pengelolaan lingkungan peraturan dan perundang undangan n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Pengelolaan Lingkungan Peraturan dan Perundang-undangan PowerPoint Presentation
Download Presentation
Pengelolaan Lingkungan Peraturan dan Perundang-undangan

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 41

Pengelolaan Lingkungan Peraturan dan Perundang-undangan - PowerPoint PPT Presentation


  • 239 Views
  • Uploaded on

Pengelolaan Lingkungan Peraturan dan Perundang-undangan. Oleh : dr. Yuniar Lestari, MKes. Pendahuluan. Kegiatan pembangunan perumahan , transportasi , industri,penyemprotan insektisida , dll . Dampak lingkungan Dampak Sosial Dampak Ekonomi Dampak Biofisik Dampak kesehatan.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Pengelolaan Lingkungan Peraturan dan Perundang-undangan' - zev


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
pengelolaan lingkungan peraturan dan perundang undangan

PengelolaanLingkunganPeraturandanPerundang-undangan

Oleh : dr. Yuniar Lestari, MKes

YL - BLOK 4.1 2012

pendahuluan
Pendahuluan
  • Kegiatan

pembangunanperumahan, transportasi, industri,penyemprotaninsektisida, dll.

  • Dampaklingkungan
    • DampakSosial
    • DampakEkonomi
    • DampakBiofisik
    • Dampakkesehatan

PENGATURAN

YL - BLOK 4.1 2012

dasar konstitusional
DasarKonstitusional
  • Alineake 4 Pembukaan UUD 1945 :

“…..melindungisegenapbangsa Indonesia danseluruhtumpahdarah Indonesia …..”

2. Pasal 33 ayat 3

“ Bumi, air dankekayaanalam yang terkandungdidalamnyadikuasaiolehnegaradandipergunakanuntuksebesar-besarnyakemakmuranrakyat”

YL - BLOK 4.1 2012

uu lingkungan hidup
UU lingkunganhidup
  • UU no 4/1982 -- UULH
  • UU no 23/1997

UUPLH

  • UU no.32/2009-- UUPPLH
    • Sanksi administratif, perdata dan pidana

Kebijakanperubahan:

  • PerkembanganbarudlmKonferensiBumi (Rio de Janeiro, 1992)
  • Kurangkomplit (peraturanpelaksanaan, audit, dll)
  • Meningkatnyaperansertamasyarakat
  • Amdalmasihformalitas
  • Sanksibelummemadai

YL - BLOK 4.1 2012

uu lain pendukung
UU lain / pendukung
  • UU no.5/1990 ttgkonservasi SDA hayatidanekosistemnya
  • UU no.24/1992 ttgpenataanruang
  • UU no.22/1999 ttgpemerintahdaerah
  • UU no.25/1999 ttgperimbangankeuanganantarapemerintahpusatdandaerah

YL - BLOK 4.1 2012

peraturan pemerintah
Peraturanpemerintah
  • PP no.27/1999 tentang AMDAL
  • PP no.85/1999 ttgperubahanatas PP no.18/1999 ttgpengelolaanlimbahberbahayadanberacun
  • PP no.19/1999 ttgpengendalianpencemarandan/perusakanlaut
  • PP no.41/1999 ttgpengendalianpencemaranudara
  • Keppres RI no.10/2000 ttgbadanpengendaliandampaklingkungan

YL - BLOK 4.1 2012

keputusan menteri
Keputusanmenteri
  • Kepmen LH no. KEP-42/MENLH/11/1994 ttgpedomanumumpelaksanaan audit lingkungan
  • KepmenLH no. KEP-30/MENLH/10/1999 ttgpanduanpenyusunandokumenpengelolaanlingkungan
  • KepmenLH no.2/2000 ttgpenilaiandokumen AMDAL
  • KepmenLH no.17/2001 ttgjenisusahadan/kegiatan yang wajib AMDAL
  • KepmenLH no.86/2002 ttgpedomanpelaksanaanupayapengelolaan LH danupayapemantauan LH

