Download
kesehatan jiwa masyarakat n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
KESEHATAN JIWA MASYARAKAT PowerPoint Presentation
Download Presentation
KESEHATAN JIWA MASYARAKAT

KESEHATAN JIWA MASYARAKAT

2229 Views Download Presentation
Download Presentation

KESEHATAN JIWA MASYARAKAT

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. KESEHATAN JIWA MASYARAKAT Peran Profesi Kesmas Adang Bachtiar adang@post.harvard.edu 2012 Disajikan pada Seminar “Jateng Bebas Pasung”, Musda IAKMI Jateng 10.03.2012

  2. WHO Definition of Health • Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity (1948). Dikuti dari: Unutzer, 2011

  3. TREN DALY 1999-2020 1999 Disease or Injury 2020Disease or Injury 1. Acute lower respiratory infections 2. HIV/AIDS 3. Perinatal conditions 4. Diarrhoeal diseases 5. Unipolar major depression 6. Ischaemic heart disease 7. Cerebrovascular disease 8. Malaria 9. Road traffic injuries 10. Chronic obstructive pulmonary disease 11. Congenital anomalies 12. Tuberculosis 13. Falls 14. Measles 15. Anaemias 1. Ischaemic heart disease 2. Unipolar major depression 3. Road traffic injuries 4. Cerebrovascular disease 5. Chronic obstructive pulmonary disease 6. Lower respiratory infections 7. Tuberculosis 8. War 9. Diarrhoeal diseases 10. HIV 11. Perinatal conditions 12. Violence 13. Congenital anomalies 14. Self-inflicted injuries 15. Trachea, bronchus and lung cancers DALY = Disability-adjusted life year Source: WHO, Evidence, Information and Policy, 2000

  4. Released October 4, 2001 • http://www.who.int/whr

  5. World Health Report 2001 Messages (1-3) Mental health is relevant to all of health. Mental disorders are real, diagnosable, common and universal. If left untreated, they can produce suffering and severe disability in individuals, and major social and economic losses. Mental disorders are treatable. Prevention and treatment are possible and feasible, but currently most sufferers are unreached.

  6. World Health Report 2001 • Recommendations • Provide treatment in primary care • Make psychotropic medications available • Give care in the community • Educate the public • Involve communities, families, and consumers • Establish national policies, programs, and legislation • Develop Human resources • Link with other sectors • Monitor community mental health • Support more research.

  7. Prev Gg Mental (Jateng: 12%) Riskesdas, 2007

  8. Korelasi Depresi Mental Dengan Skor ACE Jenning, 2011 N = 8,022 p<0.001

  9. Korelasi Percobaan Bunuh Diri Dengan Skor ACE 4+ 3 2 1 0 Jenning, 2011 N = 8,022 p<0.001

  10. Korelasi Halusinasi Dengan Skor ACE Adiksi Napza/ Alkohol Ever Hallucinated* (%) ACE Score *Adjusted for age, sex, race, and education. Jenning, 2011

  11. Korelasi Kemampuan Mengingat Dengan Skor ACE Percent With Memory Impairment (%) ACE Score 1 2 3 4 5 ACE Score Jenning, 2011 N = 8,022 p<0.001

  12. Korelasi Merokok Dengan Skor ACE % Jenning, 2011 N = 8,022 p<0.001

  13. Korelasi Menjadi Penasun Dengan Skor ACE N = 8,022 p<0.001 Jenning, 2011

  14. KDRT Dengan Skor ACE N = 8,022 p<0.001 Jenning, 2011

  15. Pasangan Seksual >50org Dengan Skor ACE N = 8,022 p<0.001 Jenning, 2011

  16. Kehamilan Tak Terencana Dengan Skor ACE N = 8,022 p<0.001 Jenning, 2011

  17. ACE pada Anak Laki Dengan Menghamili Orang 1.8x 1.4x 1.3x Percent who impregnated a teenage girl 1.0 ref Not 16-18yrs 11-15 yrs <=10 yrs abused Age when first abused Jenning, 2011

  18. Performansi Ditempat Kerja Dengan Skor ACE Prevalence of Impaired Performance (%) Jenning, 2011

  19. Kesimpulannya?

  20. Kematian dini Masalah sosial, Diabilitas & peny Kehidupan sosial beresiko kesehatan Gangguan kognitif, emosional, & sosial Perkembangan sistem syaraf terganggu Masa Kanak Berkelainan (Adverse Child Experiences)

  21. Dikuti dari: Unutzer, 2011

  22. Timbal Balik (Vice Versa) Cancer 10-20% Chronic Physical Pain 25-50% Neurologic Disorders 10-20% Mental Health / Substance Abuse Smoking, Obesity, Physical Inactivity 40-70% Diabetes 10-30% Heart Disease 10-30% Unutzer, 2011

  23. Determinan Kesehatan Jiwa • Kesehatan Biologis • Perilaku individual • Lingkungan sosial • Lingkungan fisik • Akses ke layanan kesehatan dasar & rujukan • Kebijakan kesehatan dan program • Kebijakan sosial dan kesejahteraan

