Advertisement
1 / 67

PROGRAM AUDIT AUDIT SALDO PIUTANG


PROGRAM AUDIT AUDIT SALDO PIUTANG. PROGRAM AUDIT. Prosedur Awal Prosedur Analitis Pengujian Detil Transaksi Pengujian Detil Saldo Penyajian dan Pengungkapan. PROSEDUR AWAL. 1. Dapatkan pemahaman bisnis dan industri dan tentukan: Pentingnya pendapatan dan piutang usaha bagi entitas

Presentation posted in : General

Download Presentation

PROGRAM AUDIT AUDIT SALDO PIUTANG

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other sites. SlideServe reserves the right to change this policy at anytime.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.











- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -




Presentation Transcript


Program audit audit saldo piutang l.jpg

PROGRAM AUDITAUDIT SALDO PIUTANG


Program audit l.jpg

PROGRAM AUDIT

  • Prosedur Awal

  • Prosedur Analitis

  • Pengujian Detil Transaksi

  • Pengujian Detil Saldo

  • Penyajian dan Pengungkapan


Prosedur awal l.jpg

PROSEDUR AWAL

1. Dapatkan pemahaman bisnis dan industri dan tentukan:

  • Pentingnya pendapatan dan piutang usaha bagi entitas

  • Pemacu ekonomik kunci yang mempengaruhi penjualan, margin dan pengumpulan piutang entitas

  • Standar kredit industri

  • Luas konsentrasi aktivitas dengan pelanggan


Prosedur awal4 l.jpg

PROSEDUR AWAL

2. Lakukan prosedur pendahuluan atas saldo piutang dan catatan yang harus diuji lebih lanjut

  • Telusuri saldo awal AR ke KKP tahun lalu

  • Review aktivitas dalam buku besar piutang usaha dan selidiki ayat-ayat yang tampak tidak biasa (jumlah dan sumber)

  • Dapatkan daftar saldo piutang usaha dan tentukan ..


Prosedur awal5 l.jpg

PROSEDUR AWAL

  • Keakuratannya dalam catatan akuntansi dengan cara:

    • Jumlahkan ke bawah dan cocokan dengan (1) penjulahan buku pembantu atau fail induk piutang usaha (2) saldo buku besar

    • Uji kecocokan saldo debitur pada daftar saldo dengan buku pembantu atau master file


Prosedur analitis l.jpg

PROSEDUR ANALITIS

3. Lakukan prosedur analitik

  • Kembangkan ekspektasi untuk piutang usaha berdasar pengetahuan tentang aktivitas bisnis, pangsa pasar, syarat penjuaan normal dan perputaran piutang masa lalu

  • Hitung nisbah (ratio):

    • Bandingkan penjualan dengan kapasitas


Prosedur analitis7 l.jpg

PROSEDUR ANALITIS

  • Bandingkan pertumbuhan penjualan dengan pertumbuhanh piutang

  • Hari perputaran piutang

  • Biaya kerugian piutang dengan penjualan kredit neto

  • Biaya kerugian piutang dengan penghapusan piutang

  • Analisis hasil rasio dengan prakiraan berdasar tahun lalu, data industri, jumlah anggaran, atau data lain


Pengujian detil transaksi l.jpg

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI

4. Usut sampel catatan transaksi penjualan dan piutang usaha untuk mendukung dokumentasi.

  • Usut (vouch) debet piutang ke faktur penjualan, dokumen pengiriman, dan pesanan penjualan

  • Usut kredit piutang ke remittance advises atau penyesuaian penjualan, otorisasi retur dan rabat penjualan atau penghapusan piutang


Pengujian detil transaksi9 l.jpg

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI

5. Lakukan uji pisah-batas untuk penjualan dan retur penjualan

  • Pilih sampel catatan transaksi penjualan dari beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca dan periksa dokumen faktur penjualan, bukti pengiriman untuk menentukan bahwa penjualan telah dicatat dalam periode yang tepat


Pengujian detil transaksi10 l.jpg

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI

  • Pilih sampel memo kredit yang dikeluarkan sesudah tanggal neraca, periksa dokumen pendukung tanggal laporan penerimaan barang dan tentukan bahwa retur telah dicatat dalam periode yang tepat. Juga pertimbangkan apakah volume retur penjualan sesudah akhir tahun menunjukkan kemungkinan adanya pengiriman barang tanpa otorisasi.