YL - BLOK 4.1 2012

keputusan menteri 2
Keputusanmenteri (2)
  • KepmenLH no. KEP-51/MENLH/10/1995 ttgbakumutulimbahcairbagikegiatanindustri
  • KepmenLH no. KEP-35/MENLH/10/1993 ttgAmbangbatasemisi gas buangkendaraanbermotor
  • KepmenLH no.KEP-13/MENLH/3/1995 ttg Baku mutuemisisumbertidakbergerak
  • KepmenLH no. KEP-48/MENLH/11/1996 ttgbakutingkatkebisingan
  • KepmenLH no.KEP-49/MENLH/11/1996 ttgbakutingkatgetaran
  • KepmenLH no.KEP-50/MENLH/11/1996 ttgbakutingkatkebauan

YL - BLOK 4.1 2012

peraturan daerah
Peraturan Daerah
  • Perdapropsumbar no.4/1989 ttgpengelolaandanpengendalian LH sumbar
  • Perdapropsumbar no.10/1997 ttgorganisasidantatakerjaBapedaldasumbar
  • Peraturangubernursumbar no.5/2008 ttgpenetapankriteriamutu air sungai di prop. Sumbar
  • Kep. gub. sumbar no.26/2001 ttgpenetapanbakumutulimbahcairbagikegiatan hotel disumbar
  • Kep. gub. sumbar no.38/1999 ttgpemberlakuansanksiadministratifbagiperusahaan/industri/kegiatan yang menimbulkanperusakandanpencemaranlingkungandi prop. sumbar

YL - BLOK 4.1 2012

implementasi
Implementasi
  • PeraturanLingkunganPerumahan
  • PeraturanLingkunganIndustri
  • PeraturanLingkungan RS
  • Peraturantempatlainnya
    • Pemberlakuansesuailingkungan

YL - BLOK 4.1 2012

slide13
HAM
  • PiagamHakAzaziManusia

= Tap MPR No.XVII/MPR/1998 ttg HAM

Pasal 28 : Setiaporangberhakataslingkunganhidup yang baikdansehat

YL - BLOK 4.1 2012

kewenangan pemerintah pusat dalam kebijakan lh
Kewenanganpemerintahpusatdalamkebijakan LH
  • Penetapanpedomanpengendalian SDA
  • Pengaturanpengelolaanlingkungandalampemanfaatansumberdayalautdiluar 12 mil
  • Penilaian AMDAL bagikegiatanberdampaknegatifluasataumenyangkutpertahanandanketahanannegara
  • Penetapanbakumutulingkunganhidupdanpenetapanpedomantentangpencemaranlingkunganhidup
  • Penetapanpedomantentangkonservasi SDA

YL - BLOK 4.1 2012

kewenangan daerah otonom propinsi dalam bidang lh
Kewenangandaerahotonompropinsidalambidang LH
  • PengendalianlingkunganhiduplintasKab/Kota
  • Pengaturanpengelolaanlingkungandalampemanfaatansumberdayalaut 4 sampai 12 mil
  • Pengaturantentangpengamanandanpelestarian SDA lintaskab/kota
  • Penilaian AMDAL bagikegiatanberdampaknegatifluaspadalokasilebihdarisatukab/kota
  • PengawasanpelaksanaankonservasilintasKab/kota
  • Penetapanbakumutulingkunganhidupberdasarkan BML nasional

YL - BLOK 4.1 2012

penegakan hukum
PenegakanHukum
  • Apakahpenegakanhukumharusmelaluipengadilan ?

Dapatdilakukanmelaluiberbagaijalurdenganberbagaisanksinya

Sanksi :

Administrasi

Perdata

Pidana

YL - BLOK 4.1 2012

pengaturan
Pengaturan ????

YL - BLOK 4.1 2012

uu no 18 tahun 2008 tentang sampah
UU no. 18 Tahun 2008 TentangSampah
  • BAB II, Pasal 4

Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikansampahsebagaisumberdaya.

