slide1 n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
H ydrocarbon Derivatives PowerPoint Presentation
Download Presentation
H ydrocarbon Derivatives

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 44

H ydrocarbon Derivatives - PowerPoint PPT Presentation


  • 338 Views
  • Uploaded on

H ydrocarbon Derivatives. SENYAWA AROMATIK. Senyawa alifatis : turunan metana Senyawa aromatis : turunan benzen (simbol Ar = aril)

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'H ydrocarbon Derivatives' - yehuda


Download Now An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
slide1

Hydrocarbon

Derivatives

senyawa aromatik
SENYAWA AROMATIK
  • Senyawa alifatis : turunan metana
  • Senyawa aromatis : turunan benzen (simbol Ar = aril)
  • Permulaan abad ke-19 ditemukan senyawa-senyawa organik yang mempunyai bau (aroma) yang karakteristik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (damar benzoin, cumarin, asam sinamat dll)
senyawa aromatik1
SENYAWA AROMATIK

BENZEN =C6H6

  • Senyawa aromatis yang paling sederhana
  • Berasal dari batu bara dan minyak bumi
  • Sifat fisika : cairan, td. 80oC, tak berwarna, tak larut dalam air, larut dalam kebanyakan pelarut organik, mudah terbakar dengan nyala yang berjelaga dan berwarna (karena kadar C tinggi)

Pengunaan Benzen :

  • Dahulu sebagai bahan bakar motor
  • Pelarut untuk banyak zat
  • Sintesis : stirena, fenol, nilon, anilin, isopropil benzen, detergen, insektisida, anhidrida asam maleat, dsb
alkil halida
ALKIL HALIDA
  • Senyawa alkil halida merupakan senyawa hidrokarbon baik jenuh maupun tak jenuh yang satu unsur H-nya atau lebih digantikan oleh unsur halogen (X = Br, Cl. I)
  • Alkil halida = haloalkana = RX struktur primer, sekunder, tersier
  • Aril halida = ArX = senyawa halogen organik aromatik

Sifat fisika Alkil Halida :

  • Mempunyai TD lebih tinggi dari pada TD Alkana dengan jumlah unsur C yang sama.
  • Tidak larut dalam air, tapi larut dalam pelarut organik tertentu.
  • Senyawa-senyawa bromo, iodo dan polikloro lebih berat dari pada air.
alkil halida1
ALKIL HALIDA

Struktur Alkil Halida : R-X (X=Br, Cl, I)

CH3-CH2-CH2-CH2-Cl (CH3)2CH-Br (CH3)3C-Br

Primer sekunder tersier

CH2-Cl CH2=CH2-Cl

Benzil khlorida Vinil khlorida

alkil halida2
ALKIL HALIDA

PEMBUATAN ALKIL HALIDA :

  • Dari alkohol
  • Halogenasi
  • Adisi hidrogen halida dari alkena
  • Adisi halogen dari alkena dan alkuna

PENGGUNAAN ALKIL HALIDA :

  • Kloroform (CHCl3) : pelarut untuk lemak, obat bius (dibubuhi etanol, disimpan dalam botol coklat, diisi sampai penuh).
  • Tetraklorometana = karbontetraklorida (CCl4) : pelarut untuk lemak, alat pemadam kebakaran (Pyrene, TD rendah 77oC, uapnya berat.
  • Freon (Freon 12 = CCl2F2, Freon 22 = CHCl2F) : pendingin lemari es, alat “air conditioner”, sebagai propellant (penyebar) kosmetik, insektisida, dsb.
alkohol
ALKOHOL
  • Alkohol : tersusun dari unsur C, H, dan O
  • Struktur alkohol : R-OH primer, sekunder dan tersier

Sifat fisika alkohol :

  • TD alkohol > TD alkena dengan jumlah unsur C yang sama (etanol = 78oC, etena = -88,6oC)
  • Umumnya membentuk ikatan hidrogen

O - H--------------------O - H

  • R R
  • Berat jenis alkohol > BJ alkena
  • Alkohol rantai pendek (metanol, etanol) larut dalam air (=polar)
tata nama
TATA NAMA

IUPAC : Cari rantai terpanjang , gugus fungsional

harus diberi nomor rendah.

nama cabang ( abjad ) + alkanol

Nama lain : alkil alkohol

( berlaku hanya jika jumlah C < 5 )

perhatikan contoh
PERHATIKAN CONTOH
  • CH3- CH2- OH .......................................................
  • CH3-CH-CH3 ..................................................................................

l

0H

CH3

l

  • CH3 – C – OH ........................................................

l

CH3

lanjutan
LANJUTAN

CH3

lCH3 – CH – CH – CH- CH2- CH3 .............................................