Pengujian detil transaksi11 l.jpg

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI

6. Lakukan uji pisah-batas penerimaan kas.

  • Amatai bahwa seluruh kas masuk sampai dengan hari terakhir tutup buku sudah dilaporkan sebagai kas yang ada di tangan atau setoran dalam proses dan tidak ada penerimaan sesudahnya yang ikut dilaporkan


Pengujian detil transaksi12 l.jpg

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI

  • Review dokumentasi seperti ikhtisar kas harian, duplikat slip setoran bank, dan rekening koran yang mencakup beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca apakah sudah mencakup perioda yang tepat


Pengujian detil saldo l.jpg

PENGUJIAN DETIL SALDO

7. Konfirmasi piutang usaha:

  • Tentukan bentuk, waktu, dan luas permintaan konfirmasi

  • Pilih dan lakukan sampel kemudian selidiki perbedaan

  • Untuk konfirmasi positif yang tidak dijawab, lakukan prosedur alternatif berikut:


Pengujian detil saldo14 l.jpg

PENGUJIAN DETIL SALDO

  • Usut penerimaan kas kemudian yang dapat diidentifikasi dengan saldo debitur pada tanggal konfirmasi ke dokumen pendukung

  • Usut pos-pos dalam saldo tanggal konfirmasi ke dokumen pendukung seperti pesanan penjualan dan dokumen pengiriman barang


Pengujian detil saldo15 l.jpg

PENGUJIAN DETIL SALDO

8. Evaluasi kecukupan komponen penyisihan untuk setiap kategori umur dan secara keseluruhan.

  • Jumlahkan ke bawah dan ke samping daftar saldo umur piutang dan cocokan dengan jumlah dalam buku besar

  • Uji umur piutang dengan mengusut jumlah dalam kelompok sampel akun ke dokumen pendukung


Pengujian detil saldo16 l.jpg

PENGUJIAN DETIL SALDO

  • Untuk debitur yang menunggak:

    • Periksa bukti kolektibiltas seperti korespondensi dengan debitur dan agensi penagihan eksternal, laporan kredit, dan laporan keuangan klien

    • Bahas kolektibilitas akun dengan personel manajemen terkait


Pengujian detil saldo17 l.jpg

PENGUJIAN DETIL SALDO

  • Evaluasi proses manajemen ketika menaksir penyisihan kerugian piutang

  • Evaluasi kecukupan penyisihan bersadar informasi berian tentang:

    • Tren industri

    • Tren umur

    • Riwayat penagihan untuk debitur tertentu


Pengujian detil saldo18 l.jpg

PENGUJIAN DETIL SALDO

  • Konfirmasi piutang (lihat langkah 7)

  • Bentuk konfirmasi:

    • Positif

    • Negatif

    • Blanko


Penyajian dan pengungkapan l.jpg

PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN

10. Bandingkan penyajian dengan PABU

  • Tentukan bahwa piutang telah diidentifikasi dan diklasifikasi menurut jenis dan perioda realisasi yang diharapkan

  • Tentukan apakah ada debitur bersaldo kredit yang jumlahnya berarti secara keseluruhan dan harus direklasifikasikan sebagai kewajiban

  • Tentukan kelayakan pengungkapan dan akuntansi piutang untuk pihak terkait, penjaminan, penganjakan, atau faktoring


Program audit audit saldo utang l.jpg

PROGRAM AUDITAUDIT SALDO UTANG


Program audit21 l.jpg

PROGRAM AUDIT

  • Prosedur Awal

  • Prosedur Analitis

  • Pengujian Detil Transaksi

  • Pengujian Detil Saldo

  • Penyajian dan Pengungkapan


Prosedur awal22 l.jpg

PROSEDUR AWAL

1. Dapatkan Pemahaman bisnis dan industri klien dan tentukan:

  • Pentingnya pembelian dan hutang usaha bagi entittas

  • Pemacu ekonomik kunci yang mempenagurhi pembelian dan hutang usaha klien

  • Syarat perdagangan standar industri, termasuk saat musim dsbg.

