1 / 56

Kontrol berat badan ataukah SLIMMING PROGRAMS

Kontrol berat badan ataukah SLIMMING PROGRAMS. Oleh Sri Adiningsih FKM UNAIR. Resiko Obesitas. Medis : Penyakit sirkulasi darah (PJK, Isemia, Infark, Hipertensi), Kelainan Metabolik (NIDM, Trigliserida), Kanker (Kolon, Rektum, Prostat, Empedu, Payudara, Endometrium, Serviks, Ovari),

Download Presentation

Kontrol berat badan ataukah SLIMMING PROGRAMS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Kontrol berat badan ataukah SLIMMING PROGRAMS Oleh Sri Adiningsih FKM UNAIR

  2. Resiko Obesitas Medis : • Penyakit sirkulasi darah (PJK, Isemia, Infark, Hipertensi), • Kelainan Metabolik (NIDM, Trigliserida), • Kanker (Kolon, Rektum, Prostat, Empedu, Payudara, Endometrium, Serviks, Ovari), • Kelainan Endokrin (gg. M, Poli Kistik, Ovari), • Osteoartritis (Asam Urat), • Kelainan Paru. Non Medis : Menarik Diri, Rendah Diri

  3. Lifestyle related disease : Metabolicsyndrome = MetS • Tahap 0: Pola hidup sehat • Tahap 1: Pola hidup barat • Tahap 2: Abdominal Obesitas (lingkar pinggang laki2> 90 cm, wanita >80cm ) • Tahap 3: the MetS= bila ada 3 dari 5 sindrom Met’S (abdominal obesitas, glukosa darah >100 mg/dl, Trigliserida >150mg/dl, Tekanan darah >130/85 mmHg, Kolesterol HDL laki2<40 mg/dl, wanita <50mg/dl) • Tahap 4: Penyakit (PJK, Diabet-diabet, Stroke dll)

  4. prevalensi • Kejadian obesitas di negara-negara maju Eropa, USA, dan Australia telah mencapai tingkatan epidemi. • Prevalensi overweight dan obesitas meningkat sangat tajam di kawasan Asia-Pasifik • Di Indonesia secara nasional belum ada data obesitas pada anak sekolah dan remaja.

  5. prevalensi

  6. Overweight dan Obesity di Asia

  7. Data di Indonesia

  8. Obesitas di Indonesia (orang dewasa)

  9. Klasifikasi BMI Menurut WHO (1998)

  10. Obese It is important to remember that although BMI correlates with the amount of body fat, BMI does not directly measure body fat. As a result, some people, such as athletes, may have a BMI that identifies them as overweight even though they do not have excess body fat. For more information about BMI, visit • Body Mass Index • BMI Calculator Other methods of estimating body fat and body fat distribution include measurements of skinfold thickness and waist circumference, calculation of waist-to-hip circumference ratios, and techniques such as ultrasound, computed tomography, and magnetic resonance imaging (MRI). Definitions for Children and Teens For children and teens, BMI ranges above a normal weight have different labels (at risk of overweight and overweight). Additionally, BMI ranges for children and teens are defined so that they take into account normal differences in body fat between boys and girls and differences in body fat at various ages. For more information about BMI for children and teens (also called BMI-for-age), visit BMI for Children and Teens.

  11. Assessing Health Risks Associated with Overweight and Obesity BMI is just one indicator of potential health risks associated with being overweight or obese. For assessing someone’s likelihood of developing overweight- or obesity-related diseases, the National Heart, Lung, and Blood Institute guidelines recommend looking at two other predictors: • The individual’s waist circumference (because abdominal fat is a predictor of risk for obesity-related diseases). • Other risk factors the individual has for diseases and conditions associated with obesity (for example, high blood pressure or physical inactivity). Assessing Your Risk • Clinical Guidelines on the Identification, Evaluation, and Treatment of Overweight and Obesity in Adults For more information about the assessment of health risk for developing overweight- and obesity-related diseases, visit the following Web pages from the National Heart, Lung, and Blood Institute:

  12. Klasifikasi Berat Badan yang diusulkan berdasarkan BMI pada Penduduk Asia Dewasa (IOTF, WHO 2000)  

  13. Pengertian Obesitas * Tumpukan lemak berlebih (Passmore 1985; Rees 1992) * Jaringan lemak berlebih (Owen 1988; Mc. Larens 1998; Gunn 1990) * Kelebihan BB relatif thp TB (Harris & Crabb 1992) * Penyakit kronik metabolik (Amatruda & Welle 1995) Definisi Soustre dkk ( 1984); struktural tubuh, berat badan, konsep dinamik dan subyektif.

