1 / 84

Petunjuk Pengisian Laporan Evaluasi Diri SK-034/Dikti/2002 versi 6.xx

Petunjuk Pengisian Laporan Evaluasi Diri SK-034/Dikti/2002 versi 6.xx. 3 Hal Yang Perlu Dipahami. SK-034 adalah Laporan Semester yang WAJIB diserahkan oleh setiap Program Studi, terhitung mulai Semester Ganjil 2002/2003  CD-ROM

wang-reilly
Download Presentation

Petunjuk Pengisian Laporan Evaluasi Diri SK-034/Dikti/2002 versi 6.xx

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Petunjuk Pengisian Laporan Evaluasi DiriSK-034/Dikti/2002versi 6.xx

  2. 3 Hal Yang Perlu Dipahami • SK-034 adalah Laporan Semester yang WAJIB diserahkan oleh setiap Program Studi, terhitung mulai Semester Ganjil 2002/2003  CD-ROM • Re-status adalah pembaharuan ijin penyelenggaraan program studi (PTS), ex Terdaftar/ Diakui/Disamakan yang telah mendapat ijin sebelum 30 April 2001  4 lembar • SK-108 adalah perpanjangan ijin 2 (dua) tahun penyelenggaraan program studi yang mendapat ijin setelah 30 April 2001  CD-ROM sta@wartono.com

  3. SK-034 dan SK-108 SK-034 dilaksanakan oleh SEMUA PS yang telah memiliki Ijin Dikti SK-108 • Mengirim Laporan 034 sejak mulai beroperasi karena telah memiliki Ijin Dikti, dan • Pada semester ke-4 mengajukan perpanjangan ijin dengan meng-import data 034 ditambah Nilai Semester Setelah mendapat ijin baru maka tinggal mengirim Laporan SK-034 saja 30 April 2001 2 3 1 Mengajukan perpanjangan ijin menggunakan CD-ROM sta@wartono.com

  4. 4 2 3 1 034 Lapor 034 Lapor 034 Lapor 034 Lapor 108 Impor 108 Impor 108 Impor 108 + Nilai + Nilai + Nilai Prosedur Pengerjaan Laporan sta@wartono.com

  5. Laporan SK-108 – 3 semester • Laporan SK-108 dibuat setelah kegiatan akademik berlangsung 3 SEMESTER • Lihat contoh pada diagram di bawah ini 2002-1 2003-2 2002-2 2003-1 2004-1 2004-2 2 3 1 Ijin 5 Juni 2002 Mengajukan perpanjangan ijin menggunakan CD-ROM Mulai kegiatan akademik Ganjil 2003/2004 sta@wartono.com

  6. Data Digital • Data dikirimkan ke Kopertis (PTN mengirimkan ke Ditjen Dikti) dalam bentuk digital (file database) menggunakan CD-ROM • Database berisi data PT yang sudah merupakan GABUNGAN dari seluruh Progam Studi sta@wartono.com

  7. Pengiriman Data • Pengiriman data hanya SATU untuk SETIAP PT, jadi BUKAN per program studi • Walaupun pengisian (mungkin) dilakukan oleh masing-masing program studi, penggabungan data dilakukan oleh masing-masing PT • Fasilitas penggabungan sudah disediakan pada program sta@wartono.com

  8. Culture Trust • Menciptakan “Culture Trust” • Pengisian data hendaknya berupa data riil yang ada di PT, tidak perlu/jangan ada rekayasa • Bila di-rekayasa akan mengalami kesulitan sendiri karena setiap semester harus diingat-ingat terus rekayasa apa yang telah dilakukan pada semester (semester) yang lalu sta@wartono.com

  9. Data Historis (Time Series) • Data dari PT akan disimpan di Kopertis dan Ditjen Dikti secara lengkap sesuai dengan data yang dilaporkan oleh PT • Data ini akan digunakan oleh Direktorat lain yang berada di lingkungan Ditjen Dikti dan Inspektorat • Dengan demikian (diharapkan) kebutuhan informasi tersebut dapat dipenuhi dari laporan/data evaluasi ini sta@wartono.com