  • Luas konsentrasi aktivitas dengan pemasok dan komitmen pembelian


Prosedur awal23 l.jpg

PROSEDUR AWAL

2. Lakukan prosedur awal atas saldo hutang usaha dan catatan yang harus diuji lebih lanjut:

  • Lacak (trace) saldo awal hutang usaha ke KKP tahun lalu

  • Review aktivitas buku besar hutang usaha dan selidiki ayat-ayat yang tampak janggal

  • Dapatkan daftar saldo hutang usaha pada tanggal neraca dan tentukan keakuratannya dengan cara:


Prosedur awal24 l.jpg

PROSEDUR AWAL

  • Jumlahkan daftar dan cocokan dengan (1) jumlah arsip voucher yang belum dibayar, atau arsip induk hutang usaha, dan (2) saldo buku besar

  • Uji kecocokan pemasok dan daftar saldo yang ada dalam catatan akuntansi


Prosedur analitis25 l.jpg

PROSEDUR ANALITIS

  • Kembangkan ekspektasi hutang usaha dg menggunakan pengetahuan aktivitas bisnis entitas , syarat dagang normal, dan riwayat perputaran hutang usaha

  • Hitung rasio

    • Perputaran hutang usaha

    • Hutang usaha dengan total hutang lancar


Prosedur analitis26 l.jpg

PROSEDUR ANALITIS

  • Analisis hasil rasio relatif dengan ekspektasi berdasar tahun lalu, data industri, jumlah anggaran, atau data lain.

  • Bandingkan saldo biaya dengan tahun yang lalu atau anggarannya untuk menentukan indikasi kemungkinan kurangsaji yang terkait dengan hutang yang belum tercatat

  • Lacak sample catatan akun transaksi hutang usaha ke dokumen pendukung

    • Usut kredit ke voucher pendukung, faktur pemasok, laporan penerimaan, dan pesanan pembelian dan informasi pendukung lain.

    • Usut debet ke pengeluaran kas atau ke memo retur pembelian


Pengujian detil transaksi27 l.jpg

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI

  • Lacak sample catatan akun transaksi hutang usaha ke dokumen pendukung

    • Usut kredit ke voucher pendukung, faktur pemasok, laporan penerimaan, dan pesanan pembelian dan informasi pendukung lain.

    • Usut debet ke pengeluaran kas atau ke memo retur pembelian


Pengujian detil transaksi28 l.jpg

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI

5. Lakukan uji pisah-batas pembelian.

  • Pilih sampel catatan transaksi pembelian beberapa haris sebelum dan sesudah akhir tahun dan periksa dokumen pendukung seperti voucher, faktur pemasok, dan laporan penerimaan barang dan tentukan apakah pembelian telah dicatat dalam periode yang tepat

  • Amati nomor laporan penerimaan yang dikeluarkan pada hari terakhir periode audit dan lacak sampel nomor laporan penerimaan yang lebih kecil dan yang lebih besar ke dokumen pembelian terkait dan tentukan apakah transaksi telah dicatat dalam periode yang tepat


Pengujian detil transaksi29 l.jpg

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI

6. Lakukan uji pisah batas pembayaran:

  • Amati nomor cek terakhir yang dikeluarkan dan diserahkan pada kahir periode audit kemudian lacak ke catatan akuntansi untuk meverifikasi ketelitian waktu pencatatan

  • Lacak tanggal cek yang sudah dibayarkan dengan tanggal yang ada dalam rekening koran

    7. Lakukan pencarian kewajiban yang tidak dicatat:

  • Periksa pembayaran kemudian antara tanggal neraca dan tanggal akhir pekerjaan lapangan dan bila ada dokumentasi terkait yang menunjukkan ada indikasi pembayaran hutang yang ada pada tanggal neraca, lacak ke daftar hutang usaha.


Pengujian detil transaksi30 l.jpg

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI

  • Periksa dokumentasi hutang yang tercatat pada akhir tahun dan masih belum dibayar sampai saat pekerjaan lapangan selesai

  • Selidiki ketidak cocokan antara pesanan pembelian, laporan penerimaan dan faktur penjualan pada akhir tahun

  • Tanyakan pada personil akuntansi dan pembelian tentang adanya hutang yang belum dicatat

  • Review anggaran modal, pesanan kerja, dan kontrak pembangunan sebagai bukti hutang yang belum dicatat.


