1 / 28

Asuhan Keperawatan Pasien dengan Hipertensi

Asuhan Keperawatan Pasien dengan Hipertensi. Emil Huriani, MN. Blood Pressure. Cardiac: Heart Rate Status Inotropik Neural Humoral. Symphatetic Nervous System: α adrenergic reseptor (vasoconstrictor) β adrenergic reseptor (vasodilator). Local Regulation: Vasodilators:

blaine
Download Presentation

Asuhan Keperawatan Pasien dengan Hipertensi

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Asuhan Keperawatan Pasien dengan Hipertensi Emil Huriani, MN

  2. Blood Pressure Cardiac: Heart Rate Status Inotropik Neural Humoral Symphatetic Nervous System: α adrenergic reseptor (vasoconstrictor) βadrenergic reseptor (vasodilator) Local Regulation: Vasodilators: Prostaglandin EDRF Vasoconstrictors: Endothelin Blood Pressure Cardiac Output Systemic Vascular Resistance = x Renal: Renin-angiotensin Aldosteron Atrial Natriuretik factor Humoral: Vasoconstrictors Angiotensin Catecholamin

  3. Hipertensi Tekanan darah persisten dimana tekanan sistolik lebih tinggi dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih tinggi dari 90 mmHg

  4. Faktor Resiko Yang tidak dapat dikontrol • Umur : > 50 thn • Sex : Wanita > pria • Genetik • Etnik

  5. Faktor Resiko Yang dapat dikontrol • Merokok • Dislipidemia/hiperkolesterol • Diabetes Mellitus: tjd hiperinsulinemia dan hipertropi struktural • Obesitas • Alkohol • Emosi: rangsangan SS Simpatis • Gaya hidup • Status sosial ekonomi

  6. Jenis Hipertensi Hipertensi primer/esensial • Tidak diketahui penyebabnya • Biasanya dimulai sebagai proses intermitten pd individu > 30 thn • Contributing factor meliputi peningkatan aktifitas SS Simpatis, kelebihan produksi hormon vasokonstriktor dan pengikat natrium, intake natrium berlebihan, BB berlebih, DM dan intake alkohol berlebihan

  7. Jenis Hipertensi Hipertensi sekunder: bisa dikendalikan • Umumnya disebabkan oleh ggn pd fungsi ginjal dan hubungannya dengan jantung • Meningkatnya tahanan perifer total terjadi stlh hipertensi timbul dan bukan sebagai penyebab hipertensi • Penyebab hipertensi sekunder: penyempitan aorta, penyakit ginjal, kelainan endokrin, kelainan neurologis, obat-obatan (NSAID, estrogen, kontrasepsi) dan kehamilan

  8. Klasifikasi Hipertensi Menurut WHO

  9. Klasifikasi Hipertensi Menurut JNC

  10. Manifestasi klinik • Sakit kepala • Keletihan • Penurunan toleransi aktifitas • Palpitasi • Angina • Dyspnea • Perdarahan hidung/epistaksis • Pusing • Insomnia • Asimptomatis, Kadang2 gejala timbul bila telah tjd komplikasi pada target organ: mata, ginjal, jantung, otak

  11. Komplikasi hipertensi: Mata • Pandangan kabur • Perubahan pd retina spt perdarahan, eksudat • Penyempitan pembuluh darah • Edema papil • Retinopati hipertensi

  12. Komplikasi hipertensi: Jantung(Hipertensive Heart Disease) • Penyakit arteri koronaria dan angina pektoris • Left Ventricular Hyperthrophy • Gagal jantung kiri

  13. Komplikasi hipertensi: Ginjal • Nefrosklerosis • Nokturia • Azotemia • Insufisiensi ginjal

  14. Komplikasi hipertensi: Otak • Stroke atau serangan iskemia transien • Hipertensive ensephalopathy • Paralisis sementara pd satu sisi/hemiplegia • Ggn ketajaman penglihatan

  15. Komplikasi hipertensi: Vaskular • Atherosklerosis • Aneurisme aorta • Periferal vascular disease • Aortic disection

  16. Komplikasi: Kedaruratan hipertensi • Terjadi bila peningkatan tekanan darah harus diturunkan dalam 1 – 24 jam yang mengancam jiwa dan memerlukan penanganan segera dalam perawatan intensif krn dapat menimbulkan kerusakan serius pada organ lain • Terjadi pada hipertensi tidak terkontrol dan penghentian pengobatan tiba-tiba

  17. Komplikasi: Hipertensi maligna • Hipertensi yang memerlukan penurunan tekanan darah segera (dalam hitingan menit – jam) untuk menghindari kelainan target organ yang menetap • Kelainan meliputi ensephalopati, perdarahan intrakranial, edema paru, kebutaan

