Chrysanthemum
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 28

CHRYSANTHEMUM PowerPoint PPT Presentation


  • 101 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

CHRYSANTHEMUM. Chrysanthemum (latin) = kuning keemasan (warna emas) Seruni (Indonesia) Asal : Cina Sering di samakan dengan bunga aster Termasuk famili Compositae (Asteraceae). Tanaman semusim dan tahunan Terdapat + 150 sp. tersebar di seluruh dunia, terutama yang beriklim sedang

Download Presentation

CHRYSANTHEMUM

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Chrysanthemum

CHRYSANTHEMUM


Chrysanthemum

  • Chrysanthemum (latin) = kuning keemasan (warna emas)

  • Seruni (Indonesia)

  • Asal : Cina

  • Sering disamakan dengan bunga aster

  • Termasuk famili Compositae (Asteraceae)


Chrysanthemum

Tanaman semusim dan tahunan

Terdapat + 150 sp. tersebar di seluruh dunia, terutama yang beriklim sedang

Batangnya berkayu → semak, perdu, ada juga yang tidak berkayu

Daun berlekuk dangkal dan dalam, berwarna hijau muda → kelam, berbulu halus, mempunyai aroma tertentu

BOTANI


Chrysanthemum

Bunga keluar dari ujung percabangan,

petalnya banyak tersusun menurut

lingkaran, membentuk malai datar

dengan dasar bunga melebar. Warna

bunga bervariasi : kuning, putih, merah,

orange

PERBANYAKAN

Bagian vegetatif :

Anakan dari stolon

Stek

Kultur aseptik


Chrysanthemum

S T E K

- Bibit berumur 1 tahun

-Tunas air yang keluar dari rumpun, 3-8 cm

- 3-4 ruas

- Daun bagian atas dipotong, diambilpucuknya

- Ditanam pada bak berisi pasir yang diberi alas agar air tetap tersedia→ pH terkontrol

- Temperatur 17°C

- Jarak tanam rapat

- Hindarkan penyinaran langsung→ bak tanam dapat ditutup dengan kain blacu

  • Cff : Untuk memperoleh bahan stek, dibuat pembibitan khusus untuk mengambil pucuknya/tunas air


Chrysanthemum

PEMISAHAN ANAKAN

  • Memisahkan rumpun tergantung dari spesiesnya

  • Apakah musiman atau tahunan

  • Anakan tumbuh dari stolon

  • Keberhasilan lebih besar tetapi jumlah terbatas

  • Tempatkan ditempat teduh


Chrysanthemum

IKLIM MIKRO

  • Tumbuh dari dataran rendah → pegunungan

  • Waktu tanam di daerah musiman :

    bulan Mei – Juli

  • Masa vegetatif → hari panjang

  • Masa generatif → hari pendek

  • Dengan temperatur malam sekitar 15-16°C

  • Selama 3-4 minggu untuk induksi inisiasi bunga


Chrysanthemum

  • Bunga dipanen + 7-14 minggu setelah hari pendek/penutupan dengan kain hitam

  • Jenis yang pendek untuk tanaman pot (dapat dibantu B-Ninedengan dosis 2.500 ppm)

  • Penutupan dengan kain hitam lebih cepat dibanding bunga potong


Chrysanthemum

TANAH

  • Pada umumnya ditanam dipot

  • Di lapang → masalah pemeliharaan

  • Di rumah kaca/plastik

  • Campuran tanah : pasir : kompos (BO) →

    Tanah sarang

    Tanah aerasi baik

    Tanah hindari air yang berlebihan


Chrysanthemum

  • Naungan diperlukan hanya pada saat tanam/bibit baru dipindahkan.

  • Setelah tumbuh → cahaya penuh


Chrysanthemum

PEMUPUKAN

  • Bahan organik diperlukan sekali

  • Dikehendaki tanah dengan pH yang netral

  • Nitrogen untuk kualitas daun 10-15 ppm,

    P 5-10 ppm

    K 5-10 ppm

    Ca 150 ppm


Chrysanthemum

PEMELIHARAAN

  • Pembuangan tunas samping yang menghasilkan bunga disbudding untuk tanaman yang menghendaki bunga tunggal

  • Disbudding : membuang tunas bunga

  • Pinching : membuang tunas samping


Chrysanthemum

Chrysanthemum indicana hyb

PENOPANG

  • Di pot → ajir bambu agar tumbuhnya tegak

  • Di lapang → jala dibuat dari tambang plastik atau kawat

    PEMANGKASAN

  • Dilapang/rumah kaca bila perennial → sekali habis. Tinggalkan anakan tidak menjadi sumber HPT


Chrysanthemum

PENYIRAMAN

  • Lihat situasi dan kondisi yang mendukung

  • Hindari keadaan yang terlalu lembab/media basah


Chrysanthemum

HAMA

  • Aphis nufa maculata : kutu hijau

  • Macrosiphum samboni : kutu hitam

  • Tetranychus dimaculatus: laba-laba merah

  • Heliothrips haemorrhoidalis: tungau

  • Phlyctaenia ferrugalis: ulat daun

  • Lygus pratensis: kumbang/kepik kumbang bunga


Chrysanthemum

PENYAKIT

  • Bercak daun bakteri (Bacterial leaf spot)