  10. Semester Genap 2002/2003 Semester Ganjil 2002/2003 Semester Ganjil 2003/2004 Laporan Semester Genap 2002/2003 Laporan Semester Ganjil 2002/2003 Laporan Semester Genap 2001/2002 Semester Pelaporan Penyerahan Laporan SATU BULAN setelah berakhirnya semester ybs sta@wartono.com

  11. BAN-PT  SK-034 • BAN-PT menetapkan SK-034 merupakan prasyarat untuk pengajuan akreditasi • Saat ini BAN-PT dan Dikti telah mengadakan pembicaraan dan sepakat untuk menggunakan data Laporan SK-034 sebagai data dasar (kuantitatif) untuk pengajuan akreditasi • Dengan demikian isian borang akreditasi untuk tahun depan akan lebih ringkas karena sebagian data akan disupplai dari Laporan SK-034 sta@wartono.com

  12. BAN-PT  SK-034 • Hal ini tentu akan memberikan konsekuensi kepada PT/PS yang tidak menyerahkan Laporan SK-034 tidak akan bisa mendapatkan akreditasi • Data yang akan digunakan oleh BAN-PT adalah seluruh data (time series) sejak Semester Ganjil 2002/2003 • Dikti TIDAK akan memberikan rekomendasi apa pun terhadap permohonan penilaian akreditasi ke BAN-PT tetapi hanya menyampaikan data dan fakta sesuai Laporan SK-034 dari PT/PS sta@wartono.com

  13. Hibah Bersaing • Laporan SK-034 juga merupakan prasyarat untuk pengajuan kompetisi hibah bersaing dalam bidang penelitian dan bantuan pemerintah lainnya • Demikian pula untuk pengajuan permohonan pembukaan PS baru telah dipersyaratkan adanya Laporan SK-034 sta@wartono.com

  14. Hasil Evaluasi Business Process Proses Analisis Diposting ke komputer Kopertis/Dikti Data dari P.T. Disampaikan ke P.T. Bila P.T. tidak menerima Hasil Evaluasi, P.T. memiliki hak untuk minta ke Kopertis, ke Dikti untuk PT(N) sta@wartono.com

  15. Program Versi Terbaru • Program versi terbaru adalah untuk MENYEMPURNAKAN program  Validasi • Di samping itu, sesuai dengan kebutuhan, ada tambahan isian baru, misalnya Isian Untuk Program Studi Kependidikan • Sesuai kebijakan dari Dirjen Dikti bahwa pengumpulan data dari P.T. melalui “SATU PINTU” • Bila ada perubahan database akan dilakukan secara otomatis oleh program sta@wartono.com

  16. Versi Terbaru Ada di Website • Program versi terbaru ada di Website Evaluasi • P.T. harap SELALU mengikuti perkembangan versi terbaru • Bila ada TAMBAHAN isian, misalnya untuk prodi Kependidikan, akan diberikan tenggang waktu mulai berlaku pada semester berikutnya • Namun untuk pemeriksaan Validasi SELALU berlaku versi yang terakhir • BASIC PROGRAMtidak akan berubah sta@wartono.com

  17. NIM, No.Dosen, Kode M.K. • Isian NIM, No.Dosen, dan Kode M.K. TIDAK boleh mengandung notasi spasi, titik (.), hyphen (-) atau slash (/) • “Pencabutan” notasi-notasi tersebut telah dibuatkan otomatis pada program pendataan ketika membuka Pendataan MSMHS, MSDOS, TRAKM, TRLSM, TRAKD, TRLSD, TBKMK, TRPUD • Penggunaan notasi ini sering menyebabkan data tidak valid sta@wartono.com

  18. Mencabut Notasi • Pencabutan notasi bisa dilakukan melalui fasilitas program yang telah disediakan pada Menu Utama • Pencabutan notasi ini cukup dilakukan SATU KALI saja sta@wartono.com