l l

C2H5 0H

OH

lCH3 – CH – CH – CH- CH2- CH3 ......................................

l l

C2H5 C2H5

pembagian alkohol
PEMBAGIAN ALKOHOL
  • Berdasarkan jumlah gugus OH alkohol dibedakan atas 1. alkohol monovalen ( terdapat sebuah gugus OH ) 2. alkohol polivalen ( terdapat > sebuah gugus OH )

alkohol bivalen ( 2 buah OH ) , trivalen ( 3 buah OH )

Berikut adalah contoh alkohol polivalen :

CH2- CH2 CH2 - CH - CH2

l l l l l

0H 0H OH OH OH

............................ .............................

berdasarkan letak gugus oh alkohol dibedakan atas
Berdasarkanletakgugus OH , alkoholdibedakanatas :
  • 1. Alkohol primer : Bila gugus OH terikat pada C

primer.

  • 2. Alkohol secunder : Bila gugus OH terikat pada C

secunder.

  • 3. Alkohol tersier : Bila gugus OH terikat pada C

tersier

( pengelompokan ini hanya berlaku untuk alkohol monovalen saja , untuk alkohol polivalen tidak dinyatakan )

COBA TERAPKAN ISTILAH INI PADA CONTOH DIATAS

slide13
StrukturAlkohol : R - OH

R-CH2-OH (R)2CH-OH (R)3C-OH

Primer sekundertersier

PEMBUATAN ALKOHOL :

  • Oksimercurasi – demercurasi
  • Hidroborasi – oksidasi
  • Sintesis Grignard
  • Hidrolisisalkilhalida

PENGGUNAAN ALKOHOL :

  • Metanol : pelarut, antifreeze radiator mobil, sintesisformaldehid,metilamina,metilklorida,metilsalisilat, dll
  • Etanol : minumanberalkohol, larutan 70 % sebagaiantiseptik, sebagaipengawet, dansintesiseter, koloroform, dll
fenol
FENOL
  • Fenol : mengandung gugus benzen dan hidroksi
  • Mempunyai sifat asam
  • Mudah dioksidasi struktur OH
  • Mempunyai sifat antiseptik
  • Penggunaan sbg antiseptikum dan sintesis
slide15
ETER
  • Eter : isomer atau turunan dari alkohol (unsur H pada OH diganti oleh alkil atau aril)
  • Eter : mengandung unsur C, H, dan O

Sifat fisika eter :

  • Senyawa eter rantai C pendek berupa cair pada suhu kamar dan TD nya naik dengan penambahan unsur C.
  • Eter rantai C pendek medah larut dalam air, eter dengan rantai panjang sulit larut dalam air dan larut dalam pelarut organik.
  • Mudah terbakar
  • Unsur C yang sama TD eter > TD alkana dan < TD alkohol (metil, n-pentil eter 100oC, n-heptana 98oC, heksil alkohol 157oC).
slide16
ETER

Struktur eter : R – O – R

CH3-CH2-O-CH2-CH3 (dietil eter)

CH3-CH2-O-C6H5 (fenil etil eter)

PEMBUATAN ETER :

  • Sintesis Williamson
  • Dehidrasi alkohol

PENGGUNAAN ETER :

  • Dietil eter : sbg obat bius umum, pelarut dari minyak, dsb.
  • Eter-eter tak jenuh : pada opersi singkat : ilmu kedokteran gigi dan ilmu kebidanan.
tata nama1
TATA NAMA

IUPAC : Alkoksi = R-O- (pilih yang pendek )

sedangkan R sisanyaadalahalkana

NAMA LAIN : Sebutkeduaalkil yang mengapaitato O dantambahkankataeter.

(penamaaninihanyaberlakuuntuk R<5

perhatikan contoh berikut
Perhatikancontohberikut
  • CH3 – O – CH2-CH3

CH3

l

  • CH3-CH-O-CH2-CH3CH3-CH- O – C -CH3

ll l

CH3 CH2 CH- CH3

| l

CH3 CH3

  • (CH3)3C – O- CH(CH3)2
amina
AMINA
  • Senyawa organik bersifat basa lemah, dibanding air lebih basa.
  • Jumlah unsur C kecil sangat mudah larut dalam air.

