1 / 18

2. PERDARAHAN UTERUS ABNORMAL : a. Gangguan siklus : Sering (polimenore) Jarang (oligomenore)

adlai
Download Presentation

2. PERDARAHAN UTERUS ABNORMAL : a. Gangguan siklus : Sering (polimenore) Jarang (oligomenore)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. GANGGUAN HAID & SIKLUSADILA KASNI ASTIENABaca lagi siklus haidSiklus Haid Normal 1x 28 hari, 2- 6 hariPd siklus 28 hari, hari ke 5-14 adalah fase folikular/proliferasi yg dimulai ssdh perdarahan berakhir & berlangsung sampai saat ovulasiFase ini berguna utk menumbuhkan endometrium agar siap menerima ovum yg telah dibuahiBeberapa gangguan haid & siklusnya :1.GANGGUAN YG BERHUBUNGAN DG HAID & SIKLUSNYAPremenstrual sindromaMastodiniaMittleschmerz (rasa nyeri pd ovulasi)Dismenore

  2. 2. PERDARAHAN UTERUS ABNORMAL : • a. Gangguan siklus : • Sering (polimenore) • Jarang (oligomenore) • Tidak teratur, tidak haid (amenore) • b. Gangguan perdarahan : • Sedikit (hipomenore) • Banyak (hipermenore) • Terlalu lama (menoragia) • Perdarahan bercak (spotting) • Perdarahan di luar haid ( metroragia) • PRAMENSTRUAL SINDROMA • Yaitu: • keluhan2 yg biasanya mulai 1 mg sampai bbrp hari pra haid dan menghilang pd saat haid • kdg2 masih berlangsung terus sampai haid berhenti

  3. Etiologi : Tidak jelas Mungkin ketdk seimbangan esterogen dan progesteron dg akibat retensi cairan & natrium, penambahan berat badan Pd kelainan hormonal, terdapat defisiensi luteal shg produksi progestreon berkurang Faktor kejiwaan (masalah keluarga, sosial) Mudah pd wanita yg peka thd perubahan hormon & perubahan psikologis

  4. DISMENORE Manifestasi Klinis Gangguan emosional : irritabilitas, gelisah, insomnia Fisik: nyeri kepala, perut kembung, mual, pembesaran & rasa nyeri pd mamae Berat : depresi, ketakutan, gangguan konsentrasi, peningkatan gejala2 fisik di atas PENATALAKSANAAN Progesteron sintetik dosis kecil dapat diberikan 8-10 hari pramenstrual Metiltestosteron 5 mg sbg tablet isap, jgn lebih dari 7 hari Pemberian diuretik selama 5 hari dapat bermanfaat Pemakaian garam dibatasi dan minum sehari2 dikurangi sampai 7 hari sblm haid Psikoterapi supportif

  5. Manifestasi Klinis Dismenore Primer Usia lebih muda Timbul setelah siklus haid yg teratur Sering pd nullipara Nyeri sering terasa sebagai kejang uterus & spastik Nyeri timbul mendahului haid & meningkat pd hari 1 & 2 haid Patologi pelvik (-) Hanya terdapat pd siklus haid yg ovulatorik Respon thd medikamentosa sering (+) Pemeriksaan pelvik normal Sering disertai nausea, muntah, diare, kelelahan, nyeri kepala