  19. Master Badan Hukum • Kode Badan Hukum adalah Kode Universitas ditambah angka “1” di depannya • Daftar Kode PTN terdapat pada buku Petunjuk • Nama Badan Hukum jangan disingkat, kecuali lebih dari 50 karakter • Untuk PTN: nama badan hukum diisi dengan nama perguruan tinggi • Tanggal awal berdiri: diisi dengan tanggal pendirian, bisa juga diisi dengan tanggal Akta Pendirian di Notaris sta@wartono.com

  20. Master Badan Hukum • Alamat diisi dengan lengkap • E-mail dan Website diisi, bila ada • Nomor dan tanggal Akta: diisi dengan nomor dan tanggal Akta (S.K.) yang terakhir • Nomor dan tanggal pengesahan Pengadilan Negeri: diisi, bila ada sta@wartono.com

  21. Master Perguruan Tinggi • Nama Perguruan Tinggi JANGAN disingkat • Tanggal awal berdiri: diisi dengan tanggal pendirian atau tanggal Akta Pendirian di Notaris • Alamat diisi lengkap, demikian pula e-mail dan website (bila ada) • Nomor dan tanggal S.K. pendirian Perguruan Tinggi biasanya sama dengan nomor dan tanggal S.K. pendirian Badan Hukum, diisi dengan data yang terakhir sta@wartono.com

  22. Master Program Studi • Di sini didatakan seluruh program studi yang terdapat di P.T. sesuai dengan kode yang telah ditentukan • Bila kode program studi belum ada didalam daftar dapat ditanyakan ke milis • Jenjang diisi dengan Jenjang Studi: • A – S3, D – D4, G – D1 J – Profesi • B – S2, E – D3, H – Sp-1 • C – S1, F – D2, I – Sp-2 sta@wartono.com

  23. Master Program Studi • Nama program studi diisi dengan nama program studi yang digunakan di masing-masing perguruan tinggi (nama ini bisa berbeda dari daftar namun substansinya sama) • Tanggal awal berdiri diisi dengan tanggal awal pendirian P.S. tersebut • Jumlah SKS Lulus: jumlah kredit yang ditentukan untuk lulus program studi ybs. • E-mail: diisi bila ada sta@wartono.com

  24. Master Program Studi • Bila P.S. sudah tidak aktif lagi maka diberi kode ‘H’ dan diisi mulai semester kapan sudah tidak aktif lagi • Frekuensi dan pelaksanaan Pemutakhiran Kurikulum diisi sesuai dengan Tabel (tekan F1) • Nomor dan tanggal S.K. Ijin Penyelenggaraan dari Ditjen Dikti yang terakhir (atau ketika masih berstatus Terdaftar, Diakui, Disamakan, atau Ijin Penyelenggaraan/Operasional) sta@wartono.com

  25. Master Program Studi • Nomor dan tanggal SK BAN-PT tentang pemberian status akreditasi, bisa kosong • Status akreditasi dari BAN-PT, bisa kosong • Status Terdaftar/Diakui/Disamakan TIDAK lagi dicatat pada laporan ini sta@wartono.com

  26. Master Mahasiswa • NIM diisi dengan nomor induk atau nomor pokok yang digunakan pada masing-masing PT • Nama mahasiswa, tempat dan tanggal lahir, Jenis kelamin: sudah jelas • Status aktivitas, diisi dengan: • A – Aktif • C – Cuti • L – Lulus • N – Non-aktif • K – Keluar • D – Drop out akademik sta@wartono.com

  27. Non-aktif, Keluar, Drop-out • Non-aktif • Diberikan kepada mahasiswa yang sedang “menghilang”, tidak daftar KRS/semester, namun belum dikeluarkan oleh PT/PS; kemungkinan aktif kembali pada semester berikutnya • Keluar • Mahasiswa yang keluar, baik atas permintaan sendiri atau dikeluarkan oleh PT/PS • Drop-out • Mahasiswa yang dinyatakan drop-out oleh PT/PS karena tidak memenuhi ketentuan akademik sta@wartono.com

