PERSIMPANGAN BERSINYAL - PowerPoint PPT Presentation

persimpangan bersinyal n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PERSIMPANGAN BERSINYAL PowerPoint Presentation
Download Presentation
PERSIMPANGAN BERSINYAL

play fullscreen
1 / 32
PERSIMPANGAN BERSINYAL
350 Views
Download Presentation
virgo
Download Presentation

PERSIMPANGAN BERSINYAL

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. PERSIMPANGAN BERSINYAL METODA WEBSTER

  2. ARUS JENUH • Lebar pendekat • Gradien • Komposisi kendaraan • Kendaraan belok kanan • Kendaraan belok kiri • Pejalan kaki • Kendaraan parkir • Karakteristik lokasi

  3. Arus Jenuh Dasar (Model Akcelik)

  4. PENGARUH LEBAR LAJUR S = 525 w smp/jam dimana: w = lebar pendekat dalam meter Rumus tersebut dapat digunakan untuk lebar lajur lebih dari 5,5 m; kurang dari 5,5 m hubungan tersebut tidak linier dan arus jenuh dapat diperkirakan dari Tabel di Bawah Arus jenuh pada periode tidak sibuk didapatkan 6 % lebih rendah, hal ini mungkin karena pengemudi tidak/kurang terburu-buru.

  5. PENGARUH GRADIEN 1 % tanjakan, arus jenuh turun 3 % 1 % turunan, arus jenuh meningkat 3 % PENGARUH Komposisi Kendaraan 1 kendaraan berat atau sedang = 1,75 smp 1 bus = 2,25 smp 1 tram = 2,50 smp 1 mobil penumpang = 1,00 smp 1 sepeda motor = 0,33 smp 1 sepeda = 0,20 smp

  6. PENGARUH BELOK KANAN (1/4) • Tidak ada arus berlawanan, tidak ada lajur khusus belok • kanan. Semua penggambaran untuk arus jenuh pada • pendekat (dengan mengabaikan pergerakan membelok) • dapat ditentukan dengan menggunakan rumus dasar. • b.Tidak ada arus berlawanan, ada lajur khusus belok kanan. • Arus jenuh untuk belok kanan harus ditentukan terpisah. • Telah didapatkan bahwa arus jenuh (s) belok kanan • tergantung pada jari-jari tikungan (r) dan dinyatakan dengan smp/jam untuk satu lajur atau 1600 smp/jam smp/jam untuk dua lajur atau 2700 smp/jam dimana: r dinyatakan dalam meter

  7. a.

  8. b. dan d. r

  9. c.

  10. PENGARUH BELOK KANAN (2/4) • c. Ada arus berlawanan, tidak ada lajur khusus untuk belok kanan. Pengaruh belok kanan dalam hal ini terdapat tiga kemungkinan: • Karena arus berlawanan mereka memperlambat diri sendiri dan akibatnya memperlambat kendaraan lain (yang tidak belok kanan) dalam arus yang sama • Kehadiran mereka cenderung menghalangi penggunaan lajur paling kanan oleh kendaraan lurus, yang memberikan resiko tundaan • Kendaraan belok kanan yang tersisa dalam persimpangan pada akhir waktu hijau memerlukan beberapa waktu untuk melepas dan mungkin menghambat start dari arus yang memotong.

  11. PENGARUH BELOK KANAN (3/4) Dua pengaruh pertama dapat diasumsikan bahwa rata-rata setiap kendaraan belok kanan adalah ekivalen dengan 1,75 kendaraan lurus. Pengaruh ketiga lebih kompleks. Kendaraan belok kanan mungkin lepas melalui gap yang cukup dalam arus berlawanan. Pengamatan menunjukkan bahwa gap umumnya 5 atau 6 detik. Jumlah kendaraan maksimum per siklus (nr) dinyatakan sebagai berikut: nr = sr {(gs – qc) /(s-q)}

  12. PENGARUH BELOK KANAN (4/4) dimana: q = arus s = arusjenuhdariarus yang berlawanan g = waktuhijau (detik) c = waktusiklus (detik) sr = arusteoritisdarikendaraanbelokkanan yang melewatigap dalamarusberlawanan (harusdinyatakandalamkend./detik) Arusberlawanan, denganlajurkhususbelokkanan. Tidakadaperlambatanbagilalulintas yang menggunakanpendekat yang samadenganlalulintasbelokkanantetapiakanadapengaruhpadafaseberlawanandaniniharusdihitungseperticaradiatas.

  13. PengaruhKendaraanBelokKiri Pengaruhkendaraanbelokkiripadaarusjenuhtergantungpadaketajamantikungandanpadaaruspejalan kaki. Pengaruhbelokkiridinyatakansebagaiberikut: Arusbelokkiri > 10 %, maka: 1 kendaraanbelokkiri = 1,25 kendaraanlurus PengaruhPejalan Kaki Pengaruhpejalan kaki belumditentukansecaratepatdankemungkinantergantungpadabanyakkondisikhususdilapangan. Dianjurkanbahwauntukaruspejalan kaki rata-rata tidakdiperlukankoreksi, tetapiuntukaruspejalan kaki yang sangattinggipengaruhnyaharusdiperhitungkanpadawaktumengklasifikasikanlokasi.