  6. Usia lebih tua Cenderung: setelah 2 tahun siklus haid teratur Hub dg paritas (-) Nyeri : terus menerus dan tumpul Nyeri dimulai saat haid & meningkat dg keluarnya darah Berhubungan dg kelainan pelvik Hubungan dg adanya ovulasi (-) Sering memerlukan tindakan operatif Kelainan pelvik (+) DIAGNOSIS Keluhan yg timbul selau berhub dg haid Laparoskopi diagnostik bila curiga endometriosis & infeksi kronis Penatalaksanaan Singkirkan kelainan organik, bila ada, obati sesuai kelainan yg ada Usia muda : spamolitik & analgetik Dismenore primer: Antiprostaglandin Pil KB atau pemberian progesteron saja (nortestostesron, medroksiprogesteron asetat, didrogesteron) dari hari 5-25 siklus haid (5-10 mg/hari). Pengobatan bisa berbulan-bulan. Bila nyeri berkurang, progesteron cukup diberikan pd hari 16-25 siklus haid Dismenore sekunder; sesuai penyebab: Endometriosis Infeksi, berikan antibiotik yg sesuai Perdarahan Uterus Abnormal Secara umum: penyebab perdarahan uterus abnormal : Kelainan organik (tumor, infeksi) Sistemik (kelainan faktor pembekuan) Kelainan fungsi alat reproduksi Dismenore sekunder

  7. HIPERMENORE • Perdarahan haid yg jumlahnya banyak hingga 6-2 hari, 5-6x ganti pembalut/hari • Penyebab: • kelainan pd uterus (mioma, uterus hipoplasia, infeksi genitalia interna) • Kelainan darah • Gangguan fungsional • Keluhan: haid yg banyak • Pd wanita > 35 th: kuretase diagnostik (ganas?) • HIPOMENORE • Perdarahan haid yg jumlahnya sedikit, lama 1-2 hari, 1-2x ganti pembalut/hari • Penyebab: • Kekurangan esterogen maupun progesteron • Stenosis hymen • Stenosis servic uteri • Sinekia uteri (sindroma Asherman

  8. METRORAGIA • Perdarahan dari vagina tanpa ada hub dg siklus haid • Perdarahan ovulatorik (normal) terdapat pd pertengahan siklus ditandai dg spotting, pd saat ovulasi & dpt dikonfirmasi dg pengukuran suhu basal • Penyebab metroragia : • Kelainan organik (polip endometrium, Ca endometrium, Ca servic, • Kelaianan fugsional • Penggunaan esterogen eksogen

  9. MENORAGIA • Perdarahan siklik yg berlangsung > 7 hari dg jumlah darah kdg2 cukup banyak • Penyebab & pengobatan = hipermenore • AMENORE • Bila tidak haid > 3 bulan • Penyebab : • Amenore fisiologik (tidak ditemui kelaianan) • Patologis: gangguan di hipotalamus, hipofisis, ovarium (folikel), uterus (endometrium) dan vagina

  10. Amenore dikirim ke dokter: • Tanda maskulininisasi (+) • Cacat bawaan • Uji esterogen & progesteron (-) • Penyakit lain (+) TB, hepar, DM, kanker) • Infertilitas • Stress berat • Klasifikasi Amenore patologik • 1. Gangguan organ pusat • Sebab organik, tumor, radang, destruksi • 2. Gangguan kejiwaan • Syok emosional • Psikosis • Anoreksia nervosa • Pseudosiesis • 3. Gangguan poros hipotalamus-hipofisiss

  11. 4. Gangguan hipofisis 5. Gangguan gonad Kelainan kongenital (sindroma turner) Menopause prematur Insensitve ovarii Penghentian fungsi ovarium (Operasi,Radiasi,radang dsb) Tumor 6. Gangguan glandula suprarenal 7. Gangguan tiroid (hipotiroid, hipertiroid, kretinisme) 8. Gangguan pankreas (DM) 9. Gangguan uterus / vagina Aplasia/hipoplasia uteri Endometriosis TBC Histerektomi 10. Penyakit-penyakit umum, gangguan gizi, obesitas

