1 / 20

ETIKA LINGKUNGAN

ETIKA LINGKUNGAN. Mengapa kita perlu Etika Lingkungan? Apa perlunya berbicara mengenai Etika Lingkungan? Apa relevansinya?. Karena persoalan LH adalah persoalan moral; yaitu persoalan perilaku manusia.

Download Presentation

ETIKA LINGKUNGAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. ETIKA LINGKUNGAN

  2. Mengapa kita perlu Etika Lingkungan? • Apa perlunya berbicara mengenai Etika Lingkungan? • Apa relevansinya?

  3. Karena persoalan LH adalah persoalan moral; yaitu persoalan perilaku manusia

  4. Tidak bisa disangkal bahwa berbagai masalah LH seperti pencemaran dan kerusakan hutan, air, tanah, dll sebagian besar bersumber pada perilaku manusia Tidak bertanggung jawab, tidak peduli, dan hanya mementingkan diri sendiri

  5. Seperti kasus PT Indorayon di Sumatra Utara, PT Freeport di Papua, illegal logging di Kalimantan, kasus sampah di DKI Jakarta, rob dan banjir di Semarang, dsb • Kasus kasus tsb tidak hanya menyangkut orang perorang tapi juga birokrasi pemerintah

  6. Menurut Arne Naess (pakar LH) krisis lingkungan dewasa ini hanya bisa diatasi dengan perubahan cara pandang dan perilaku manusia terhadap alam secara fundamental dan radikal

  7. Karena selama ini ada kesalahan cara pandang manusia mengenai dirinya, alam, dan tempat manusia dalam keseluruhan ekosistem

  8. Kesalahan cara pandang tsb bersumber dari etika Antroposentrisme: “memandang manusia sebagai pusat dari alam semesta” hanya manusia yang mempunyai nilai sementara alam dan segala isinya hanya sekadar sebagai alat bagi pemuasan kepentingan dan kebutuhan hidup manusia

  9. Manusia sbg penguasa alam boleh melakukan apa saja cara pandang ini melahirkan perilaku eksploitatif • Etika Antroposentrisme mrpkan sebuah cara pandang Barat bermula dari Aristoteles hingga filsuf-filsuf modern

  10. Tiga kesalahan cara pandang ANTROPOSENTRISME: 1. Manusia hanya dipahami sbg makhluk sosial, yg eksistensi&identitas dirinya ditentukan oleh komunitas sosialnyamanusia tidak dilihat sbg makhluk biologis 2. Etika hanya berlaku bagi komunitas manusia; tidak berlaku bagi makhluk lain

  11. Kedua kelemahan tsb dikritisi dan dikoreksi oleh : -ETIKA BIOSENTRISME & -ETIKA EKOSENTRISME

  12. Menurutnya manusia tidak hanya dipandang sbg makhluk sosial tapi juga makhluk biologis (BIOSENTRISME) & makhluk ekologis (EKOSENTRISME=The Deep Ecology) • Yaitu makhluk yg menjalin hubungan timbal balik saling menguntungkan dg semua kehidupan lainnya dan mempunyai kedudukan yg setara

  13. Apa yg diperjuangkan Etika Biosentrisme&Ekosentrisme sbnrnya hanya revitalisasi cara pandang dan perilaku masyarakat adat dalam interaksinya dg alam

  14. 3.Kesalahan cara pandang yg lain dari antroposentrisme adalah paradigma ilmu pengetahuan dan teknologi yg Cartesian dg ciri utama mekanistis-reduksionistis

  15. Ada pemisahan yg tegas antara alam sbg obyek ilmu pengetahuan dg manusia sbg subyek Pemisahan yg tegas antara fakta & nilai

  16. Paradigma ini membela paham bebas nilai dalam ilmu pengetahuan seluruh perkembangan IP diarahkan hanya demi ilmu pengetahuan itu sendiri

  17. Hal tsb melahirkan sikap & perilaku eksploitatif & manipulatif terhadap alam, dan menyebabkan berbagai krisis ekologi sekarang ini

More Related