  28. Master Mahasiswa • Tahun masuk diisi dengan tahun angkatan atau kode tahun awal dari tahun akademik • Mahasiswa masuk pada Tahun Akademik 2002/2003: • Pada semester Ganjil – tahun masuk diisi 2002 • Pada semester Genap – tahun masuk diisi 2002 • Batas studi diisi dengan batas studi maksimal yang ditentukan oleh masing-masing PT • S1/D4 – 7 tahun • S2/S3 – 5 tahun • D3 – 5 tahun • D2 – 3 tahun • D1 – 2 tahun sta@wartono.com

  29. 2002/2003 2003/2004 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 1 2 3 4 5 6 7 Batas Studi Mahasiswa S1 angkatan 2002 Masuk Semester Ganjil 2002/2003 batas studi Semester Genap 2008/2009, ditulis 20082 Masuk Semester Genap 2002/2003 batas studi Semester Ganjil 2009/2010, ditulis 20091 sta@wartono.com

  30. Master Mahasiswa • Tanggal masuk diisi dengan tanggal awal kuliah pada tahun akademik dari angkatan ybs • Awal kuliah tahun akademik 2002/2003 pada 2 September 2002 maka tahun masuk untuk angkatan 2002 adalah 2 September 2002 • Tanggal lulus diisi dengan tanggal SK Yudisium dari Rektor (atau dari Pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan di masing-masing PT) • Kode Propinsi dari jenjang pendidikan sebelumnya (SMU, D1, D2, D3, S1, S2) sta@wartono.com

  31. Master Mahasiswa • Kode status awal mahasiswa: • B – Baru • P – Pindahan • Bila berstatus Pindahan harus diisi: • Jumlah sks yang diakui/disetarakan • Asal Perguruan Tinggi, kode PT dilihat pada Tabel Perguruan Tinggi • Asal Program Studi, kode PS dilihat pada Tabel Program Studi • Ketika kursor berada di Asal P.T. tekan F1 lalu ketik “BAGIAN” nama P.T. sta@wartono.com

  32. Master Dosen • Nomor/kode dosen diisi sesuai dengan kode yang digunakan pada masing-masing PT • Untuk PTN bisa diisi dengan NIP bila memang tidak ada kode lain selain NIP • Nama: HANYA diisi nama TANPA gelar • Tempat dan tanggal lahir: harus diisi • No. KTP: HARUS diisi, bila belum ada diisi dengan tanggal lahir, ddmmyyyy • No. KTP tanpa tanda “.”, “/”, spasi, dll • 09.5608.34/2801500234 095608342801500234 sta@wartono.com

  33. Master Dosen • Jenis kelamin: sudah jelas • Gelar akademik: SINGKATAN gelar akademik TERTINGGI, ditambah “Prof” (bila ada) • Ir., S.E., S.H., S.T., M.M., M.H., M.Hum, dr., drg., M.Sc., M.E., Dr., Ph.D. dll • Kode Pendidikan Tertinggi: sesuai tabel • Status Aktif Dosen: isi sesuai dengan kode pada tabel, dengan menekan F1 • Mulai Semester: hanya diisi bila dosen berstatus K-keluar/pensiun/alm sta@wartono.com

  34. Master Dosen • Status Ikatan Kerja: • A – Dosen tetap – pegawai tetap PT • B – Dosen PNS DPK, yaitu dosen PNS yang diperkerjakan pada PTS • C – Dosen honorer PTN, yaitu dosen PNS dari PTN • D – Dosen honorer/luar biasa Non-PTN • E – Dosen kontrak, dosen tetap yang berstatus kontrak • Status A (dosen tetap – pegawai tetap) • Dosen tetap di PTS yang berstatus pegawai tetap di PTS tersebut • Dosen PNS PTN di masing-masing PTN-nya sta@wartono.com