  14. Definisi. Struktural : Komposisi lemak tubuh ( Hub. Ant. Masa lemak & sisa masa tubuh ) Interprestasi Obesitas bila : 32,4 % Lemak : 50 th laki-laki 42,6 % Lemak : 50 th perempuan 25,6 % Lemak : 25 th laki-laki 36 % Lemak : 25 th perempuan Soustre dkk ( 1984)

  15. DEFINISI : BERAT BADANOBESE : Orang yang BB berlebihan (Who is too heany)Cara pengukuran mudahTak semua orang berat BB adalah karena lemak • Ukuran untuk orang dewasa :a. Quatelet’s Indek : BB / TB (kg/ m)b. Ponderal Indicator : BB / VTBc. BMI (Body Mass Index) : BB / ( TB )2T.I.W (Theoritical Ideal Weight)a. Broca Formula : H (cm) – 100b. Lorentz Form : H (cm) – 100 – H (cm) – 150 2 ( wanita) /4 (laki)Definisi :Incipient : BB 20 % Diatas TIWModerate : BB > 30 % Diatas TIWMayor : BB > - 50 % Diatas TIWSevere : BB > 50 % Diatas TIWSoustre dkk ( 1984

  16. Definisi DinamicPerubahan berat badan manusia syarat : harus rutin timbang badan • Definisi Subjectives : Merasa gemuk Body images : The feeling, images & behavior of individual. Soustre dkk ( 1984

  17. Teori komposisi tubuh laki dan wanita usia 20 - 24 tahun KOMPOSISI LAKI WANITA • Tinggi Badan 68,5 inc 68,5 inc • Berat Badan 154 lb 125 lb • Total Lemak 15% 27% • Depo Lemak 12% 15% • Asam Lemak Asensial 3% 12% • Otot 48,8% 36% • Tulang 14,9% 12% • Masa Otot BebasLemak 136 lb 107 lb

  18. Keseimbangan energy • obesitas merupakan akibat dari adanya ketidak-seimbangan antara asupan energi (energy intake) yang melebihi energi yang digunakan (energy expenditure). • keadaan normal, keseimbangan energi berubah-ubah dari makanan satu ke makanan yang lain, dari hari ke hari, minggu ke minggu tanpa ada perubahan kekal dalam cadangan tubuh atau berat badan. Beberapa mekanisme fisiologis berperan penting dalam diri individu untuk menyeimbangkan keseluruhan asupan energi dengan keseluruhan energi yang digunakan dan untuk menjaga berat badan stabil dalam jangka waktu yang cukup panjang. • Obesitas hanya akan muncul apabila terjadi keseimbangan energi positif untuk periode waktu yang cukup panjang (WHO, 2000).

  19. Mekanisme fisiologis • Mekanisme fisiologis yang bertanggungjawab terhadap terjadinya obesitas tidak diketahui secara sempurna. Akan tetapi, sekarang terdapat bukti yang makin jelas tentang adanya beberapa mekanisme yang memberi sinyal dalam usus halus, jaringan adiposa dan otak, dan mungkin jaringan lain yang dapat memberikan gambaran tentang arus asupan zat gizi, distribusi dan metabolismenya, dan atau penyimpanannya. Keseluruhan mekanisme ini dikoordinasikan dalam otak dan mengarahkan, pada perubahan dari pola makan, aktifitas fisik, dan metabolisme tubuh sedemikian rupa sehingga cadangan energi dalam tubuh dapat dijaga. • Penemuan akhir-akhir ini tentang adanya hormon leptin, yang disekresi oleh adipocyte dalam jumlah yang proporsional terhadap cadangan trigliserida dan mengikat diri dengan reseptor di hipothalamus memberikan gambaran yang menarik tentang sistem sinyal pengaturan yang mungkin (possible regulatory signal systems) yang berfungsi untuk memelihara keseimbangan energi. Akan tetapi masih banyak yang perlu dipelajari lebih lanjut tentang sistem tersebut.