Pengujian detil saldo31 l.jpg

PENGUJIAN DETIL SALDO

8. Konfirmasi hutang

  • Ìdentifikasi pemasok utama dengan mereview register voucher atau buku pembantu hutang dan kirimkan permintaan konfirmasi ke pemasok yang saldonya besar, kecil, atau nol dan yang bersaldo debet

  • Selidiki dan lakukan rekonsiliasi perbedaan yang ada

    9. Selidiki hutang yang tidak dikonfirmasi ke laporan bulanan yang diterima klien dari pemasok


Penyajian dan pengungkapan32 l.jpg

PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN

10. Bandingkan pelaporan hutang dengan PABU:

  • Tentukan bahwa hutang telah diidentifikasi dan diklasifikasi dengan layak dan perkirakan periode pembayarannya

  • Tentukan apakah ada saldo debet yang jumlah keseluruhannya signifikan dan hasil harus direklasifikasi

  • Tentukan ketepatan pengungkapan sehubungan dengan pihak afiliasi atau hutang yang ada jaminannya

  • Tanyakan kepada manajemen keberadaan komitmen yang belum diungkapkan atau hutang kontijensi


Program audit audit saldo persediaan l.jpg

PROGRAM AUDITAUDIT SALDO PERSEDIAAN


Program audit34 l.jpg

PROGRAM AUDIT

  • Prosedur Awal

  • Prosedur Analitis

  • Pengujian Detil Transaksi

  • Pengujian Detil Saldo

  • Penyajian dan Pengungkapan


Prosedur awal35 l.jpg

PROSEDUR AWAL

1. Dapatkan pemahaman bisnis dan industri dan tetntukan:

  • Pentingnya HPP dan sediaan bagi entitas

  • Faktor ekonomi yang mempengaruhi HPP, laba kotor, dan kemungkinan keusangan sediaan

  • Banyaknya klien memiliki barang amanat dan barang titipan (konsinyasi)

  • Adanya komitmen pembelian dan konsentrasi pemasok


Prosedur awal36 l.jpg

PROSEDUR AWAL

2. Lakukan prosedur awal saldo sediaan dan catatan yang harus diaudit lebih lanjut:

  • Lacak saldo awal sediaan ke KKA tahun lalu

  • Review aktivitas akun sediaan dan selidiki ayat yang tampak tidak biasa

  • Verifikasi jumlah catatan perpetual dan skedul sediaan serta kesesuaian dengan saldo akhir buku besar


Prosedur analitis37 l.jpg

PROSEDUR ANALITIS

3. Lakukan prosedur analitik

  • Review riwayat dan tren industri

  • Periksa analisis perputaran sediaan

  • Review hubungan saldo sediaan dengan pembelian, produksi, penjualan dan retur penjualan belakangan

  • Bandingkan saldo sediaan dengan antisipasi volume penjualan


Pengujian detil transaksi38 l.jpg

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI

4. Usut sampel ayat pada akun sediaan dokumen pendukung (faktur supplier, biaya produksi, laporan produk selesai, dan penjualan serta retur penjualan)

5. Berdasar sampel, lacak data dari catatan pembelian, produksi, produksi selesai, dan penjualan ke akun sediaan

6. Lakukan uji pisah-batas pembelian dan retur penjualan, perpindahan barang antar departemen produksi (routing), dan penjualan (shipping)


Pengujian detil saldo39 l.jpg

PENGUJIAN DETIL SALDO

7. Amati penghitungan sediaan yang dilakukan oleh klien (stock-opname)

  • Putuskan waktu dan luas pengujian

  • Evaluasi kecukupan metode penghitungan sediaan

  • Amati penghitungan dan lakukan pengujian

  • Lihat indikasi adanya sediaan yang lambat, rusak, atau usang

  • Cek seluruh tag sediaan dan daftar penghitungan yang digunakan dalam penghitungan pisik


Pengujian detil saldo40 l.jpg

PENGUJIAN DETIL SALDO

8. Uji kecermatan daftar sediaan:

  • Hitung ulang jumlah dan perkalian

  • Lacak uji hitung ke daftar

  • Usut item dalam daftar ke tag sediaan dan daftar hitungan

  • Rekonsiliasi perhitungan pisik ke catatan perpetual dan saldo buku besar dan review ayat penyesuaian