Sifat fisika Amina :

  • Suku-suku rendah berbentuk gas.
  • Tak berwarna, berbau amoniak, berbau ikan.
  • Mudah larut dalam air
  • Amina yang lebih tinggi berbentuk cair/padat.
  • Kelarutan dalam air berkurang dengan naiknya BM.
amina1
AMINA

Struktur amina : R-NH2, (R)2NH, (R)3N =primer, sekunder, tersier

CH3-CH2-CH2-CH2-NH2 (CH3)2NH (CH3)3N

Primer sekunder tersier

Struktur Amina berdasarkan rantai gugus alkil/aril :

  • Amina aromatis
  • Amina alifatis
  • Amina siklis
  • Amina campuran
amina2
AMINA

PEMBUATAN AMINA :

  • Reduksi senyawa nitro
  • Reaksi alkil halida dengan amonia dan amina

PENGGUNAAN AMINA :

  • Sebagai katalisator
  • Dimetil amina : pelarut, absorben gas alam, pencepat vulkanisasi, membuat sabun, dll.
  • Trimetil amina : suatu penarik serangga.
aldehid
ALDEHID
  • Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung gugus karbonil (C=O) yang terikat pada sebuah atau dua buah unsur hidrogen.
  • Aldehid berasal dari “ alkoholdehidrogenatum “ (cara sintesisnya).
  • Sifat-sifat kimia aldehid dan keton umumnya serupa, hanya berbeda dalam derajatnya. Unsur C kecil larut dalam air (berkurang + C).
  • Merupakan senyawa polar, TD aldehid > senyawa non polar
  • Sifat fisika formaldehid : suatu gas yang baunya sangat merangsang
  • Akrolein == propanal == CH2=CH-CHO : cairan, baunya tajam, sangat reaktif.
aldehid1
ALDEHID

FORMALDEHID = METANAL = H-CHO

  • Sifat-sifat : satu-satunya aldehid yang berbentuk gas pada suhu kamar, tak berwarna, baunya tajam, larutanya dalam H2O dari 40 % disebut formalin.
  • Penggunaan : sebagai desinfektans, mengeraskan protein (mengawetkan contoh-contoh biologik), membuat damar buatan.

Struktur Aldehid : R – CHO

  • PEMBUATAN ALDEHID :
  • Oksidasi dari alkohol primer
  • Pemutusan oksidatif ikatan rangkap yang mengandung hidrogen vinilik
  • Reduksi turunan asam karboksilat tertentu
tata nama2
TATA NAMA

IUPAC : Carirantaiterpanjang , gugusfungsional

harusdiberinomorrendah.

namacabang ( abjad ) + alkanal

Nama lain : sesuaidengannamaasam + dehida

c=1 ( formal ) , C=2 ( asetal ) ,

c=3 ( propional )

c=4 ( butiral ) , C=5 ( valeral)

perhatikan contoh berikut1
Perhatikancontohberikut
  • CH3- CH2- C=O

I H-C=O

H l

  • CH3-CH-CH2-CHOH

l CH3

CH3 I

CH3 -CH -C-CH2-C=O

I I I

CH3 CH3 C2H5 H

l

  • CH3 – C – CHO

l

C2H5

keton
KETON
  • Ketonadalahsuatusenyawaorganik yang mempunyaisebuahguguskarbonil (C=O) terikatpadaduagugusalkil, duagugus aril atausebuahalkildansebuah aril.
  • Sifat-sifatsamadenganaldehid.

PROPANON = DIMETIL KETON = ASETON = (CH3)2-C=O

  • Sifat : cairantakberwarna, mudahmenguap, pelarut yang baik.
  • Penggunaan : sebagaipelarut

ASETOFENON = METIL FENIL KETON

  • Sifat : berhablur, takberwarna
  • Penggunaan : sebagaihipnotik, sebagaifenasilklorida (kloroasetofenon) dipakaisebagai gas air mata
keton1
KETON

Struktur : (R)2-C=O

PEMBUATAN KETON

  • Oksidasidarialkoholsekunder
  • AsilasiFriedel-Craft
  • Pemutusan oksidatif alkena yang salah satu/ kedua karbon tak jenuhnya terdisubstitusi
  • Keton dapat dibuat dari turunan asam karboksilat tertentu
tata nama keton
TATA NAMA KETON

IUPAC : Carirantaiterpanjang , gugusfungsionalharusdiberinomorrendah. namacabang ( abjad ) + alkanoat

Nama lain : sisihkandulugugusfungsinya , carirantaiterpanjangberinomorsehinggagugusfungsijatuhpadanomorrendahnamacabang (abjad) + alkananya + karboksilat

perhatikan contoh berikut2
Perhatikancontohberikut
  • CH3- CH2- C- CH3 CH3 - C - CH3