  18. Umur > 50 thn Genetik Sex Wanita Merokok Konsumsi alkohol Emosi Gaya Hidup Merangsang SS Simpatis Konsumsi makanan berlemak Perubahan membran PD Kerusakan endotel PD Perub fungsional PD perifer Pe↑an intake sodium Dislipidemia DM Obesitas Adhesi trombosit Retensi sodium di ginjal Pe↓an elastisitas PD Penumpukan lemak di PD Hiperinsulinemia TP ↑ CO ↑ TP ↑, CO ↓ Merusak endotel PD HIPERTENSI Atherosklerosis MK: intoleransi aktivitas Perubahan aliran darah perifer Pe↑an preload Nyeri suboksipital, kaku leher TP ↑ MK: Risti Pe↓ CO MK: Nyeri Keletihan, kelemahan, dyspnea Ketidakseimbangan suplai & kebutuhan WOC Hipertensi

  19. Pemeriksaan Diagnostik • Riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik • Urinalisis rutin • Elektrolit dan uric acid serum • BUN dan kreatinin • Glukosa darah • Hitung darah lengkap • Lipid serum, kolesterol dan trigliserida • EKG • Ekhokardiografi

  20. Penatalaksanaan Non farmakologi/gaya hidup • Kurangi intake garam • Kendalikan berat badan • Hindari rokok, alkohol dan stress • Hindari obat hormonal/KB, kortikosteroid • Pembatasan kafein • Kendalikan gula darah • Modifikasi makanan berlemak • Olah raga/aerobik • Teknik relaksasi • Suplemen Kalium, kalsium, magnesium

  21. Penatalaksanaan Farmakologi • Diuretik: tiazid, furosemid, spironolakton menurunkan volume darah, tekanan darah dan curah jantung • Beta blokker: atenolol, nadolol menekan sekresi renin • Kalsium antagonis: Nifedipin, diltiazem, verapamil menghambat pengeluaran kalsium, menyebabkan vasodilatasi • ACE inhibitor: captoril, lisinopril, Quinapril menghambat perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II • Vasodilator

  22. Prioritas Keperawatan • Mempertahankan /meningkatkan fungsi kardiovaskular • Mencegah komplikasi • Memberikan informasi tentang proses dan program pengobatan • Mendukung kontrol aktif pasien terhadap kondisi

  23. MASALAH KEPERAWATAN • Penatalaksanaan regimen terapeutik tidak efektif b.d adanya hambatan, kurangnya dukungan sosial, ketidakpercayaan terhadap pengobatan atau personel kesehatan • Tidak efektif dalam mempertahankan kesehatan b.d kurangnya sumber informasi, ketidakmampuan untuk mengambil keputusan, kurang pengetahuan tentang patologi, komplikasi dan manajemen penyakit • Kecemasan b.d penatalaksanaan yang kompleks, kemungkinan komplikasi, perubahan gaya hidup

  24. MASALAH KEPERAWATAN • Disfungsi seksual b.d gangguan struktur atau fungsi tubuh • Gangguan gambaran diri b.d diagnosis penyakit • Perfusi jaringan tidak efektif (cerebral, kardiovaskular, renal) b.d interupsi aliran darah

  25. Rencana Keperawatan Penatalaksanaan regimen terapeutik tidak efektif Mendengar aktif • Tentukan tujuan interaksi • Tunjukkan ketertarikan terhadap pasien • Dukung untuk mengemukakan perasaan • Perhatikan adany perasaan yang atau pesan yang tidak disampaikan • ………………... Modifikasi perilaku • Identifikasi motivasi pasien untuk berubah • Bantu pasien dalam mengidentifikasi kekuatan dan beri reinforcement • Perkenalkan pasien pada kelompok yang telah sukses dalam kasus yang sama • Dukung keputusan konstruktif tentang kebutuhan kesehatan • Susun program perubahan perilaku • ……………… Identifikasi resiko Petunjuk sistem kesehatan

  26. Rencana Keperawatan Resiko tinggi penurunan curah jantung Intervensi Kolaborasi: • Berikan obat-obatan sesuai indikasi • Diuretik • Inhibitor simpatis • Vasodilator • Agen anti adrenergik • Agen anti angiotensin • Calcium channel blocker • Berikan pembatasan cairan dan diit natrium sesuai indikasi • Siapkan untuk pembedahan bila ada indikasi

  27. Tugas Individu • Buatlah rencana keperawatan lengkap (3 dx kep) pada pasien dengan gagal jantung meliputi • Diagnosa Keperawatan, etiologi dan gejala • Kriteria Hasil • Intervensi dan aktivitas Dengan merujuk pada NANDA, NOC dan NIC

  28. Daftar Referensi • Black, J. M., Hawks, J. H. & Keene, A. M. (2001). Medical surgical nursing: Clinical management for positive outcome (6th ed.). Philadelphia: WB Saunders Company. • Lewis, S. M., Heikemper, M. M.. & Dirksen, S.R. (2004). Medical surgical nursing: Assessment and management of clinical problems (6th Ed). Missouri: Mosby Inc. • McCance, K. L. & Huether, S. E. (2002). Pathophisiology: The biologic basic for disease in adults & children (4th ed.). Missouri: Mosby Inc. • Woods, S. L., Froelicher, E. S. S. & Motzer, S. U. (2000). Cardiac nursing (4th ed.). Philadelphia: Lippincott.

More Related