1 / 23

Kelompok 9 Decision Support System

Kelompok 9 Decision Support System. Santri Arum PR 120413423994. Ribka Putri M 120413403071. Pramesti Herwindarti 120413423999. Rizky Wahyu K  120413421972. Pengertian Sistem Pendukung Keputusan (DSS).

xuan
Download Presentation

Kelompok 9 Decision Support System

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Kelompok 9 Decision Support System Santri Arum PR 120413423994 Ribka Putri M 120413403071 Pramesti Herwindarti 120413423999 Rizky Wahyu K  120413421972

  2. Pengertian Sistem Pendukung Keputusan (DSS) Sistem Pendukung Keputusan (SPK) mempunyai keputusan yang sangat spesifik yakni memberi bantuan kepada para pembuat keputusan manajemen tingkat menengah dan atas dalam membuat keputusan yang sangat penting. SPK atau Sistem Pendukung Keputusan adalah sistem interaktif yang memberikan akses yang mudah ke model keputusan dan data kepada pemakai, guna menunjang tugas pembuatan keputusan semi terstruktur dan tak terstruktur.

  3. Decision Support Systems (DSS) atau Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sebuah sistem yang membantu satu atau lebih pengambil keputusan dalam melakukan aktivitas pengambilan keputusan dengan bantuan seperangkat alat yang terorganisir dan disesuaikan dengan struktur dan porsi permasalahan dalam usaha memperbaiki efektivitas akhir dari outcome keputusan.

  4. Sistem Pendukung Keputusan (DSS) tidak ditekankan untuk membuat keputusan, melainkan melengkapi kemampuan untuk mengolah informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan. Dengan kata lain, Sistem Pendukung Keputusan membantu manusia dalam proses membuat keputusan, bukan menggantikan perannya dalam mengambil keputusan. Sistem Pendukung Keputusan dirancang secara khusus untuk mendukung seseorang yang harus mengambil keputusan‐keputusan tertentu.

  5. Masalah-masalah yang ada dan mendukung adanya Sistem Pendukung Keputusan adalah sebagai berikut : • Masalah Terstruktur, merupakan suatu masalah yang memiliki struktur masalah pada tiga tahap pertama, yaitu intelijen, rancangan dan pilihan. • Masalah Tak Terstruktur, merupakan masalah yang sama sekali tidak memiliki struktur pada tiga tahap model Simon diatas. • Masalah Semi-Terstruktur, merupakan masalah yang memiliki struktur hanya pada satu atau dua tahap Simon. Keunikan Sistem Pendukung Keputusan terletak pada dimungkinkannya intuisi dan penilaian pribadi pengambil keputusan untuk turut dijadikan dasar pengambilan keputusan. Sistem Pendukung Keputusan dirancang secara khusus untuk mendukung seseorang yang harus mengambil keputusan-keputusan tertentu

  6. Komponen‐komponen Sistem Pendukung Keputusan Data Management System Model Management System. Knowledge Base. User Interface. User(s).

  7. Data Management System • Segalaaktivitas yang • berhubungandenganpengambilan, penyimpanandanpengaturan data-data yang relevandengankontekskeputusan yang akandiambil. Selainitu, komponeninijugamenyediakanberbagaifungsikeamanan, prosedurintegritas data, danadministrasi data secaraumum yang berkaitandengan Sistem Pendukung Keputusan. Berbagaitugasinidilakukandalamdata management system besertabeberapa sub sistemnya yang diantaranyameliputidatabase, database management system, repository data, danfasilitasquery data.

  8. Model Management System • Sisteminimenampilkanaktivitaspengambilan, penyimpanandanpengaturan data denganberbagai model kuantitatif, yang menyediakankemampuananalitisuntuk Sistem Pendukung Keputusan.

  9. Knowledge Base • Aktivitas yang berkaitandenganpengenalanmasalah, danmenghasilkansolusi final maupunsementara, hal‐hal yang berkaitandenganmanajemen proses pemecahanmasalahmerupakanintidarikomponenini. Knowledge base merupakan “otak” darikelimakomponen Sistem Pendukung Keputusan. Data dan model diolahuntukkemudianhasilnyamenjadibahanpertimbanganbagi user dalammengambilkeputusan.