  20. Pada masyarakat tradisional, dimana orang-orang cenderung melakukan aktivitas fisik dan dengan catatan bahwa kesediaan makanan tidak terbatas maka hanya sedikit orang yang mempunyai masalah gizi; baik kurang gizi ataupun kelebihan gizi. Diperkirakan bahwa tubuh manusia mempunyai pertahanan lebih kuat untuk melawan kurang gizi dan kehilangan berat badan dibandingkan pertahanan untuk melawan konsumsi yang berlebih dan kelebihan berat badan.

  21. POLA MAKAN ORANG OBESE 1. Aspek Kualitatif Epidemiologi : • Masukan Mak  berhub. Dng tk. Rasa lapar / rasa kenyang, pada obese tidak ada hub. • Suka makan jalan/kecil : makan dalam waktu interval pendek • Dorongan makan : makan sebagai penenang syaraf • Makan dalam VolumeBesar, bukan karena rasa walau makanan tak enak tetap makan pada 2/3 Kasus Obese, 1/3 kasus kurus

  22. POLA MAKAN ORANG OBESE 2. Aspek Kuantitatif • Obese : Makan lebih sedikit dari. Orang N maksud untuk menekan ke  BB • Rata volume Makan obese = non obese • Bila sejak anak - makan kelebihan enersi 5 % 100 kal/hari dari kebutuhan 2000 kal/hari  1 th. = 5 kg. • Biarpun 1 th.  latihan 2,5 kg/th.  obese = obese : positif balans enersi = internal productivity

  23. PENYEBAB OBESITAS • Genetik Bentuk tubuh saat lahir Keturunan Gangguan pusat lapar & kenyang Gangguan metabolisme tubuh Bentuk sel lemak • Faktor Antropologi Budaya yang diterima Makanan & keramahan

  24. PENYEBAB OBESITAS • Kebiasaan Makan • Makan berlebihan/ suka makan • Pola makan • Kondisi Saat Masa Kanak-kanak • Makanan saat bayi yang salah • Makan terlalu banyak • Faktor Psikologis • Makanan sebagai dukungan emosi • Makanan untuk mengurangi rasa cemas, tegang, frustasi dan rasa tidak aman • Makanan sebagai pengganti rasa kehilangan (pengangguran)

  25. PENYEBAB OBESITAS • .Faktor Faali • Hormon • Metabolisme dasar (BMR) • Tidak olah raga (kurang aktivitas) • .Faktor Lingkungan • Trauma dan emosi • Kebiasaan makan keluarga • Pekerjaan yang banyak duduk • Makanan pesta (pertemuan bisnis) • Iklan makanan • Lingkungan yang nyaman • Kemudahan penyiapan makanan • Stop Merokok dan minum alkohol

  26. Faktor yang mempengaruhi obesitas FAKTOR AWAL • Negara Industri  80 % anak obese  dewasa obes 30 % - 40 % dewasa obese  anak obes 36 % : bayi lahir BB > 90 persentile  dewasa obese  Korelasi BB Ibu dan kenaikan BB Ibu

  27. Faktor yang mempengaruhi obesitas • Bayi ASI  jarang obese dibanding susu botol, karena dikontrol kandungan lemak ASI dibanding susu botol • Pemberian makanan serealia terlalu dini (4 minggu)  sugar baby • Ibu yang memakai makanan sebagai cara menenangkan anak, sehingga menjadi kondisional memakai makanan untuk kompensasi emosi yang tak enak

  28. Faktor yang mempengaruhi obesitas • SETELAH DEWASA 70 % dari kasus obese pada wanita • 50 % berkaitan dengan kehidupan seksual (Pubertas, hamil, menopouse, pil KB, Aborsi, dll) • 50 % berkaitan dengan syok emosional (kehilangan, perceraian)

  29. Penyebab :sangat kompleks Slimming Program ?? ( ….. ikat rahang ).

  30. Nilai ekonomi obesitas Nilai ekonomi dari obesitas terdiri dari 3 komponen yaitu; • Pertama, Direct cost (biaya langsung) yakni biaya bagi individu dan petugas yang berkaitan dengan upaya penyembuhan obesitas itu sendiri, • Kedua, opportunity cost (biaya kesempatan) yakni biaya yang menyangkut individu akibat kehilangan kesempatan sosial dan personal sebagai akibat dari obesitas seperti adanya kematian dini, dan penyakit-penyakit yang muncul akibat obesitas; • Ketiga, indirect cost (biaya tidak langsung) yaitu biaya yang diukur dengan adanya kehilangan penghasilan oleh karena tidak dapat melakukan pekerjaan sehari-hari sebagaimàna mestinya orang yang tidak mengalami obesitas.