Pengujian detil saldo41 l.jpg

PENGUJIAN DETIL SALDO

9. Uji harga sediaan:

  • Periksa faktur supplier yang sudah dibayar untuk pembelian sediaan

  • Periksa kelayakan tarip tenaga kerja langsung dan overhead pabrik, biaya standar, dan disposisi varian ke sediaan barang jadi

    10. Konfirmasi sediaan yang ada di lokasi di luar entitas

    11. Periksa kontrak dan perjanjian konsinyasi


Pengujian detil saldo42 l.jpg

PENGUJIAN DETIL SALDO

12. Evaluasi nilai realisasi neto sediaan

  • Periksa faktur penjualan sesudah akhir tahun dan lakukan uji LCOM

  • Bandingkan sediaan dengan katalog dan laporan penjualan

  • Tanyakan tentang sediaan yang slow-moving, berlebih, atau usang dan tentukan perlunya harganya diturunkan

  • Evaluasi proses managemen untuk mengestimasi NRV dengan menggunakan perkiraan


Pengujian detil saldo43 l.jpg

PENGUJIAN DETIL SALDO

  • Evaluasi NRV sediaan dengan menggunakan informasi tentang:

    • Tren industri

    • Tren perputaran sediaan

    • Sediaan lambat terjual


Penyajian dan pengungkapan44 l.jpg

PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN

13. Bandingkan penyajian sediaan dengan PABU dan

  • Konfirmasi perjanjian penggadai dan penjaminan sediaan

  • Review penyajian dan pengungkapan sediaan dalam draft laporan keuangan dan tentukan kesesuaian dengan PABU


Program audit audit saldo investasi l.jpg

PROGRAM AUDITAUDIT SALDO INVESTASI


Program audit46 l.jpg

PROGRAM AUDIT

  • Prosedur Awal

  • Prosedur Analitis

  • Pengujian Detil Transaksi

  • Pengujian Detil Saldo

  • Penyajian dan Pengungkapan


Prosedur awal47 l.jpg

PROSEDUR AWAL

1. Dapatkan pemahaman bisnis dan industri klien dan tentukan:

  • Pentingnya saldo dan transaksi investasi pada entitas

  • Kebijakan entitas terhadap surplus saldo kas

  • Faktor ekonomi yang memicu perolehan investasi termasuk kemampuan entitas untuk menggunakan arus kas dari aktivitas financing dan untuk menghasilkan free cash flows

  • Standar industri sejauh mana investasi penting dan pengaruhnya terhadap laba


Prosedur awal48 l.jpg

PROSEDUR AWAL

2. Lakukan prosedur awal pada saldo dan catatan investasi yang memerlukan pengujian lebih lanjut.

  • Trace saldo awal akun investasi dan ekuitas ke kertas kerja tahun lalu

  • Review aktivitas atas seluruh saldo neraca dan laba-rugi yang terkait dengan investasi yang tampak tidak biasa (sumber & jumlah)

  • Dapatkan dari klien skedul investasi dan tentukan bahwa skedu tersebut akurat mencerminkan catatan akuntansi yang digunakan sebagai dasar penyusunan, dengan cara:

    • Jumlah ke bawah dan ke samping dan lakukan rekonsiliasi total dengan buku bantu dan buku besar

    • Uji kecocokan pos-pos dalam skedul dengan ayat-ayat yang ada dalam buku bantu dan buku besar


Prosedur analitis49 l.jpg

PROSEDUR ANALITIS

  • Lakukan prosedur analitik:

    • Hitung rasio-rasio sbb:

      • Investasi jangk pendek dg aktiva lancar

      • Investasi jangka panjang dg total aktiva

      • Tingkat imbalan (return) per klasifikasi investasi

    • Analisis hasil rasio dengan membandingkan dengan ekspektasi yang didasarkan pada tahun yang lalu, anggaran, atau data lain


Pengujian detil transaksi50 l.jpg

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI

  • Vouching ayat-ayat dalam akun-akun yang terkait dengan investasi dan ekuitas

    • Efektif bila volume transaksi rendah

    • Baik untuk transaksi debet maupun kredit

      • Debet/kredit transaksi perolehan/penjualan investasi ke broker’s advice dan bukti kas keluar/kas masuk serta otorisasi notulen rapat direksi