  10. User Interface • Adalahjalurpenghubungantarasistemdengan user, sehinggakomponen‐ komponen sistem dalam Sistem Pendukung Keputusandapatdiaksesdandimanipulasidenganmudaholeh user untukmemberikandukunganpadapengambilankeputusan. Kemudahanpenggunaandankomunikasiantaruser dan Sistem Pendukung Keputusanpadadasarnyamerupakanukurankeberhasilanpenggunaanitusendiri.

  11. User(s) • Desain, implementasidanpemanfaatan Sistem Pendukung Keputusantidakakanefektifjikatidakdisertaiperanpengguna. Kemampuan, ketrampilan, motivasi, danpengetahuanpenggunasebagaipengatur Sistem Pendukung Keputusan, akanmenentukanefektivitasdaripenggunaannya.

  12. Kararkteristik Sistem Pendukung Keputusan • Kapabilitasinteraktif. Yaitu Sistem Pendukung Keputusanmemberipengambilkeputusanaksescepatke data daninformasi yang dibutuhkan. • Fleksibilitas. Yaitu Sistem Pendukung Keputusandapatmenunjangparamanajerpembuatkeputusan di berbagaibidangfungsional (keuangan, pemasaran, operasiproduksi, dan lain‐lain). • Kemampuanberinteraksidengan model. Yaitu Sistem Pendukung Keputusanmemungkinkanparapembuatkeputusanberinteraksidengan model‐ model, termasukmemanipulasi model‐ model tersebutsesuaidengankebutuhan. • Fleksibilitasoutput.Yaitu Sistem Pendukung Keputusanmendukungparapembuatkeputusandenganmenyediakanberbagaimacam output, termasukkemampuangrafikmenyeluruhataspertanyaan ‐ pertanyaanpengandaian.

  13. Jenis-jenis Sistem Pendukung KeputusanDDS • AplikasiDSS yang ditawarkan di pasarsangatberanekaragam, dari yang paling sederhana (quick-hit DSS) sampaidengan yang sangatkompleks (institutional DSS). “Quick-Hit DSS” biasanyaditujukanuntukparamanajer yang barubelajarmenggunakan DSS (sebagaipengembangansetelahjenispelaporan yang disediakanoleh MIS = Management Information System, satu level sistem di bawah DSS). Biasanyamasalah yang dihadapicukupsederhana (simple) dandibutuhkandengansegerapenyelesaiannya. Misalnyauntukkebutuhanpelaporan (report) ataupencarianinformasi (query). • Sistemyang samabiasa pula dipergunakanuntukmelakukananalisasederhana. Contohnyaadalahmelihatdampak yang terjadipadasebuahformulasi, apabilavariabel-variabelatau parameter-parameternyadiubah. Di dalamperusahaan, DSS jenisinibiasanyadiimplementasikandalamsebuahfungsiorganisasi yang dapatberdirisendiri (berdasarkan data yang dimilikifungsiorganisasitersebut). Misalnyaadalah DSS untukmenyusunanggarantahunan, DSS untukmelakukankenaikangajikaryawan, DSS untukmenentukanbesanya jam lemburkaryawan, dan lain sebagainya.

  14. “Institutional DSS” merupakan suatu aplikasi yang dibangun oleh para pakar bisnis dan ahli DSS. Sesuai dengan namanya, DSS jenis ini biasanya bekerja pada level perusahaan, dimana data yang dimiliki oleh masing-masing fungsi organisasi telah diintegrasikan (dibuat strukturnya dan didefinisikan kaitan-kaitannya). Contohnya adalah DSS untuk memprediksi pendapatan perusahaan di masa mendatang (forecasting) yang akan mensimulasikan data yang berasal dari Divisi Sales, Divisi Marketing, Divisi Logistik dan Divisi Operasional. Contoh implementasi yang tidak kalah menariknya adalah suatu sistem, dimana jika manajemen memiliki rencana untuk mem-PHK-kan beberapa karyawannya, akan dapat disimulasikan dampaknya terhadap neraca profit-and-loss perusahaan. Contoh aplikasi penggunaan DSS lain yang paling banyak digunakan di dalam dunia bisnis adalah untuk keperluan analisa marketing, operasi logistik dan distribusi, serta masalah-masalah yang berkaitan dengan keuangan dan akuntansi (taxation, budgeting, dsb.).

