1 / 10

Pertemuan 15 POROS DAN PASAK

Pertemuan 15 POROS DAN PASAK. Matakuliah : D0164 / PERANCANGAN ELEMEN MESIN Tahun : 2006. LEARNING OUTCOMES. Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu menggunakan rumus dan metode yang tepat untuk merancang poros . OUTLINE MATERI. Definisi , fungsi poros

tyne
Download Presentation

Pertemuan 15 POROS DAN PASAK

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Pertemuan 15 POROS DAN PASAK Matakuliah : D0164 / PERANCANGAN ELEMEN MESIN Tahun : 2006

  2. LEARNING OUTCOMES Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu menggunakan rumus dan metode yang tepat untuk merancang poros

  3. OUTLINE MATERI • Definisi , fungsi poros • Tipe dan jenis poros • Perancangan poros transmisi akibat torsi dan momen lentur • Perancangan poros untuk beban gabungan dan fatik

  4. PENGERTIAN POROS • Definisi • Elemen mesin yg berputar digunakan untuk mentransmisikan daya (tenaga) dari satu tempat ke tempat yg lain. • Tipe Poros • Poros transmisi. • Poros Mesin. • Tegangan pada Poros • Tegangan geser yang disebabkan oleh Torsi • Tegangan tekuk yang disebabkan olah gaya yang bekerja pada elemen mesin dan beratnya. • Kombinasi tegangan akibat puntir dan tekuk. • Aplikasi pembebanan Fluktuasi.

  5. PERANCANGAN POROS • Disain poros didasarkan pada dua keadaan: • kekuatan (strength) • kekakuan (Rigidity atau Stiffness) • Secara umum disain poros dapat dibagi atas: • Tegangan akibat Momen Puntir (torsi). • Tegangan akibat Momen Tekuk (bending). • Tegangan akibat kombinasi Puntir dan Tekuk. • Tegangan akibat Beban Aksial.

  6. PERANC. POROS BERDASAR TORSI Torsi Pada Poros : T = torsi/ momen puntir yang bekerja pada poros Kg-cm • J = momen inersia polar poros, cm4 • untuk poros pejal : • untuk poros berongga (hollow shaft): Untuk poros pejal : Untuk poros berongga :

  7. PERANC. BERDASAR TORSI Torsi dihitung berdasarkan tenaga : • P = daya (tenaga), h.p • N = kecepatan putar poros, rpm • T = momen puntir Kg-m. • P = daya (tenaga), Watt • N = kecepatan putar poros, rpm • T = momen puntir N-m.

  8. PERANC. DARI MOMEN TEKUK Berdasarkan Momen Tekuk pada poros : Untuk poros pejal : Untuk poros berongga : M = momen tekuk maksimum yang bekerja pada poros, dihitung berdasar diagram momen tekuk pada poros

  9. GABUNGAN TORSI DAN MOMEN Peranc berdasar beban gabungan Torsi dan momen: Untuk poros pejal : Untuk poros berongga : T = torsi pada poros M = momen tekuk maks. pada poros

  10. BEBAN FLUKTUASI PADA POROS Untuk poros dengan beban berfluktuasi, nilai M harus dikalikan dengan konstanta Km, dan nilai T harus dikalikan dengan Kt. • Km = kombinasi faktor kejut dan lelah untuk tekuk • Kt = kombinasi faktor kejut dan lelah untuk torsi

More Related