      • Debet/kredit akun investasi dan market adjustment ke dokumen verifikasi pengakuan kenaikan/penurunan harga pasar

      • Investasi dengan metode ekuitas


Pengujian detil saldo51 l.jpg

PENGUJIAN DETIL SALDO

  • Inspeksi dan hitung sekuritas yang ada

    • Lakukan bersama-sama dg penghitungan kas

      • Penyimpan sekuritas harus hadir

      • Dapat bukti bahwa sekuritas telah dikembalikan

      • Seluruh sekuritas di bawah kendali auditor sampai penghitungan selesai

    • Amati hal-hal seperti:

      • Nomor sertifikat

      • Nama pemilik

      • Keterangan tentang sekuritas

      • Jumlah lembar saham/obligasi

      • Nama emiten


Pengujian detil saldo52 l.jpg

PENGUJIAN DETIL SALDO

  • Konfirmasi sekuritas yang disimpan pihak luar

    • Konfirmasi harus sesuai dengan tanggal penyimpanan

    • Proses konfirmasi sama dengan konfirmasi piutang usaha

    • Konfirmasi juga dilakukan untuk sekuritas yang dijadikan jaminan atau yang digadaikan

  • Hitung-ulang pendapatan investasi

    • Laba dari investasi

    • Dividen

    • Pendapatan dan penerimaan bunga investasi obligasi

    • Skedul amortisasi premi atau diskonto

    • Verifikasi pendapatan investasi  metode ekuitas


Pengujian detil saldo53 l.jpg

PENGUJIAN DETIL SALDO

  • Tentukan ketepatan klasifikasi investasi untuk menggolongkan apakah termasuk : held to maturity (unamortized cost) , trading securities (fair values dg unrealized gains/losses masuk dalam laba), dan available for sale (fair value dg unrealized gains/losses dilaporkan terpisah dalam akun ekuitas) dengan cara:

    • Mendokumentasikan niat manajemen

    • Konsistensi tindakan manajemen

    • Kemampuan manajemen untuk mempertahan samap tanggal jatuh tempo

    • Surat pernyataan manajemen tentang ketepatan klasifikasi


Pengujian detil saldo54 l.jpg

PENGUJIAN DETIL SALDO

Dapatkan bukti pendukung harga wajar investasi per tanggal neraca, termasuk, tetapi tidak terbatas pada:

  • Quoted market price

  • Fair value estimates

  • Kelayakan model penilaian


Penyajian dan pengungkapan55 l.jpg

PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN

  • Bandingkan statemen penyajian dengan PABU

    • Tentukan bahwa saldo investasi telah diidentifikasi dan diklasifikasi dalam statemen keuangan

    • Tentukan kelayakan pengungkapan sehubungan dengan dasar penilaian untuk investasi, komponen realized dan unrealized gain or losses, investasi pihat terkait, dan investasi yang dijadikan jaminan


Audit saldo kas l.jpg

AUDIT SALDO KAS


Program audit57 l.jpg

PROGRAM AUDIT

  • Prosedur Awal

  • Prosedur Analitis

  • Pengujian Detil Transaksi

  • Pengujian Detil Saldo

  • Penyajian dan Pengungkapan


Prosedur awal58 l.jpg

PROSEDUR AWAL

  • Dapatkan pemahaman bisnis dan industri dan tentukan:

    • Pentingnya saldo dan transaksi kas bagi entitas

    • Kebijakan entitas untuk meramalkan saldo kas dan surplus saldo kas

  • Lakukan prosedur awal untuk saldo dan catatan kas yang harus diaudit lebih lanjut

    • Usut saldo awal kas dan bank ke kertas kerja auidt tahun lalu

    • Review aktivitas akun buku besar kas dan selidiki ayat-ayat yang tampak tidak biasa

    • Dapatkan ikhtisar kas dan bank yang disusun klien, verifikasi keakuratan mathematikanya dan tentukan kecocokannya dengan buku besar


Prosedur analitis59 l.jpg

PROSEDUR ANALITIS

  • Lakukan prosedur analitik

    • Bandingkan saldo kas dengan jumlah anggarannya, saldo tahun lalu, dan jumlah lain diperkirakan