  15. Tujuan Penerapan Sistem Pendukung Keputusan

  16. Penggunaan system pendukung keputusan melibatkan empat jenis dasar aktivitas pemodelan analitis: Analisis Jika – maka (What – If analysis) Analisis pencarian sasaran (goal - seeking analysis) Analisis Optimisasi. (Optimitation analysis) Analisis Sensitivitas (sensitivity analysis)

  17. Langkah-Langkah Proses Pengambilan Keputusan Menurut Simon, model yang menggambarkan proses pengambilankeputusan yaitu terdiridaritigafase, yaitu: • Intelligence. Tahapinimerupakan proses penelusurandanpendeteksiandarilingkupproblematikaserta proses pengenalanmasalah. Data masukkandiperoleh, diproses, dandiujidalamrangkamengidentifikasikanmasalah. • Design. Tahapinimerupakan proses menemukan, mengembangkandanmenganalisisalternatiftindakan yang bisadilakukan. Tahapinimeliputi proses untukmengertimasalah, menurunkansolusidanmengujikelayakansolusi. • Choice. Pada tahap ini dilakukan proses pemilihan diantara berbagai alternatif tindakan yang mungkin dijalankan. • Implementation. Hasil dari pemilihan tersebut kemudian diimplementasikan dalam proses pengambilan keputusan.

  18. Perkembangan Sistem Pendukung Keputusan (DSS) • DSS yang saat ini populer untuk digunakan adalah yang berbasis tabel atau spreadsheets. Untuk keperluan ini, biasanya sebuah stand-alone PC sudah cukup untuk mengimplementasikannya. Beberapamanajerpengambilkeputusandihubungkansatudenganlainnyamelaluijaringankomputer, sehinggadapatsalingmempertukarkandata daninformasiuntukkeperluanpengambilankeputusan. Bahkansudahada DSS yang diperlengkapidengan expert system (dibuatberdasarkanteorikecerdasanbuatan = artifial intelligence), sehinggakeputusanbisnissecaralangsungdapatdilakukanolehkomputer, tanpacampurtanganmanusia.

  19. Tujuan DSS • Secaraglobal, dapatdikatakanbahwatujuandari DSS adalahuntukmeningkatkankemampuanparapengambilkeputusandenganmemberikanalternatif-alternatifkeputusan yang lebihbanyakataulebihbaikdanmembantuuntukmerumuskanmasalahdankeadaan yang dihadapi. Dengandemikian DSS dapatmenghematwaktu, tenagadanbiaya. Jadidapatlahdikatakansecarasingkatbahwatujuan DSS adalahuntukmeningkatkanefektivitas (do the right things) danefesiensi (do the things right) dalampengambilankeputusan.

  20. KelebihanDSS • Memperluaskemampuanpengambilkeputusandalammemprosesdata/informasiuntukpengambilankeputusan. • Menghematwaktu yang dibutuhkanuntukmemecahkanmasalah, terutamaberbagaimasalah yang sangatkompleksdantidakterstruktur. • Menghasilkansolusidenganlebihcepatdanhasilnyadapatdiandalkan. • Mampumemberikanberbagaialternatifdalampengambilankeputusan, meskipunseandainya DSS tidakmampumemecahkanmasalah yang dihadapiolehpengambilkeputusan, namundapatdigunakansebagaistimulandalammemahamipersoalan.

  21. KelemahanDSS • Sulitdalammemodelkansistembisnis • Mungkinakanmenghasilkansuatu model bisnis yang tidakdapatmenangkapsemuapengaruhpadaentity. • Dibutuhkankemampuanmatematika yang tinggiuntukmengembangkansuatu model yang lebihkompleks.

More Related