  • Pasal 13

Pengelola kawasan permukiman, kawasan komersial,kawasanindustri, kawasankhusus, fasilitasumum, fasilitassosial, danfasilitaslainnyawajibmenyediakanfasilitaspemilahansampah.

YL - BLOK 4.1 2012

sampah
Sampah …

3 R

PenguranganSampah

  • Pasal 20

(1) Pengurangan sampah sebagaimana dimaksud meliputikegiatan:

a. pembatasantimbulansampah;

b. pendauranulangsampah; dan/atau

c. pemanfaatankembalisampah.

YL - BLOK 4.1 2012

slide20

PenangananSampah

Pasal 22

Kegiatanpenanganansampahsebagaimanadimaksudmeliputi:

pemilahan dalam bentuk pengelompokan dan pemisahansampahsesuaidenganjenis, jumlah, dan/atausifatsampah;

YL - BLOK 4.1 2012

air bersih
Air Bersih

Syarat Air Bersih

  • Syaratkuantitatif : 100 – 150 liter perorang / hari
  • Syaratkualitatif
    • Syaratfisik: tidakberwarna, tidakberasa, tidakberbau, jernih, pH 7, suhu = suhusekitar
    • Syaratkimia: zatkimiatidakmelebihiNilaiAmbang Batas (NAB)
    • Syaratbiologis: tidakmengandungganggang, jamur, protozoa, telurcacingdll
    • Syaratbakteriologis: tidakmengandungkumanpatogen. Indikator: kuman E-Coli

YL - BLOK 4.1 2012

sumur dangkal
SumurDangkal
  • Dindingsumurdisemensedalam 3 meter
  • Dasarsumurdiberikerikil
  • Bibirsumursetinggi 1 meter
  • Lantai (tepian) 1,5 meter
  • Mempunyaitutup
  • Sebaiknyadiambildenganpompa
  • Jarakke reservoir kakus > 10 meter
    • Untukmemenuhisyaratfisikdilakukanpenyaringan
    • Untukmemenuhisyaratbakteriologik, air dimasak

YL - BLOK 4.1 2012

kelas badan air
Kelas Badan Air
  • Kelas A : digunakan untuk air baku
  • Kelas B : digunakan untuk pemandian alam dan pertanian
  • Kelas C : digunakan untuk perikanan darat, olah raga dan pariwisata
pembuangan tinja
Pembuangantinja

SyaratPembuanganTinja

  • Tidakmengkontaminasitanah
  • Tidakmengkontaminasi air tanah
  • Tidakmengkontaminasi air permukaan
  • Tidakdapatdicapaivektor
  • Tidakmengganggupandanganmatadantidakberbau
  • Menggunakanteknologitepatguna

YL - BLOK 4.1 2012

parameter pencemaran air
Parameter Pencemaran Air
  • Kandunganzatpadat ( dissolved solid, suspended solid dan total solid ) dinyatakandalamppm
  • Kadar oksigenterlarut
    • Biological Oxygen Demand (BOD) yaitubanyaknyaoksigen yang diperlukanuntukoksidasizatorganikdalam air
    • Chemical Oxygen Demand (COD) yaitubanyaknyaoksigen yang diperlukanuntukoksidasizatkimiadalam air
    • BCOD : gabungankeduanya
slide26
Kadar zat inorganik : logam berat, nitrat, fosfor
  • Kadar gas : asam sulfida, amonia, metana,…
pengolahan air limbah
Pengolahan Air Limbah
  • Pengenceran (dilution) : penambahan air sehingga konsentrasi zat pencemar menurun.
  • Irigasi luas (broad irrigation) : pengaliran ke parit khusus ( ex. Limbah pemotongan hewan dan pemerahan susu hewan)
  • Kolam oksidasi ( oxydation pond – Lagoon ) : dengan memanfaatkan sinar matahari, ganggang, bakteri dan oksigen
slide28
Water treatment plant dengan tahapan
    • Penyaringan (filtering)
    • Penggilingan (grinding)
    • Aerasi (aeration)
    • Pengendapan (sedimentation)
susunan udara bersih normal
SusunanUdaraBersih Normal
  • Nitrogen 78%
  • Oksigen 21%
  • Argon 0,93%
  • CO2 0,032%
  • Helion 0,01%
  • Neon 0,01%
  • Xenon 0,01%
  • Kripton 0,01%
  • Metana, CO sangatsedikit
  • Amoniak
  • NO, Hidrogensulfida
rumah sakit
RumahSakit

