1 / 39

KONSPIRASI GLOBAL dan MISI SESAT JIL di INDONESIA

KONSPIRASI GLOBAL dan MISI SESAT JIL di INDONESIA. KESEMPURNAAN AJARAN ISLAM. Islam mengetengahkan pengertian konsep kehidupan beragama yang tidak dapat dipisahkan dengan sistem hidup dalam kehidupan di dunia . Jadi Islam tidak mengenal pengertian sekularisme

aviv
Download Presentation

KONSPIRASI GLOBAL dan MISI SESAT JIL di INDONESIA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KONSPIRASI GLOBAL dan MISI SESAT JIL di INDONESIA Oleh: Ir. H. AndriKurniawan, M.Ag

  2. KESEMPURNAAN AJARAN ISLAM • Islam mengetengahkanpengertiankonsepkehidupanberagama yang tidakdapatdipisahkandengansistemhidupdalamkehidupandidunia. Jadi Islam tidakmengenalpengertiansekularisme • Dalamajaran Islam setiapmanusiabertanggungjawabataspembebanan Allah yang kelakakandituntutnya. Segalaperbuatan yang telahdilakukandidunia, kelakhasilnyaakandiketahui • Di sisi lain Islam jugamengajarkankehidupandalamrumahtangga. Suami-istri, orangtuadananak, timbalbalikperlumemahamihakdankewajibannya, sebagaitanggungjawabkehidupan • Dalamkehidupanbermasyarakatdanbernegara, Islam meletakkandasar-dasarnya, baiksebagaipemimpin yang harusdipilihmaupunberbagaipengertianhukum yang harusdilaksanakan • Ringkasnya, dalamajaran Islam segalapengertian yang terkaitdengankehidupandiatur, baikdalampersoalanAqidah, ibadah, mu’amalahdanakhlaq. Allah danRasul-Nyamenggariskandalamsyari’ahnyapadaaturanterbaik yang menyelamatkan

  3. Ada Konspirasi Global yang inginmenghancurkan Islam secarasistematisdanterorganisirsecararapidanterus-menerusdiberbagainegara yang mayoritaspenduduknya Muslim dimulaisejakruntuhnyaKhilafah (SistemPemerintahan Islam), merekabersatupadudenganberbagaitaktik, strategidanmetode. Novus OrdoSeclorumatau The New World Order adalahsebuahambisirahasiadantersembunyidarisimatasatu“All Seeing Eye” yang menginginkanduniainiberadadalamgenggamannyasertadibawah control danotoritasnya. Ancaman global Freemasonry inibegitukuatmencengkramkan kuku-kukunyadibelahanduniamanapun. Menerjangdanmenghancurkansiapapun yang berbedaideologidengannya. Merekamemilikicara yang sistematisuntukmenghancurkan Islam, ajaranmaupunperadabannya.

  4. Prof. Adam Weishaupt(Jesuit Yahudi, Univ. IngoldstadtJerman) Tokohgerakanzionis yang berambisimendirikansatupemerintahandunia (one world government). Pemerintahansatuduniadapatdicapaibiladilakukanpenghapusan agama dimukabumi, kecualipahamsetan (abolition of all religion, except satanism) ORDO KABALA

  5. LIBERAL JUDAISM SinagogYahudi Liberal Dr. Abraham Geiger

  6. ONE WORLD RELIGION • Program Liberalisasi Islam secarasistematisdijalankandi Indonesia sejaktahun 1970-an yang digerakkanoleh The Asia Foundation. • Laporantahunan The Asia Foundation (TAF) tahun 1985, Victor Marchetti, salahsatuDeputi CIA, mengungkapkan,”The Asia Foundation didirikanoleh CIA (lihatThe Asia Fuondation Annual Report, 1985). • The Asia Foundation (BosProyekLiberalismedi Indonesia bermarkasdi Jl. Adityawarman No.40 Jakarta Selatan)

  7. TOKOH PENGGAGAS ISLAM LIBERAL di INDONESIA

  8. Program liberalisasi Islam NurcholishMadjid, 3 Januari 1970

  9. PROGRAM LIBERALISASI ISLAM di INDONESIA SEJAK AWAL 1970-AN: (a) Pentingnya konstekstualisasi ijtihad. (b) Komitmen terhadap rasionalitas dan pembaruan. (c) Penerimaan terhadap pluralisme sosial dan pluralisme agama-agama (d) Pemisahan Agama dari partai politik dan adanya posisi non-sektarian negara. (Dr. Greg Barton, Gagasan Islam Liberal di Indonesia, Paramadina, Jakarta, 1999):

