1 / 22

Jaringan Syaraf Tiruan

Jaringan Syaraf Tiruan. X1. Y1. W1. X2. Y2. W2. Fungsi aktivasi. X3. Y3. W3. Masukkan. Keluaran. Model Neuron JST. Bobot. Y1 = X1.W1 + X2.W2 + X3.W3; dst…. Model Neuron. Pada JST, neuron-neuron akan dikumpulkan dalam lapisan lapisan yang disebut dengan layers

zared
Download Presentation

Jaringan Syaraf Tiruan

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. JaringanSyarafTiruan

  2. X1 Y1 W1 X2 Y2 W2 Fungsi aktivasi X3 Y3 W3 Masukkan Keluaran Model Neuron JST Bobot Y1 = X1.W1 + X2.W2 + X3.W3; dst…

  3. Model Neuron • Pada JST, neuron-neuron akan dikumpulkan dalam lapisan lapisan yang disebut dengan layers • Neuron dalam satu lapisan akan dihubungkan dengan neuron pada lapisan lainnya • Kadang muncul juga layer tersembunyi (hidden layer) untuk menambah keakuratan pelatihan • Informasi tersebut bisa dirambatkan secara forward ataupun backward

  4. Istilah dalam JST • Neuron: sel syaraf tiruan yang merupakan elemen pengolah JST • Jaringan: bentuk arsitektur JST, kumpulan neuron yang saling berhubungan dan membentuk lapisan • Input: sebuah nilai input yang akan diproses menjadi nilai output • Output: solusi dari nilai input • Hidden layer: lapisan yang tidak terkoneksi secara langsung dengan lapisan input atau output, memperluas kemampuan JST • Bobot: nilai matematis dari sebuah koneksi antar neuron • Fungsi aktivasi: fungsi yang digunakan untuk mengupdate nilai-nilai bobot per-iterasi dari semua nilai input. • Fungsi aktivasi sederhana adalah mengakalikan input dengan bobotnya dan kemudian menjumlahkannya (disebut penjumlahan sigma) • Berbentuk linier atau tidak linier, dan sigmoid • Paradigma pembelajaran: bentuk pembelajaran, supervised learning, atau unsupervised learning

  5. JST dengan 3 layer

  6. Arsitektur Jaringan • Single Layer • Hanya memiliki satu lapisan dengan bobot-bobot terhubung. • Langsung menerima input dan mengolahnya menjadi output tanpa menggunakan hidden layer • Multi Layer • Memiliki satu atau lebih lapisan input, satu atau lebih lapisan output, dan lapisan tersembunyi • Dapat menyelesaikan masalah yang lebih kompleks karena lebih akurat • Fungsi pembelajarannya lebih rumit • Kompetitive Model / Recurrent Model • Hubungan antar neuron tidak diperlihatkan secara langsung pada arsitektur • Hubungan antar neuron dapat digambarkan sebagai jaring yang rumit

  7. Model JST • Single Layer • Multi Layer • Competitive Layer / Recurrent

  8. Pengelompokkan JST • JST Feed Forward • Tidak mempunyai loop • Contoh: single layer perceptron, mutilayer perceptron, radial basis function • JST Feed Backward (Recurrent) • Memiliki loop, lapisan output akan memberi input lagi bagi lapisan input • Contoh: competitive networks, kohonen, hopfield, ART

  9. Paradigma pembelajaran • Supervised Learning • Kumpulan input berusaha membentuk target output yang sudah diketahui sebelumnya • Perbedaan antara output yang masih salah dengan output yang diharapkan harus sekecil mungkin • Biasanya lebih baik daripada unsupervised • Kelemahan: pertumbuhan waktu komputasi eksponensial, data bnyk berarti semakin lambat • Unsupervised Learning • JST mengorganisasikan dirinya untuk membentuk vektor-vektor input yang serupa tanpa menggunakan data atau contoh-contoh pelatihan, biasanya ke dalam suatu kategori/kelompok2 tertentu • Hibrida Learning • Gabungan antara unsupervised dan supervised

  10. Algoritma Pembelajaran Umum • Dimasukkan n data pelatihan • Inisialisasi bobot-bobot jaringan, set i = 1 • Masukkan contoh ke-i ke dalam input • Cari tingkat aktivasi unit output menggunakan algoritma yang ditetapkan • If memenuhi kriteria output then exit else: • Update bobot2 menggunakan fungsi galat error, Bobot baru = bobot lama + delta • If i=n then reset i=1, else i=i+1

  11. JST dan Aplikasi • Klasifikasi: ADALINE, Backpropagation • Pengenalan Pola: ART, Backpropagation • Peramalan: ADALINE, MADALINE, Backpropagation • Optimasi: ADALINE, Hopfield, Boltzman, Backpropagation

  12. Fungsi Aktivasi • Fungsi undak biner (hard limit) • Fungsi undak biner (threshold) 

  13. Fungsi Aktivasi • Fungsi bipolar • Fungsi bipolar dengan threshold

  14. Fungsi Aktivasi • Fungsi Linier (identitas) • Fungsi Sigmoid biner

  15. McCulloch Pitts • Fungsi aktivasi biner • Besar bobotnya sama • Memiliki threshold yang sama Contoh buat fungsi logika “and”, input X1 dan X2, dan Y = 1 jika dan hanya jika inputan 1 X1 X2 Y 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0

  16. X1 1 Y 2 X2 1 Jawab X1 X2 net Y, 1 jika net >=2, 0 jika net < 2 1 1 1.1+1.1=2 1 1 0 1.1+0.1=1 0 0 1 0.1+1.1=1 0 0 0 0.1+0.1=0 0 Ternyata BERHASIL mengenali pola

  17. X1 1 Y 1 X2 1 Problem “OR” X1 X2 net Y, 1 jika net >=1, 0 jika net < 1 1 1 1.1+1.1=2 1 1 0 1.1+0.1=1 1 0 1 0.1+1.1=1 1 0 0 0.1+0.1=0 0 Ternyata BERHASIL mengenali pola

  18. X1 2 Y 2 X2 -1 Problem “X1 and not(X2)” X1 X2 net Y, 1 jika net >=2, 0 jika net < 2 1 1 1.2+1.-1=1 0 1 0 1.2+0.-1=2 1 0 1 0.2+1.-1=-1 0 0 0 0.2+0.-1=0 0 Ternyata BERHASIL mengenali pola

  19. F(0,1) = 1 F(1,1) = 0 F(0,0) = 0 F(1,0) = 1 Problem “XOR” X1 X2 Y 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 GAGAL!

  20. 2 2 X1 Z1 1 -1 Y 1 -1 1 X2 Z2 2 2 Solusi • XOR = (x1 ^ ~x2) V (~x1 ^ x2) • Ternyata dibutuhkan sebuah layer tersembunyi

  21. Tabel

  22. Jaringan HEBB • Menggunakan iterasi untuk menghitung bobot dan bias • Dalam setiap iterasi, bobot dan bias diubah berdasarkan rumus tertentu • W = bobot • Wbaru = Wlama + X1Y1 • Algoritma: • Init, semua bobot wi = 0 • Untuk semua input: • Set fungsi aktivasi xi = si • Set output y=t • Perbaiki bobot: w(baru) = w(lama) + delta w, dengan delta w = xi*y • Perbaiki bias, b(baru) = b(lama) + y

More Related