POTENSI

PENCEMARAN

KEGIATAN

LIMBAH

NON KLINIS

KLINIS

PENGELOLAAN

  • PENGUNJUNG
  • PETUGAS
  • MASYARAKAT
pencegahan penyakit menular terhadap lingkungan sekitar
Pencegahanpenyakitmenularterhadaplingkungansekitar

Limbah yang dihasilkanolehrumahsakit, puskesmas, dantempatpraktikkedokteranlainnyatermasukdalamkategori biohazard yaitujenislimbah yang sangatmembahayakanlingkungan, dimanadisanabanyakterdapatbuangan virus, bakterimaupunzat yang membahayakanlainnya, sehinggaharusdikeloladenganbaik

penggolongan limbah klinis
PenggolonganLimbahKlinis
  • Gol. A : dressing bedah, swab, bangkai,

jaringan, …

  • Gol. B : syringe, jarum, pecahangelas,

bendatajam

  • Gol. C : limbah lab, postmortem, …

(kecuali yang tercantumdlm A)

  • Gol. D : limbahbahankimia, farmasi, …
  • Gol. E : kantongurin, plastikpelapis bed,

pemisahan limbah
Pemisahan limbah

Kode warna yang disarankan

insinerator
Insinerator
  • Disarankan untuk benda tajam, infeksius dan jaringan tubuh
  • Untuk limbah sitotoksik suhu >110oC
  • Pemeliharaan sesuai spesifikasi desain
  • Emisi ke udara dipantau
  • Bila insinerator tidak mencukupi, dapat dilakukan sanitary land fill
penyediaan air bersih rs
Penyediaan Air bersih RS

Air dipertahankansecarakuantitasdankualitas agar tidakmenjadisumberinfeksibaru.

Secaraumumjumlah air bersihdidasarkanpadajumlahtempattidur. Minimal 500 liter/ TT / hari.

Kualitas air sesuaidenganPermenkes 416/1990.

pengawasan kualitas air
Pengawasan kualitas air
  • Inspeksi Sanitasi
  • Pengambilan sampel ( bakteriologik 1xsebulan, kimiawi 1x6 bulan )
  • Pemeriksaan sampel ( Lab. Terdekat/ Lab. RS,… )
  • Pencatatan dan analisis
desinfeksi sistim saluran air bersih
Desinfeksi sistim saluran air bersih

Bahan : chlorin ( kalsiumhipoklorit,… )

Cara terbaik : terusmenerus (hingga 50 mg/l)

Residubebas : 1 mg/l

pengelolaan linen
Pengelolaan Linen

Linen kotor adalah sumber kontaminasi penting di RS

Penyebaran mikroba dapat terjadi ketika pengangkutan linen.

Alat angkut : kereta dorong. Idealnya terpisah antara linen kotor dan bersih. Kereta dibedakan warnanya/bentuknya.

pengendalian serangga tikus
PengendalianSerangga & Tikus

Seranggadantikusdapatmenjadivektorataupun reservoir penyakit

Dapat pula menimbulkankerugianekonomi

Spesiesserangga yang seringditemukandi RS adalahlalatdankecoa

Serangga lain : nyamuk, semut, pinjal/kutu

referensi
Referensi

YL - BLOK 4.1 2012

terima kasih
TerimaKasih

YL - BLOK 4.1 2012