  35. Master Dosen • Status B (dosen PNS DPK) • HANYA untuk dosen PNS yang dipekerjakan di PTS • Status C (dosen honorer PTN) • Dosen PTN (PNS) yang mengajar di PTN lain atau di PTS • Status D (dosen honorer non-PTN) • Pegawai Depkeu atau Depdiknas, PNS, mengajar di PTN/PTS • Pegawai instansi swasta mengajar di PTN/PTS • Dosen PTS mengajar di PTN atau PTS lainnya sta@wartono.com

  36. Master Dosen • Status E (dosen tetap kontrak) • Dosen tetap yang berstatus kontrak atau bukan pegawai tetap di PT tsb • Dosen tetap pada BHMN PTN yang bukan PNS • NIP (PNS) hanya diisi bagi dosen PNS PTN • PNS dari (misalnya) Depkeu, Depdiknas tidak perlu diisi NIP-nya • Instansi Induk: diisi dengan Kode PT instansi induk dosen ybs, tekan F1 untuk Searching • Dosen dari instansi non-PT diisi “888888” sta@wartono.com

  37. Status Ikatan Kerja Dosen • Dosen PTN harus mengisi A untuk ikatan kerja, pada PTN, tidak boleh isi B • Dosen PNS yang bukan dari PTN adalah dosen honorer (luar biasa) • Dosen PTN harus mengisi Kode PTN-nya untuk Instansi Induk • Dosen tetap kontrak dapat digunakan di BHMN bagi dosen tetap/kontrak yang bukan PNS • Dosen kontrak dihitung sebagai dosen tetap sta@wartono.com

  38. Master Dosen • Akta mengajar: diisi “Y” bila memiliki akta mengajar seperti: Akta-V atau A.A. (ancangan aplikasi) • Surat ijin mengajar: diisi “Y” bila dosen yang instansi induknya dari PTN/PTS mengajar di PTN/PTS lain dengan seijin dari PTN/PTS induknya sta@wartono.com

  39. Riwayat Pendidikan Dosen • Riwayat pendidikan dosen diisi dengan riwayat pendidikan tinggi (setelah SMU) dimulai dari yang terendah ke tertinggi (S-1 hingga S-3) • Riwayat pendidikan meliputi: • Jenjang studi • Tanggal ijazah • Gelar • Nama perguruan tinggi • Kota dan negara lokasi perguruan tinggi • Bidang ilmu sta@wartono.com

  40. Dosen Tanpa Pendidikan Formal • Pada beberapa prodi Seni terdapat dosen tanpa pendidikan akademik formal • Hal ini juga terjadi pada beberapa matakuliah tertentu (MKU) • Untuk itu, pada Isian Pendidikan Tertinggi di MSDOS diisi dengan “X” • Pada Riwayat Pendidikan Dosen juga diisi dengan “X” untuk Jenjang Pendidikannya • Sebelum melakukan ini Anda perlu memperbarui TBKOD dengan yang baru sta@wartono.com

  41. Satu Record Untuk Satu Dosen • Setiap dosen hanya boleh ada pada SATU RECORD pada tabel Master Dosen (MSDOS) • Setiap DOSEN TETAP hanya boleh berada pada satu jenjang program studi yang merupakan home base-nya • Dosen tetap/honorer BISA mengajar pada beberapa program studi tetapi home base hanya satu • Dosen PNS yang Dipekerjakan (DPK) pada PT ybs termasuk dalam kategori/pengertian dosen tetap sta@wartono.com

  42. Siapa Yang MenetapkanStatus Dosen Tetap? • Ditetapkan oleh masing-masing PT sesuai dengan ketentuan yang berlaku di PT tersebut • Siapapun dosen yang diangkat/dianggap/ diakui/dimaksud/ditetapkan sebagai dosen tetap diserahkan pada kebijakan dan pernyataan masing-masing PT • Namun demikian perlu dijaga/diperhatikan rambu-rambu seorang dosen hanya bisa berstatus tetap pada satu jenjang program studi pada satu perguruan tinggi saja sta@wartono.com