  24. Kekerasan & Kriminalitas Masalah Keswa Kemiskinan Pengangguran homeless Adiksi Napza Masalah Kes fisik

  25. Social Learning/ Social Cognitive Theory Kontribusi terbesar perilaku (abnormal) adalah LINGKUNGAN PERILAKU PERSONAL LINGKUNGAN

  26. APAKAH KITA SIAP?

  27. NSPK lemah • Propinsi hilang arah • Kab/Ko bias politik • Modal sosial daerah diskordans tdk dukung Kes • Mgmt SDM daerah lemah shg Mslh Nakes kronis tdk selesai • Kinerja Nakes di daerah terus menurun & tdk terdeteksi • Sinergi pusat-daerah lemah utk perenc-produksi-kontrol • PHC melemah terutama UKBM • Mutu blm optimal • Fragmentasi-sist rujukan tdk jalan • “Komersialisasi” • Demoratisasi kes blm optimal, pemerintah cenderung sendiri & dominasi • Advokasi politik kes terhambat • Akses (-): econ barrier • BOK sgt terpusat cenderung macet • APBD kes kecil tdk ada tgg jwb daerah • Kemampuan mgmt kes daerah amat terbatas • Health impact assmnt (-) • Logistik kes msh lemah • Variasi antar daerah & sosek • Pendekatan HDI blm terintegrasi & efektif • Budaya orientasi sakit blm positive paradigm STEERING & DESENTRALISASI SDM KES CIVIC ENGAGEMENT SISKES TERHAMBAT INFRA STRUKTUR KES PEMBIAYAAN KES OUTCOME MGMT KES

  28. Aksesibilitas-Availabilitas-Efektifitas PUSKESMAS tdk optimal Jaminan Kes bagi masy (miskin) Penggunaan teknol kes yg # optimal Infrastruktur & suplai obat tbts GAP antara kebutuhan & penyediaan Kualitas layanan yg blm optimal KomitmenDinkes rendah Budaya / Orientasi Mutu Msh rendah Terbatasnya anggaran pmbangunan Sulitnya penempatan SDM Akuntabilitas sistem tmsk keuangan (Bachtiar, Lokakarya DTPK, 2008)

  29. Pembinaan Mutu Dinas Kesehatan thd PUSKESMAS tdk optimal Mgmt Prog sub-optimal Advokasi kes (-) Pengawasan Tdk Berjalan Evaluasi Tdk Berjalan Supervisi Tdk berjalan Leadership & Orientasi Mutu Msh rendah Sisfokes & Knowl Mgmt optimal Terbatasnya anggaran Operasional SDM terbatas & sub standar Standar Pembinaan (-) • In-depth peserta workshop Puskesmas, 2008 • Dinkes Malang, 2011

  30. KINERJA TIDAK BERMUTU: Tidak ada hubungan tingginya Cakupan Campak dengan Prevalensi Riskesdas, 2007

  31. WTP=Wajar Tanpa Pengecualian WDP=Wajar Dengan Pengecualiaan Disclaimer=Tidak memberi pandangan Adverse=Opini akuntabilitas tak baik

  32. MUNGKINKAH TELAH TERJADI KERUSAKAN SISTEM KESEHATAN?

  33. TENAGA KESEHATAN TERABAIKAN?

  34. Tenaga Kesehatan sebagai Faktor Kritis • Paling signifikan dalam pencapaian pembangunan kesehatan (berkontribusi 80% terhadap keberhasilan) • Anand S, Bärnighausen T. Health workers and vaccination coverage in developing countries: an econometric analysis. The Lancet, 2007, 369: 1277–1285. • Speybroeck N et al. Reassessing the relationship between human resources for health, intervention coverage and health outcomes. Background paper prepared for The world health report 2006. Geneva, World Health Organization, 2006 (http://www.who.int/hrh/documents/reassessing_relationship.pdf). • Sayangnya seringkali diabaikan: • Lemah dalam • Sistem produksi nakes, termasuk mutu • Perencanaan dan penyediaannya • Pendayagunaan Nakes, termasuk retensi & karir • Sinergi antar Pusat-Daerah, antar sektor, termasuk pemantauan dan sistem informasi tenaga kesehatan

  35. 100 Measles Immunization 80 Skilled Birth Attendance 60 Coverage (%) 40 20 0 .5 1.0 1.5 2.0 2.5 3.0 3.5 4.0 Health Worker Density (per 1,000) Bukti-1:Kaitan Nakes dengan Cakupan Sumber JLI 2004.