  • Busuk pucuk (Bud rot)

    Gejala : Bercak garis kebasah-basahan pada daun, batang abu-abu, coklat kemerahan. Daun layu mati

    Pengendalian : yang mengandung Co atau Streptomycin


Chrysanthemum

  • Bercak – hawar daun (leaf blight, leaf blotch, anthracnose)

    Bercak pada daun berbentuk angular → tidak merata

    → Usahakan sirkulasi udara yang baik

  • Layu fusarium : kerdil dan kuning

    Gejala : Dimulai dari batang bagian bawah, daun dan kelopak bunga layu, mati, batang dipotong garis-garis hitam pada jaringan pembuluhnya


Chrysanthemum

Nematode membantu masuknya Fusarium

Pengendalian

  • Seed treatment

  • Sterilisasi tanah

  • Pemupukan dan pengairan yang teratur

  • Membakar sisa tanaman terinfeksi


Chrysanthemum

  • Layu ferticillium

    Gejala :

    Daun kuning dimulai bagian bawahnya

    Jaringan batang berwarna pada cuaca dingin

    Melalui luka infeksinya

    Pengendalian

  • Tanaman terserang dicabut – dibakar

  • Sterilisasi tanah

  • Memusnahkan serangga tanah yang melukai akar dengan aldrin, dieldrin, chlordane

  • Membersihkan gulma


Chrysanthemum

  • Bercak coklat (Puccinia chrysantherii)

  • Layu bakteri

    Gejala :

    Daun lebih hijau bagian yang sep. basah → coklat kering, kerdil, layu

    Batang dipotong, keluar lendir berwarna kuning

    Bau pada musim hujan

    Pengendalian :

    Serangga vektor diberantas

    Methoxychlor, DDT, Mekthios

    Sterilisasi tanah

  • Mozaik belang (Mottle)

  • Krupuk (Crinkle)


Chrysanthemum

  • Flower breaking

    Gejala :

    Belang kuning dan gelap, berkerut, berubah bentuk, keriting

    Bercak pada bunga

    Penyebaran oleh Aphid, penyambungan

    Pengendalian :

    Serangga dengan Malathion nicotine sulfat hidrane

    Membersihkan tanaman terinfeksi


Chrysanthemum

  • Bercak Cincin (Ring spot)

    Gejala : Beragam

    Daun kuning → mati

    Bercak cincin

    Daun muda mengkerut

    Berubah bentuk, kerdil

    Pengendalian : Tanaman terinfeksi dicabut

    Serangga dengan DDT, methoxychlor, malathion

    Serangga melalui Nemathoda pada daun pucuk → Nematode bertahan pada pucuk, batang, tanah


Chrysanthemum

  • Gejala daun hijau hitam layu mati

    Pengendalian : Nematoda → dengan malathion rotasi mulsa kering

  • Flower blight ; blossom blight

  • Bunga layu busuk


Chrysanthemum

PENUNDAAN

  • IAA 25-400 ppm C. morifolium var. fortyniners dan ice berg di R.K 8 jam penyinaran → menunda pembungaan dan membatasi tunas (Lindstrom & Asen, 1967)

  • V. Indianapolis yellow A 6 100 ppm. Minggu ke 4 setelah L.P. 8 jam → mengurangi pembungaan (Cathey,1959) 2-4,2


Chrysanthemum

  • GA 100 ppm. Minggu ke 3 L.P. 8 jam

    Setelah inisiasi sebelum berbunga AMO – 1618 500 ppm Yellow lace, panjang tangkai bunga

    Penyemprotan minggu ke 1 – L.P 8 jam

    Penundaan 14-18 hari AMO – 1618 + GA → sama peng. dengan kontrol (minggu ke 2 L.P 8 jam)

  • Ethylene indianapoliswhite 1-4 ppm → mengganggu pembungaan dan tunas bunga tidak berkembang, buku batang pendek, tebal daun tumbuh tidak menentu epinasti (Tija & Calleque)


Chrysanthemum

INDUKSI

“Japanese” → tidak sensitif pada L.P

→ tetapi temp. Shuokan, Ken Ko Zan S

Harada & Nitsch (1959) → 1°C

- 2-4 minggu sebelum pembungaan

- 10 mg GA3 → menginduksi pembungaan


Chrysanthemum

PINCHING & PRUNNING

  • Jumlah tunas

  • Bentuk tanaman

  • Menstimulir jumlah bunga

  • Waktu pembungaan

  • Cathey etal (1996) Alkyl ester C8, C10, C12 dari asam lemak (padaindianapolis) efektif pengganti pinching & prunningMethyl nanvate, Methyl decanoats. → Chrysan juga Carnation

    0.025 – 0.05 M

    0.05 – 6.10 M

    0.16 – 0.27 M


Chrysanthemum

PEMENDEKAN BUKU BATANG

  • Phospon D → pada tanah 200-250 mL. → 1 bagian 10 gram powder dalam 160-800 bagian air

  • SADH 2.500-5.000 ppm pada daun 2 minggu,

  • i.p 8 jam pada disbudding → membuat kerdil bentuk bunga lebih baik, ukuran lebih besar


  • Login