  10. “Sebagaisebuahpandangankeagamaan, padadasarnya Islam bersifatinklusifdanmerentangkantafsirannyakearah yang semakinpluralis. Sebagaicontoh, filsafatperenial yang belakanganbanyakdibicarakandalam dialog antar agama di Indonesia merentangkanpandanganpluralisdenganmengatakanbahwasetiap agama sebenarnyamerupakanekspresikeimananterhadapTuhan yang sama. Ibaratroda, pusatrodaituadalahTuhan, danjari-jariituadalahjalandariberbagai Agama… Olehkarenaituadaistilah "SatuTuhanBanyakJalan".” (BukuTiga Agama SatuTuhan, Mizan, Bandung, 1999, hal. xix.)

  11. DeskripsiTransendentalismeoleh Huston Smith GOD Batin/Esoteric Zahir/Exoteric H B CT J C I “All paths lead to the same summit”, S.H. Nasr.

  12. Islam kinitengahdiujidankembaliasingbagipemeluknya, tetapijugadihalangibukanolehorangbule yang pura-puramenjadiislamsepertiSnouckHungronje (atauchristiansnouckhurgronje), melainkanolehorang Islam sendiri, bahasanyasama, warnakulitnyasama, sukunyasamatapiideologinyaberhaladandedikasipada agama demokrasidengan label Islam moderatdan Islam liberal Said AqilSiradj, Seorangtokoh NU yang merangkapJabatansebagaiPenasehatPemuda Kristen Indonesia, mengatakan: “Tauhid Islam dan Kristen samasaja.” Kata Said AqilSiradj, Negara Islam LebihBerbahayadaripada RMS Orang yang bercita-citainginmendirikan Negara Islam lebihbebahayadaripadaGerakanSeparatis RMS dan OPM. (KetuaUmum PBNU, Prof Dr KH Said AqilSiradj MA) Gakheran! SelainKetua PBNU, KyaisatuinijugaPenasihat PMKRI, organisasiSalibisKatolik!

  13. Padahal, jikaditelaahsepintassaja, kitaakanmenjumpaiberbagaiparadoksdankerancuandalampemikiran-pemikiran yang disajikan. Sebagaicontoh, tertulis: “Dalamdiskursuspluralisme agama, penjelasantentangtransendensiIlahiinidanbahwasetiap agama lahirdanterikatpadakontekstertentumenjadiargumenbahwatidakada agama yang lebihtinggi/sempurnaatas yang lain. Semuabentuk-bentuk agama adalahsederajat, karenasemuanyasedangmewadahike-Mahabenarandanke-MahamutlakanTuhan.” (hal. 21). Itulahsalahsatukeganjilanpemikiranpluralisme agama. Merekamenolak “klaimkebenaran” darimasing-masingpemeluk agama, tetapipadasaat yang samamerekajustrumenolakkeberagaman. Merekamemaksasemuapemeluk agama melepaskanklaimkebenarannyamasing-masinglaludipaksaberpindahmenujusatukeyakinan, bahwa “semuanyabenar”, sebagaimanapahamkaumpluralistersebut. Bukankahinisatusikap yang paradoksdanjustru anti-pluralisme! Simaklah, betapaparadoksdanabsurdnyalogikapenganutpluralismeini! Di dalambukuini, dikatakan: “Semuajalan-jalanitumenujukepadapuncak yang sama. Ibaratribuanbahkanjutaanaliran air sungaidananaksungaisemuanyamengalirdansedangmeluncurkesamudera yang sama.” (hal. 379).

  14. 30 Organisasi Islam Penerima Dana The Asia Foundation (Jaringan YAHUDI-AS) • Jaringan Islam Liberal (JIL) danInstitutStudiArusInformasi (ISAI), UlilAbsharAbdalladanNongMahmada, Jl.UtanKayu 68-H Jakarta Timur. • Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), DR.Djohan Effendi danUlilAbsharAbdalla, Jl.Percetakan Negara No.C-553 Jakarta Pusat. • Paramadina (PenggencaranPluralisme Agama/MenyamakanSemua Agama), KautsarAzhariNoer, Jl.TBSimatupangPondok Indah Plaza III F5/7 Jakarta. • MajalahSyir’ah, AlamsyahM.Dja’far, Jl.Asembaris Raya M Kav.8 KebonBaruTebet, Jakarta Selatan. • LembagaBuruh, TanidanNelayan (LBTN), PP Muhammadiyah, Jl.Menteng Raya 62 Jakarta Pusat. • PusatStudi Agama danPeradaban (PSAP) PP Muhammadiyah, Jl.Menteng Raya 62 Jakarta Pusat.