  36. District City Bukti-2:Public Health Performance Index (PHAI) and No. Physicians District City PHP Index No. Doctors at Health Center

  37. District City Public Health Performance Index (PHAI) and No. Midwives District City PHP Index No. Midwives at Health Center

  38. Bukti-3: Hubungan Nakes dengan Mortalitas (Data dari 117 negara) Sumber: Anand & Baernighausen- 2004 (JLI)

  39. But, mal-distributed Concentrated in Java Island MD Nurse Public Health Nutritionist 10.333 47.317 11.771 4.058 2.726 6.480 17.537 1.511 722 1821 516 2.987 4.922 1.033 837 20.443 284 113.024 7.481 2.403 943 3.843 693 181 40

  40. Jadi dimana masalahnya? • Jenjang Layanan • Jenjang sektoral dan sistem kesehatan • Jenjang kebijakan publik

  41. Penyajian Jawa Barat Tingkat Puskesmas • Terkait manajemen SDM: • Pemindahan tenagaPuskesmas (Kab/ Kota) yang tidakmempertimbangkankualifikasi yang telahdimiliki, menyebabkankekacauanpadapelaksanaanperencanaantenaga • Terkait anggaran: • Kebutuhan Pedoman/ Standar 6 upayawajibdan 9 upayapengembangandanmanajemenbelumsemuaPuskesmasmemilikidenganlengkap, danpemenuhannyamembutuhkananggaran yang tidakkecil

  42. Penyajian Jawa Barat Tingkat DinasKesehatan Kabupaten/Kota & Propinsi • Masalah kapasitas kebijakan & manajerial • Keterbatasan baikjumlahdankemampuan yang tidaksebandingdenganjumlahPuskesmasdalampelaksanaanfasilitasi monitoring evaluasidanverifikasihasilPKP. • Keterbatasan dalam memenuhi pemenuhan kebutuhan BOP, tenaga dan sarana prasarana yang diusulkan oleh Puskesmas • Keterbatasan kewenangan dalam pembinaan Puskesmas sebagai UPTD Dinas Kesehatan Kab/ Kota. • Masalah Health Account • Keterbatasan anggarankegiatandiDinasKesehatanKab/Kota untukkegiatanfasilitasi monitoring evaluasidanverifikasi

  43. PROBLEM TREE Inefficient Health-system Low access to hi-quality PH facilities Emphasize on “curing the illness” h-c policy Higher health care cost-inflation push political bias more to curative Beyond health, esp. Poverty Low capacity of govt primary care Ignorancyfor healthy life styles Partial financing health care & more emphasize on “curing” Pushing more demand for curatives Non-vitalized stagnant PHC infrastructure Low political commitment for PHC Low Public Private Sinergy Low achievement on health policies & regulationsfor Universal Coverage Difficult restructuring of h-c financing infrastructure Dynamic changes of “volunterism” concept No/low profitable returns No political incentivescenario Weak supply system of PH workforce

  44. STRATEGI PENGUATAN 3 JENJANG TSB? “Beyond Health” tmsk Kapasitas Fiskal Target Jenjang Kel/ Komunitas Jenjang Sektoral (Sistem Kesehatan) Layanan Public Health Inpres no 1 & 3 /2011 ttg percepatan pembangunan Mgmt Sektor Kes MDG+NCD 1.Mutu Yankes UKBM 2. Mgmt SDMKes Jamkes & BOK 3. SIK & surveilens Healthy & protective mentally UKM TNP2K Percepatan Penanggulangan Kemiskinan & Universal Coverage 4. Obat & alkes Minimal APBD 10% 5. Pembiayaan Kes UKP 6. Kepemimpinan kes & Akuntabilitas

  45. PRINCIPLES?

  46. Prinsip KE-1: Kesehatan adalah HAK Pertama • “Everyone has the right to a standard of living adequate for the health and well being of himself and his family, including food, clothing, housing and medical care, and necessary social services, and the right to security in the event of unemployment, sickness, disability, widowhood, old age or other lack of livelihood in circumstances beyond his control. Motherhood and childhood are entitled to special care and assistance. [article 25]” • “Setiap orang memiliki hak berkehidupan layak untuk kesehatandan kesejahteraan diri dan keluarganya, termasuk hak mendapatkan makanan, perumahan, pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial wajib lainnya, dan hak untuk mendapat perlindungan pada saat tidak bekerja, sakit, cacat, janda renta, lansia, atau keadaan kehidupan yang tidak memadai diluar kemampuannya. Ibu usia produktif dan anak2 seharusnya mendapat perlakuan dan pelindungan khusus” • Universal Declaration of Human Rights, 1948

  47. Prinsip KE-2: Kesehatan Bermutu Tinggi Adalah HAK “The enjoyment of the highest attainable standard of health is one of the fundamental rights of every human being..."

  48. Dimensi-2 dari “RIGHTS TO HEALTH” • Pelayanan Kesehatan & Penanganan Faktor Risiko Kesehatan • Kemerdekaan berpendapat & hak mendapat pelayanan • Hak lanjut dalam pelayanan sesuai kebutuhan spesifik • Perlakuan non-diskriminatif dan kesetaraan • Tanggung jawab obligor langsung (provider kes) • Tanggung jawab bersama (Pemerintah & masy) • Saling keterkaitan berbagai sektor dan masy madani

  49. Prinsip KE-3: PENTINGNYA MENGELOLA PENGETAHUAN BELAJAR MISI MASY SEHAT MANDIRI LAYANAN