II II

O O

O

II

  • CH3-CH –C - CH-CH3

l I O CH3

CH3 CH3 II I

CH3 -C – C - CH -CH3

I I

CH3 O C2H5 CH3

l II

  • CH3 – C – C - CH3

l

C2H5

asam karboksilat
ASAM KARBOKSILAT
  • Mengandung gugus COOH yang terikat pada gugus alkil (R-COOH) maupun gugus aril (Ar-COOH)
  • Kelarutan sama dengan alkohol
  • Asam dengan jumlah C 1 – 4 : larut dalam air
  • Asam dengan jumlah C = 5 : sukar larut dalam air
  • Asam dengan jumlah C > 6 : tidak larut dalam air
  • Larut dalam pelarut organik seperti eter, alkohol, dan benzen
  • TD asam karboksilat > TD alkohol dengan jumlah C sama.
asam karboksilat1
ASAM KARBOKSILAT

StrukturAsamKarboksilat : R – COOH danAr – COOH

  • CH3-CH2-CH2-CH2-COOH Valelat COOH

CH3-COOH (asamasetat) Asambenzoat

ASAM FORMAT = HCOOH

  • Sifatfisika : cairan, takberwarna, merusakkulit, berbautajam, larutdalam H2O dengansempurna.
  • Penggunaan : untukkoagulasilateks, penyamakkankulit, industritekstil, danfungisida.
asam karboksilat2
ASAM KARBOKSILAT

ASAM ASETAT = CH3-COOH

  • Sifat : cair, TL 17oC, TD 118oC, larutdalam H2O dengansempurna
  • Penggunaan : sintesisanhidratasamasetat, ester, garam, zatwarna, zatwangi, bahanfarmasi, plastik, seratbuatan, selulosadansebagaipenambahmakanan.

PEMBUATAN ASAM KARBOKSILAT

  • Oksidasialkohol primer danaldehida
  • Oksidasialkena RCH  HR dan R2C  CHR
  • Oksidasigugusalkilpadacincinbenzena
tata nama3
TATA NAMA

IUPAC : Carirantaiterpanjang , gugusfungsionalharusdiberinomorrendah. namacabang ( abjad ) + alkanoat

Nama lain : sisihkandulugugusfungsinya , carirantaiterpanjangberinomorsehinggagugusfungsIjatuhpadanomorrendah, namacabang (abjad) + alkananya + karboksilat

perhatikan contoh berikut3
Perhatikancontohberikut

O

II CH3 CH3 O

  • CH3- C - OH I I II

CH3- CH – CH – CH –C -OH

l

  • CH3-CH-CH2-COOHC2H5

l CH3

CH3 I

CH3 -CH –C - CH2-C=O

I I I

CH3 CH3 C2H5 OH

l

  • CH3 – C – CH2-COOH

l

C2H5

amida
AMIDA
  • Amida adalah turunan asam karboksilat, dimana gugus –OH digan-ti dengan –NH2 atau amoniak, dimana 1 H diganti dengan asil.
  • Sifat fisika : zat padat kecuali formamida yang berbentuk cair, tak berwarna, suku-suku yang rendah larut dalam air, bereaksi kira-kira netral.
  • Struktur Amida : R – CONH2
amida1
AMIDA

PEMBUATAN AMIDA :

  • Reaksi asam karboksilat dengan amoniak
  • Garam amoniumamida dipanaskan
  • Reaksi anhidrid asam dengan amoniak

PENGGUNAAN AMIDA :

  • Formamida berbentuk cair, sebagai pelarut.
  • Untuk identifikasi asam yang berbentuk cair.
  • Untuk sintesis nilon, ds.
ester
ESTER
  • Ester adalah turunan asam karboksilat, dimana gugus H pada –OH diganti dengan gugus R.
  • Sifat fisika : berbentuk cair atau padat, tak berwarna, sedikit larut dalm H2O, kebanyakan mempunyai bau yang khas dan banyak terdapat di alam.
  • Struktut ester : R – COOR
ester1
ESTER

PEMBUATAN ESTER :

  • Reaksi alkohol dan asam karboksilat

PENGGUNAAN ESTER :

  • Sebagai pelarut, butil asetat (pelarut dalam industri cat).
  • Sebagai zat wangi dan sari wangi.
tata nama ester
TATA NAMA ESTER

IUPAC : alkil adalah gugus R yang terikat pada atom ( ester adalah senyawa yang berasal dari asam alkanoat dimana atom Hnya diganti dengan gugus alkil

perhatikan contoh berikut4
Perhatikancontohberikut :

O

II O

  • CH3- C – O- CH3 II

CH3– CH2 –C –O- CH- CH3

l

  • CH3-CH-CH2-COO-C2H5C2H5

l

CH3

O CH3

II I

H-C – O- C-CH3

I

  • CH3 – CH2 –COO-CH-CH3 CH3

I O

CH3 II

CH3-CH-CH2-O-C- CH3

I

CH3