  12. PERDARAHAN BUKAN HAID • Perdarahan yg terjadi dalam masa antara 2 siklus haid • Perdarahan terpisah & dapat dibedakan dari haid, atau 2 jenis perdarahan ini menjadi satu • Menoragia-metroragia • Menoragia-metroragia dapat disebabkan oleh kelainan organik atau kelainan fungsional • Penyebab organik: • Servic uteri: polip servic uteri, tuba, ovarium, erosi porsio uteri, ulkus pada porsio uteri, karsinoma servic uteri • Korpus : polip endometrium, abortus, mola hidatidosa, koriokarsinoma, karsinoma korpus uteri, sarkoma uteri, mioma uteri • Tuba fallopi: kehamilan ektopik terganggu, radang, radang • Ovarium: radang, tumor • Penyebab fungsional disebut perdarahan uterus disfungsional

  13. PERDARAHAN UTERUS DISFUNGSIONAL (PUD) • PERDARAHAN UTERUS DISFUNGSIONAL (PUD) • Perdarahan uterus abnormal yg terjadi di dalam maupun di luar siklus haid semata-2 disebabkan oleh gangguan fungsional (mekanisme kerja hipotalamus-hipofisis-ovarium-endometrium) tanpa kelainan organik alat reproduksi • Paling banyak pd usia perimenars & perimenopause • Etiologi: • Pada usia perimenars penyebab paling mungkin adalah faktor pembekuan darah dan gangguan psikis • Dapat terjadi pd setiap umur, menarce s/d menopause • Sering pd masa permulaan haid (menarce) atau akhir fungsi ovarium (menopause) • 2/3 wanita yg dirawat di RS utk perdarahan disfungsungsional berumur >40 tahun dan hanya 3 % usia <20 tahun • Patologi: • Dapat tjd pd siklus ovulatorik, anovulatorik maupun keadaan folikel persisten. • Folikel persisten: folikel yg tak pecah, perdarahan krn rangsangan esterogen (hiperplasia endometrium)

  14. Dapat ditemukan bersamaan dg berbagai jenis endometrium baik non sekretorik (endometrium atrofik, hiperplastik),maupun sekretorik (fase proliferatif maupun sekretorik pd endometrium) Jenis non sekretorik paling banyak ditemukan Perdarahan pd masa ovulatorik berhubungan dg faktor neuromuskuler(syaraf otot), vasomotorik dan hematologik (mekanisme belum seberapa dimengerti) Anovulatorik berhubungan dg gangguan endokrin

  15. Pd siklus ovulatorik dan anovulatorik : bedakan dengan biopsi endometrium Folikel persisten sering dijumpai pd perimenopause. Esterogen yg terus tinggi mengakibatkan hiperplasia endometrium shg tjd perdarahan. Sering sbg permulaan keganasan endometrium Setelah folikel tdk mampu lagi membentuk esterogen, akan tjd perdarahan lucut esterogen Pemeriksaan penunjang; Biopsi endometrium Laboratorium darah & hemostasis USG Radio imuno assay Diagnosis: Singkirkan terlebih dahulu kelainan organik Anamnesis: usia menarce Lama & jumlah darah haid Latar belakang keluarga Latar belakang emosional

  16. menars belum dijumpai siklus haid yg berovulasi Perdarahan yg terjadi sampai membuat KU memburuk Berikan progesteron secara siklik dari hari 16-25 siklus haid selama 3 bulan. Setelah itu dilihat apakah perdarahan berulang lagi & apakah telah terjadi ovulasi Bila setelah 6 bulan pengobatan ovulasi tetap (-), pikirkan pemberian obat pemicu ovulasi seperti klomifen sitrat, epimestrol atau hormon gonadotropin TERIMA KASIH PF :

  17. Hipo/hipertiroid? Gangguan hemostasis? Pemeriksaan ginekologik: singkirkan kelainan organik spt perlukaan genitalia, erosi/radang atau polip servic, maupun mioma uteri Diagnosis ditegakkan bdsk pengukuran suhu basal badan atau pengukuran hormon FSH & LH Penatalaksanaan: Pada usia perimenars pengobatan hormonal perlu bila: Tidak dijumpai kelainan organik maupun kelainan darah Gangguan terjadi selama 6 bulan atau 2 tahun setelah

  18. TERIMA KASIH

More Related