    • Hitung persentase kas terhadap aktiva lancar dan bandingkan dengan ekspektasinya


Pengujian detil transaksi60 l.jpg

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI

  • Lakukan pengujian cut-off kas, pengujian ini merupakan bagian program audit untuk piutang dan hutang usaha:

    • Amati bahwa seluruh kas yang diterima menjelang tutup buku sudah dimasukan sbg saldo kas atau setoran dalam proses dan tidak ada penerimaan sesuda tgl neraca yang dilaporkan

    • Review dokumentasi seperti ikhtisar kas harian, duplikat slip setoran, dan rekening koran yang mencakup beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca, untuk menentukan ketepatan pisah-batas


Pengujian detil transaksi61 l.jpg

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI

  • Amati cek terakhir yang dikeluarkan dan dikirim pada akhir tahun fiskal dan usut ke catatan akuntansi untuk menentukan keakuratan pisah-batas pengeluaran kas

  • Bandingkan tgl cek yg dikeluarkan beberapa hari sebelum dan sesudah tgl neraca dengan tgl cek pada catatan akuntansi untuk menentukan ketepatan pisah-batas


Pengujian detil transaksi62 l.jpg

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI

  • Usut rekening koran beberapa hari sebelum dan sesudah tgl neraca untuk menentukan bahwa setiap transfer telah dicatat pada waktu yang tepat, pengeluaran dan penerimaan dicatat pada periode akuntansi yang sama dan telah dicerminkan dalam rekonsiliasi bank

  • Buat proof of cash untuk setiap rekeninh giro bank (rekonsiliasi empat kolom) jika ada risiko terjadi kecurangan transaksi


Pengujian detil saldo63 l.jpg

PENGUJIAN DETIL SALDO

  • Hitung kas yang belum disetorkan ke bank dan tentukan bahwa jumlah tersebut diikutkan dalam saldo kas

    • Kendalikan seluruh kas dan surat-surat berharga lain yang ada sampai penghitungan selesai

    • Paksa penyimpan surat-surat berharga dan kasi hadir

    • Dapatkan tanda bukti terima

  • Lakukan konfirmasi ke bank untuk rekening giro, tabungan dan pinjaman


Pengujian detil saldo64 l.jpg

PENGUJIAN DETIL SALDO

  • Lakukan konfirmasi dengan bank atas perjanjian seperti pagu kredit, saldo kompensasi, garansi pinjaman atau dengan pihak lain

  • Scan, review, atau buat rekonsiliasi bank bilaman diperlukan

  • Dapatkan dan gunakan bank cutoff statement untuk meverifikasi pos-pos rekonsiliasi bank, selidiki cek yang tidak dicatat yang telah dikliringkan bank dan cari bukti adanya window dressing


Penyajian dan pengungkapan65 l.jpg

PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN

  • Bandingkan statemen penyajian dengan PABU:

    • Tentukan bahwa saldo kas telah diidentifikasi dan diklasifikasikan dg tepat

    • Tentukan bahwa bank overdraft direklasifikasikan sbg hutang lancar

    • Tanyakan pada manajemen, review korespondensi dg bank, dan review notulen rapat direksi untuk menentukan hal-hal yang diperlukan dalam pengungkapan seperti pagu kredit, jaminan pinjaman, dan restriksi-restriksi lain terhadap saldo kas


Penyajian dan pengungkapan66 l.jpg

PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN

  • Pengujian untuk mendeteksi lapping

    • Lapping adalah suatu ketidakberesan yang dilakukan dengan sengaja untuk menyalahgunakan penerimaan kas untuk sementara waktu atau secara permanen. Lapping dapat dilakukan kalau seseorang memiliki wewenang menerima kas dan menyelenggarakan buku piutang. Auditor harus menilai kemungkinan terjadinya lapping dengan memperoleh pemahaman tentang pemisahan tugas dalam penerimaan dan pencatatan penagihan dari pelanggan.


Penyajian dan pengungkapan67 l.jpg

PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN

  • Prosedur audit untuk menemukan lapping:

    • Lakukan konfirmasi piutang usaha

    • Lakukan penghitungan kas secara mendadak

    • Bandingkan rincian jurnal penerimaan kas dengan rincian slip setoran harian