1 / 24

DETEKSI DINI DAN PENGELOLAAN GAWAT NAPAS PADA NEONATUS

DETEKSI DINI DAN PENGELOLAAN GAWAT NAPAS PADA NEONATUS. Dr. Djoko Sunarjo, SpA. PENDAHULUAN. Gawat napas pada neonatus (respiratory distrees in a new born)  masalah neonatologi Morbiditas dan mortalitas masih tinggi Terjadi pada 4 – 6 % neonatus Dapat dicegah dengan : Pengenalan dini

arden
Download Presentation

DETEKSI DINI DAN PENGELOLAAN GAWAT NAPAS PADA NEONATUS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. DETEKSI DINI DAN PENGELOLAAN GAWAT NAPAS PADA NEONATUS Dr. Djoko Sunarjo, SpA

  2. PENDAHULUAN • Gawat napas pada neonatus (respiratory distrees in a new born)  masalah neonatologi • Morbiditas dan mortalitas masih tinggi • Terjadi pada 4 – 6 % neonatus • Dapat dicegah dengan : • Pengenalan dini • Penanganan yg tepat • Pengenalan dini : • Faktor resiko • Gejala Klinis • Penegakan diagnosis • Pengelolaan awal • Ponek : pelayanan obstetrik neonatal emergensi komprehensif  RS rujukan level I dan level II

  3. PENGERTIAN • Gawat napas pada neonatus : kesulitan bernapas yang ditandai dengan : 4 gejala lama yaitu : • Takipne : laju napas > 60 kali / mnt • Sianosis sentral pada suhu kamar • Retraksi • Grunting : suara merintih saat ekspirasi  bila terdapat gejala : gawat napas

  4. FAKTOR RISIKO • Maternal : • Diabetes Melitus • Hipertensi • Insufisiensi Utero Plasenter • Panggul sempit • Penyakit Ibu

  5. FETAL • Prematuritas • Oligohidramnion • Kehamilan ganda • PERSALINAN • Perdarahan ante partum • Hipoksia maternal • Asfiksia Neonatorum • Gangguan sirkulasi umbilical • Pos maturitas • Aspirasi mekonium • NEONATAL • TTN • Defisiensi serfaktan • Apnea

  6. PENYEBAB • Berbagai sebab baik medikal maupun surgikal • Penyebab Medikal : • Penyakit membran hialin • Sindroma aspirasi mekonium • Transien tachypnea of the new born • Pneumonia • Hipertensi pulmonal • Adaptasi yg terlambat, aspiksia, asidosis

  7. Penyebab Surgikal • Pnemotorak • Hernia Diafragmatika • Fistula trakheoesofageal • Sindroma piere robin • Atresia koanae • Emfisema lobaris

  8. Ada juga pembagian penyebab pulmoner disamping ekstra pulmoner : • Penyebab Pulmoner • Penyakit membran hyalin • Wet lung sindrom • Aspirasi mekonium • Pneumonia • Penyebab Ekstra Pulmoner • Pneumotorak • Gagal jantung • Asidosis • Anemia • Polisinemia • Penyebab paling sering • TTN (Transien Tachipne Of New Born) • Penyakit membran hyalin • Sindroma asprasi mekonium

  9. MENURUT PONEK • Gawat Napas yang umum pada neonatus: • TTN (Transien Tachipne of The New Born) • RDS (Respiratory Distres Syndrome) • APNEA • MAS (Mekonium aspiration Syndrome) • Sindroma Kebocoran Udara • Pneumonia

  10. PENGELOLAAN • Umum • Jaga kehangatan : rawat inkubator • Minimal handling • Kebutuhan cairan dan energi • Pemberian oksigen : kateter nasal, sangkup,head box,CPAP, Ventilator mekanik • Monitor tanda vital • Pemeriksaan radiologi • Analisa gas darah

  11. Pengelolaan Khusus • Klasifikasi gangguan pernafasan : • Ringan • Sedang • Berat

  12. Berdasarkan Kriteria

  13. Gangguan Napas Berat • Pasang NGT : kosongkan cairan lambung dan udara • Beri pengobatan sepsis • Pantau 24 jam • Bila ada perbaikan berikan ASI peras atau ASI secara langsung • Bila memburuk : O2 dengan kecepatan tinggi • Bila O2 100% tetap sianosis  rujuk

  14. Gangguan Napas Sedang • IVFD selama 12 jam • Pantau bayi sampai tidak memerlukan O2 • Bila dlm 2 jam tidak ada perbaikan kelola sebagai gangguan napas berat

  15. Gangguan Napas Ringan • ASI peras lewat NGT • Monitor dalam 24 jam • Bila memburuk kelola sbg gangguan napas sedang atau berat • Kelola sebagai sepsis

  16. Penanganan Spesifik : • Sesuai kasus • Antibiotik • Surfaktan • Dekompresi : untuk pneumonotoraks

  17. T T N • Oksigenasi • Pembatasan cairan • Pemberian minum setelah perbaikan • Konfirmasi dx – foto thoraks AP lateral • Prognosis : • Baik • Tidak ada risiko kekambuhan dan disfungsi perlu lebih lanjut

  18. Respiratory Distres Syndrome Hyalin Membran Deseae • Oksigenasi : • Head torax • CPAP • Ventilator Mekanik • Penggantian Surfaktan

  19. Syndroma Aspirasi Mekonium • Manajemen protokol : identifikasi risiko tinggi • R.Bersalin :  resusitasi adekuat • Bayi bugar : langkah awal resusitasi • Bayi tidak bugar :  inkubator • Pasang pipa lambung • Koreksi gangguan metabolis • Antibiotik yang sesuai

  20. Sindroma Kebocoran Udara • Oksigensi • Pencegahan • Pemakaian ventilator / VTP lebih hati-hati • Specifik : dikompresi kebocoran udara

  21. A P N E A • Faktor risiko : kehamilan kurang dari 32 minggu • Evaluasi penyebab • Terapi : • Rangsang taktil • Balon dan sungkup • CPAP / IPPV • Ventilator mekanik

  22. Pneumonia • Merupakan salah satu manifestasi dari sepsis • Diberikan antibiotik sesuai hasil kultur selama 14 hari • Bila kultur belum ada : kombinasi ampisillin dan gentamicyn

  23. PENUTUP • Gawat napas pada neonatus merupakan masalah pada pelayanan perinatal yang harus diantisipasi dengan : • Deteksi dini  mengenal faktor risiko • Penegakan diagnosis • Penatalaksanaan yg cepat dan tepat • Penatalaksanaan : • Umum • Khusus  kapan harus dirujuk ke fasilitas yg lebih lengkap • Spesifik

  24. Terima kasih

More Related