  31. studi di negara maju menunjukkan bahwa biaya langsung dan obesitas per-tahun mencapai 464 juta Aus$ di Australia (NHMRC, 1990), 12 Milyar FF di Perancis (Levy et al., 1992), 1 Milyar NLG di Belanda (Seidel, 1989), dan 45,8 Milyar US $ di Amerika Serikat (Wolf & Colditz,1994). Besar biaya obesitas tersebut merupakan 4-7% dan total biaya kesehatan nasional negara masing-masing. Yang menarik ialah bahwa 53% sampai dengan 60% (Levy et al., 1992; NHMRC, 1990) dari biaya langsung ini diatributkan pada penyakit hipertensi dan penyakit jantung koroner.Data tentang biaya tidak langsung dan obesitas masih sangat terbatas, akan tetapi suatu studi di Amerika yang dilakukan akhir-akhir ini menyebutkan bahwa biaya tidak langsung dari obesitas mencapai 23,3 milyar US$ per-tahun, yang terdiri dan 4 milyar US $ biaya kehilangan produktivitas atau 25.59 1.480,- hari kerja, dan 19,3 milyar US$ biaya yang muncul akibat kematian dini dengan penyebab kematian utama penyakit-penyakit yang berkaitan dengan obesitas.

  32. disimpulkan dari berbagai studi bahwa obesitas merupakan salah satu komponen terbesar dan budget nasional di bidang kesehatan. Meskipun belum banyak studi tentang besar biaya yang muncul akibat obesitas di negara-negara berkembang termasuk Indonesia, beban biaya ekonomi yang terus meningkat dan adanya penyakit-penyakit kronis pada orang dewasa di negara-negara tersebut telah diketahui oleh beberapa lembaga internasional seperti WHO, dan World Bank. Biaya nyata dan therapi obesitas di negara-negara berkembang lebih besar dibandingkan di negara-negara maju oleh karena adanya beban tambahan akibat impor peralatan-peratatan dan obat-obatan dan untuk keperluan pelatihan tenaga kesehatan (WHO, 2000).

  33. METODE PENURUNAN BB • Menurunkan masukan kalori • Meningkatkan olah raga • Modifikasi perilaku • Grup program • Hipnotis • Olah raga berat • Terapi obat-obatan • Terapi pembedahan • Kelaparan/puasa a. Semi starvation (500 - 1200 kalori) b. Diet protein c. Total starvation • Comprehensif terapi (Program penurunan BB secara klinis)

  34. Menurunkan masukan kalori /enersi • Menurunkan sumber enersi terbesar (lemak, karbohidrat) sesuai minimal kebutuhan untuk aktivitas sehari-hari • Jaga komposisi seimbang ( pertahankan komposisi tetap isi protein, vitamin dan mineral) • Menu gorengan hanya 1 kali sehari • Lakukan diet bukan sebagai hukuman

  35. Daftar kolesterol Makanan (per 100 grams)

  36. Serat (Fiber) Tidak dicernak oleh tubuh, sehingga tidak memberikan kontribusi masukan enersi Golongan serat : • Serat larut : pulses, oat, buah (apple) dan sayur. Penting untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dan jenis diabetes tertentu sebab terjadi menurunkan penyerapan glukosa dalam darah • Serat tak larut : dalam produk sereal dan mempunyai efek laxative

  37. Tipe Slimming Diet di Indonesia • Diet ketat : Makan sekali dalam sehari • Diet vegetarian : Penganut ajaran Hindu tidak konsumsi semua jenis makanan asal bernyawa ( half vegetarian masih makan telur, susu ) • Mutih : Konsumsi hanya makanan warna putih (nasi, dan jenis umbi-umbian) • Diet macan : Konsumsi daging dalam porsi besar, porsi sedikit nasi