  43. Satu Jenjang Program Studi • Untuk memperjelas pengertian di atas diambil contoh sebagai berikut: • Program studi Manajemen memiliki jenjang D3, S1, S2, dan S3 • Setiap jenjang harus “memiliki” dosen tetap masing-masing dan tidak boleh ada duplikasi • Seandainya program studi manajemen memiliki 50 dosen tetap maka harus “dibagi” atau “dialokasikan” pada SETIAP jenjang, misalnya: • 6 orang pada jenjang S3 (sesuai kualifikasi) • 10 orang pada jenjang S2 (sesuai kualifikasi) • 28 orang pada jenjang S1 (sesuai kualifikasi) • 6 orang pada jenjang D3 (sesuai kualifikasi) sta@wartono.com

  44. Tabel Matakuliah/Kurikulum • Terhitung mulai semester Ganjil 2004/2005 tabel kurikulum membawa tahun semester • Jadi harus diisi/diperbarui SETIAP SEMESTER • Telah disediakan fasilitas untuk mengcopy data dari Semester sebelumnya • Tabel Matakuliah/Kurikulum semester-2 sebelumnya bila belum ada juga bisa dicopy dari semester yang sudah ada isinya sta@wartono.com

  45. Tabel Matakuliah • Diisi dengan seluruh matakuliah yang terdapat pada kurikulum program studi yang bersangkutan • Isian sks ada 4 jenis, yaitu: • Sks matakuliah adalah kredit dari matakuliah tersebut • Sks tatap muka adalah alokasi sks untuk kegiatan tatap muka atau kuliah (bisa nol bila tidak ada tatap muka) • Sks praktikum adalah alokasi sks untuk kegiatan praktikum (bila ada) • Sks praktek lapangan adalah alokasi sks untuk kegiatan praktek lapangan (bila ada) sta@wartono.com

  46. Tabel Matakuliah • Suatu matakuliah pada umumnya memiliki kegiatan tatap muka namun bisa juga tidak ada bila matakuliah tersebut merupakan praktikum atau praktek lapangan • Jumlah sks tatap muka+praktikum+praktek lapangan TIDAK selalu sama dengan sks matakuliah • Alokasi sks setiap kegiatan tersebut tergantung dari kebijakan/ketentuan di masing-masing program studi  lihat contoh pada Petunjuk Penggunaan Program sta@wartono.com

  47. Alokasi sks Matakuliah sta@wartono.com

  48. Perangkat Pembelajaran • Perangkat pembelajaran diisi sesuai dengan data yang ada di P.T. • Bila belum ada Kurikulum Inti baru yang dihasilkan oleh Asosiasi Program Studi sejenis maka digunakan pedoman kurikulum inti sesuai ketentuan lama • Dosen pengampu = dosen koordinator atau dosen penanggung jawab matakuliah (ingat ujian negara) • Jadi, dosen pengampu hanya SATU untuk setiap matakuliah sta@wartono.com

  49. Perangkat Pembelajaran • Satu matakuliah bisa diajar oleh beberapa dosen (kelas paralel) • Satu dosen bisa mengampu lebih dari satu matakuliah sesuai dengan kompetensinya • Dosen pengampu TIDAK HARUS mengajar matakuliah yang bersangkutan asalkan sesuai dengan kompetensinya • Belum ada pembatasan atau persyaratan jabatan fungsional untuk dosen pengampu sta@wartono.com

  50. Kasus Khusus Univ. Terbuka • Pada Universitas Terbuka tidak ada kegiatan tatap muka • Mungkin juga tidak ada kegiatan praktikum maupun praktek lapangan • Pada program telah ditentukan salah satu harus diisi sehingga akan menyebabkan error karena kondisi tidak terpenuhi • Untuk itu diambil kebijakan kasus khusus untuk Univ. Terbuka sks tatap muka diisi dengan sks mata kuliah walaupun tidak ada tatap muka sta@wartono.com

More Related