Oleh :
Download
1 / 27

oleh : Kepala Bidang Jaminan dan Sarana Kesehatan dr. Alfa r obi,M.Kes - PowerPoint PPT Presentation


  • 144 Views
  • Uploaded on

oleh : Kepala Bidang Jaminan dan Sarana Kesehatan dr. Alfa r obi,M.Kes. KETENTUAN UMUM. (Pasal 1) Tenaga kefarmasian adalah tenaga yang melakukan pekerjaan kefarmasian, yang terdiri dari apoteker dan tenaga tehnis kefarmasian

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' oleh : Kepala Bidang Jaminan dan Sarana Kesehatan dr. Alfa r obi,M.Kes' - zelia


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

oleh :Kepala Bidang Jaminan dan Sarana Kesehatandr. Alfarobi,M.Kes



  • (Pasal 1)

  • Tenaga kefarmasian adalah tenaga yang melakukan pekerjaan kefarmasian, yang terdiri dari apoteker dan tenaga tehnis kefarmasian

  • Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien


  • Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan apoteker

  • Pekerjaan kefarmasian adalah pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi atau penyaluran obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional


  • Fasilitas pelayanan kefarmasian adalah sarana yang digunakan untuk menyelenggarakan pelayanan kefarmasian, yaitu apotek, instalasi farmasi Rumah Sakit, puskesmas, klinik, toko obat atau praktek bersama

  • Surat Tanda Regisrasi Apoteker yang selanjutnya disingkat STRA adalah bukti tertulis yang diberikan oleh Menteri kepada Apoteker yang telah diregistrasi


  • Surat Ijin Praktek Apoteker yang selanjutnya disingkat SIPA adalah surat ijin yang diberikan kepada Apoteker untuk dapat melaksanakan pekerjaan kefarmasian kepada apotek atau instalasi farmasi Rumah Sakit

  • Organisasi Profesi adalah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI)

  • Tenaga teknis kefarmasian adalah tenaga yang membantu apoteker dalam menjalani pekerjaan kefarmasian yang terdiri atas sarjana farmasi, Ahli Madya famasi, Analis Farmasi dan Tenaga Menengah Farmasi/Asisten Apoteker


  • Surat tanda registrasi tenaga teknis kefarmasian selanjutnya disingkat STRTTK adalah bukti tertulis yang diberikan oleh menteri kepada tenaga teknis kefarmasian yang telah diregistrasi

  • Surat Ijin Kerja selanjutnya disebut SIK adalah surat ijin yang diberikan kepada Apoteker dan tenaga tehnis kefarmasian untuk dapat melaksanakan pekerjaan kefarmasian pada fasilitas produksi dan fasilitas distribusi atau penyaluran


PERIJINAN disingkat STRTTK adalah bukti tertulis yang diberikan oleh menteri kepada tenaga teknis kefarmasian yang telah diregistrasi


BAB disingkat STRTTK adalah bukti tertulis yang diberikan oleh menteri kepada tenaga teknis kefarmasian yang telah diregistrasiIII Perijinan

Bagian Kelima

Apoteker

(Pasal 61)

Setiap tenaga kefarmasian yang melakukan pekerjaan kefarmasian wajib memiliki surat tanda registrasi

Surat tanda registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bagi apoteker berupa STRA

STRA berlaku 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu 5 (lima) tahun


  • STRA tidak berlaku apabila : disingkat STRTTK adalah bukti tertulis yang diberikan oleh menteri kepada tenaga teknis kefarmasian yang telah diregistrasi

    • Habis masa berlakunya dan tidak diperpanjang oleh yang bersangkutan atau tidak memenuhi persyaratan untuk diperpanjang

    • Dicabut atas dasar ketentuan peraturan perundang-undangan

    • Permohonan yang bersangkutan

    • Yang bersangkutan meninggal dunia

    • Dicabut oleh menteri atau pejabat kesehatan yang berwenang


(Pasal 62) disingkat STRTTK adalah bukti tertulis yang diberikan oleh menteri kepada tenaga teknis kefarmasian yang telah diregistrasi

Pelayanan kefarmasian diapotek, puskesmas atau instalasi farmasi Rumah Sakit hanya dapat dilakukan oleh apoteker

Apoteker sebagaimana dimaksud pada ayat 1 wajib memiliki STRA

Dalam melaksanakan tugas pelayanan kefarmasian sebagaimana dimaksud pada ayat 1, apoteker dapat dibantu oleh tenaga teknis kefarmasian yang telah memiliki STRTTK


(Pasal 63) disingkat STRTTK adalah bukti tertulis yang diberikan oleh menteri kepada tenaga teknis kefarmasian yang telah diregistrasi

  • Setiap tenaga kefarmasian yang melaksanakan pekerjaan kefarmasian di Indonesia wajib memiliki surat ijin sesuai tempat tenaga kefarmasian bekerja

  • Surat ijin sebagaimana dimaksud pada ayat 1, dapat berupa :

    • SIPA bagi apoteker yang melakukan pekerjaan kefarmasian di apotek, puskesmas atau instalasi farmasi Rumah Sakit

    • SIPA bagi apoteker yang melakukan pekerjaan kefarmasian sebagai apoteker pendamping

    • SIK bagi apoteker yang melakukan pekerjaan kefarmasian diluar apotek dan instalasi farmasi Rumah Sakit