  38. Modifikasi perilaku • Biasakan Kunyah makanan pelan-pelan • Biasakan makan porsi kecil / pakai piring ukuran kecil • Stop makan sebelum orang lain menutup makan (….. hentikan makan sebelum kenyang) • Pilih makanan yang bukan gorengan, manis, kacang-kacangan • Biasakan makan sayur dan buah, minum air putih setiap hari • Stop camilan/ permen/krupuk, ganti buah segar berair • Biasakan buang air besar setiap hari

  39. Grup program • Bersama kelompok melakukan refleksi ( apa penyebab obesitasnya ), upaya dan kegagalan yang pernah dilakukan, kemajuan program slimming. • Komprehensif terapi 1. Kontrol perilaku makan, 2. pengaturan berat badan, 3. olah raga dalam kelompok

  40. hipnotis • Titik tubuh dirangsang untuk menghipnosis sentral nafsu makan diotak • tusuk jarum

  41. Olah raga berat • Diawali cek kesehatan jantung karena tempat timbunan lemak adalah disekitar jantung • Lebih baik bagi yang punya kebiasaan melakukan olah raga sebelumnya

  42. Terapi obat 1. Mengurangi asupan energi • Bekerja sebagai penekan nafsu makan, yang mempunyai efek neurotransmitter, seperti serotonin, yaitu suatu zat di otak yang dapat mempengaruhi persepsi orang terhadap rasa lapar (appetite suppresant). Golongan ini mempunyai 2 kelas utama berdasarkan aktifitasnya, yaitu: 1. Golongan Katekolaminergik, seperti amfetamine, fenilpropanolamin • Menekan pusat nafsu makan melalui transmisi katekolamin Amfetamin, efek samping : ketagihan, insomnia, pening, riang, tremor, mulut kering, sering bingung. Derivat baru : fenilpropanolamin tidak ketagihan 2. Golongan Seretonergik, menekan pusat nafsu makan melalui transmisi serotonin seperti fenfluramine , dexfenfluramine, dan ‘antidepressant selective reuptake inhibitors (SSRIs)’, seperti fluoxetine and sertraline. Fenfluramin todak ketagihan.

  43. Terapi obat 2. Mengurangi penyerapan lemak • Ditemukan obat-obatan yang menghambat kerja enzim di saluran cerna - salah satunya adalah menghambat penyerapan lemak, sehingga total kalori yang diserap tubuh dapat dikurangi. Orlistat (Xenical), adalah obat pertama dari kelompok obat-obatan penghambat enzim lipase pankreas dan lambung, yang bekerja lokal di saluran cerna. Dengan cara demikian, lemak sebesar 30% tidak diserap oleh tubuh, melainkan dieksresikan melalui feses

  44. Terapi obat 3.Meningkatkan Pembakaran Energi • Energi dapat dibakar dengan melakukan aktifitas fisik atau merubah Tingkat Metabolik Basal (BMR) dengan melakukan perubahan pada sistem syaraf simpatik. Yang sering dipakai efedrin, hormon tiroid Obat yang berefek pada BMR dan termogenesis ini, seperti zat beta agonist, BRL 26830A, masih dalam penyelidikan

  45. Terapi pembedahan • Untuk kasus 100% diatas BB ideal atau BMI = 45 • Harus Inform consent dan ada riwayat gagal dari semua terapi diatas, konseling psikologis, dan keluarga Jenis pembedahan 1. Pengurangan volume lambung : Pemotongan sebagian lambung, komplikasi mual, muntah, keluar gas, kurang vitamin B12 2. Sedot lemak : melalui sayatan lubang kecil di perut. 3. Mengikat rahang

  46. Program slimming lain yang berhubungan dengan kebiasaaan makan • Jamu (herbal medicen) Minuman traditional dipakai untuk menurunkan berat badan dan sehat, melalui mekanisme laxatives dan kehilangan air tubuh • Ramuan lain

  47. Bagaimana program pencegahan • Penerapan gizi seimbang, • Gaya hidup sehat , olahraga • Kontrol BB

  48. Gizi seimbang Apakahsesuaiuntuk slimming program ? Apakahhanyasesuaiuntukpencegahan

  49. Balance Diet • Kalori In = Kalori out Prosedur : • Hitung besar konsumsi makan sehari, cek kualitas / komposisi makanan • Hitung pengeluaran enersi dari ativitas sehari-hari dan untuk basal metabolic rate • Bila unbalanced, lakukan diet dan exercise

More Related