1 / 39

PENGOBATAN

PENGOBATAN. Oleh : Dr. DYAH NOVI. Tujuan pengobatan :. Memutus mata rantai penularan Menyembuhkan penyakit penderita Mencegah terjadinya cacat Mencegah bertambahnya cacat yang sudah ada. Regimen pengobatan WHO. MDT : Multy Drug Terapy. Rifampicin : Bakteriosid. DDS :

aiden
Download Presentation

PENGOBATAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENGOBATAN Oleh : Dr. DYAH NOVI

  2. Tujuan pengobatan : • Memutus mata rantai penularan • Menyembuhkan penyakit penderita • Mencegah terjadinya cacat • Mencegah bertambahnya cacat yang sudah ada

  3. Regimen pengobatan WHO MDT : Multy Drug Terapy Rifampicin : Bakteriosid DDS : Bakteriosid lemah Bakteriostatik Lamprene : Bakteriostatik Anti inflamasi

  4. MDT Tipe PB Tipe MB • Blister : 6 12 • Waktu RFT : 6–9 bln 12-18 bln • Pengamatan : 2 th 5 th secara pasif

  5. Regimen pengobatan untuk anak di bawah 10 tahun • Rifampicin : 10 – 15 mg / KgBB • DDS : 1 – 2 mg / KgBB • Lamprene : 1 mg / KgBB CATATAN : • MDT aman untuk ibu hamil

  6. Hal – hal yang perlu disampaikan kepada penderita : • Lama dan cara minum obat • Kusta dapat disembuhkan bila minum obat secara teratur dan lengkap • Pengobatan tidak menyembuhkan cacat yang terlanjur diderita • Bila ada keluhan  Puskesmas

  7. Reaksi kusta

  8. Definisi suatu episode dari perjalanan kronis panyakit kusta yg ditandai dengan keradangan akut

  9. REAKSI Dapat timbul sebelum, selama, sesudah pengobatan. TIPE I : ME KEKEBALAN SELULER TIPE II : ME KEKEBALAN HUMORAL

  10. Faktor pencetus • Penderita dalam keadaan kondisi lemah • Kehamilan dan setelah melahirkan • Sesudah mendapat immunisasi • Infeksi (spt: malaria, infeksi pd gigi, bisul, cacing dll) • Stres fisik dan mental • Kurang gizi

  11. Sistem Kekebalan Tubuh Body’s immune system (Respons seluler) serang !! saraf kulit kuman kusta Reaksi kusta Tipe 1 = Reaksi Reversal “perang” peradangan Kulit merah, bengkak, panas nyeri tekan dan ggn fungsi saraf.

  12. Reaksi kusta tipe 2 = ENL SARAF KULIT Pecahan Kuman mati Aliran darah sistemik Globus / Kuman hancur Protein kuman masuk / ikut Aliran darah sistemik Kuman patah-patah/hancur  terurai Memacu respon kekebalan tubuh  peradangan di mana-mana (di luar bercak kusta/saraf) (respons humoral) Mengeluarkan Protein kuman ENL: Nodul2 merah,panas,bengkak,nyeri, disertai gangguan ke organ2 lain

  13. PENGOBATAN REAKSI • PRINSIP PENGOBATAN REAKSI : • ISTIRAHAT / IMMOBILISASI. • PEMBERIAN ANALGETIK ANTIPIRETIK • ATASI FAKTOR PENCETUS • MDT DITERUSKAN DENGAN DOSIS SAMA. • PEMBERIAN OBAT ANTI REAKSI UNTUK REAKSI RINGAN: NO. 1, 2, 3,4

  14. PERHATIAN !!! • PREDNISON hanya untuk reaksi tipe I dan II berat !!!

  15. Kecacatan kusta Dapat terjadi melalui : • Infiltrasi langsung M. leprae ke susunan saraf tepi dan organ • Reaksi kusta

  16. PENCEGAHAN CACAT POD PREVENTION OF DISABILITY

  17. Komponen POD • Penemuan dini • Pengobatan MDT sampai RFT • Deteksi dan penanganan reaksi • secara cepat dan tepat • 4. Monitoring fungsi saraf tepi • 5. Perawatan diri • 6. Alat bantu • 7. Rehabilitasi medik

  18. HASIL PEMERIKSAAN P O D • Adakan bercak atau nodul yang ulcerasi ? • Adakah nyeri tekan saraf tepi ? • Adakah kelemahan otot yang terjadi dalam waktu 6 • bulan terakhir ? • 4. Adakah hilangnya rasa raba (2 titik atau lebih) yang • terjadi dalam waktu 6 bulan terakhir ? • Adakah lagopthalmus yang terjadi dalam waktu • 6 bulan terakhir ? • 6. Adakah bercak aktif disekitar syaraf tepi ? • Bila ada jawaban “ YA” berati terjadi “REAKSI BERAT”

  19. Tingkat cacat menurut WHO • Dilihat pada mata, tangan dan kaki 0 : Utuh 1 : Ada cacat tetapi tidak kelihatan 2 : Ada cacat yang kelihatan

  20. Catatan : • Jika kecacatan terjadi bukan karena penyakit kusta, tidak termasuk dalam hitungan tingkat cacat

  21. Lagophtalmus

  22. Terima Kasih

More Related