(Pasal 63) disingkat STRTTK adalah bukti tertulis yang diberikan oleh menteri kepada tenaga teknis kefarmasian yang telah diregistrasi

  • SIPA/ SIK Apoteker berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun sepanjang STRA masih berlaku

  • Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara permohonan SIPA/SIK apoteker sebagaimana dimaksud pada ayat 2 diataur dengan peraturan Walikota


(Pasal 64) disingkat STRTTK adalah bukti tertulis yang diberikan oleh menteri kepada tenaga teknis kefarmasian yang telah diregistrasi

Apoteker sebagai mana dimaksud dalam pasal 63 hanya dapat melaksanakan praktik di satu apotek, atau puskesmas atau instalasi farmasi Rumah Sakit

Apoteker sebagai mana dimaksud dalam pasal 63 ayat 2 hanya dapat melaksanakan praktik paling banyak 3 (tiga) apotek, atau puskesmas atau instalasi farmasi Rumah Sakit


(Pasal 65) disingkat STRTTK adalah bukti tertulis yang diberikan oleh menteri kepada tenaga teknis kefarmasian yang telah diregistrasi

  • Apoteker selama menjalankan tugas profesinya wajib mentaati semua ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan kebijakan yang ditetapkan oleh Walikota

  • Apoteker selama menjalankan tugas profesinya wajib meningkatkan pengetahuan profesinya


(Pasal 66) disingkat STRTTK adalah bukti tertulis yang diberikan oleh menteri kepada tenaga teknis kefarmasian yang telah diregistrasi

  • Walikota melalui Dinas Kesehatan dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap apoteker yang bekerja dalam daerah berkoordinasi dengan organisasi profesi dan secara periodik sekurang-kurangnya setiap tahun mengadakan pertemuan 1 kali

  • Walikota melalui Dinas Kesehatan dan atau organisasi profesi sebagaimana dimaksud pada ayat 1, dapat memberikan peringatan lisan atau tertulis kepada apoteker yang melakukan pelanggaran


  • Apoteker yang telah disingkat STRTTK adalah bukti tertulis yang diberikan oleh menteri kepada tenaga teknis kefarmasian yang telah diregistrasi3 (tiga) kali diberi peringatan dan tidak menunjukkan adanya perbaikan, maka dengan Berita Acara Pemeriksaan, organisasi profesi dapat mengajukan usul pencabutan SIPA/SIK apoteker kepada Walikota melaui Dinas Kesehatan


Bagian Keenam disingkat STRTTK adalah bukti tertulis yang diberikan oleh menteri kepada tenaga teknis kefarmasian yang telah diregistrasi

Tenaga Teknis Kefarmasian

(Pasal 67)

  • Setiap tenaga kefarmasian yang melakukan pekerjaan kefarmasian di Indonesia wajib memiliki Surat Tanda Registrasi

  • Surat tanda registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat 1, bagi tenaga teknis kefarmasian berupa STRTTK


  • STRTTK berlaku selama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu 5 (lima) tahun

  • STRTTK tidak berlaku apabila :

    • Habis masa berlakunya dan tidak diperpanjang oleh yang bersangkutan atau tidak memenuhi persyaratan untuk diperpanjang

    • Dicabut atas dasar ketentuan peraturan perundang-undangan

    • Permohonan yang bersangkutan

    • Yang bersangkutan meninggal dunia

    • Dicabut oleh menteri atau pejabat kesehatan yang berwenang


  • (Pasal 68) untuk jangka waktu 5 (lima) tahun

  • Setiap tenaga kefarmasian yang melaksanakan pekerjaan kefarmasian wajib memiliki surat ijin sesuai tempat tenaga kefarmasian bekerja

  • Surat ijin sebagai mana dimaksud pada ayat 1, berupa SIK bagi tenaga teknis kefarmasian yang melakukan pekerjaan kefarmasian pada fasilitas kefarmasian


  • (Pasal 68) untuk jangka waktu 5 (lima) tahun

  • SIK berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun sepanjang STRTTK masih berlaku

  • Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara permohonan SIK sebagaimana dimaksud pada ayat 2, diatur dengan peraturan Walikota


  • (Pasal 6 untuk jangka waktu 5 (lima) tahun9)

  • Tenaga tekniskefarmasian dalam melaksanakan pekerjaan kefarmasian harusmematuhiketentuanperaturanperundang-undangan yang berlaku


PEMBINAAN DAN PENGAWASAN untuk jangka waktu 5 (lima) tahun


  • (Pasal untuk jangka waktu 5 (lima) tahun70)

  • WalikotamelaluiKepalaDinasmelakukanpembinaan dan pegawasanijinpraktik dan ijinkerjatenagakesehatandalamdaerahsesuaidengantugas dan fungsinya


LARANGAN untuk jangka waktu 5 (lima) tahun


  • BAB IV LARANGAN untuk jangka waktu 5 (lima) tahun

  • Pasal 71

  • SetiapTenagaKesehatandilarang:

  • Melakukanperbuatan yang bertentangandengankodeetikprofesi

  • Menjalankanprofesinyadiluartempat yang tercantumdalamijin

  • Menjalankanprofesidalamkeadaanjasmano dan rohaniterganggu

  • Melakukanperbuatan lain yang bertentangandenganprofesi


TERIMA KASIH untuk jangka waktu 5 (lima) tahun


ad