  15. IkatanRemajaMuhammadiyah (IRM), Kantor PP Muhammadiyah, Jl.Menteng Raya 62 Jakarta Pusat. • LembagaPenelitiandanPengembanganPendidikanUniversitasMuhammadiyah Yogyakarta (LP3-UMY), Gedung AR FachruddinKampus UMY Jl.Lingkar Selatan TamantirtoKasihan, Yogyakarta. • LembagaPenelitihanUniversitasMuhammadiyah Surakarta (UMS), Jl.A.Yani, Pabelan,Surakarta, Jawa Tengah. • IkatanMahasiswaMuhammadiyah (IMM) Aceh, Jl.KH.A.Dahlan, Banda Aceh. • PemudaMuhammadiyah (PM) Aceh, Jl.KH.A.Dahlan, Banda Aceh. • Fatayat NU, Gedung PBNU Jl.Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. • Lakpesdam NU, Jl.H.Ramli No.29A MentengDalam,Tebet,Jakarta Selatan. • PUAN AmalHayati (Urusan Gender), SintaNuriya(Istri Gus Dur), Jl.WarungSilah No.30 Rt.02 Rw.05 KompleksMasjid Al-Munawwarah, Ciganjur, Jakarta. • PerhimpunanPengembanganPesantrendanMasyarakat (P3M), Masdar F Mas’udi, Jl.Cililitan Kecil III/12,Kramat Jati Jakarta Timur.

  16. Pimpinan Wilayah NahdlatulUlama (PWNU) Yogyakarta, Tompeyan TR III/133 Yogyakarta. • PusatStudiAntarKomunitas (PUSAKA) Padang, Jl.Purus I No.8A Padang Sumatra Barat. • Gender Team for Ministry of Relegious Affairs (GT-MORA), SitiMusdahMulia,Departemen Agama RI,Jl.LapanganBanteng No.4-6 Jakarta Pusat • LembagaKajian Agama danJender (LKAJ), SitiMusdahMulia, Jl.MatramanMasjid I.A Jakarta Selatan. • PusatPengembanganSumberDayaManusia (PPSDM) Universitas Islam Negeri (UIN) SyarifHidayatullah, Jl. Ir.H.Juanda 95 Ciputat. • PusatStudiWanita (PSW) Universitas Islam Negeri (UIN) SyarifHidayatullah, Jl. Ir.H.Juanda 95 Ciputat. • FakultasUshuluddindanFakultasFilsafatUniversitas Islam Negeri (UIN) SyarifHidayatullah (Urusan Gender), DR. AmsalBachtiar, Jl.Ir.H.Juanda 95 Ciputat. • Desantara, Jl.RayaCitayam 35 Depok. • DPP KorpsPerempuanMajelisDakwah Islam (MDI) (BidangGarapanTentang Gender), Jl. Anggrek Nelly Murni 11A, Slipi Jakarta Barat.

  17. Indonesian Center for Islam and Pluralism (ICIP), Jl.HangLekiu I No.09 KebayoranBaru, Jakarta Selatan. • LembagaKajianKeislamandanKemasyarakatan (LK3) Banjarmasin, Jl. GatotSubroto IV/Kemiri No.102 Banjarmasin Kalimantan Selatan. • LembagaKajian Islam danSosial (LkiS), SorowajanBaru, Jl. Pura No.1 Yogyakarta. • LembagaKajianPengembanganMasyarakatdanPesantren (LKPMP) Makasar, Jl. Faisal Raya No.22 Blok 22B Makasar. • LembagaStudiAksiuntukDemokrasi (LS-ADI), Jl. Ir.H.JuandaGg. Swadaya Rt.01 Rw.08 PisanganCiputat. • Rahima (Urusan Gender), SyafiqHasyim, Jl. PancoranTimur IIA No.10 PasarMinggu Jakarta Selatan.