  14. Pengaruh Kendaraan Parkir Didapatkanbahwapenguranganarusjenuh yang diakibatkanolehkendaraanparkirdidekatgarishentipadapendekattertentuadalahsamadengankehilanganlebarlajurpadagarishentidandapatdinyatakanmendekatisbb.: Penguranganlebarlajurefektif = 1,6 – {0,9 (z – 7,5)} / k dimana: z  7,5 m adalahjarakbebasdarikendaraanparkir yang terdekatdarigarishenti (m) z < 7,5 m jarakharusdiambilsebagai 7,5 m k adalahwaktuhijau (detik) Jikadidapatkannilainegatifharusdiambilnilainol

  15. Pengaruh Karakteristik Lokasi • Banyak faktor lain mempengaruhi arus jenuh tetapi lebih sedikit berkembang dari pada pengaruh lain di atas. Faktor-faktor ini akan dikelompokkan bersama untuk memberikan penilaian dari tipe lokasi yang diklasifikasikan sebagai : • Baik • Sedang • Buruk.

  16. KINERJA • Tundaan • Panjang Antrian Rata-rata

  17. TUNDAAN dimana: d = tundaan rata-rata per kendaraan c = waktu siklus  = proporsi waktu hijau efektif q = arus s = arus jenuh x = derajat kejenuhan, merupakan perbandingan arus dengan arus maksimum yang dapat lepas dari garis henti.

  18. PENYEDERHANAAN RUMUS TUNDAAN dimana: C = Faktor Koreksi (persentase dari dua bagian pertama) Besaran A, B, dan C berturut-turut dapat dilihat pada Tabel-tabel berikut

  19. Tundaan Rata-rata sebagai Fungsi dari Permintaan dan Panjang Siklus

  20. WAKTU SIKLUS OPTIMUM Penyederhanaan persamaan turunan ini disajikan dalam persamaan dimana: Y = jumlah nilai y dan mengacu pada persimpangan secara keseluruhan L = total waktu hilang per siklus [detik]

  21. Tundaan (1) Suatu pendekat di persimpangan mempunyai arus = 1020 kend/jam, arus jenuh = 2400 kend/jam, kombinasi perioda hijau dan kuning = 32 detik, dan waktu siklus = 60 detik. Kehilangan waktu akibat tundaan awal diasumsikan sebesar 2 detik. Berapa tundaan rata-rata per kendaraan ?

  22. Arus = 1020 smp/jam Arusjenuh = 2400 smp/jam

  23. Tundaan (2) dimana: c = 60 detik g = G + a – l = 32 – 2 = 30 detik  = g/c = 0,5 x = q/ s = 1020 / 0,5 (2400) = 0,85 Dari tabel 3: A = 0,217 cA = 13,0 Dari tabel 4: B = 2,41 B/q = 2,41 / (1020/3600) = 8,5. M = q.c = 1020 (60) / 3600 = 17,0 Dari tabel 5: C = 12,5 d = {(13,0 + 8,5)} (100%-12,5%) d = 18,81 detik

  24. Pengaturan Lampu Optimum (1) Arus dan arus jenuh pada persimpangan dengan lampu lalu lintas 2-fase dinyatakan dalam tabel di bawah. Kedua periode antar hijau (I) adalah 9 detik dan wakt kuning 3 detik. Kehilangan waktu awal adalah 2 detik per fase. Berapa waktu siklus optimum dan waktu hijau optimum untuk tundaan total minimum.

  25. Pengaturan Lampu Optimum (2) Kehilangan waktu per siklus dinyatakan sebagai berikut: L = (I – a) + l (a = waktu kuning = 3 det) = 6 + 6 + 2+ 2 = 16 detik. Jadi, waktu siklus optimum dapat ditentukan sbb:

  26. A A A R R R R R Red Pengaturan Lampu Optimum (1) Waktu hijau total per siklus adalah Co – L yaitu (64 – 16) = 48 detik. Waktu hijau efektif dapat ditentukan sbb.: gUS = yUS / (q/s)  (Co – L) = 0,25/0,55 (48) = 22 detik gTB = yTB / (q/s)  (Co – L) = 0,30/0,55 (48) = 26 detik Waktu hijau tampilan dapat dihitung sebagai berikut: G = g + l - a GUS = 22 + 2 – 3 = 21 detik GTB = 26 + 2 – 3 = 25 detik Diagram waktu dapat digambarkan sebagai berikut: H R

  27. SOAL LATIHAN 1 • Perhitungkan delay pada pendekat untuk berbagai waktu siklus seperti pada tabel di bawah: Waktu siklus(det) 40 60 80 g eff (det) 8,4 14,4 20,4 q (smp/det) 0,20 0,20 0,20 s (smp/det) 1,02 1,02 1,02 x 0,93 0,79 0,74 d1 15,4 21,38 27,12 d2 23,0 7,42 5,26 - d3 3,6 2,04 1,6 Delay (det) 34,78 26,73 30,7