%. Tingkat keber-hasilaninisangatriskan, sehinggauntukproyek-proyektertentu (penelitiandanpengembangan) meng-inginkantingkatkeberhasilan yang lebihbesar. Biasanyalebihbesardari 80% ataudengankegagalanlebihkecildari 20%.

72Peluangumurproyek

Agar keinginantsbdapatterpenuhi (keberhasilanlebihbesardarikegagalan) makaharusdapat meme-nuhibeberapapersyaratan.


Persyaratan yang harusdipenuhiuntukmenghitungumurproyekdenganpeluangtertentuadalah :

21. Syaratperhitunganumurproyek

1. Telahada diagram Jkerja yang tepat

2. Masing-masingkegiatanmempunyaianalisawaktuyaitu lama kegiatan : optimis (LO), paling mungkin (LM) danpesimis (LP)

3. Menetapkanpeluangkeberhasilanataukegagalan yang diinginkan


Penganalisisanjangkawaktuterdiridari :

1. Waktuoptimis :jangkawaktuterpendekuntukmelak-sanakansuatukegiatan; walaupeluangwaktuuntuk me- nyelesaikannyacukupbesar

2. Waktu paling mungkin :jangkawaktuberdasarkandugaan (perkiraan) yang menggambarkanlamanyawaktuseringterjadiuntukmenyelesaiankegiatantertentu[waktu yang paling seringterjadi]

3. Waktupesimis :jangkawaktuterpanjanguntukmelak-sanakansuatukegiatan[paling lama]


Kegiatan LO LM LP LPer

A

B

C

D

E

F

G

H

3

4

6

7

5

8

6

4

6

6

14

12

8

12

9

11

15

8

16

23

11

10

14

12

7

6

13

13

8

11

9

10

LO + 4 LM + LP

LPer =

6

LPer = lama kegiatanperkiraan (waktuharapan)


C

D

4

6,14,16 = 13

7,12,23 = 13

E

H

B

1

3

5

7

4,6,8 = 6

5,8,11 = 8

4,11,12 = 10

A

G

F

2

6

3,6,15 = 7

8,12,10 = 11

6,9,14 = 9

LO,LM,LP = LPer


LP - LO

Sk =

6

; Sk = simpanganbakukegiatankritis yang bersangkutan

Katakansuatuproyekdiketahuipeluangkeberhasilan-nya p%, lintasankritisnya (nomorkejadian, kegiatandgnmasing-masing lama kegiatanpesimis). Berdasar-kanumurperkiraanproyek (UPer) mempunyaipeluangkeberhasilan 50%.

22. Perhitunganumurproyek

DiinginkanURenyagmempunyaipeluangkeberhasilan 80%.

Hitung :


SP2 = Sk2

; SP2 = ragam proyek

SP = (Sk2)

; SP = simpanganbakuproyek

URen - UPer

Sn =

SP

Sn = simpangan normal (diper-olehdaritabelsebaran normal/Z berdasarkan p% yang diinginkan)

Interpolasi linier :

(pn - pn-1)

Sn = Sn-1 + x (Sn+1 – Sn-1)

(pn+1 – pn-1)

URen = (Sn x SP) + UPer


C

D

13

Diketahui : LPer = 27 hari ; Keg. kritis : %

Peluangkeberhasilanygdinginkan (p) = 80%

4

6,14,16 = 13

14

7,12,23 = 13

23. Contoh perhitungan

E

H

14

27

B

6

0

1

3

5

7

27

4,6,8 = 6

5,8,11 = 8

17

0

9

4,11,12 = 10

A

G

F

18

7

2

6

18

3,6,15 = 7

8,12,10 = 11

6,9,14 = 9

7


Kegiatan LP LO (LP-LO) SkSk2

A

F

G

15

10

14

3

8

6

12

2

8

12/6

2/6

8/6

144/36

4/36

64/36

SP2 = Sk2 = 212/36

Simpangan baku proyek :

SP = (Sk2)

= (212/36) = 2,4


(80 – 79)

Sn = 0,8 + x (0,9 – 0,8)

(82 – 79)

URen = (Sn x SP) + UPer

= (0,83 x 2,4) + 27 = 29

(interpolasi ; lihat tabel Z)

Umurrencanaproyek(URen) :

(pembulatan)

Jadibilamenginginkanpeluangkeberhasilan 80%, makaumurperkiraanproyekditambah 2 harisupayasesuaidenganumurrencanaproyek.


Penyesuaian diagram proyek

C

D

13

4

13

14

13

E

H

14

27

B

6

0

1

3

5

7

27

6

8

10

17

0

9

G

A

9

F

18

7

2

6

18

7

11

7


C

D

13

4

13

16

13

PerhitunganLangkah1 (SPLi = SPLj – Ln)

E

H

14

27

B

6

0

1

3

5

7

29

6

11

8

10

19

2

G

A

9

F

18

7

2

6

20

7

11

9


Kegiatan SPLj Ln SPAi TF

A

B

C

D

E

F

G

H

9

11

16

29

19

20

29

29

7

6

13

13

8

11

9

10

0

0

0

13

6

7

18

14

2

5

3

3

5

2

2

5

# Langkah2 (TF = SPLj – Ln–SPAi)


# Langkah3 (perpanjangankegiatan)

Jangkawaktuperpanjanganproyek

TF = SPL7 – SPA7

= 29 – 27 = 2

Kegiatan-kegiatan yang dapatdiperpanjangadalah A, F dan G

karena

TF masing-masingkegiatan = 2

(TF = SPLj – Ln–SPAi)


Lama kegiatan (hari)

Kegiatan

(lama) (baru)

7

11

9

A

F

G

7

7 + x (2) = 7*

27

11

11 + x (2) = 12

27

9

9 + x (2) = 10

27

* * 0,5 dibulatkankebawah


C

D

13

4

13

16

13

E

H

14

29

B

6

0

1

3

5

7

29

6

11

8

10

19

0

G

A

10

F

19

7

2

6

19

7

12

7


Sn p% Sn p%

-0,0

-0,1

-0,2

-0,3

-0,4

-0,5

-0,6

-0,7

-0,8

-0,9

-1,0

-1,1

-1,2

50

46

42

38

34

31

27

24

21

18

16

14

12

0,0

0,1

0,2

0,3

0,4

0,5

0,6

0,7

0,8

0,9

1,0

1,1

1,2

50

54

58

62

66

69

73

76

79

82

84

86

88

TabelSebaran normal (Z)


Sn p% Sn p%

-1,3

-1,4

-1,5

-1,6

-1,7

-1,8

-1,9

-2,0

-2,1

-2,2

-2,3

-2,4

-2,5

10

8

7

5

4

4

3

2

2

1

1

1

1

1,3

1,4

1,5

1,6

1,7

1,8

1,9

2,0

2,1

2,2

2,3

2,4

2,5

90

92

93

95

96

96

97

98

98

99

99

99

99

Tabel (lanjutan)


  • Login