  18. LIBERALISASI ISLAM Aqidah Islam Konsep wahyu&Tafsir Syariat Islam Pluralisme Agama Perombakan Syariat Islam DEKONSTRUKSI DEKONSTRUKSI Legitimasi Kerusakan Akhlak, nilai, dan hukum Barat Dekonstruksi Islam sebgai Agama final dan benar

  19. DoktrinPluralisme Agama 1. Relativisme Pluralisme Semua Agama sama Eksklusif Islam satu-satunya kebenaran 2. Tasamuh Universal (Kebersamaan Universal) Kebersamaan Ritual Kebersamaan Sosial

  20. SYIRIK DI ERA MODERN: RELATIVISME IMAN DAN KEBENARAN

  21. RELATIVISME NILAI BERDAMPAK PADA PENGABURAN ANTARA IMAN DAN KUFUR, HAQ DAN BATHIL, HALAL DAN HARAM.

  22. The Contemporary Challenges of Islamic Thought Liberalism Secularism Feminism Pluralism Religious Relativism

  23. Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2005 mengeluarkan Fatwa : • Pluralisme Agama adalah jalan haram bagi umat Islam • Pluralisme Agama adalah sebuah ideologi yang mengajarkan bahwa semua agama sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme agama juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga

  24. Aneh, PluralismeDiharamkan MUI tapiAkanDiperjuangkan Laskar ASWAJA (AhlusSunnahWalJamaah) Ahadkemarin (18/3/2012) menggelarapeldidepantuguProklamasi Jakarta Pusat. Apelsiagainibertema "MengukuhkanKebersamaandanSolidaritasElemenBangsa."

  25. Al-Quran Bukan Lafdhanwa-Ma’nan dari Allah, tetapikata-kata Muhammad Al-Quran adalah Rekayasa PolitikUtsman AL-Quran Bukan KItabSuci DEKONSTRUKSI DAN DESAKRALISASI AL-QUR’AN PerluDibuat Al-Quran Baru: EDISI KRITIS AL-QURAN Al-Quran adalah Produk Budaya Arab Al-Quran masih Meninggalkan Sejumlah Masalah Mendasar

  26. Jurnal Justisia Fakultas Syariah IAIN Walisongo, Semarang, (Edisi 23 Th XI, 2003):

  27. LiberalisasiSyari’at Islam, hukum-hukum Islam yang sudahqat’iydanpasti, dibongkardandibuathukumbaru yang dianggapsesuaidenganperkembanganzaman. Para tokoh liberal biasanyamenggunakanmetode“kontekstualisasiijtihad” sebagaisalahsatumekanismedalammerombakhukum Islam.

  28. LIBERALISASI SYARIAT DILAKUKAN DENGAN MELAKUKAN PERUBAHAN METODOLOGI IJTIHAD YANG MENEKANKAN ASPEK KONTEKSTUAL HISTORIS, SEHINGGA HUKUM ISLAM MENJADI RELATIF DAN TIDAK ADA KEPASTIAN HUKUM ISLAM.

  29. “Jikakitamemahamikontekswaktuturunnyaayatitu (QS 60:10. pen.), laranganinisangatwajarmengingatkaumkafirQuraisysangatmemusuhiNabidanpengikutnya. WaktuitukonteksnyaadalahpeperanganantarakaumMukmindankaumkafir. Laranganmelanggengkanhubungandimaksudkan agar dapatdiidentifikasisecarajelasmanamusuhdanmanakawan. Karenaitu, ayatiniharusdipahamisecarakontekstual. Jikakondisipeperanganitutidakadalagi, makalarangandimaksudtercabutdengansendirinya." (BukuMuslimahReformis, 2005:63) Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta

  30. “Larangan kawin beda agama, dalam hal ini antara perempuan Islam dengan lelaki non-Islam, sudah tidak relevan lagi.” (Harian Kompas, 18-11-2001)

  31. “Soalpernikahanlaki-laki non-Muslim denganwanita Muslim merupakanwilayahijtihadidanterikatdengankontekstertentu, diantaranyakonteksdakwah Islam padasaatitu. Yang manajumlahumat Islam tidaksebesarsaatini, sehinggapernikahanantar agama merupakansesuatu yang terlarang. Karenakedudukannyasebagaihukum yang lahiratas proses ijtihad, makaamatdimungkinkanbiladicetuskanpendapatbaru, bahwawanita Muslim bolehmenikahdenganlaki-laki non-Muslim, ataupernikahanbeda agama secaralebihluasamatdiperbolehkan, apapun agama danalirankepercayaannya.” • (A. Mun’imSirry (ed.), FiqihLintas Agama, Paramadina&The Asia Foundation), 2004:164)

More Related